Cakrawala berkabut
Pada akhirnya aku sadar. Kau masih melukaiku, lagi dan lagi. Dari sisi manapun dilihat, aku tidak akan bisa bersanding denganmu. Kini aku sangat memahami, keberpihakan hatimu yang dari dulu tidak akan pernah bergeser.
Dulu aku mengira kita bisa bersama. Saling menggenggam tangan untuk melangkah bersama, menunjukkan pada dunia bahwa kita bisa berdiri berdampingan dan saling melengkapi. Dulu aku mengira bahwa "keberpihakan hatimu" akan tetap menyediakan tempat untukku meski hanya ruang kecil di sudut sana.
Kini...
Semua terlihat seperti padang yang tandus dan tidak pernah bisa menjadi ladang hijau. Seperti ditarik kembali ke dalam jalan berkabut. Tidak terlihat cakrawala, tidak terlihat jalan tapak.
Dan aku kembali ke dalam cakrawala yang berkabut
-SN-
13 Mei 2026









