Catatan Ilusi Purnama
Kenangan yang dia alami terasa begitu kuat. Mengakar hidup dalam ingatannya. Kini ia tidak bisa lagi membedakan antara ingatan, bayangan, angan, dan ilusi. Semua bercampur berdesakan satu sama lain. Memaksanya untuk mengingat dan menjadikannya kenyataan.
Semakin waktu berjalan semakin membingungkan untuk dia luruskan. Mana kiranya yang kenyataan atau ilusi untuknya.
Ia mulai kelelahan dan membiarkannya begitu saja berjalan. Hingga ia tak tau mana yang harus dipercaya.
Kini semua telah terlambat untuk dikembalikan. Ia lebih memilih membiarkannya mengalir hingga waktu bersedia untuk menghancurkannya. Bersama kenangan dan ilusinya tentang Purnama.
Semarang, 1 November 2023
-SN-













