Gratis! Imunisasi MR mencegah penyakit campak dan rubella.
Hai Bunda, sudahkah mendengar informasi tentang Program Imunisasi MR gratis oleh Pemerintah?
Bunda cerdas harus tahu seluk beluk program ini. Tidak asal ikut-ikutan tanpa tahu maksud dan tujuannya. Dalam artikel ini, saya mencoba menuliskan informasi yang dapat membantu Bunda mengenal dan memahami program ini.
Sebelum lebih jauh, yuk kita bahas tentang Apa itu MR dan Mengapa perlu imunisasi MR terlebih dahulu.
MR adalah singkatan dari measless dan rubella.
Measles atau dikenal dengan campak merupakan penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus campak golongan Paramyxovirus. Penyakit ini sangat mudah menular. Media penularannya melalui percikan air ludah dari penderita campak. Gejala yang muncul antara lain, demam tinggi disertai batuk pilek, mata merah, serta gejala khasnya berupa bercak putih seperti sariawan di mulut bagian dalam (koplik spot) dan ruam kemerahan merata diseluruh tubuh.
Sedangkan, Rubella yang sering disebut sebagai campak jerman merupakan penyakit virus yang disebabkan oleh toga virus jenis rubivirus. Penyakit Rubella ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk atau bersin. Selain itu, Rubella juga dapat ditularkan oleh ibu hamil terhadap janinnya oleh karena virus rubella dapat melewati sawar plasenta/ari-ari. Hal ini dapat berakibat kematian janin atau bayi lahir dengan sindrom rubella bawaan (kongenital rubella sindrom).
Gejala rubella yaitu demam ringan, bercak kemerahan pada tubuh disertai pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga, leher belakang dan sub occipital. Pada wanita dewasa muda yang terserang virus ini dapat mengalami nyeri sendi (artritis/artralgia).
Tahukah Bunda, campak dan rubella masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia. Pun juga di Indonesia. Oleh sebab itu, WHO menargetkan campak dan rubella dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Nah untuk mendukung target WHO tersebut, Kementrian Kesehatan Indonesia mengadakan Program Imunisasi MR gratis. Melalui program Imunisasi MR gratis ini diharapkan masyarakat Indonesia memiliki tingkat kekebalan yang tinggi terhadap penyakit campak dan rubella.
Kasus campak masih marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Media Jawapos.com pada 27 Juli 2017 memberitakan bahwa dalam tujuh bulan terakhir terdapat 106 anak yang terserang campak dan di rawat inap di RSUD Sidoarjo. Dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut mengatakan bahwa kasus campak tersebut rata-rata terjadi pada anak usia 9 bulan hingga 10 tahun. Dan kondisinya pun rata-rata sudah parah karena disertai komplikasi.
Penyakit measles atau campak sangat berpotensi menjadi wabah apabila tingkat kekebalan masyarakat rendah atau tidak terbentuk. Selain itu, campak bisa berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak.
Rubella juga merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif di Indonesia. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Hal yang dikhawatirkan adalah ketika infeksi rubella terjadi pada wanita hamil, terutama trimester pertama yang dapat berakibat keguguran/ kematian janin, atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.
Apa yang dimaksud dengan CRS? DR. Dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K) dalam artikel di situs idai.or.id (2016) menjelaskan bahwa sindrom rubela kongenital (CRS) adalah suatu kumpulan gejala penyakit yang terdiri dari katarak (kekeruhan lensa mata), penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual. Sindrom rubela kongenital disebabkan infeksi virus rubela pada janin selama masa kehamilan akibat ibu tidak mempunyai kekebalan terhadap virus rubela. Seorang anak dapat menunjukkan satu atau lebih gejala SRK dengan gejala tersering adalah gangguan pendengaran.
Berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CRS.
Ngeri ya bun, ternyata masih banyak kasus campak dan rubella yang terjadi di sekitar kita. Data tersebut didapat dari kasus yang tercatat atau dilaporkan. Jumlah kejadian kasus campak maupun rubella yang sesungguhnya bisa jadi lebih dari itu, Karena mungkin saja ada kasus yang tidak tercatat atau dilaporkan.
Jadi, pemberian imunisasi campak dan rubella (MR) ini penting ya bun. Imunisasi MR dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan. Tidak hanya bermanfaat bagi diri pribadi anak, imunisasi MR ini juga berpengaruh bagi masyarakat umum. Sebab apabila setiap anak mendapat kekebalan dari vaksin MR maka tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella pun akan meningkat.
Nah, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya. Kementrian Kesehatan Indonesia mengadakan Program Imunisasi MR gratis bagi masyarakat. Program Imunisasi MR gratis oleh Kemenkes ini akan diselenggarakan dalam 2 fase. Fase pertama adalah bulan Agustus-September 2017 di seluruh wilayah Pulau Jawa. Dan fase kedua pada bulan Agustus-September 2018 di seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Sasarannya adalah seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun. Baik yang sudah maupun yang belum pernah mendapat imunisasi campak sebelumnya. Dan bagi yang belum maupun yang sudah pernah mengalami sakit campak atau penderita CRS.
Pelayanan imunisasi dilakukan di pos-pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan yaitu di sekolah-sekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Jadi, Bunda cerdas harus mempersiapkan anak-anaknya yang berumur 9 bulan sampai dengan <15 tahun untuk mendapatkan vaksin MR ini nih. Jangan sampai terlewat. Mumpung gratis, hehe. Agar bisa diberikan vaksin, anak harus dalam keadaan sehat. Imunisasi MR akan ditunda pemberiannya pada anak yang sedang mengalami demam, batuk-pilek, atau diare.
Penting juga Bunda ketahui, Vaksin Measles Rubella (MR) yang digunakan berisi virus hidup yang dilemahkan (live attenuated) berupa serbuk kering dengan pelarut. Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikkan pada jaringan bawah kulit (subkutan) dengan dosis 0,5 ml. Setiap dosis vaksin MR mengandung: 1000 CCID50 virus campak dan 1000 CCID50 virus rubella.
Bunda tidak perlu khawatir, vaksin yang digunakan sudah mendapat rekomendasi WHO dan izin dari BPOM. MUI juga memfatwakan bahwa imunisasi itu mubah/boleh dilakukan. Jadi, aman ya bun.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah efek samping setelah imunisasi. Apabila terjadi demam ringan, bengkak, atau nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi, Bunda jangan panik ya. Reaksi tersebut adalah hal yang wajar terjadi. Biasanya reaksi tersebut akan menghilang dalam 2-3 hari setelahnya.
Sumber:
http://www.ichrc.org/67-campak
http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sindrom-rubela-kongenital
http://www.jawapos.com/read/2017/07/27/147051/belum-tujuh-bulan-ada-106-kasus-campak-di-rsud-ini
https://jurnalpediatri.com/2016/03/06/tanda-dan-gejala-penyakit-campak-atau-rubeola/
http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/petunjuk_teknis_kampanye_dan_introduksi_mr.pdf?ua=1