Tips Mendapatkan Beasiswa Pascasarjana
Melanjutkan studi di luar negeri bisa ditempuh dengan dana yang minim jika anda menerima dukungan dana atau financial support. Sumbernya bisa bermacam-macam, baik dari institusi pemberi beasiswa, perguruan tinggi yang anda tuju maupun perusahaan mitra yang memberikan perhatian pada pendidikan. Karena itu, jangan kecewa dulu kalau anda "ditolak" oleh panitia seleksi beasiswa tertentu.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu anda mendapatkan beasiswa pascasarjana di universitas-universitas ternama di luar negeri:
Maksimalkan nilai-nilai standardized test
Usahakan memperoleh nilai standardized test (TOEFL, GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, atau PCAT) yang bagus. Contohnya, jika anda melamar ke jurusan teknik, untuk memperbesar kesempatan memperoleh financial support sejak semester pertama, anda usahakan untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 600 yang ekivalen dengan nilai TOEFL IBT 100. Jika anda melamar ke sekolah bisnis/ekonomi, kami sarankan teman – teman untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 640 ataupun TOEFL IBT minimal 110.
Jalin hubungan dengan professor
Setiap profesor di Ammerika Serikat memegang dana proyek penelitian mereka masing – masing. Biasanya, mereka bekerjasama dengan graduate student untuk mengerjakan penelitian yang ada. Profesor akan bertindak sebagai pembimbing sedangkan graduate student akan melakukan kegiatan lab dan berbagai aktivitas penelitian lainnya. Sebagai imbalan atas hasil kerjanya, graduate student yang berperan sebagai research assistant tersebut akan mendapat financial support. Selanjutnya, profesor – profesor tersebut biasanya juga membutuhkan teaching assistant untuk membantu mereka dalam kegiatan perkuliahan. Financial support juga akan diberikan pada graduate student yang menjadi teaching assistant. Dengan demikian, anda mesti menjalin hubungan dengan profesor pada masa – masa pendaftaran sekolah supaya anda dapat memperoleh financial support sejak awal kuliah.
Persiapkan Essay Letter of Recommendation Terbaik
Dalam membuat bagian esei di recommendation letter, sebaiknya anda sendiri yang membuat esei tersebut. Setelah itu, anda bisa minta persetujuan ke dosen untuk esei itu. Bagusnya esei itu berisi tentang hal –hal berikut ini: - Sejak kapan dan dalam kesempatan apa anda berkenalan dengan pengisi recommendation letter. - Kegiatan apa saja yang sudah anda lakukan bersama pengisi recommendation letter. - Personality anda di mata pengisi recommendation letter. - Class rank anda di angkatan anda jika bagus dan memperkuat lamaran anda. - Bagian kesimpulan dari esei dapat berisi mengenai seberapa jauh pengisi merekomendasikan anda
Anda pengin jadi professor
Esei statement of purpose dapat menjadi sarana buat anda untuk menarik hati profesor – profesor di luar negeri. Jika mereka terpikat oleh rayuan anda dalam statement of purpose maka biasanya bisa dipastikan anda dapat financial support. Secara umum, boleh dikatakan bahwa profesor – profesor Amerika mudah tertarik pada calon mahasiswa yang ingin mengejar karir dalam bidang akademik dan memiliki minat yang tinggi dalam penelitian. Anda juga dapat mencuri hati profesor melalui esei dalam personal history statement. Dalam hal ini, anda bisa menceritakan latar belakang yang menjadi landasan anda untuk mengejar cita – cita menjadi profesor.
Ikut-ikutan Pak/Bu dosen anda aja deh
Memiliki dosen – dosen lulusan Amerika adalah sebuah berkah. Terlebih lagi jika mereka dulu di Amerika berprestasi bagus dan profesor mereka masih aktif mengajar dan meneliti. Dengan demikian, anda bisa memiliki beberapa keuntungan. Anda bisa meminta dosen anda untuk menjadi pemberi recommendation letter. Recommendation letter ini akan menjadi lebih diperhatikan karena pengisinya adalah orang yang telah sukses lulus dari perguruan tinggi yang anda tuju.
Source: http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/26/18525813/Tips.Mendapatkan.Beasiswa.Pascasarjana.1









