Kita sedang dimanja oleh konten selflove.
Semoga tidak membuat kita terlalu banyak memberi makan ego sampai lupa yang sakit bukan hanya kita. Cukuplah sampai mengistirahatkan yang lelah, menyembuhkan yang luka, dan menumpulkan yang tajam.
KIROKAZE
Stranger Things
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

blake kathryn

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣
sheepfilms

#extradirty
Sweet Seals For You, Always
tumblr dot com
Acquired Stardust

Discoholic 🪩

ellievsbear
Cosimo Galluzzi
noise dept.
One Nice Bug Per Day
Xuebing Du

Kiana Khansmith
NASA
cherry valley forever
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Argentina

seen from United Arab Emirates
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@eilstory
Kita sedang dimanja oleh konten selflove.
Semoga tidak membuat kita terlalu banyak memberi makan ego sampai lupa yang sakit bukan hanya kita. Cukuplah sampai mengistirahatkan yang lelah, menyembuhkan yang luka, dan menumpulkan yang tajam.
Lain Jiwa
Ada masa dimana aku ingin memakinya, membunuhnya hingga tak ada lagi berisik yang terus mengganggu di kepala. Tapi aku juga tidak tau siapa dia? Aku takut di tengah usahaku membunuhnya ternyata aku malah membunuh diriku sendiri.
Kadang kala aku ingin menggenggam tangannya, mengajaknya duduk bersama untuk berdiskusi dan berkompromi hal-hal yang seharusnya bisa dinegosiasikan alih-alih sama-sama mengeras. Atau mungkin aku ingin memohon dan berlutut kepadanya untuk melunak dan sedikit iba kepada diri yang semakin lemah. Karna sesungguhnya aku sangat lelah dengan segala sikap kerasnya.
Banyak cerita yang ingin aku tumpahkan di tengah air mata yang menganak deras. Menceritakan semuanya hingga si pendengar muak. Aku ingin menceritakan cerita yang sama berkali-kali. Aku ingin berteriak dan meracau tidak jelas. Aku ingin menjadi gila sesaat lalu kembali normal seperti sedia kala.
Dan entah sudah kali ke berapa aku lagi-lagi mendengarkan dia. Jeritan kecil dari hati yang tak kasat mata, yang selalu ingin aku abaikan tapi rintihnya yang memekakkan selalu berhasil membuatku pasrah dan hanya diam di tempat aman. Sekali lagi aku kalah, dan kuakui jeritnya benar menyelamatkan aku pada petaka yang tak kusangka.
Mungkin kita tidak pernah kehilangan apapun. Mungkin yang hilang memang bukan milik kita.
Awan menutupi indahnya langit yang diterangi matahari. Membawa derai hujan untuk membasahi bumi. Bersama duka yang datang tanpa ada satupun yang mengundang. Membuat bunga itu kembali sedih karena deras hujan menghancurkan indah kelopak mekarnya. Hingga gugur satu persatu.
Damay lagi mode random ga galau bahagia selalu pengen ngepost yang kocak-kocak.
Semesta membawaku untuk percaya, bahwa semua hal yang berjalan tak sesuai rencana akan mengantarku pada bahagia yang tak pernah aku duga. ❤️✨
Hadirnya tak lagi menjadi candu, tawanya berubah menjadi dengung yang mengganggu.
Aku putuskan membuka kembali pintu yang penuh dengan tanya, dengan tenaga yang tersisa kucoba kembali susun satu persatu kekacauan yang ada. Aku belum menemukan satu jawabanpun, namun tidak ada yang salah untuk sejenak merapikan tanya itu. Mungkin aku bisa menemukan jawaban dibalik pertanyaan yang lain. Mungkin.
Ia bergerak, menari sesuka hati berusaha dengan baik menghibur para khalayak. Aku mendekat menyentuh goresan lukanya yang sudah kering. Ia tersentak kaget, namun detik berikutnya mencoba memberi senyuman terbaik meski tidak berhasil di mataku. Senyumnya palsu, duka itu terbaca mataku. Meski di saat yang sama aku juga sudah berkali-kali tertipu dengan tawa nyaringnya. Ia menjauh ketika aku masih berusaha mencerna semuanya, aku bergeming tidak mencoba berlari. Kulihat ia kembali menari di depan seorang gadis, gadis itu tersenyum pipinya memerah tersipu dengan goda dan tawa yang manusia bertopeng itu ciptakan. Aku dapat merasakan sesekali matanya menatapku meski hanya sekilas dan kembali dengan raut terbaik menghibur gadis itu. Dengan segala bentuk rasa yang tidak kupahami aku hanya terduduk dan menatap dari jauh interaksi mereka yang menarik sambil bertanya-tanya akhir seperti apa yang akan kulihat nantinya.
Aku tidak pernah bosan berharap semesta berpihak kepadaku
Membiarkan aku menang dan tertawa lepas dengan angkuh
Tapi semesta selalu punya caranya memukul mundur aku hingga tersungkur
Sampai-sampai tidak terluka saja sudah sangat bersyukur
29 Januari 2023
Dan aku tidak pernah menyangka pada halaman berikutnya aku menemukan cerita ini. Cerita yang tidak pernah terlintas di kepalaku. Cukup menarik, dan aku sangat tidak sabar menantikan setiap episode berikutnya. Apakah akan berakhir duka kembali atau semesta sedang iba dan berbaik hati memberi akhir yang bahagia untuk aku? Entah.
Aku berlari sekuat tenaga lalu menjatuhkan diri ke dalam jurang. Merasakan setiap angin yang meniup tubuhku dan jantung yang rasanya ingin lepas. Aku sudah siap dengan segala rasa sakit yang sebentar lagi akan kurasakan, aku siap merasakan bagian tubuhku yang meremuk, dan tulang yang patah. Namun saat aku telah menyiapkan semuanya, tak satupun nyeri aku rasakan. Aku bingung. Apakah Tuhan sedang berbaik hati menyabut nyawa hambanya yang pendosa ini tanpa rasa sakit? Atau aku hanya bermimpi? Entah.
Aku membuka mata dan benar saja semua ini hanya mimpi, aku tak pernah benar-benar berani untuk mengakhiri hidup. Semua selalu berhenti di dalam pikiran terliarku.
Tidak sekali mimpi untuk mengakhiri hidup itu datang. Bahkan di titik terberat mimpi itu hampir datang setiap hari, dan selalu menambah kegamangan dan rasa sakit ketika aku terbangun dari tidur. Kadang kala aku benar-benar ingin tetap bermimpi tanpa bangun. Namun tentu saja tidak mungkin.
Aku menghela nafas berat kemudian membuka layar telepon untuk melihat jam. Masih pukul 7 ada cukup waktu untuk bersiap sebelum aku berangkat ke kantor. Jujur sekali aku sangat bosan dengan rutinitas ini. Aku selalu ingin berlari sejauh mungkin dan melupakan seluruh tanggung jawab yang harus aku selesaikan tapi sayang aku tidak sejahat dan setega itu. Pada akhirnya aku menjalani hari seperti biasa dan menyelesaikan semua tugasku. Dewasa yang melelahkan tapi yasudah.
TBC (dilanjut kalo mood)
Luka-luka itu sudah berusaha ku lupa dan selalu hampir berhasil hilang. Namun saat semua hampir pudar selalu saja mimpi itu datang lagi. Membuka kembali luka yang hampir kering. Mungkin semesta memang tidak ingin aku pulih.
Bunga itu sudah layu tanpa sempat mekar dengan sempurna. Ronanya pudar, tangkainya rapuh, daun dan kelopaknya berjatuhan. Tinggal menghitung hari saja tubuhnya akan mati dan melebur bersama tanah. Tak meninggalkan apa-apa ataupun kenangan.
Aku berlari menghampiri sang terang yang nampak menenangkan, tapi semakin aku dekat silaunya semakin menyakitkan membakar kulit hingga membuat luka. Terus kucoba untuk berlari, menyangkal kenyataan, dan berusaha percaya akan kutemukan tenang di sana. Tapi nyatanya salah, tak ada tenang di sana. Hanya silau yang menyiksa.