Emang benar ya? Kebaikan sebanyak apapun tetap tertutup oleh kurang uang mungkin tak seberapa

❣ Chile in a Photography ❣
Not today Justin
h
🪼
No title available
almost home
No title available
untitled
🩵 avery cochrane 🩵
Sade Olutola
Interview Vampire Daily
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Jules of Nature
No title available

titsay
Xuebing Du

gracie abrams
sheepfilms
noise dept.
Fai_Ryy
seen from United States

seen from Finland
seen from Brazil

seen from Colombia
seen from Italy

seen from United States

seen from Nepal

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Spain
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Bangladesh

seen from South Africa
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
@eleftheria-words
Emang benar ya? Kebaikan sebanyak apapun tetap tertutup oleh kurang uang mungkin tak seberapa
Saat hidup membandingkanku dengan yang lain.
Tapi aku memilih tetap berdiri—
tetap bekerja, lebih rajin melangitkan doa.
Sebab, banyak perbandingan yang menanti jawabannya.
Kadang aku pulang membawa lelah, bukan kemenangan.
Saat namaku dibandingkan dengan nama orang lain.
Tapi aku ingat—
rumah kecil ini tidak butuh aku menjadi yang paling hebat,
cukup aku tetap pulang… dan tetap berjuang.
Dan mereka belum pernah merasakan apa yang ku rasakan dan jangan sampai.
Oh hai, tahun 2026 mulai menyapa.
Dan aku akan melanjutkan tulisan-tulisanku lagi (semoga).
Sudah siap membuat gebrakan besar di tahun 2026, oh tapi semua gebrakan besar dimulai hal kecil.
Hmm termasuk bangun awal untuk sholat subuh, bagaimana sholat subuh mu hari ini?
Apakah kesiangan? Apakah lebih on time?
Mungkin rezeki yang ku dapat tak memukau, tak berkilau layaknya emas intan permata,
Tapi langkah ku selalu tertuju pada rumah,
Sebuah tempat dimana aku menaruh seluruh hidup yang ingin saya jaga...
Untuk yang sedang di perantauan
Setiap pulang, aku belajar... cinta tak selalu soal tinggal, kadang cukup tentang kembali meski sebentar.
Aku pulang bukan untuk lama, hanya untuk mengingat rasanya dicintai dari tempat yang kupanggil rumah.
Pulang sebentar, pergi lagi.
Supaya rindu pun punya alasan untuk tumbuh kembali.
"Jarak Pandang"
Apa yang sudah kita miliki saat ini (apapun itu),
mungkin saja sudah tidak terlalu terlihat istimewa,
Seperti saat kita belum memilikinya.
Ini adalah hidup, yang harus kita pandang lebih tinggi, lebih luas, karena hidup mempunyai banyak sisi pengelihatan.
Terima dan syukur,
Jangan sampai mata kita buta oleh nafsu.
Bisa jadi yang kamu miliki...
Adalah dambaan yang sedang orang lain upayakan dengan mati-matian,
Adalah dambaan yang mungkin orang lain tidak akan pernah miliki, bahkan dengan ribuan kali orang lain upayakan, bahkan dengan ribuan kali orang bangun di sepertiga malam dengan merayu Tuhan nya.
Semua yang datang hanyalah singgah.
Dan cepat atau lambat, kau akan sadar..
tak ada yang benar-benar tinggal, bahkan bayanganmu pun akan pergi saat cahaya paham.
Amorfati #Part2
Aku telah belajar mencintai retak,
Sebagaimana laut mencintai badai yang menggurat riak,
Sebagaimana malam mencintai bayang,
Meski tahu cahaya tak akan menetap.
Cinta tak selalu datang membawa bunga,
Kadang ia menjelma palu,
Yang memahat jiwa jadi bentuk baru,
Membuatku lebih utuh saat runtuh.
Aku mencintai nasib—yang tidak kupilih,
Yang mencurahkan hujan di hari ulang tahunku,
Yang membuat upahku tak sebanding peluh,
Dan cinta yang datang... lalu tinggal hanya sebagai nama di ingatan penuh debu.
Aku mencintai dunia ini, meski pincang,
Meski senyum orang bisa setajam gergaji,
Meski di ruang rapat aku hanya angka
Dan di meja makan, aku hanya sunyi.
Tapi bukankah hidup adalah tarian luka dan terima kasih?
Bukankah kita lahir untuk menjadi puisi dari derita dan bangkit?
Maka kupeluk semuanya:
Yang hadir, yang hilang, yang gagal kugenggam, yang pura-pura menetap.
Aku tak ingin lagi menawar takdir,
Karena dalam patah, aku menjumpai makna,
Dalam gagal, kutemukan wajahku sendiri,
Dan dalam sepi, kudengar Tuhan berbisik dari arah yang tak pernah kuduga.
Amorfati—aku ucapkan dengan penuh sadar,
Bukan pasrah, tapi perayaan:
Bahwa hidup ini bukan soal menang,
Melainkan merayakan apapun yang diberi waktu dan takdir sebagai kawan.
Aku mencintai semua yang terjadi padaku:
Yang kubenci kemarin, kini kupeluk,
Yang pergi, kubiarkan jadi pelajaran,
Dan diriku yang dulu—aku rawat dengan kasih,
Sebab tak ada yang lebih indah
Dari jiwa yang bersyukur,
Bahkan untuk luka yang tak minta diundang.
Semarang, 25 Oktober 2025
Eleftheria-words (Bodi Pujiharjo)
Amorfati
Aku tidak lagi bertanya:
Mengapa hidup tak selalu adil?
Karena adil bukan jatah,
Tapi cara hati berdamai dengan kekurangan yang dilahirkan semesta.
Aku mencintai retak pada gelas pagi,
Sebagaimana hujan mencintai genting yang bocor,
Sebab di sanalah lagu-lagu kecil tercipta
Tanpa perlu dipaksa menjadi simfoni yang sempurna.
Aku mencintai cinta—bahkan yang gagal,
Yang pergi tanpa pamit,
Yang menjatuhkan janji seperti daun yang gugur terlalu dini,
Sebab dari situ, aku belajar bahwa memiliki
Tak selalu berarti menggenggam.
Namun aku memilih mencintai segalanya:
Gaji yang tak cukup,
Lembur yang tak tercatat,
Rekan yang menusuk dari balik tawa,
Bahkan diriku sendiri—yang tak selalu kuat,
Namun selalu bangkit walau remuk tak terdengar.
Amorfati:
Aku mencintai apa pun yang datang,
Bukan karena semuanya indah,
Tapi karena aku tak ingin hidup sebagai penolak kenyataan.
Karena hidup bukan perayaan atas yang mudah,
Tapi penerimaan atas yang utuh:
Yang luka, yang kehilangan, yang gagal,
Yang diam-diam membentukku menjadi manusia
Yang tak lagi bergantung pada takdir yang jinak.
Aku mencintai malam yang sepi,
Sebab di situlah aku bisa berbincang dengan Tuhan tanpa suara,
Aku mencintai kecewa,
Karena ia tak pernah berdusta seperti harapan yang terlalu manis.
Kini aku tahu—
Mencintai hidup bukan berarti mengharapkan bahagia,
Tetapi bersedia memeluk getir
Dengan dada lapang, dan mata yang tetap bisa melihat cahaya
Meski datang dari celah-celah luka yang tak ingin ditambal.
Amorfati:
Aku memilih hidup seperti ini.
Bukan karena tak ada pilihan,
Tapi karena aku ingin mencintai segalanya
—bahkan hal-hal yang tak pernah kucari,
Tapi justru membentuk siapa aku hari ini.
Semarang, 26 Oktober 2025
eleftheria-words (Bodi)
Katanya loyalitas itu penting, tapi herannya tagihan listrik dan pampers anak, nggak pernah bisa dibayar pakai kesetiaan.
Lucu ya—katanya kerja bikin hidup lebih layak.
Tapi semakin aku kerja, semakin tak sempat hidup.
Mungkin tujuan akhirnya bukan sejahtera,
tapi sekadar terbiasa disiksa tanpa protes.
Mereka bilang kerja adalah ibadah, tapi kadang rasanya seperti ziarah yang tak pernah selesai ke kuburan mimpinya sendiri.
Tapi... Ibadah tetaplah ibadah
Memaksa nyala bara,
Dengan sisa tenaga yang ada.
Laki-laki yang baik, itu dilarang bercerita tentang keluh kesahnya
Hidup nya laki-laki itu menghidupi
Kehidupan nya penuh tanggung jawab dan pertanggungjawaban
Laki-laki juga tidak merayakan,
Maka biarlah separuh jiwamu yang mengajak dan menemani sedikit perayaan itu.
... "Karena saya berTuhan, maka saya harus bertahan"....
Ungaran 5 Mei 2024
Seringkali masalah membuat kita merasa lelah, goyah dan hampir patah...
Tak ada yang salah dari semua rasa itu, karena kita hanya manusia yang lemah...
Bukankah Allah telah telah menakar semua yang diberikan kepada Hamba-Nya sesuai kemampuannya?
Boleh lelah, goyah dan hampir patah, tapi jangan menyerah,
Bukankah kau sudah memulainya dengan menyebut "Bismillah"?
Karena apa yang dimulai dengan bismillah, tak akan mundur di tengah-tengah.
Terus berjuang, sampai Allah memanggil "Wahai hamba-Ku saatnya pulang"
Eleftheria-words
Ba'da Subuh, 28 Jan 23