Lama tak menulis. Sekalinya menulis, tak lama.
Semoga apapun yang tertulis akan menjadi hikmah, menjadi pengingat bahwa hidup di dunia ini tak selamanya indah. Hanya ada canda-tawa, senang-bahagia, sedih pun duka

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space 🛸

PR's Tumblrdome

if i look back, i am lost

roma★

⁂
h
d e v o n
Cosmic Funnies
Misplaced Lens Cap
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

❣ Chile in a Photography ❣

blake kathryn
occasionally subtle

Andulka
Show & Tell
we're not kids anymore.
hello vonnie

ellievsbear
Sade Olutola

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Iraq
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Kenya
seen from Iraq
seen from South Africa
seen from Türkiye

seen from Bangladesh

seen from United Kingdom

seen from Germany
@elloloo-blog
Lama tak menulis. Sekalinya menulis, tak lama.
Semoga apapun yang tertulis akan menjadi hikmah, menjadi pengingat bahwa hidup di dunia ini tak selamanya indah. Hanya ada canda-tawa, senang-bahagia, sedih pun duka
Ada yang sedih ketika melihatmu bersedih. Ada yang berduka ketika melihatmu terluka. Ada yang berlarut dalam salah ketika melihatmu gundah. Sungguh ada yang tak tenang dalam malam-malam yang seharusnya indah. Bolehkah engkau tersenyum, walau sejenak saja? Tunjukkan, bahwa engkau bahagia karena Allah. Sungguh, setiap senyum bahagia itu adalah pengalihan dunia fana ini. Allah.
Kadang diri ini suka lupa diri, hampir setiap hari.
Sejak hidayah meyapa, betapa indah kehidupan berhari-hari. Tapi sejak saat itu juga kadang diri merasa ingin menang sendiri. Lupa bahwa jannah tidak di masuki seorang diri, bahwa menuju kesana haruslah bersama, berjamaah.
Dimanakah hamba sejati? Ucapan semakin tinggi seakan ilmu telah di lahap seorang diri, padahal luas sekali ilmu dari sang ilahi. Kemanakah akhlak terbaik seorang teladan Rasulullaah di bumi ini?
Dosa ini terlalu banyak, diri ini terlalu hina. Hingga kadang lupa Allah maha penerima taubat, maha pengasih lagi maha penyayang. Walau ada ribuan dosa, ketika nasuha terlaksana, Allah ampuni semua. Allah tutup semua aib kita, mashaaAllah.
Kemanakah lisan penegak sunnah? Dimanakah akhlak pengikut Rasulullaah? Inginnya jannah firdaus, tapi lisan dan akhlak seakan tak pantas masuk kesana. Pantaskah hadiah syuhada ada? Sedang ibadah semau keinginan saja. Astagfirullaah.
Katanya kita ingin bersama, kenapa lebih sering mencela?Maafkanlah, karena kita ingin bersama sampai di jannah. Ketuklah pintu langit dengan doa-doa, pada malam-malam yang selalu indah, berdua bersama Allah. Bermesralah dengan kitabullaah, yang air mata selalu tak terbendung karena dosa.
Maafkanlah aku,
Allah.
Libatkan Allah dalam segala hal, setiap hari.
Di depan sana telah menanti ujian, di depan sana juga telah menanti kebahagiaan. Berbagai rintangan, bermacam ujian menuju indahnya hadiah kehidupan. Hidup ini perjuangan, Allah ingin pembuktian.
Di hari esok akan ada kesedihan, di hari esok juga akan tawa kehidupan. Mungkin senda dan gurau, yang hanya sekedar canda atau tawa. Sungguh, hanya sementara saja. Airmata dan tawa adalah paket dalam kehidupan, selalu bersama.
Di hari yang akan datang, kita akan terasing. Saat tak lagi bersama qalamullaah, saat quran dan sunnah tak menjadi kebutuhan di dalam hati. Nanti, setiap rindu akan terbalas, setiap cinta akan terjawab. Di hari itu, saat syafaat yang dituju terucap. Puncak rindu dan cinta, Rasulullaah shalallaahi alaihi wasallaam.
Hari ini, kita tak pernah sendiri, saat iman itu terasa, sungguh Allah selalu menemani. Walau derasnya air mata, Allah selalu menyapa. Sungguh Allah selalu rindu, selalu ingin ada doa, selalu menunggu interaksi mesra pada malam-malam yang selalu indah, berdua.
Maka libatkan Allah setiap detik, setiap hari.
Sungguh, kita tak pernah sendiri.
Allah, selalu menemani.
Tetaplah bersemangat
Besarnya setiap permasalahan tidak melebihi besarnya kekuatan dan kesanggupan, ia datang atas kepercayaan dari pemilik kehidupan. Menjadi ujian kenaikan keimanan, menuju pada tahap meningkatnya kebahagiaan. Percayakah? Sungguh, air mata adalah percikan api perjuangan.
Berlelahlah, hingga kemudian muhasabah menjadi indah. Menangislah, hingga dosa semakin terasa sampai pada akhirnya terusap karena Allah.
Tertunduklah, karena penyesalan. Termenunglah karena Allah sedang menyapa. Begitu indah setiap masalah, mengantarkan pada jumpa yang indah tak terkira. Allah, romantismenya tiada tara.
Tersenyumlah, berbahagialah. Ketika iman begitu terasa, dunia seakan tergenggam mudah terasa.
Janganlah berlarut pada kesedihan dunia, karena dosa lebih pantas mendapat muhasabah. Tancapkan hati pada sunnah, karena ia menjadi cahaya penerang jalan menuju jannaah.
Usap air mata.
Tujuan kita, Allah.
Laa hawalaa walaa quwwataa illaah billaah
Hidup ini dipenuhi adalah ujian. Setiap hari adalah masa pembuktian. Membuktikan apakah benar kita mencintaiNya. Allah begitu dekat, dengan iman ia terlihat. Tak ada masa kesendirian, karena Allah selalu bersama dimanapun keberadaan. Jika iman baik, sungguh seharusnya tak ada kemaksiatan. Tetapi setan begitu pengalaman, ia merayu hingga menjadi teman.
Hidup ini adalah pembuktian, tentang cinta kepada Allah. Benarkah atau hanya manis di lisan. Begitu banyak pejuangan, karena hakekatnya dunia hanyalah tempat berlelah. Sementara, tak lama...
Iman ini compang camping, sering kali jatuh terjun bebas. Tetapi sungguh, iman ini tidak boleh sirna menghilang. Ia harus melejit setelahnya, meroket karena sadarnya dosa pada diri. Karena futur seharusnya tak perlu ada, maka bersamalah dalam jamaah.
Dalam perjuangan ini, jangan ada ragu. Karena Allah telah berjanji menunjukkan keajaiban, yang sungguh diluar ekspektasi kebahagiaan. Tetaplah bersama din ini. Yang sempurna. Yang air matamu selalu mengalir karenaNya, karena rindu, karena ingin bertemu, karena Rasulullaah. Sampai mati...
Tetaplah bersama.
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaama
Hari demi hari berlalu, setiap aktivitas menjadi masa lalu, menjadi kenangan, kita sebut pengalaman yang selalu memberi pembalajaran.
Tahun demi tahun berlalu. Begitu banyak perjuangan terlewati, syukur dan sabar masihkah bisa ternikmati? Sabarlah wahai diri.
Detik ini adalah masa depan di waktu masa lalu. Setiap pertemuan adalah rencana, atau takdir yang Allah beri ke kita.
Kemarin penuh dosa, maka esok semoga penuh dengan amal sholeh yang selalu bahagia.
Do’a-do’a menguap untuk-Nya, air mata mengalir bersama hinanya dosa. Allah, masihkah ampunan menjadi milik kita?
Maafkan, telah membuat menunggu. Terima kasih telah bersabar bersama ragu. Semoga esok, Allah perkenan dalam penghabisan waktu. Tak perlu ragu, Allah telah tunjukkan aturan sejak dulu. Al-qur’an, yang di dalamnya tak ada ragu.
Kau tahu? Dunia ini hamparan yang begitu luas, setiap sudutnya selalu ada kebesaran Allah. Setiap ruasnya ada kehebatan dan keindahan atas kuasa-Nya. Indah sekali bukan? Aku tak sabar memasuki jannah, yang indahnya di luar akal manusia.
Bersemangatlah. Setiap hari adalah bahagia, sedih ataupun senang. Jika Allah tujuan, selalu saja dunia ini menjadi nikmat, sungguh tak terhinga. Setiap ujian menjadi cara Allah untuk kita menjemput setiap kematian.
Berbahagialah...
Berbahagialah, karena kita telah mengenal-Nya.
Allah.
Kau tahu? Langit selalu bersahabat dengan awannya, walau kadang mendung menutupi birunya langit. Awan selalu punya cara menjaga langitnya, birunya hilang sementara tapi ia janjikan bahagia setelahnya. Langit itu biru, ia selalu indah nan menyejukan dalam mata. Jannah pasti lebih indah, bersabarlah.
Kau tahu? Hujan selalu indah, ia datang dengan penuh berkah walau banyak yang mencela tapi do’a selalu dalam ijabah. Nikmatilah, walau hanya sementara, hujan selalu membawa bahagia.
Kau tahu? Kemarin adalah pelajaran, menjadi pengalaman begitu berharga, mendewasakan masa yang akan datang. Ratusan ujian, mengantarkan pada hebat dan indahnya rencana Allah. Indah bukan? Semoga jannah Allah perkenan.
Kau tahu? Jannah hadiah Allah, setelah berlelah karenaNya di dunia. Karena kita, sedang berusaha berbekal menghadap Allah. Tak mudah, boleh lelah, tapi dengan cinta semua tergerak karena lillaah.
Kau tahu? Rindu dan air mata layaknya langit dan awan, saling melengkapi, menjaga, menyimpan indah dan bahagia.
Kau tahu? Ada yang selalu ingin bertanya kabar. Yang rasa-nya selalu menguap, sejak awal hingga detik ini.
Melalui Allah, do’a menjadi kata. Menjawab rindu yang selalu meyesakkan dada.
Kau tahu? Ada yang selalu menyapa.
“Allah, izinkan hamba untuk selalu berucap
Alhamdulillah...”
Dunia ini tempat berlelah. Bermain dan senda gurau kadang menjadi bagian diri. Dunia ini ujian. Tentang segala kehebatan diri menuju pembuktian janji-janji di hadapanNya. Amanah, sungguh berat ya Allah. Ujian, sungguh nikmat karenaNya. Sabar, semoga istiqamah hingga akhirnya sampai ke jannah. Allah, kuatkan hamba.
Setiap lembaran kehidupan akan selalu dipenuhi oleh catatan. Setiap catatan akan tergores dengan coretan perbuatan.
Catatan perbuatan, menjadi tanggung jawab dihadapanNya kelak. Menjadi catatan yang tertulis dengan baik ataukah menjadi catatan yang tertulis dengan buruk. Setiap kita adalah penulis, penulis yang sering lupa diri. Menulis sesuka hati, hingga tak sadar diri. Allah, adakah harga dunia ini?
Kehidupan dunia sungguh melenakan. Betapa pandai membuat diri lalai pada sebenar kehidupan. Adakah yang lebih nikmat ketika hidayah membersamai kematian? Allah, hamba rindu.
Allah selalu punya cara menyampaikan rinduNya. Dengan pertemuan, atau bahkan dengan perpisahan.
Kau tahu? Ada yang bahagia dengan setiap perjuangan karenaNya. Ada yang bahagia karena sebuah pertemuan, bahkan ada yang menyesakkan ketika waktu menjadi sekat kebersamaan.
Allah, kuatkan hamba dalam kesabaran.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)
Beruntunglah bagi setiap mukmin yang sadar bahwa hidup ini adalah ujian sesaat, yang sebentar lagi akan meninggalkan dunia menuju kehidupan abadi. Rugilah yang menjadikan dunia tempat bersenang-senang, tempat hanya untuk mencari kesenangan sesaat, hingga lupa pada tanggung jawab akhirat.
Ingatlah kamu ketika diakhirat sana manusia-manusia pembawa dosa mereka tertunduk wajahnya, kemudia mereka mengatakan “Ya Allah, kami telah melihat, kami telah mendengar semuanya. Kembalikan kami ke dunia, kami ingin beramal Ya Allah.” Tetapi waktu itu telah habis.
Astagfirullah.
Ya Allah, semoga hati ini tidak condong pada dunia, tidak terlena pada senda dan gurau, tidak sibuk pada permainan yang melalaikan.
Ya Allah, matikan kami dalam husnul khatimah.
Masjid di Dalam Rumah
Aku ingin menjadi masjidmu di dalam rumah. Berdiri di sudut kamarmu yang aman dan rahasia. Yang menggemakan adzan dan iqamah di telingamu. Yang memaksamu beranjak dari tidur.
Aku hendak menjadi masjidmu di dalam rumah. Dimana kamu bisa dengan leluasa berdoa, dengan tenang berwudhu tanpa takut dilihat orang lain, juga tak perlu khawatir menjadi makmum masbuk. Sebab imamnya selalu menunggumu, menantimu bersiap-siap.
Aku akan menjadi masjidmu di dalam rumah. Biar kamu bisa bertemu dengan-Nya sepanjang waktu. Menjadi sarana ibadah yang bisa kamu bawa kemana-mana. Semoga masjidmu bisa membuatmu nyaman.
©kurniawangunadi
🎀 WALAU WAFAT TETAP BERMANFAAT 🍀 Oleh: Fatkur Rochman Al Fath. Saudaraku.... Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289). Maka jadilah manusia yang bermanfaat baik di masa hidup kita bahkan wafat kita pun bisa mendatangkan manfaat bagi sesama terutama pada ahli keluarganya. Ya.... syahid banyak orang yang mendambakannya sebagai cita-cita tertinggi dalam menempuh kematian. Karena selain ia akan mendapat manfaat bagi pribadi, ia juga akan memberikan manfaat bagi keluarganya. "...ia memberikan syafaat kepada 70 manusia dari ahli keluarganya." (HR. Ahmad, Thurmudzi, dan Ibnu Majah) "Tiap yang bernyawa akan merasakan mati. (QS. Ali Imran. 185) Mati adalah sebuah keniscayaan, namun cara bagaimana kita mati bisa jadi menjadi sebuah pilihan. Jika kita menginginkan husnul khatimah maka tidak ada pilihan lain kecuali harus senantiasa istiqomah dalam kebaikan. Orang akan tau di mana ia akan mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Jika menginginkan mati syahid, maka pantaskan diri kita untuk mendapatkannya. Untuk mendapatkan penumpang maka tukang ojek tau tempat mangkalnya. Bahkan seorang pelacur pun akan lebih mudah mendapatkan mangsanya jika ia stand by di tempat- tempat prostitusi. Jadi, jika menginginkan syahid maka jangan jauh-jauh dari jalan fi sabilillaah. Mari menjadi manusia yang berguna baik di kala masih hidup bahkan ketika sudah wafat sekalipun.
BAHAYA MENYIA-NYIAKAN WAKTU... Berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim رَحِمَهُ اللهُ : إِضَاعَة الْوَقْت أَشد من الْمَوْت لِأَن إِضَاعَة الْوَقْت تقطعك عَن الله وَالدَّار الْآخِرَة وَالْمَوْت يقطعك عَن الدُّنْيَا وَأَهْلهَا. "Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, sebab menyia-nyiakan waktu memutuskan hubunganmu dari Allah َّعَزَّ وَجَل dan kehidupan akhirat, sedangkan kematian hanyalah memutusmu dari dunia dan para penghuninya." (Al Fawaaid : 44)
💦 UNTAIAN NASEHAT... قال العلامة الوالد صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله: 💧 احرصي على تنظيم وقتك، حتى يكون عملك متعة، 💧 واجعلي البيت دائما كالروضة نظافة وترتيبا، فالبيت دليل على صاحبته، 💧 وبالنظافة والترتيب يكون البيت بأجمل صورة ولو كان الأثاث متواضعاوالعكس بالعكس. [دورالمرأة في تربية الأسرة] 💧 Bersemangatlah untuk mengatur waktumu, sehingga pekerjaanmu menyenangkan. 💧 Dan jadikanlah rumah selalu seperti taman, bersih dan teratur indah. Karena rumah mencerminkan pemiliknya. 💧 Dengan bersih, teratur rapi, rumah akan nampak sangat indah, meskipun dengan perabotan sederhana, demikian pula sebaliknya.
Apa kabar? Semoga baik-baik.