Kuliah Kerja Ngapain? Part 3
-Friday Surprise-
15 November 2018
"Sy sdg rapat kkn hari ini, ternyata senin hrs sdh tersusun struktur pembagian tugas, oleh krn itu saya minta kehadiran mhs unit Desa Jatiayu, besok jum'at 16/11/2018 jam 10.00 wib di joglo Fak Kehutanan UGM. Yg kebetulan sdg kuliah/praktikum dan tdk bisa ditinggalkan diijinkan tdk hadir. Tolong teman2nya diberitahu...Trima kasih" begitulah pesan Dosen Pembimbing Lapangan kami yg disampaikan oleh Ares le grup kkn. Terkejut abang terheran-heran, agenda yang sudah diagendakan seharusnya minggu depan dimajukan. Tak masalah saat itu biarpun ada kelas setidaknya masih ada jatah membolos yang bisa dimanfaatkan.
16 November 2018
Hari kejutan dadakan itupun tiba juga, sebelum berangkat ke kampus pun aku harus dikejutkan juga dengan serangan sakit perut. Salah satu part berat kehidupan memang adalah ketika sudah berpakaian rapi bersepatu seketika itu pula alam memanggil seperti ini. Ini merupakan hari pertama bertemu DPL tentunya aku khawatir akan menimbulkan kesan buruk jikalau hadir terlambat. Yasudah meski belum lega aku mencoba sugesti diri ini untuk mencukupkan saja. Maaf jorok. Akhirnya sampai di kampus yang belum pernah aku injakan kakiku sebelumnya disini, fakultas kehutanan yang terkenal dengan stereotype hidup keras. Untungnya sangatlah mudah menemukan tempat berkumpul kami jadi tidak perlu menjadi anak hilang.
Agenda pertemuan tersebut membahas pengenalan tema serta lokasi kkn dan juga pemilihan struktural2 Unit lainnya. Bagian surprisenya adalah pada saat itu ternyata Ibu DPL kami sudah membagi kami dalam sub unit alias membagi sepondokan sama siapa saja kami. Surprise selanjutnya adalah aku mengetahui bahwa nanti aku satu pondokan bersama ares, mico, fadel, pasha, moses, ain, friski, dan nabila. Munculnya nama nabila tentunya seperti surprise besar bagiku. Pikirku sedikit membayangkan akan setiap harinya akan berinteraksi dengan wanita yang bisa dibilang aku idolakan diawalan pandang. Bisikan pun muncul bagai ingin menghipnotis diri dengan kata2 "Yakin gak mau coba dulu deketin, siapa tau sama-sama cocok apalagi bakal sekitar 1,5 bulan serumah". Begitulah bisikannya kurang lebih yang terngiang-ngiang, tapi aku masih dalam keraguan untuk memutuskan.
Setelah melihat pembagian pondokan tibalah bagian pengisian struktural unit. dari orang-orang yang hadir seingatku hanya Rafa dan Aku yang mengajukan diri secara sukarela menjadi salah satu struktural, Rafa mengajukan diri menjadi kormasit sub unit 1 dan aku mengajukan diri menjadi kormater soshum. Tidak aku tidak gila jabatan, aku hanya pernah mendengar cerita teman2ku yang KKN periode sebelumku bercerita yang pada intinya "gak usah jadi kormanit ama kormasit, ribet, masih agak mendingan kormater aja gak perlu bikin laporan dll" aku sebenarnya adalah manusia yang terhitung vokal di grup ya memang bagiku itu kesenangan tersendiri selain karena kesepian, karena kevokalanku itu aku khawatir pada ujungnya aku akan "ditumbalkan" menjadi kormasit OOO tentu tak sanggup saya, daripada ditumbalkan aku lebih memilih menjadi kormater soshum saja. Seberat-beratnya kormater tidak perlu membuat laporan diakhir KKN seperti kormanit dan kormasit yang banyak sekali berkas laporannya.











