thanks honey💕
noise dept.

pixel skylines
ojovivo

No title available

izzy's playlists!

blake kathryn
we're not kids anymore.
Keni
macklin celebrini has autism
Stranger Things
Cosimo Galluzzi
d e v o n
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
DEAR READER

Andulka
Alisa U Zemlji Chuda
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Spain

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Finland

seen from Australia

seen from China

seen from Switzerland

seen from Italy

seen from Spain
@farhanhafiz17
thanks honey💕
Kakak Nabila
Nabila Kakak Kandungku
Nabila Kakak Kandungku - Kisah ini saat aku masih 10 tahun, tepat saat itu hari masih siang dan aku baru pindah dari Amerika. Saat aku pulang sekolah seperti biasa kakak aku yang perempuan yang selalu menemani aku karena orang tua aku sibuk dengan bisnisnya. jadi aku selalu bersama dengan kakak aku saat itu usia kakak aku masih 17tahun perawakan badan sangat cantik sekali ukuran dada 36B dan sering menggunakan ‘push-up bra’ agar terlihat lebih besar mungkin kalau ada hidung belang dia bisa dikencani langsung. Ketika aku di jemput pulang dari sekolah aku dengan kakak sungguh sangat akrab layaknya hubungan adik dan kakak yang tanpa batasan.
Saat itu aku masih belum paham tentang seks dan segala jenisnya. Ketika sedang iseng membuka internet tanpa sadar aku membuka halaman yang memuat tentang seks lalu aku membaca sebuah cerita tentang hubungan sedarah antara adik laki-laki dengan kakak kandungnya. Setelah itu, aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan cerita tersebut. Namun, sejak saat itu, aku selalu terangsang ketika melihat kakakku sedang tidur di kasurnya. Kamar kami memang jadi satu karena aku masih takut tidur sendiri, sehingga aku dapat memeluk kakak aku apabila aku sedang merasa takut. Diam-diam aku memperhatikan tubuh kakakku yang begitu mulus tanpa cacat perlahan-lahan aku peluk dia dari belakang dan memegang dadanya, dia masih tetap tertidur pulas. sedikit demi sedikit aku nekat mulai masuk kedalam bra-nya dan mulai meremas-remas perlahan.
Namun seketika itu juga kakakku bangun dan memukul kepala aku “Ngapain kamu hah!!?”
Kontan saja aku kaget dan takut melihat wajah kakakku hingga nyaliku ciut di hadapannya “Eng… A-anu Kak… Anu…” aku tidak bisa jawab apa-apa karena takut dilaporkan ke orangtua kami yang tentu saja bisa panjang urusannya.
“Kamu itu kecil-kecil udah kayak gini… Gedenya mau jadi apa!?” kakak ku membentak dengan suara yang menakutkan.
“M-maaf Kak… A-abis aku tadi baca cerita seks tentang adik dan kakak gitu… Uups…” aku menutup mulut karena sadar telah keceplosan berbicara.
Langsung Kak Nabila menjewer telingaku “Dasar kamu masih kecil baca begitu laporin Papa tau rasa…!!”
Aku langsung memohon agar tidak dilaporkan karena aku takut bila aku dipukul, dan untungnya kakakku mengabulkannya akhirnya tidak dilaporkan ke Papa.
Lalu aku menanyakan kenapa tidak boleh dengan enaknya dia bilang ” kamu blom cukup umur iki… heuuuuuh sini kamu” dengan mudahnya aku di ketok kepalanya lalu aku menangis karena sakit. kakak aku langsung bingung mau bagaimana dan mencoba menenangkan aku. setelah reda aku ingin mencoba minta izin ke kakak aku, “kak boleh pegang lagi gak?” “apa? hmm… boleh deh tapi jangan kemana-mana ya tangannya” seakan mendapat hadiah langsung aku langsung memegang dan meremas-remas dada kakak aku yang berukuran besar itu. aku remas dan menghisap putingnya yang berwarna merah muda dengan agak keras. nafas kakak ku mulai tak beraturan dan terlihat pandangan matanya mulai berubah. tangan ku mulai turun ke celana nya dan mencoba memegang vaginannya terasa lembab dan agak basah. kakak ku diam saja sambil tiduran dan terlihat dia menikmati perlakuan aku. lalu aku mencoba menurunkan celananya berikut celana dalamnya yang berwarna putih dan berrenda. aku melihat pemandangan yang belum pernah melihat pemandangan itu sebelumnya.
vagina yang berwarna merah dan terlihat rapat tapi tidak ada bulunya, sangat bersih dan tercium wangi yang khas sekali. penis ku yang daritadi keras ingin sekali keluar namun aku masih belum berani mengeluarkannya takut marah. “kak boleh di jilat gak?” dia diam saja dan aku langsung menjilatnya, rasanya asin-asin tak jelas namun sangat nikmat aku terus menjilatinya. terlihat kakak ku bergerak-gerak tak karuan hingga akhirnya tiba-tiba kakak ku menjerit agak keras dan vaginanya seperti mengeluarkan cairan yang banyak sekali hingga muka ku basah olehnya. “kakak kenapa?” aku bertanya dengan polosnya ” gak apa-apa ko ki, sini gantian kakak yang ngerasain” lalu dia berbalik menghadap ku dan mencoba menurunkan celana ku. tentu saja aku malu mengingat ukurannya yang menjadi besar dan keras belum lagi aku tidak mau di sunat dulu karena takut. setelah dia agak memaksa lalu celanaku turun dan penisku bebas keluar langsung di sergap oleh mulut kakak ku. aku merasa geli namun enak. aku mulai merasankan lidahnya menjilati lubang kencingku dengan perlahan aku mulai menjerit-jerit kecil karena saking enaknya. tiba-tiba aku merasakan ingin pipis dan aku mencoba menghentikan kakak aku agar berhenti. namun dia tidak menghiraukannya dan malah mempercepat hisapannya. karena tidak kuat lagi maka croot croot croot aku pipis di mulut kakak tapi rasa pipis nya sangat berbeda dari biasanya. rasanya aku seperti terbang ke langit ke 7. “kak maap ya pipis di mulut kakak” dengan polosnya aku berbicara seperti itu “gak apa-apa ko ki, tadi tuh bukan pipis tapi sperma beda loh dah kamu tidur jam 3 ni” kakak ku langsung mengenakanku pakaian dan dia menggunakan kembali celananya. lalu kami tidur.
Pagi itu hari minggu aku bangun jam 9 dan melihat sekeliling ku mencari kakak ku ternyata tidak ada. saat aku turun ke bawah aku melihat kakak ku hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya sambil memasak sarapan pagi. “pagi iki, sana mandi ni air panasnya udah di siapin ntar mandi bareng aja kakak juga belum mandi” aku langsung meloncat kegirangan saat itu. setelah aku masuk kamar mandi aku langsung membuka baju dan celana, terbayang badan mulus kakak ku terlihat di depan mataku itu dan ingin aku menjilati vaginanya lagi karena rasanya yang begitu enak. kakak ku masuk setelah itu dan membuka handuknya. mata ku tak ayal lepas dari badan kakak ku yang putih bersih itu. dadanya yang begitu besar dan vaginannya yang bersih. aku langsung meremas-remas dadanya dan menghisapnya seperti ibu menyusui bayinya. “heeh gak sabaran aja mandi dulu kamu sini di mandiin” aku pun langsung bangun dan mandi badan ku di gosok dan di bersihkan oleh kakak ku penis ku yang setadinya keras di sabuni oleh kakak ku.
Dengan sengaja kakak ku menggosokan ke penis ku dalam waktu lama, dia menaik turunkan tangannya dan mengocok batang penis ku. aku langsung kelonjotan dan rasa nikmat tiu menjalar ke tubuh ku tiba-tiba perasaan tadi malam pun muncul dan aku langsung mengeluarkannya.
‘Croooooot… Crooooot… Crooot…’ sebanyak 3 kali aku mengeluarkannya.
Terlihat warnanya putih bening dan lengket kakak ku pun langsung membersihkan badan ku. setelah itu girilannku yang menyabuni kakak ku, mulai dari perut yang mulus hingga ke dadanya yang besar itu aku meremas-remas dadanya dengan perlahan. kakak ku nafasnya mulai tak teratur penis ku mulai bangun lagi tapi aku tidak memperdulikannya dan terus menyabuni kakak ku. setelah itu aku turun ke selangkahannya dan mulai menyabuninya. aku menggosokan vaginanya dan tiba-tiba kakak ku memegang tangan ku. ‘disitu ya ki terus ki…” aku mulai bingung dan mengikuti kata-kata kakak ku. aku menyabuni vaginanya dan menggesek-gesekan bibir vaginannya. tiba-tiba dia pipis dan rasa hangat mulai terasa di tangan ku. “ki mau gak yang lebih enak dari tadi?” aku menjawab langsung mau dan disuruh aku tiduran di lantai. kakak ku langsung mengurut-ngurut penis ku yang keras tadi dan menempelkannnya pada vaginannya. aku merasakan ada hal lain pada diriku. rasa nikmat mulai terasa pada diriku. kakak ku mulai memasukan penisku kedalam vaginanya. aku merasakan agak sakit karena seperti di jepit oleh sesuatu yang tebal. mula-mula kepala penisku masuk ke dalam vaginanya rasanya aku terlempar ke langit karena saking nikmatnya perlahan-lahan mulai masuk semuanya.
Saat tinggal setengahnya lagi dia langsung menyentak ke bawah dan amblas semuanya. aku merasakan seperti menyobek sesuatu dan merasakan rasa nikmat yang luar biasa. penis ku seperti di urut dan di remas-remas oleh vagima kakak ku itu. kakak ku terlihat seperti mengeluarkan air mata. dari mukanya terlihat seperti menahan sakit. lalu dia mulai menaik turunkan pantatnya perlahan-lahan benar-benar luar biasa pada saat itu tidak bisa digambarkan bagaimana rasanya antara geli hangat nikmat menjadi satu semuanya. lama-lama semakin cepat dan terus menikmatinya tiba-tiba penis ku seperti disiram cairan yang hangat ooh begitu nikmatnya dunia . kakak ku mulai turun dan menyuruhku menghisap dadanya. aku melakukannya dengan penuh nafsu.
Aku merasakan ada yang ingin keluar dari penisku ini. langsung saja aku mengeluarkannya dan menekan langsung penisku dalam-dalam. crooot croot croooooot. sebanyak 6 kali aku mengeluarkan di dalam vagina kakak ku. tiba-tiba kakak ku lemas dan mulai mengatur nafasnya. rasa lelah begitu terasa dalam diriku. semua sendi terasa lepas dari tempatnya. aku mencoba bangkit dan mandi kembali begitu pula kakak ku. setelah selesai kami sarapan dan memulai kembali permainan yang tadi di kamar mandi kami mainkan
Hingga saat ini kakak ku dan aku masih melakukan permainan itu. namun sekarang aku tidak hanya bermain dengan kakak ku saja. aku bermain dengan teman-teman sekolah ku yang juga aku rampas keperawanannya. sungguh pengalaman hidup yang tidak bisa digantikan #kakak kandung
Sanggup Ganti Tempat Ayah sbg Suami emak
Abang mintak ampun sgt?abg janji lepas ni tk buat lagi..!tolong jgn bagitau ayah..abg merayu dekat emak .. Nama aku azim berasal dari Gurun Kedah,berumur 25Tahun.kerja syarikat binaan wiring/aircond Gaji sebulan RM3,240 sebulan,termasuk Elaun & Ot ..Aku Anak sulung dari 5 beradik .ayah aku kerja pemandu Lori kontena menghantar brg merata negeri, kadang2 seminggu tk balik,tak tentu masa.ayah jarang ada masa untuk kami.sibuk dgn kerja dn isteri baru,bnyk masa dirumah sana rumah sini cuma hantar duit belanja saja . Memang tk dak masa nak berduaan dgn emak .aku kasihan tgk emak aku sedih menangis sendirian dlm bilik.kebetulan cuma aku saja dirumah .aku masuk kebilik duduk tepi emak tanya sebap menangis .mulanya emak tk nak ceritakan akhirnya Eᗰᗩk luahkan segala yg terbuku di hatinya..aku mengusap lembut rambut emak.smbil memujuk ,aku berkata “siapa kta emak dh tua,siapa kata emak tk cntik, kecut semua.? depa tk tau emak cantik mcm bidadari syurga ,umur tua tapi nmpk muda mcm 30-an ,badan seksi,idaman setiap lelaki .org yg kata kat emak tu memang buta” kata emak “Anak emak ni saja nk bg sedap hati emak kan?Tk pyh la Emak sedar diri ,emak dh tua mana ada org teringin,Ayah pun tk mau tmbh org lain,Merapu hang ni"emak senyum tgk aku,aku angkt tgn 5jari “Sumpah Demi ALLAH emak memang cantik ,seksi ..kalau abg bohong abg mati,“emak berdiri ambil kain tuala yg disangkut dkt dinding Tutup dri pinggang smpai lutut .Emak Londeh kain batik yg dipakai lempar atas katil,sekali dgn kain baju yg nak basuh,kata emak"ckp siapa yg teringin kat emak tunjuk mak nk tgk,“smbil berjalan menuju ke dapur,Aku memuji Kecantikan emak tetek yg besar,Punggung besar,bgtau kLau aku jd laki emak hari2 aku romen,Emak gelak smbil msuk dlm bilik air, emak sangkut tuala dkt paip air buka air paip ,pintu tk tutup nmpk semua dgn jelas,Emak mengosok seluruh badan dgn sabun,Smbil diperhatikan aku,aku londeh seluar terus masuk bgtau nk mandi sekali ,dh lama tk mndi dgn emak,emak gosokkan sabun satu bdn aku, smpai dkt kote emak picit2 btg kote ,smbil berkata “sat ja besar anak emak dulu msa sunat baru besar ibu jari sekarang besar lengan emak dh"Aku diam biarkan kote aku diuli tgn emak,Emak tanya pernah tak aku melancap,aku gelengkan kepala ,ckp tk tau mcm mna lancap,Emak lurutkn kote kebwh,gerakkan tgn keatas naik turun berulang kali,smpai satu masa seluruh tubuh aku merasa kejang,kote aku tegang mcm nk meletup,Akhir skali aku terpancut 6das sperma penuh tgn emak,,Siap mandi kami keluar jalan ke bilik,Aku peluk emak dri blakang tarik kain kebwh,pegang kote gesel dkt Lurah Lembap Satu tujahan keras terus masuk dlm syurga tempat aku dilahirkan dulu.emak terkejut dgn tindakkan aku cuba melawan tapi pelukan aku kuat .akhirnya pasrah dirinya dinodai anak nya sendiri,Sorong tarik kote dlm burit kembung emak memang sedap ,Tak ingat dunia,Tak sampai 30 minit hayun aku rasa dh smpai masa,hentam laju2 dlm lubang tekan dlm2 tembak air mani penuh lubang burit emak ,rendam kote sampai betul2 kecut,, emak mengugut nk bgtau ayah bila ayh blik nti,Aku merayu pujuk emak jgn bgtau sesiapa pasal ni .aku sanggup buat apa pun untu emak .. Kad bank bg emak pegang,Semua milik emak abg janji abg jaga emak syg emak layan emak mcm pemaisuri,Abg cintakan emak hanya emak seorang dlm hidup abg
Waauu ..
Kebahagian itu milik semuaa andai engkau memahamikuuu....
Hehehe boleh tahan nakal Cik puan kite ni...😍
untuk lancapan anda
Geramnyee dgn awek ni.. Dpt memang sampai habis kene henjut
Padu
SAYANG ANAK ANAK IBU
Aku adalah seorang ibu kepada tiga orang anak, ketiga-tiga anakku adalah lelaki iaitu Izra berumur 15 tahun, Izani berumur 13 tahun dan yang bongsu bernama Izie berumur 11 tahun. Namaku Yusna berumur 34 tahun, bekerja di sebuah bank sebagai akauntan dan suamiku Hamzah berumur 39 tahun bekerja di pembantu pengurus di sebuah pelantar minyak. Suamiku hanya bekerja dua minggu dalam sebulan dan dua minggu lagi adalah hari cutinya kerana tempat kerjanya tengah-tengah laut. Selepas melahirkan Izie, salur peranakanku telah di tutup kerana suamiku tidak mahu mempunyai anak lagi. Pada suatu hari itu, aku tidak dapat ke tempat kerja kerana keretaku rosak dan setelah anak-nakku ke sekolah, aku menalifon bengkel kereta yang tidak jauh dari rumahku meminta mereka membaiki keretaku di rumah. Setelah datang ke rumahku dan selepas memeriksa kerosakan keretaku itu, keretaku terpaksa di bawa kebengkelnya untuk di baiki. Petang nanti keretaku akan di hantar kembali ke rumahku setelah siap di baiki. Aku terpaksa mengambil cuti pada hari itu dan kerana kebosanan tinggal seorang di rumah, aku mengambil keputusan untuk tidur kerana malam tadi aku tidak dapar tidur secukupnya. Malam tadi nafsuku terangsang kuat kerana sebelum suamiku berangkat ke tempat kerjanya, aku tidak dapat bersetubuh dengan suamiku disebabkan aku masih dalam hari haidku. Aku yang baru bersih dari haidku merasa nafsuku sungguh terangsang membuatkan aku tidak dapat tidur lena. Aku asyik terbayangkan persetubuhanku dengan suamiku, alangkah indahnya jika suamiku ada di sisi namun suamiku akan pulang dua minggu lagi. Walaupun aku sudah mempunyai tiga orang anak, nafsuku masih kuat dan masih memerlukan satu persetubuhan yang memuaskan. Sedang aku lena di buai mimpi, tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara anak-anakku yang baru pulang dari sekolah. Pada mulanya aku ingin memarahi mereka kerana membuat bising tetapi tidak jadi setelah mendengar percakapan mereka. Anak-anakku tidak tahu aku tidak bekerja hari itu, aku menganmati percakapan anakku yang mencurigakan perasaanku itu. “Abang… pasang la vcd tu, Izie nak tengok ni…” Kata Izie. “Sabar la… kita makan dulu, buat apa nak cepat-cepat… ibukan tiada…” Jawab Izra. “Abang nak makan, abang pergi la… kita orang nak tengok dulu…” Kata Izani pula. “Baiklah… jom kita tengok…” Jawab Izra lagi. Aku mula mendengar cerita yang mereka tonton kerana suara dari tv itu agak jalas kedengaran. Aku mendengar bunyi yang selalu keluar dari mulutku ketika aku bersetubuh dengan suamiku. Aku bangun lalu membuka pintu bilikku perlahan-lahan dan alangkah terkejutnya aku apabila melihat cerita yang di tonton anak-anakku. Cerita yang mereka tonton adalah cerita lucah, aku dapat melihatnya kerana tv itu mengadap bilikku. Aku juga dapat melihat Izra sedang mengusap bonjolan batangnya di dalam seluar manakala Izani dan Izie memandang tv tanpa berkelip. Aku tidak dapat bersabar lagi dengan perangai buruk mereka. “Izra… Izani… Izie… apa cerita yang kamu tengok ni…” Marahku setelah keluar dari bilikku, Izra cepat-cepat menutup tv lalu mengeluarkan vcd itu dari lalu di sorok di belakangnya. Aku terus meluru ke arah Izra dan terus merampas vcd itu dari tanganya. Mereka tertunduk dengan muka yang ketakutan, walaupun aku merasa kasihan melihat anak-anak kesanyanganku ketika itu, tetapi aku tidak dapart bersabar lagi. “Kamu bertiga ni apa nak jadi… cerita tidak senonoh itu yang kamu tengok… bukannya mahu membaca buku… kamu siap la nanti… ibu akan bagitahu ayah kamu…” Bebelku panjang lebar, Izra dan Izani ttetap tertunduk tidak memandangku. “Maafkan Izie ibu… jangan bagitahu ayah…” Rayu Izie sambil menangis teresak-esak membuatkan marahku hampir hilang. Izie adalah anak yang manja, Izie paling rapat denganku dan selalu bermanja denganku. “Tahu takut… buat salah tak takut..” Marahku lagi tetapi nada suaraku reda sedikit. “Ibu… maafkam Izra… Izra janji tak buat lagi…” Izra berkata perlahan. “Izani pun sama ibu…” Kata Izani pula. “Baiklah… kali ini ibu maafkan… kalau buat lagi ibu akan bagitahu ayah… faham…” Perasaan marahku kini bertukar menjadi perasaan kasihan melihat ketakutan mereka. Itulah kelemahanku, aku tidak boleh melihat anak-anakku bersedih. “Faham ibu…” Jawab mereka serentak. “Sudah… pergi mandi, lepastu makan dan siapkan kerja sekolah. Ulangkaji pelajaran… jangan ingat nak main saja…” Kataku tegas. Mereka bangun dan terus ke bilik mereka, mereka bertiga tidur sebilik kerana rumahku hanya mempunyai tiga bilik sahaja. Bilik depan adalah bilikku manakala bilik tengah adalah bilik mereka bertida dan satu bilik lagi iaitu bilik belakang di jadikan stor. Setelah anak-anakku menhilang, aku masuk bilik kembali lalu menyimpan vcd itu di dalam laci meja solekku. Malam itu setelah makan malam, ketiga anak-anakku terus masuk tidur ke dalam bilik mereka walaupun masih awal. Tidak seperti biasanya kerana mereka akan menonton tv dahulu sambil berbual dengaku sebelum masuk tidur. Mungkin kerana mereka merasa bersalah dan takut aku memarahi mereka, awal-awal lagi mereka sudah masuk tidur. Malam itu juga aku tidak dapat melelapkan mataku kerana memikirkan perangai buruk anak-anakku dan ditambah pula dengan nafsuku yang masih lagi terangsang. Puas aku cuba melelapkan mataku, tetapi mataku tetap tidak merasa mengantuk dan aku merasa tidak tentu arah kerana nafsuku membuak-buak terangsang. Aku mula teringatkan cerita lucah yang di tonton anak-anakku tadi. Aku bangun lalu menganbil vcd itu dari laci meja solehku lalu melihatnya. Aku melihat gambar yang di tampal di vcd itu, gambar itu menunjukkan dua orang lelaki yang masih remaja sedang bersetubuh serentak dengan seorang wanita yang sudah berumur. Setelah melihat gambar yang ada di vcd itu, nafsuku semakin kuat terangsang dan aku perasaan untuk mengetahui jalan ceritanya membuatkan aku merasa ingin menontonya. Aku keluar dari bilikku dan terus ke bilik anakku untuk memastikan mereka sudah tertidur. Perlahan-lahan aku membuka pintu bilik mereka dan aku melihat mereka sedang nyeyak tidur. Jam di dinding menunjukkan sudah pukul 12.20 pagi, aku kembali ke biliku lalu mengambil vcd itu dan terus ke ruang tamu. Aku memasang tv serta vcd player lalu duduk untuk menonton cerita lucah itu. Inilah kali pertama aku menonton cerita lucah seumur hidupku, selama ini aku hanya mendengar dari mulut kawan-kawanku sahaja. Cerita itu menayangkan dua orang remaja bersetubuh dengan gurunya di dalam sebuah hotel. Apabila melihat aksi persetubuhan itu, nafsuku tidak tertahan lagi. Semakin lama menonton aku tidak dapat mengawal nafsuku lagi dan tanpa aku sedari, tanganku kini berada di celah kangkangku lalu menggosok-gosok cipapku dari luar kain batik yang aku pakai. Seperti selalu, malam itu aku tidak memakai seluar dalam serta tidak memakai coli kerana memang kebiasaanku tidur tanpai memakai pakaian dalam. Aku merasa cipapku mula basah, nafsuku yang terangsang kuat membuatkan aku terus baringkan tubuhku di atas carpet di ruang tamu rumahku. Aku mula menyelakkan kain batikku keatas dan terus mengusap cipapku dan sebelah tanganku lagi meramas-ramas buah dadaku yang sudah menegang. Aku memasukkan dua batang jariku ke dalam cipapku lalu aku gerakkan keluar masuk, ketika atu aku sangat memerlukan batang lelaki untuk menujah cipapku yang berair dengan banyak itu. Kerana diriku sudah dikawal nafsu, aku tidak peduli lagi jika ada batang siapa sekarang, janji batang itu dapat memenuhi cipapku untuk memuaskan nafsuku yang tidak tertahan lagi. Adengan di vcd itu menunjukkan dua remaja sedang menyetubuhi seorang perempuan yang sudah berumur, aku mula membayangkan perempuan itu adalah aku dan dua remaja itu pula adalah anak-anakku. Bayangan itu membuatkan nafsuku bertambah terangsang lagi dan tujahan dua jariku di dalam cipapku semakin laju. Aku membayangkan diriku sekarang sedang di setubuhi anakku sendiri dengan mataku yang terpejam. Kerana kesedapan, aku mengerang dan mengeluh agak kuat, aku tidak peduli lagi keadaan rumahku ketika itu. Tiba-tiba aku merasa pehaku disentuh orang, dengan kelam-kabut aku membuka mata dan terus menurunkan kain batikku yang terselak ke pinggangku itu. Alangkah terperanjatnya aku apabila melihat Izra dan Izani sedang menyentuh pehaku yang putih dan gebu itu. Aku terkedu dan tidak dapat berkata-kata, Izra dengan rakus memegang hujung kain batikku dan terus menyelak ke atas semula. Aku yang masih terangsang itu bagaikan terpukau kerana bayanganku kini benar-benar berlaku di depan mataku. Kerana itu aku membiarkan sahaja Izra dan Izani meraba-raba pehaku dengan penuh bernafsu. Izani menolak tubuhku terbaring di atas carpet dan Izra pula mula merapatkan kepalanya ke celah pangkal pehaku dan terus menjilat pehaku itu dengan rakus. Aku tersentak apabila kurasakan lidah Izra menyentuh celah rekahaan bibir cipapku yang sudah basah itu. Izani pula sedang meramas-ramas kedua buah dadaku berkali-kali dengan agak kuat namun ramasan itu sungguh nikmat. Izani cuba menarik baju t-shirtku keatas dan aku yang seolah-olah mahu diperlakukan begitu mengangkat tubuhku untuk memudahkan Izani menanggalkan bajuku itu. Setelah bajuku terlepas dari tubuhku, terdedahlah kedua buah dadaku dengan puting yang sudah tegang itu di depan Izani. Izani dengan rakus terus menghisap puting buah dadaku sambil diramas-ramasnya. Segalanya berlaku tanpa sebarang kata-kata dariku mahu pun dari ke dua anakku itu dan jilatan lidah Izra semakin dalam menujah rekahaan cipapku. Kepalaku terdongak ke atas apabila Izra menjilat sambil menggigit lembut kelentitku yang sudah mengembang itu.. “Erggghh… Izra….” Erangan kenikmatan mula keluar dari mulutku apabila keletitku di jilat oleh anakku sendiri. Izani masih tetap meramas kedua buah dadaku membuatkan aku mula berada di alam khayalan. Tanpa disuruh aku mengangkangkan lagi kakiku agar Izra mudah mengerjakan cipapku dan Izra mula menurunkan jilatan lidahnya di antara cipap dan duburku. Jilatani lidah Izra menjalar turun ke bawah lagi dan lidahnya kini menyapu bibir duburku lalu di jilatnya. Kenikmatan begini tidak pernah aku alami sehingga punggungku terangkat sedikit menahan kegelian bercampur nikmat di bibir duburku. Kakiku yang terkangkang luas itu menyenangkan lagi Izra menjilat bibir duburku. Izani yang dari tadi menghisap buah dadaku kini berdiri lalu melondehkan seluarnya dan tersembullah batangnya yang tidak berapa besar itu di depan mukaku. Izani menyuakan batangnya ke mulutku sehingga tersentuh bibirku lalu di tekan masuk ke dalam mulutku yang terbuka itu. Izra mula menolak tubuhku menjadi meniarap, mukaku tetap menghadap ke arah Izani yang sedang meujahkan batangnya ke dalam mulutku. Izra menganggkat punggungku ke atas supaya punggungku itu tertonggek tinggi sedikit lalu menjilat kembali lubang duburku dan lidahnya kini di tekan masuk ke dalam lubang duburku. Sambil menjilat lubang duburku, Izra memasukkan dua batang jarinya ke dalam cipapku. Aku merasa sungguh nikmat sambil menggerakkan punggungku kedepan dan belakang manakala mulutku semakin laju menghisap batang Izani. Aku menghisap sehingga kepangkal batangnya dan Izani pula memegan kepalaku melajukan lagi gerakkan kepalaku itu. “Izra… ibu tidak tahan lagi… masukkan batang Izra sekarang…” Aku meminta Izra memasukkan batangnya ke dalam cipapku kerana aku tidak dapat bertahan lagi dengan rangsangan yang aku alami sekarang ini. Tanpa menjawab atau tanpa berkata-kata, Izra terus bangun lalu menanggalkan pakaiannya dan berlutut di belakang tubuhku. Izra menaikkan lagi punggungku sehingga kedudukanku menonggeng dalam keadaan merangkak. Izra meletakkan kepala batangnya di bibir cipapku dan mula menolak masuk ke dalam cipapku. “Ahhhh…” Aku mengerang kenikmatan ketika batang Izra yang agak besar itu masuk ke dalam cipapku, walaupun batangnya tidak sebesar batang suamiku tetapi aku tetap merasa kenikmatannya. Batang Izra lebih besar dari batang Izani yang berada di dalam mulutku dan Izra semakin laju menujah cipapku dari belakang. “Perlahan… perlahan sikit… nanti cepat keluarrrr… eeegggrh…” Tanpa disedari kata-kata itu keluar dari mulutku dan mungkin kerana tidak berpengalaman, Izra tetap menujah cipapku dengan laju. Tiba-tiba Izra merapatkan batangnya sehingga terbenam rapat kepangkal dan aku merasa ada semburan hangat dalam cipapku. Aku tahu Izra sudah sampai ke puncak klimaksnya tetapi aku masih belum merasa puas lagi. Setelah Izra jatuh terduduk di atas lantai, aku terus berbaring lalu menarik tangan Izani agar menindihi tubuhku untuk menggantikan abangnya yang sudah tewas itu. Izani dengan segera merangkak ke atas tubuhku dan menggangkangkan kakiku supaya Izani berada di celah kangkangku. Aku memegan batang Izani lalu aku memasukkan ke dalam cipapku dan Izani pula terus menekan batangnya masuk. Aku mengemutkan cipapku sambil menikmati tujahan batang Izani di dalam cipapku dan aku kini sudah hampir ke puncak klimaksku. Tubuhku mula mengejang dan aku terus menarik pinggang Izani rapat ke tubuhku agar batangnya masuk lebih dalam. Serentak dengan itu, aku sampai ke puncak klimaksku dengan tubuhku tersentak-sentak. Izani yang tidak tertahan dengan kemutan kuat cipapku di batangnya semakin laju menujah batangnya ke dalam cipapku. Selepas beberapa tujahan, Izani mula memancutkan air maninya ke dalam cipapku sambil memeluk kuat tubuhku. Aku yang sudah dapat memuaskan nafsuku mula tersedar dari kesilapanku kerana merelakan Izra dan Izani menyetubuhiku terus menolak tubuh Izani yang masih menindihi tubuhku. “Apa yang kamu berdua lakukan pada ibu…” Aku memarahi mereka dengan suara yang tidak terlalu kuat kerana aku takut di dengari Izie yang sedang tidur di biliknya. Aku terus mengambil bajuku lalu memakainya dan membetulkan kain batikku yang terselak di perutku. Izra dan Izani berlari masuk ke dalam bilik mereka meninggalkan aku yang mula merasa bersalah serta menyesal kerana membiarkan kedua anakku itu menyetubuhiku. Aku masuk ke dalam bilikku dengan fikiran yang bercelaru tetapi perasaan puas juga dirasaiku. Walaupun menyesal dengan apa yang terjadi, aku merasa sungguh puas dan nafsuku sekarang sudah reda. Malam itu aku tertidur dengan perasaan menyesal dan dengan perasaan yang penuh kepuasan. Keesokkan harinya aku terjaga dari tidur agak lewat, ketiga anak-anakku sudah ke sekolah dan aku terus bersiap-siap untuk ke tempat kerja. Hari itu aku merasa sungguh ceria dan bersemangat kerana nafsuku sudah terpuas walaupun masih merasa menyesal. Petang itu aku pulang dengan perasaan malu serta berdebar-debar, aku malu untuk berhadapan dengan Izra dan Izani. Sampai di rumah, aku membuka pintu lalu memerhatikan sekeliling ruang tamu rumahku. Aku melihat anak-anakku tiada di ruang tamu itu lalu aku terus masuk ke dalam bilikku. “Ibu… bila ibu sampai…?” Tiba-tiba Izie menyapaku dari muka pintu bilikku kerana aku lupa menutupnya. “Baru sekejap…” Jawabku sambil menanggalkan tudung yang aku pakai, Izie berdiri di situ agak lama memerhatikanku lalu masuk ke dalam bilikku. Izie menghampiriku lalu memeluk tubuhku dengan agak kasar dan menolakku rapat ke dinding. “Izie… apa ni…” Marahku sambil menolak tubuh kecilnya dari terus memelukku. “Kenapa ibu marah… abang boleh peluk ibu, kenapa Izie tak boleh…?” Tanya Izie dengan agak kuat. “Bila pula abang peluk ibu…?” Tanyaku pula berpura-pura tidak tahu. “Ala ibu… Izie dah tahu apa kita buat malam tadi…” Tiba-tiba Izra muncul di ikuti Izani dan mereka berdua mula menghampiriku. “Apa kamu cakap ni… jangan buat ibu marah…?” Ugutku, Izie dengan pantas memeluk kembali tubuhku yang masih berdiri di tepi dinding bilikku. Aku cuba menolak tubuh Izie yang memeluk kemas tubuhku dan aku agak terperanjat apabila Izra memegang tangan kananku manakala Izani pula memegang tangan kiriku lalu di rapatkan ke dinding. Tubuhku di pusing mendakap dinding membelakangkan anak-anakku dan aku memejamkan mata apabila merasa kain baju kurungku disingkap ke atas. “Apa kamu lakukan pada ibu ni…” Marahku, namun aku tidak terdaya melakukan apa-apa kerana tenaga mereka bertiga lebih kuat dari tenagaku. Aku mula merasa ada tangan-tangan anakku yang sedang meramas-ramas punggungku dari kainku yang tersingkap itu. Buah dadaku juga di ramas-ramas oleh anakku membuatkan rontaanku semakin lemah kerana diriku mula dirangsang nafsu. Walaupun dalam keterpaksaan, aku mula merasa kenikmatan menyelubugi tubuhku dan aku mula menbiarkan sahaja anak-anakku meraba-raba tubuhku. Keadaan menjadi sunyi sepi, aku memejamkan mataku menikmatai ramasan serta rabaan enam tangan di tubuhku. Seluruh tubuhku di raba dan punggung serta buah dadaku diramas serentak. Aku tidak pernah dilakukan begini, kenikmatan yang aku rasakan sungguh berbeza dari bersetubuh bersama suamiku dan aku menikmati denga rangsangan nafsuku yang membuak-buak. Tubuhku tidak lagi dipeluk Izie, tanganku juga sudah bebas dari pegangan Izra dan Izani. Aku kini berdiri dengan penuh kerelaan kerana kenikmatan yang melanda diriku membuatkan aku pasrah. Aku dapat merasakan seluar dalamku di tarik kebawah dan ramasan tangan anakku semakin kuat mencengkam daging pejal di punggungku. Aku tidak tahu tangan itu milik siapa kerana seluruh tubuhku dipenuhi tangan anak-anakku. Pinggangku di tarik kebelakang sambil tanganku masih menahan dinding menjadikan aku separuh menonggeng. Kain baju kurungku yang di selak itu diletakkan pada pinggangku dan aku terasa daging punggungku di jilat serta di gigit lebih dari seorang anakku. Buah dadaku masih menjadi mangsa ramasan ganas anakku dan dari luarbaju kurungku, aku dapat melihat tangan Izie dan Izani merayap menyelinap masuk ke dalam baju kurungku lalu terus ke bawah coliku. Buah dadaku semakin ganas di ramas Izie dan Izani membuatkan buah dadaku itu menjadi tegang. Alur punggungku hingga ke pangkal cipapku di basahi dengan air liur Izra yang kini berada di belakang punggungku. Aku terkemut-kemut sambil menolak punggungku kebelakang agar jilatan Izra sampai ke bibir cipapku. Daging punggungku dikuak dengan agak ganas dan bibir duburku menjadi mangsa jilatan lidah Izra, aku tidak tahu dimana mereka belajar untuk meragsangku sehingga membuatkan aku semakin khayal. Aku tersedar dari khayalanku apabila tubuhku di pusingkan manakala tanganku pula di angkat ke atas oleh Izani dan Izie terus menanggalkan baju kurungku. Aku dapat melihat Izra sedang membuka pengait kain baju kurungku lalu kain itu jatuh ke lantai, kini aku berdiri dalam keadaan bogel dan hanya mendiamkan diri sahaja. Izra menarik tanganku agar bergerak ke atas katil, aku yang diirngi Izani dan Izie hanya menuruti sahaja tarikan tangan Izra lalu dibaringkan telentang tubuhku di atas katil. Izra menggangkangkan kakiku seluas-luasnya dan terus menjilat cipapku, Izani pula sedang berdiri membuka seluarnya Izie kini sedang menghisap buah dadaku. Izie menhisap sambil meramas buah dada dan punggungku dengan ganas di ramas Izra yang sedang menjilat cipapku. “Arrrhhhggghhh… mmmmm…” Tanpa sedar aku mengerang dengan mata terpejam kerana merasa sungguh nikmat dan apabila aku membuka mataku, aku melihat Izani menghulurkan batangnya ke mukaku. Izani terus menujahkan batangnya masuk ke dalam mulutku yang terngangga itu, Izani mula mengerakkan batangnya keluar masuk ke dalam mulutku. Aku merasa sungguh nikmati dengan hisapan serta ramasan Izie di buah dadaku, cipapku yang dijilat Izra terkemut-kemut dan mulutku pula dipenuhi dengan batang Izani membuatkan aku tidak sedar bilakah ketiga anakku itu sudah berbogel. Izra mula menindihi tubuhku lalu menujahkan batangnya masuk ke dalam cipapku dengan ganas sementara Izie masih sibuk meramas buah dadaku dan Izani pula sedang menujah ganas mulutku. “Abang… bagi Izani pulak… Izani dah tak tahan ni…” Kata Izani pada abangnya Izra. Izra mencabut batangnya dari cipapku lalu menonggengkan tubuhku, Izani datang ke belakang punggungku lalu terus menujah cipapku dari arah belakang. Aku kini sedang menghisap batang Izie pula dan Izra mula menjilat serta meramas buah dadaku.Tak lama kemudian, Izani merebahkan tubuhnya lalu menarik tubuhku ke atas tubuhnya dan memasukkan batangnya ke dalam cipapku dari bawah. Aku mencapai puncak klimaksku yang panjang ketika Izani memecut laju menyetubuhiku ketika aku berada di atas tubuhnya. “Izie… sekarang pergi masukkan batang kau kat sini…” Arah Izra pada Izie sambil memasukkan sebang jarinya ke dalam lubang duburku sambil di gerakkan keluar masuk jarinya itu. Aku yang mendengar Izra mengarahkan Izie memasukkan batangnya ke dalam duburku hanya diam sahaja seolah merelakan pula duburku di tujah Izie. Izie dengan cepat ke balakang punggungku lalu batangnya yang tidak beberapa besar itu terus dipacakkan ke duburku. Aku membetulkan batang Izie agar mudah masuk ke lubang duburku. Sekarang Izie dan Izani melakukan tujahan serentak di cipapku serta di duburku, aku hampir menjerit kesedapan tetapi suaraku tidak keluar kerana di sumbat oleh batang Izra. Oleh kerana tidak tahan dengan kemutan yang kuat di dubur, Izie telah memancutkan air maninya di dalam duburku. Setelah batangnya dicabut keluar, Izra terus memasukkan batangnya kedalam duburku. Aku yang sedang menikmati tujahan batang Izra di duburku serta tujahan batang Izani di dalam cipapku menggerakkan punggungku seiring dengan tujahan mereka. Aku sekali lagi telah hampir mencapai puncak klimaksku yang kedua. Aku kemutkan lubang dubur serta cipapku serentak dan Izani tidak dapat bertahan lagi apabila otot cipapku mengemut batangnya lalu memancutkan air maninya di dalam cipapku. Izra masih laju menujah duburku yang mengemut ketat itu dan akhirnya Izra pun memancutkan air maninya ke dalam duburku setelah menujah dengan agak kuat. Aku tertiarap di atas katiku dengan ketiga anakku yang terbaring lemah disisiku. Begitulah kehidupanku bersama ketiga anak-anankku sehingga kini, aku merasa sungguh puas bersetubuh serentak dengan mereka dan aku tidak lagi mencapai kepuasanku ketika bersetubuh dengan suamiku.
naik juling membaca..haha
Stim tgok..
Bsar gak
Cantik tak?
excellent
Ma favourite damn
berair kepala
Hot mature muslim Alesha.
Body padu
mom…i like…to….nyam2
Study time with lil brother
Source: https://verystream.com/stream/h5sJgQoMBJm
Housewife secret relation with father in law
Source: https://openload.co/f/nMcShj0FvaE
Mama Rizal
Rizal adalah seorang budak yang pintar dan tegap tubuh badannya. Wajahnya hampir seiras dengan wajah Mamanya, Sofea. Dalam usia begini Rizal sudah mula mengalami perubahan hormon pada tubuhnya. Dia menjadi semakin tinggi dan tegap. Alat pembiakannya juga semakin membesar dan memanjang. Kadang-kala dia terasa seperti ingin melakukan sesuatu untuk ‘melegakan’ dirinya. Dia sentiasa berasa resah dan gelisah tetapi dia sendiri tidak tahu mengapa.
Satu hari dia telah diberi pinjam sekeping VCD oleh kawan sekolahnya lalu dia terus menonton VCD tersebut sebaik sahaja dia pulang ke rumah. Apa yang ditontonnya telah membuatkan nafsu jantannya membuak-buak. VCD lucah yang dipinjamkan oleh kawannya itu telah membuatkan zakarnya mencanak-canak kekerasan. Secara spontan dia telah mula mengusap-usap alat pembiakannya itu.
Semakin diusap semakin enak rasanya. Seketika kemudian terbitlah air pekat di hujung kepala zakarnya itu. Dia mendengus-dengus keenakan. Benih pekat itu memancut-mancut dengan deras dan pekat sekali mengenai tilam dan cadarnya dan dia berasa begitu puas dan 'lega’ sekali lalu terus tertidur kepuasan. Pada pagi esoknya ketika Sofea mengemas katil anak lelakinya itu dia telah terjumpa tompok-tompok air mani yang telah kering. Dia tersenyum kerana dia mengetahui bahawa anak lelakinya itu telah mula faham tentang persetubuhan. Dia membuat keputusan untuk merahsiakan hal itu daripada suaminya.
Semenjak Rizal mengenal erti persetubuhan dia telah menjadi ketagih dengan rasa nikmat pancutan air mani. Nafsunya pula sudah mula membuatkan dia berfikir yang bukan-bukan. Selama ini ramai kawan-kawan sekolahnya bercerita tentang tubuh Mamanya yang solid dan sempurna itu. Dia sendiri dalam diam sebenarnya mengagumi tubuh Mamanya itu.
Kadang-kala dia pernah ternampak tubuh bogel Mamanya ketika Mamanya itu mengelap badan selepas mandi tanpa menutup pintu bilik. Zakarnya menjadi tegang dan keras secara tiba-tiba apabila dia membayangkan kemontokan tubuh Mamanya yang berusia 42 tahun itu, terutamanya di bahagian punggung Mamanya. Sememangnya tubuh Sofea sama padat dan montok seperti waktu dia remaja dulu. Tangannya mula mengusap-usap lembut batang zakarnya yang berdenyut-denyut itu. Ia hanya mengambil masa beberapa minit sahaja untuk air maninya mencerat-cerat keluar dengan pekat dan deras.
Ketika Rizal tertidur dalam kepuasan dalam keadaan bogel dia terasa seperti ada orang duduk di atas katilnya. Apabila dia membuka mata dia terlihat Mamanya sedang mengusap-usap rambutnya sambil tersenyum. Dia tergamam dan malu kerana ketika itu dia tidak berselimut dan batang zakarnya yang masih menegang itu tersengguk-sengguk di hadapan mata Mamanya. Sofea cuba mententeramkan anak lelakinya itu.
Rizal terperanjat Mama ada di sini?“ Rizal hanya mampu mengangguk.
"Maafkan Rizal Mama… Rizal panas tadi…” Rizal memberikan alasan.
“Mama faham. Rizal… Kenapa Mama nampak ada macam tompok-tompok atas cadar Rizal?”
“Rizal… Rizal pancut air mani ya… Rizal melancap ya?” Sofea memotong cakap Rizal.
“Mesti banyak dan pekat air mani anak Mama dah terpancutkan Rizal?”
“Maafkan Rizal Mama…” Rizal hanya mampu menjawab lemah.
“Tidak mengapa… Mama faham gelodak zakar Rizal…” Tangan Sofea merapati alat pembiakan Rizal lalu mengusapnya lembut.
Rizal tersentak dengan kelakuan Mamanya tetapi kemudiannya merengek-rengek kesedapan dan mula menunjal-nunjal genggaman Mamanya. Zakarnya semakin mencanak-canak apabila diusap-usap begitu. Sofea mengusap lembut batang zakar Rizal dengan urutan atas-bawah. Setiap kali genggaman mencecah kepala zakar Rizal dia dapat melihat takuk itu mengembang dengan begitu besar sekali.
“Rizal… Sayang air mani Rizal terbuang begitu saja… Membazir tahu?” Ucap Sofea lembut pada anaknya itu.
“Rizal tak tahu nak buat macam mana lagi Mama…” Rizal sudah mula tenang dan asyik dengan usapan Mamanya.
“Benih Rizal adalah penyambung zuriat. Rizal sepatutnya pancutkan benih Rizal ke dalam saluran peranakan perempuan.”
Kemudian dengan selamba Sofea merapatkan bibirnya kepada kepala zakar Rizal yang besar itu lalu mengucup lubang kencing anaknya itu. Kemudian dia memasukkan batang pembiakan anaknya itu ke dalam mulutnya lalu mengulum dengan begitu lembut dan enak sekali.
Rizal terus terjerit kenikmatan. Batang zakarnya sekarang berada sepenuhnya di dalam kesuaman mulut Mamanya sendiri. Dia terasa nikmat yang teramat sangat lalu mula mengerang-ngerang dengan agak kuat. Zakarnya mencanak-canak keras di dalam kenikmatan mulut Mama kesayangannya. Sambil Mamanya mengulum zakarnya itu, Mamanya mengusap-usap lembut telur-telur zakarnya.
Seketika kemudian Sofea berhenti mengulum alat pembiakan anak lelaki remajanya itu. Dia yang sudah berpengalaman tahu jika dia meneruskan untuk beberapa saat lagi maka air mani anaknya itu akan mencerat-cerat keluar.
Rizal agak tersentak bila Mamanya berhenti mengulum zakarnya dan dia seperti berasa agak kecewa sedikit. Sofea terus bangun dari katil anaknya itu lalu merenung mata anaknya itu. Rizal tersipu-sipu malu. Kemudian dengan perlahan Sofea membuka bajunya berserta baju dalamnya lalu terserlah sepasang buah dada yang kelihatan amat subur bentuknya.
Mata Rizal tidak berkedip merenung buah dada Mamanya yang pernah satu ketika dulu dihisapnya untuk meminum susu. Kemudian Sofea melorotkan seluar pendek yang dipakainya lalu menampakkan bentuk peha dan betisnya yang sememangnya sempurna itu.
Sofea kemudiannya membelakangkan Rizal lalu dengan selamba melorotkan seluar dalamnya. Rizal kini dapat melihat dengan dekat dan jelas betapa montok dan padatnya bontot Mamanya itu. Bontot Sofea sememangnya lebar dan gebu. Alur duburnya hampir tidak kelihatan oleh pipi bontotnya yang gemuk dan berselulit itu.
Zakar Rizal tersengguk-sengguk penuh dengan nafsu. Di hadapannya berdiri Mamanya sendiri dalam keadaan telanjang bogel. Sofea menghampiri Rizal perlahan-lahan dan dia dapat melihat air mazi keluar sedikit demi sedikit melalui lubang kencing Rizal. Dia tahu anaknya itu sudah tidak sabar-sabar untuk merasa keenakan tubuh perempuan buat kali pertama.
Dengan lembut Sofea naik ke atas badan Rizal yang sedang dalam keadaan berbaring itu. Bibir pantatnya kini berada betul-betul di atas kepala zakar Rizal yang sedang tegak kekerasan. Dengan perlahan Sofea merendahkan punggungnya merapati alat pembiakan anaknya itu.
Sebaik sahaja kepala zakar Rizal mencecah bibir pantat Mamanya itu dia terus tersentak. Sofea memegang batang zakar anaknya itu lalu dengan lembut membiarkan batang nafsu itu memasuki rongga pantatnya sehingga akhirnya batang remaja itu santak ke pangkal. Rizal terjerit kenikmatan. Dia merasai nikmat yang teramat sangat. Lubang yang sedang dijoloknya itu berasa amat lembut dan enak, ketat dan suam. Setelah Rizal kembali tenang, Mamanya dengan lembut memulakan hentakan-hentakan ke atas zakarnya. Nikmatnya tidak terkata. Mahu saja dipancutkan air maninya ketika itu. Mamanya pula dengan selamba mula merengek-rengek manja. Mamanya juga sudah mula merasakan kenikmatan batang anaknya itu. Bulu zakarnya bergesel-gesel dengan bulu pantat Mamanya yang lebat itu. Dia memeluk Mamanya dengan erat sambil meramas-ramas punggung lebar Mamanya.
Di hadapan mata Rizal dia boleh nampak dengan jelas batang zakarnya ditelan perlahan-lahan oleh saluran pembiakan Mamanya. Dia juga boleh nampak dengan jelas kegebuan dan kesempurnaan peha dan betis Mamanya yang sedang mencangkung itu. Zakarnya tersengguk-sengguk merasai keenakan dan kelazatan pantat Mamanya sendiri.
Seketika kemudian Mamanya bangun perlahan-lahan lalu mengengsot ke sebelahnya. Mamanya kemudian menonggeng dengan lentik sekali. Rizal amat terpegun dengan kesempurnaan bentuk punggung Mamanya yang lebar dan padat itu.
Dia lalu naik ke atas Mamanya dan memeluk erat perempuan subur itu. Kepala zakarnya yang amat besar itu di halakan ke lubang dubur Mamanya yang kelihatan amat menyelerakan itu. Sebaik sahaja takuk kepala zakarnya melepasi simpulan dubur yang enak itu dia terjerit kenikmatan. Belum pernah dia merasakan keenakan sebegitu rupa.
Sofea yang sedang menonggeng itu merelakan anak lelakinya itu menghenjut lubang duburnya. Semakin lama semakin dilentikkan punggung yang menjadi idaman ramai lelaki itu. Rizal pula bersungguh-sungguh menunjalkan alat pembiakannya itu sedalam-dalamnya ke dalam lubuk dubur Mamanya yang maha enak dan maha lazat itu. Dia dapat merasakan dubur Mamanya mengemut dan mengusap kepanjangan batang zakarnya dengan lembut. Dia dapat melihat dengan dekat batang zakarnya merobek lubang dubur Mamanya yang comel itu.
Dubur Sofea pula semakin berlendir-lendir dan itu menambahkan keenakan yang dirasakan oleh Rizal. Semakin dalam zakarnya menunjal lubuk enak Mamanya, semakin terasa kelazatan dan kemanisannya. Telur-telur zakar Rizal terhinggap-hinggap ke bibir pantat Mamanya yang berbulu lebat itu. Pasangan yang bersetubuh itu meraung-raung kenikmatan.
“Rizal! Rizal! Tujah lagi dalam Rizal! Rasakan keenakan lubang bontot Mama!”
“Mama… Rizal geram sangat dengan punggung Mama… Padat… Lebar!”
“Rasa puas-puas Rizal… Ramai lelaki idamkan punggung Mama… Rizal juga yang dapat merasa…”
“Mama… Rizal sayangkan Mama… Rizal sayangkan Mama Rizal…”
“Rasa lagi Sayang… Tunjalkan dalam-dalam lagi Sayang…”
“Mama! Mama!” Jerit Rizal sambil menikmati sondolan ke dalam saluran dubur Mamanya yang maha subur itu.
Begitulah keadaan pasangan yang sedang kenikmatan melakukan persetubuhan haram tersebut. Seorang anak sedang menikmati kelazatan tubuh Mamanya yang sememangnya menjadi idaman ramai lelaki itu. Tubuh Mamanya dihenjut-henjut dan disondol-sondol dengan sangat dalam demi untuk merasai kenikmatan lubuk dubur seorang perempuan yang amat subur dan matang.
Peha dan betis gebu Sofea terkangkang luas untuk membenarkan zakar anaknya tertusuk jauh ke dalam lubang duburnya. Kepala Sofea pula terdongak ke atas menambahkan lagi berahi sesiapa sahaja yang melihatkan persetubuhan tersebut. Sesekali Rizal menarik rambut Mamanya supaya perempuan tunggangannya itu menonggek dengan lebih lentik lagi. Dari atas tubuh Mamanya dia dapat lihat betapa padat dan dalamnya alur dubur yang maha subur itu. Mereka seperti sepasang haiwan yang sedang mengawan untuk mendapatkan zuriat.
Rizal sudah tidak tertahan nikmat lagi. Air maninya sudah berlumba-lumba untuk memancut keluar. Telur-telur zakarnya sudah berdenyut-denyut mengepam benihnya ke arah saluran kencingnya. Ditambah dengan geramnya pada simpulan dubur Mamanya itu yang sedang kembang-kuncup, dia tercungap-cungap menahan nafsu untuk memancut. Tunjalannya ke dalam lubuk Mamanya semakin dalam. Mamanya pula dapat merasakan yang anak lelaki remajanya itu semakin hampir ke kemuncak nafsunya. Dia menghulurkan tangannya ke bawah celah kangkangnya lalu mencapai kantung telur anaknya itu. Dia kemudian meramas-ramas lembut telur-telur muda itu supaya dikurangkan rasa untuk memancut benih. Rizal sudah meraung-raung dengan nafsu. Tindakan Mamanya itu akhirnya berjaya mengurangkan rasa untuk memancutkan air maninya.
“Mama! Rizal terasa nak memancut benih sangat Mama!”
“Sabar Rizal… Jamah lagi tubuh Mama puas-puas…”
“Mama… Rizal nak memancut dalam dubur Mama. Rizal nak rasa kesuburan dubur Mama…”
“Kalau Rizal cerat dalam dubur Mama membazir benih Rizal… Sayang benih Rizal terbuang tahu? Pantat Mama kan ada Sayang?”
“Mama! Rizal tahu pantat Mama subur… Nanti Rizal buntingkan Mama…”
“Mama nak bagi Rizal rasa macam mana lazatnya membuntingkan seorang perempuan.”
“Rizal nak tak lihat Mama Rizal buntingkan anak Rizal sendiri?”
“Pancutkan benih pekat Rizal banyak-banyak dalam pantat Mama sampai Mama bunting ya Sayang…”
“Mama… Rizal minta izin buntingkan Mama ya…”
“Sondol pantat Mama puas-puas Sayang sampai memancut-mancut benih Rizal nanti… Kemudian kita sama-sama tunggu benih Rizal membiak dalam pantat Mama ya…”
Tanpa menunggu masa lagi Rizal perlahan-lahan menarik alat pembiakannya keluar perlahan-lahan dari lubuk dubur Mamanya. Geram sungguh dia apabila melihat rongga dubur Mamanya tertarik bersama dengan kepanjangan zakarnya. Lebih geram lagi dia melihatkan lubang dubur Mamanya yang segar itu terlopong luas apabila zakarnya habis ditarik keluar.
Dari atas Mamanya dia melihat bibir pantat perempuan subur itu dengan penuh kegeraman. Inilah pantat yang akan menerima pancutan-pancutan benih suburnya kelak. Dia mencium belakang Mamanya lembut sambil menghalakan takuk kepala zakarnya yang mengembang penuh itu. Lendir yang banyak terdapat di celah bibir pantat Mamanya memudahkan zakar remaja itu menyelinap masuk dan terus santak ke pangkal. Dia menggeletar keenakan sambil Mamanya tertonggek sambil mendengus-dengus dengan nafas nafsu. Rizal terus menebuk pantat Mamanya dengan dalam. Setiap kali kepala zakarnya santak ke dasar lubuk pantat Mamanya dia akan terjerit kecil. Manakan tidak, seorang lelaki remaja sedang merasai keenakan bersetubuh dengan Mamanya sendiri yang merupakan seorang perempuan yang amat subur. Dia boleh merasakan kesuburan dan kesegaran lubuk pembiakan Mamanya.
Sememangnya Sofea adalah seorang perempuan yang amat lazat untuk dijamah oleh sesiapa sahaja. Dengan penuh geram Rizal menunjal-nunjalkan zakarnya sedalam-dalamnya demi untuk menikmati saat-saat terakhir sebelum pantat Mamanya dipenuhi dengan benihnya nanti.
Di dalam hatinya dia sudah mula jatuh cinta dengan Mamanya sendiri. Dia mahukan tubuh perempuan ini untuk memuaskan nafsu setiap hari. Dia tidak mahu perempuan lain lagi. Baginya Mamanya sudah memadai untuknya menikmati kenikmatan bersetubuh yang maksimum.
Keenakan pantat subur Mamanya serta-merta membuatkan telur-telur zakarnya kembali berdenyut-denyut minta untuk memancut. Kali ini dia akan membenarkan air mani membuak keluar sebanyak-banyaknya. Sofea pula sudah mengetahui keadaan nafsu anak remajanya itu. Kali ini dia juga akan merelakan lubuk pantatnya dipenuhi dengan cecair nafsu anaknya itu.
Pasangan yang sedang bersetubuh itu mula terjerit-jerit tanpa segan-silu. Jiran-jiran yang sedang mendengar juga berasa berahi dengan raungan-raungan nafsu pasangan anak-beranak itu. Mereka juga mula bersetubuh dengan pasangan masing-masing pada masa yang sama.
Sofea dan Rizal sudah semakin hampir dengan kemuncak syahwat. Mereka berdua akan menikmati kepuasan mengawan sebentar saja lagi. Jolokan-jolokan Rizal semakin dalam dan padu ke dalam saluran peranakan Mamanya.
Sampai satu ketika air mani Rizal tidak lagi tertahan. Telur-telurnya telah mengepam begitu banyak benih untuk disalurkan ke dalam saluran pantat subur yang sedang rela menadah. Sofea meraung-raung merayu pancutan benih anaknya sendiri.
Dengan penuh geram akan sekujur tubuh bogel Mamanya yang sedang menonggek itu, Rizal menunjalkan zakarnya jauh ke dasar pantat Sofea lalu memancutlah air mani remaja yang begitu pekat dan subur itu. Demi memancut sahaja benihnya dengan deras dan banyak itu, Rizal menjerit-menjerit kepuasan. Seluruh bilik itu dirasakan becahaya-cahaya akan kenikmatan pancutan benih yang sedang dirasainya ketika itu. Pasangannya, iaitu Mamanya sendiri pula tersentak lalu tertonggeng apabila merasakan kepanasan kencing nafsu anak lelakinya itu mengenai dasar pantatnya.
“Mama! Rizal pancut Mama! Rizal pancut!”
“Rizal… Pancut lagi Sayang… Pancut puas-puas Sayang… Pancutkan benih pekat Rizal!”
“Mama! Sedapnya… Lazatnya memancut mani dalam punggung Mama!”
“Rasalah Rizal… Rasakan puas-puas benih Rizal meleleh pekat dalam tubuh Mama Rizal…”
“Mama! Ah! Ah! Ah! Nah Mama! Nah air mani Rizal Mama!” Jerit Rizal sambil menyondol Mamanya.
“Sayang… Banyaknya air mani dia… Pekatnya air mani dia… Mesti sedapkan Sayang…”
“Mama… Mama… Sedap sangat Mama… Sedap sangat!” Rizal merengek sambil memeluk erat Mamanya dari belakang.
“Sayang… Sayang anak Mama… Pekat air mani dia mancut dalam bontot Mama ya…”
“Mama… Buntingkan anak Rizal Mama… Tadah benih mani Rizal Mama…”
“Mama tadah Sayang… Pancut dalam-dalam Sayang supaya Mama bunting…”
“Perah mani Rizal sampai habis Sayang… Pancutkan semuanya dalam lubuk pantat Mama…”
Mencicit-cicit Sofea apabila dipancutkan benih sedemikian rupa oleh anak lelakinya. Dia menggelinjang-gelinjang kepuasan ketika anaknya itu terus menebuk-nebuk punggung lebarnya tanpa henti. Sofea terus terbeliak dan terlopong sambil mendengus-dengus setiap kali benih jantan Rizal menembak-nembak pintu rahimnya yang amat subur itu.
Rizal memeluk Mamanya dengan amat erat dengan batang pembiakannya tertusuk jauh ke dalam saluran pembiakan Mamanya. Ibu yang amat subur itu akhirnya terkencing-kencing di atas katil tanpa rasa segan kepada anak remajanya itu. Memancut-mancut air kencing Sofea sederas-derasnya akibat dia merasa kepuasan yang amat sangat.
Rizal berasa sungguh geram dengan kecomelan Mamanya yang terkencing itu meneruskan sondolan-sondolannya dengan lebih dalam dan ganas. Tiada satu titis pun air mani berharga Rizal meleleh keluar dari rongga pantat Sofea yang amat dalam itu. Rizal memeluk Sofea dengan begitu erat sambil terjolok-jolok ganas dan dalam untuk menikmati das demi das pancutan benihnya ke dalam tubuh matang Mamanya. Ada lebih 10 das pancutan dilepaskan ke dalam punggung perempuan yang maha lazat itu.
Setelah beberapa minit menikmati pancutan benih ke dalam tubuh Mamanya Rizal masih menyondol-nyondol lembut untuk merasai lelehan-lelehan terakhir benih pekatnya di dalam kesuaman pantat Mamanya. Pasangan anak-beranak itu akhirnya akur dengan kenikmatan mengawan sebentar tadi. Sofea berkeras supaya Rizal tidak mencabut keluar zakarnya supaya tiada air mani yang meleleh keluar. Mungkin Rizal tidak berapa sedar bahawa punggung perempuan yang sedang dibenihkannya itu adalah amat subur dan matang. Walaupun setitis air mani lelaki masuk ke dalamnya pasti akan membuntingkan perempuan itu. Inikan pula begitu banyak benihnya mengalir ke dalam tubuh Mamanya tadi tanpa sedikit pun terbazir.
Di dalam keselesaan pendingin hawa pasangan mengawan anak-beranak itu mula lena dalam kepuasan. Rizal menjolok-jolok lembut pantat subur Mamanya yang ketika ini melekit-lekit dengan air maninya. Inilah pengalaman bersetubuh Rizal buat pertama kali. Dia rasa begitu puas dengan penzinaannya bersama Mama kesayangannya sebentar tadi.
“Sayang… Sedap tak memancut mani dalam bontot Mama tadi?”
“Sedap Mama… Sedap sangat rasa masa Rizal memancutkan benih Rizal dalam bontot gemuk Mama tadi…”
“Mama… Nanti bagi Rizal pancut dalam dubur subur Mama pula ya…”
“Em… Em…” Rengek Sofea manja sambil anaknya menunjal-nunjal lembut lubang pantatnya.
Sehingga kini Rizal dan Sofea masih meneruskan persetubuhan haram mereka. Apabila saja suaminya keluar bekerja, Sofea akan terus membogelkan tubuh montoknya untuk tatapan anak remajanya itu. Tanpa segan silu Sofea akan melakukan kerja-kerja rumah dalam keadaan telanjang bulat setiap masa. Malah apabila dia keluar menjemur pakaian pun dia akan melakukannya tanpa seurat benang pun.
Bayangkanlah jiran-jiran lelaki yang ternampak akan sekujur tubuh perempuan bogel lagi sempurna itu, mencanak-canaklah zakar-zakar mereka. Malah ada yang tanpa segan silu terus melancap di hadapan Sofea menagih simpati supaya wanita subur itu terangsang untuk disetubuhi. Malah jiran-jiran lelaki Sofea yang melancap itu akan memancutkan benih pekat mereka di hadapan Sofea tanpa rasa malu.
Setiap kali Rizal pulang dari sekolah waktu tengahari, dia akan terus membogelkan dirinya sebaik sahaja memasuki pintu rumah dan Mamanya pula akan terus mengulum zakar anak remajanya itu sehingga budak itu memancut-mancut kepuasan.
Selepas mandi dan menikmati makan tengahari mereka akan mengawan seperti haiwan beberapa kali tanpa segan-silu di mana-mana sahaja, baik di dapur, bilik air, bilik tidur, mahupun di ruang tamu. Titisan-titisan cecair nafsu mereka boleh dilihat di mana-mana sahaja di dalam rumah itu.
Apabila nafsu Sofea sedang memuncak, dia akan dengan selamba pergi ke halaman rumahnya dan jika dia lihat ada jiran lelakinya di situ dia akan dengan selamba mencangkung di atas longkang kecil lalu kencing di situ. Dia akan berasa gembira jika dilihatnya jiran lelaki itu menggeletar dengan nafsu apabila melihat pantat suburnya memancutkan air kencing dengan deras.
Siapa yang tidak bernafsu melihatkan sekujur tubuh bogel yang sempurna bentuknya memancutkan kencing tanpa malu sebegitu. Malah dia akan lebih gembira jika jiran lelakinya itu terus mengeluarkan batang zakar dan terus melancap di hadapannya sehingga lelaki itu memancut-mancutkan air mani ke atas rumput. Setiap hari Rizal akan memuaskan nafsu remajanya ke atas tubuh montok Mamanya sendiri. Setiap hari benih suburnya akan membuak-buak dengan pekat dan banyak ke dalam saluran pembiakan Mamanya. Dan akibat dari persetubuhan haram mereka buat kali pertama dulu, Sofea telah pun membuntingkan anak kepada anak lelakinya sendiri.
Suaminya cukup gembira kerana disangkanya isterinya yang lazat itu telah dibuntingkan oleh dirinya. Dia langsung tidak sedar bahawa dia sedang berkongsi kelazatan tubuh isterinya dengan anak lelakinya sendiri. Suami Sofea tidak tahu perut isterinya semakin membesar kerana membiakkan cucunya sendiri. Dia tidak sedar bahawa isterinya menggelinjang-gelinjang dan tertonggeng-tonggeng setiap hari akibat disondol oleh Rizal.
Rizal juga suka akan persetubuhan yang agak ganas. Kerapkali Mamanya akan mengulum zakarnya sehingga air maninya terpancut-pancut lalu Mamanya akan menelan kesemua benih jantan Rizal. Kadangkala pula dubur Mamanya disondol-sondol dengan rakus sehingga dubur lembut itu menjadi merah dan selepas itu dipancutkan pula dengan air maninya yang begitu pekat dan banyak itu.
Itulah kisah persetubuhan haram di antara pasangan anak-beranak tersebut. Sememangnya tubuh Sofea yang amat sempurna dan segar itu menjadi idaman ramai lelaki. Tiada lelaki normal dapat menahan nafsu apabila melihat sekujur tubuh bogel Sofea di hadapan mata mata mereka.
Dengan bentuk punggung yang lebar dan padat, dengan bentuk peha dan betis yang sempurna dan bersih, tubuh Sofea adalah anganan ramai lelaki untuk dinikmati. Buka sahaja belahan punggung Sofea yang maha subur itu maka kita akan dapat melihat betapa comel dan bersihnya simpulan dubur dan celahan pantat perempuan sempurna ini.
Ditambah lagi dengan ketembaman pipi punggungnya yang mempunyai sedikit garis-garis selulit yang membuktikan keranuman alat kelaminnya itu. Dan Rizal adalah antara beberapa lelaki yang bertuah yang dapat menikmati kemanisan tubuh perempuan yang amat enak ini dan setiap kali dinikmati pantat subur itu akan membuatkan setiap batang zakar tersebut memancut-mancutkan air mani dengan begitu pekat dan deras sekali. Apatah lagi jika dia mengizinkan untuk dibuntingkan, maka lebih enaklah rasa setiap pancutan benih ke dalam lubuk pembiakannya yang amat subur itu.
Madu Yang Dahaga Ghairah
MAR 7
Posted by mrselampit
1 Vote
Hazlina adalah isteri ketiga Dato Hafiz, seorang peniaga yg boleh dikatakan sebagai seorang jutawan jugalah. Hasil kekayaan suaminya boleh membahagiakan sesiapa juga yg menjadi isterinya atau yang menjadi perempuan simpanannya dari segi material dan dari Az (nama timangan Hazlina) aku dapat tau bahawa suaminya sudah pon berkahwin empat… yg terbaru bernama Nurafikah. Berumur dalam lingkungan 23 tahun. .Sejak Dato Hafiz dapat bini baru ni dia dah jarang-jarang balik ke rumah bini no 1, 2 dan 3. Almaklumlahhhhh dapat barang baru katakannnn. Mana tidak nya… mestilah nak gomol setiap hari kan.
Berbalik pada Hazlina tadi… dia ni orangnya memang cantik. Putih melepak ngalahkan kulit orang cina. Ntah dari keturunan mana datang nya aku pon tak tau lah… Body…..? Jangan cakaplah. Mengancam abisss… Kalau tak masakan si Dato Hafiz boleh terpikat. Bersama Dato Hafiz Az mendapat seorang cahaya mata lelaki yang berumur 2 tahun setengah. Comel cam mak dia jugak.. taklah mengikut macam bapak dia yg tak ensem mananya.
Aku kenal Az ni taklah rapat sangat. Kenal kenal gitu jek sebab kami mendiami pada deretan rumah yang sama. Cuma lat dua rumah jek antara satu sama lain. Aku kenal Az ni pon melalui bini aku yang memang cukup kenal dengan dia sebab dia orang bekerja satu bangunan tetapi berlainan pejabat. Az sering jugak datang kat rumah aku kalau dia ada masa lapang. Orang pompuan ler katekannnn… Kalau tak ada kerja berceloteh jek laaa kerja dia.
Dipendekkan cerita, satu malam tu sedang aku membaca surat khabar, lebih kurang dlm pukul 9.30 lah. Tiba-tiba telepon berbunyi. Bini aku yg angkat. Ntah apa yg dia bualkan pon aku tak tau lah. Aku ni jenis yg tak ambil kisah sangat. Lepas letak ganggang telepon, bini aku pon cakap yang Hazlina mintak aku tolong baik TV kat rumah dia. Katanya power tak masok. Aku agak mesti bini aku yg kasik tau yang aku ni boleh repair barang ² electrical nih. “Hantar kat kedai ajek laaa esok” kata aku. Malas aku nak melayan. “Alah bang,tengok-tengok lah mana yang patut kejap malam niii, sian kat dia tu. Dah lah suami jarang balik rumah” kata bini aku sambil tersenyum. “Iyerlah iyerlah” bentak aku. Lalu terus masok bilik ambil tool beg aku yg sememang nya sentiasa berada dalam bilik aku kalau aku tak bawak dalam kereta.
Lebih kurang 5 minit aku sampai rumah Hazlina. Loceng aku petik. Selang beberapa saat, pintu rumah dibuka. Uuhhhh…!!! berderau darah aku. Mana tak nya… Baju tidur yang dia pakai tu perghhhh….!!! Cukup telus macam orang tak pakai baju lagak nya. Perasan dengan kekakuan aku. Az pon menegur “minta maaflah.. Tak sempat nak salin baju tadi” lalu terus menjemput aku masok. Aku tak cakap apa² hanya tersenyum jek. “Emmm kat mana TV” tanya aku. “Ada kat atas” balas Az sambil menggunci semula pintu depan.Az jalan menaiki tangga dan aku ikut dari belakang.
Sambil menapak menaiki tangga, aku melihat kemontokan bontot Az yg ku kira potongan badannya menggalahkan ratu Malaysia 32-24-33 rasa aku lahhh. Tiap kali kaki kanan dan kirinya menapak tiap kali itu lah bontot kiri dan kanan bergegar atas bawah. Nafsu aku dah mula memberahi. Dalam hati aku ni…. tak ush cakaplah. Perghhh….!! kalau aku dapat ramasss teruk aku kerjakan. Seluar dalam warna kuning lembut pulak tu menipis jek lagi menambahkan kebangkitan nafsu syawat aku. Batang pelir aku dah mula tak menentu. Dah mula nak menjalar dan mengembangkan kepalanya. Dalam situasi macam ni aku rasa malam ni harus gugur iman aku. “Farid mana?” tanya aku memecahkan suasana. “Dah tidur tadiii” jawab Az sambil menoleh kepada aku. “Ooooo… Dato pulak?” soal aku lagi “dah jarang balik ke sini sejak dapat bini muda nii. Iyalahh dapat bini muda katakan Izalllll” kata Az separuh menggeluh dengan perangai suaminya.
Izal kependekan nama aku dari Riza. “Bulan ni jek baru 2 kali balik. Bulan lepas cuma sekali” sambung Az sambil membuka pintu bilik tidurnya.
Bila masok jek, aku tengok macam bilik penggantin hiasannya. Cantik dan berbau wangi. Peralatan serba serbi tersusun dengan cukup teratur. Aku terus ke TV. Az pergi ke lemari soleknya. Sesekali aku curi-curi pandang tubuh Az yang menggiurkan tu. Bergedup aku telan air lior. Aku betulkan posisi butuh aku menaik ke pusat agar tak ketara nampak kekerasannya. Sedang aku baiki TV, Az tetiba ambil kerusi dan duduk sebelah aku, gamam sekajap aku rasa. Mana taknya bau diaaaa masyaallahhhh…… Bukan main wangi lagi… Macam nak tersumbat idong aku.
“Izal!” Az meminta perhatian aku. “Ermm” jawab aku. “Tanya skit boleh tak?” Az menyambung lagi. “Apa dia” balas aku. “U bahagia dengan wife u?” tanya Az lagi. “Yup. Kenapa?” soal aku balik. “Tak adalah… Cuma tanya jek” Az perjelaskan. “Kalau I mintak tolong dengan u boleh tak?” Az menyambung lagi. “Nak tolong apa…… Kan I dah tolong baiki TV ni” kata aku.
“Alaaaa.. u pon taukan …. yg suami I jarang balik rumah lagi”. Sesungguhnya saperti aku dah dapat menangkap apa kemahuan Az malam ni. “Apa maksud u?” saja aku buat² tak faham. “Iskhhh u niii… Takkan tak faham kottt” balas Az sambil merapatkan lagi kedudukan dia dengan aku.
Bergemuruh dada aku bila buah dada kiri Az menyentuh bahu kanan aku. Aku hilang pedoman dan pertimbangan. Konek aku yg dari tadi mengeras menambahkan kekerasannya. Memang aku ni jenis kuat sex. Pantang tengok pompuan yg bontot bulat dan buah dada besar, butuh aku akan terus aktif.
“Kang Dato balik mamposs aku Az” kata aku. “Tak adalah Izal… Dato kalau nak balik pukul 8 tadi dia dah sampai. Biasanya macam tu lah” terang Az pada aku. Aku diam. Az meletakkan dagunya atas bahu kanan aku lalu menjilat-jilat lembut cuping telinga aku. Aku dah mula naik sasau. Cord volt meter yg aku pegang dah tak aktif lagi utk mencari kerosakan TV tu.
Fikiran aku dah tak menentu. Aku dah tak dapat membedzakan yg mana baik dan yg mana buruk. Aku memusingkan badan lalu memeluk tubuh Az. Aku rangkul serapat-rapatnya ke tubuh aku dan aku dapat rasakan kehangatan tubuh Az yg tak saperti memakai baju tu. Aku cakup bibir yg sedikit kemerah-merahan. Seketika lidah kami saling bermain-main antara satu sama lain. Aku kemudian menyonyot lidah Az dan seketika pula Az pulak menyonyot lidah aku.
Fuhhh…!! Sedapnya jangan cakaplah. Lebih pada tu aku isap air lior yg kat lidah Az. Aku dah tak kira lagi, sejak naik tangga tadi aku memang dah geram dengan tubuh Az ni. Kini aku dapat lepaskan geram aku tu… Memang aku kalau main sex ni gila-gila skit. Nafsu aku memang kuat. Maklum lahhhh aku ni berketurunan Arab skit. Hampir tujuh minit kami berkucupan. Akhirnya kami pindah ke atas katil… Lapangan yang lebih selesa lagi utk berjuang. Atas katil kami menyambung berkucupan.Tangan kanan aku merayau mencari gunung pejal. Aku meramas-ramas tetek Az… “Urghhh….!!!” Az mengerang skit bila aku menggentil puting tetek dia setelah colinya aku lurutkan ke bawah. Kiri kanan aku kerjakan puting tetek tu. Dan aku dapat rasakan semakin lama semakin keras puting tu.
Tangan aku mula menjalar menghala ke bawah dan tiba ke mahkota idaman setiap lelaki. Aku gosok² lembut tundun pantat Az… Perghhh….!!! tembam giler kooo… Aku urut lurah pantat. Az mengangkang lebih luas sikit. Badannya bergerak ke kiri dan kanan. Kemudian Az bangun. Dia membuka pakaian tidurnya yg nipis tu beserta colinya skali. Yg tinggal hanya seluar dalam jek. Dalam masa yg sama aku membuka T-shirt dan seluar jean yg aku pakai.
Masa datang tadi memang aku tak pakai seluar dalam. Biasaÿnya sebelahÿ malam aku jarang pakai seluar dalam kalau kat rumah. “Az biasa blow job tak” tanya aku. “Tak pernah buat, tapi tengok dalam blue film adalah” jawab Az..”Nak mencuba?”aku tanya lagi. “Why not… Tak susah kan?” kata Az lalu menundukkan kepalanya menuju ke batang aku.
Tanpa buang masa Az pon mengulum butuh aku yg panjangnya hampir 6½ inci dan besar saperti terung bujang. Terketar lutut aku bila kepala butuh aku kena nyonyot… Gelinya bukan main lagi… Sambil aku menahan rasa geli, kedua tangan aku meramas kedua-dua buah dada Az yg sememangnya cukup mengkal dan putih melepak tu. “Arghhhh….!!! Arghhhh….!!” aku mengerang. Hampir kejung tubuh aku bila Az memasokkan keseluruhan butuh aku dalam mulut dan menarik ke atas… Rasa macam nak terpancut pon ada. Tapi aku masih dapat bertahan. Tangan aku menjalar ke bontot Az. Seluar dalam aku lurutkan ke paras peha. Aku gosok lubang jubur dan luruh pantat. Aku lihat bontot Az terangkat-rangkat… “Erhhh erhhhh….!!” tu jek yg keluar dari mulut Az. Mungkin menahan geli agaknya.
Sesekali aku jolok lubang puki Az dengan jari hantu aku. Air puki dah ada berlendir kuar… Air yg melekat kat jari aku tu aku sapukan kat lubang jubur sÿupaya liÿcin sikit. Aku masokkan jari aku pelahan-lahan dalam jubur Az.. Az mengemut jari aku. Aku sorong tarik sorong tarik tapi aku tak masokkan dalam sangat cuma 1 inci jek. Seruas jari laaa…. Kemudian Az bangun menanggalkan seluar dalamnya terus lalu baring atas katil. Dada aku begitu kencang berkocak bila melihat seluruh tubuh Az yg putih gebu melepak. Aku mengangkat kedua lutut Az ke atas dan sedikit mengangkang. Aku sembamkan muka aku ke pantat Az yg tembam tu…. Mula² aku jilat kat tundun… Lepas tu turun skit sampai ke luruh pantat. Bila aku jilat jek bibir lurah tu, secara automatik punggung Az terangkat siap dengan mengerang skali. “Arghhh arghhh arghhhhh….!!!”. Kemudian aku bukak bibir pantat. Aku jilat dengan rakusnya… “Urghh uurghhhh….!! ……. Sedapnyaaa Izallll” antara keluar dengan tidak jek ayat tu dari Az. Aku masokkan lidah aku dalam lubang pantat.
Aku kisar dekat dalam… Air yg keluar jangan cakap lah bukan main banyak lagi. Walau pon rasa payau² sikit tapi aku irut abiss… Memang sedap bebbbb..
“Arrkkkkkkkk!!” tetiba Az menjerit kecil bila aku gigit biji kelentit dia. Aku jilat aku gigit… Aku jilat aku gigit… Butuh aku dah membasahkan cadar katil denganair mani. “Zal plz fuck me… I dah tak tahan ni” pinta Az. Aku saja jek buat tak tau. Aku terus menjilat puki Az.. Aku rasa aku belom puas lagi. Memang menjilat ni favourite aku. Selagi aku tak puas aku tak berenti menjilat. “Izallllll plzzzzzz…. plzzzzz fuck me… plzzz fuck me izallll.. i cant defend any more” kata Az dengan begitu manja. Aku pon bangun melutut. Batang butuh aku yg begitu menegang aku geselkan pada biji kelentit Az. “Oohhhhhh….!!! Masokkan izal..now plzzz” teriak Az.
Aku ketuk²an batang butuh aku dua tiga kali kat tundun. Kemudian aku letakkan betol² pada lubang pantat. Kini butuh aku dah bersedia nak menjunam ke lubang pantat Az. Aku perbetolkan posisi aku agar lebih selesa lagi bila aku nak pantak pantat Az. “Zzupppp……!!!” dengan sekali henjut jek batang butuh aku dah separuh masok. “Oohhhh……!!!” kedengaran dari suara Az menggeluh. Dalam satu masa dia mengepitkan kedua-dua pehanya. Ini menyebabkan kemasokan batang aku yg separuh lagi jadi terencat.
“Kenapa Az kepit?” tanya aku. “Besar sangat Izal… Kena slow² sikit lahhh” kata Az. “Ok I make it slowly” jawab aku.… Az bukak semula kangkang dia dan aku mula tekan pelahan lahan sampai santak ke bibir pantat. Aku meniarap atas badan Az tapi disokong denganÿ kedua-dua siku aku agar tak terlalu membebankan Az. Aku mula sorong tarik batang aku in and out. “Izal…… Yours too big n long .. Not like my husband” tiba² Az berbisik kat telinga aku. Aku hanya tersenyum jek……
Punggung aku masih lagi menggepam. Kali ni lebih laju skit sebab aku rasa ada skit kelicinan pada lubang puki Az. Mungkin air dia dah banyak keluar agaknya sebab aku rasa bulu² konek aku dah basah berlendir lendir dan melekit-lekit. Dah puas cara meniarap, aku pusingkan Az buat cara doggy pulak. Az tak membantah. Dia angkat punggung menaik tinggi skit. Sebelom aku cocok pantat dia,.aku jilat dulu lendir² yg ada kat lurah pantat tu. Lubang² jubur pon aku jilat jugak……
Aku sendiri heran macam mana geram aku boleh melebih bila main dengan Az ni. Sedangkan dengan bini aku pon aku tak jilat lubang jubur dia. Mungkin disebabkan keputihan kulit Az berbanding bini aku yg menyebabkan berahi aku menggila. Ahhh….!!! tak kisah lah tu semua. Janji aku dapat lepaskan geram aku tuh… Tak lama aku jilat jubur, aku pon masokkan batang aku dari belakang. Fuhhhh….!!! ketat bebbb main ikut belakang niii. Namun aku dapat juga masokkan seluruh batang dalam pantat Az.. Macam bergigi gigi aku rasa. Itu yg menambahkan rasa ngilu lagi kepala butuh aku. “Aaahhhh aaahhhhh….!!! Sedap zalllll… Push lagi zalll… Push it as deep as u can” pinta Az. Ermmm….!! Nampaknya dia dah boleh tahan dengan kebesaran batang aku nih. Aku fikir aku nak lebih mengganas lagi… Aku pon hayun dengan lebih laju lagi sampai berbunyi cuppp cuppp cuppp….!!! Peha aku belaga dengan punggung Az… Aku tengok Az meramas tetek kanannya… Semakin membengkaklah tetek tu….
Kemudian kami bertukar posisi. Aku menelentang pulak dan Az naik di atas aku. Az pegang batang aku dengan tangan kiri dan memasokkan dalam lubang pantat dia. Diturunkan punggungnya perlahan-lahan sehingga tenggelam keseluruhan batang sakti aku. Kini tiba pulak giliran aku utk berehat dan Az pula yg memainkan peranan sebagai juragan melayari bahtera.
Aku rasa macam nak terpancut bila Az menggelekkan bontotnya. Cepat² aku tahan peha dia. Az ketawa kecil. “Kenapa Izal… Geli sangat ke?” Az bertanya. “A’ah… I takut terpancutlah… I tak puas lagi ni… U jangan hayun laju sangat laa” kata aku. Az tersenyum manja sambil aku meramas dan menggentil puting tetek. Az terus memainkan peranan dia. Kali ni dia menolak kedepan dan kebelakang kemudian menghenjut ke atas ke bawah. Puki dia semakin berlendir kerana banyak sangat menggeluarkan air. Entah berapa kali dia capai climax aku pon tak tau lah….
Dalam pada tu aku tanya Az samada dia pernah main ikut lobang bontot. Katanya tak pernah. Aku cakap aku pon tak pernah buat jugak. Aku cakap kat Az “I like to try it…… How about u ?” tanya aku. “Maybe we can do it next time” kata Az. “Yes…… Next time we should make it” balas aku.
Kami bertukar posisi lagi. Kali ni style 69. Az mengisap batang butuh aku dan aku menjilat pantat Az lagi. “Zruppp zruppp zruppp…..!!!” Abis idong² aku naik basah dek air puki Az. Bontot aku terangkat bila Az lancapkan sikit butuh aku kemudian dia kulum semula.
Sedang kami tengah syok memantat tiba-tiba telepon berbunyi. Az angkat telepon lalu bercakap. Lepas tu bagi kat aku. Bini aku katanya. Kacau betol bini aku nih… potong stim jek…. Bukan apa,dia cuma tanya tak siap lagi ke repair TV tu. So aku cakap lambat lagi sebab banyak rosak. Aku mintak dia jangan lock pintu depan kalau dia dah nak tidur.
Lepas aku letak ganggang aku tengok Az ketawa terkekeh-kekeh. Aku tanya kenapa ketawa ? Dia kata dia geli hati dengar jawapan aku tadi… “TV banyak rosak”. Aku pon ikut ketawa jugak aaa. Kami teruskan persetubuhan haram kami… style 69 kami buat semula…. lebih kurang 10 minit.
Air puki Az aku jilat selagi ada. Lubang burit dia aku jolok dengan lidah dalam². Sesekali aku gigit biji kelentit dan aku tarik² dengan gigi. Kelentit dah membengkak dan memanjang. Aku rasa ngilu yg teramat bila Az menjilat-jilat kepala takuk aku. Air mazi yg dah banyak keluar abis Az jilat.
Kami kemudian bertukar lagi style main. Kali ni Az duduk mengiring, posisi yg paling aku suka sekali. Kaki kanan Az melurus sedikit dan kaki kiri melipat ke paras pusat dia. Aku masok di antara kedua kangkang kaki. Aku lihat bibir pantat Az menyempul keluar. Fuhhhhh……!!! Kenkadang aku rasa macam nak gigit bibir pantat tu sampai koyak. Memang aku ni menggila betol kali ni tapi tak sampai hati pulak nak buat macam tu.
Aku sapukan batang aku dengan air lior sikit kemudian aku sodok perlahan-lahan. Memang style ni susah sikit nak masok sebab kedua-dua belah punggung berkepit. Tapi yg tu yg paling best bagi aku. Sekeliling dalam puki merapat ke batang butuh. Mana tak sedapnya bebbbb….. ko orang try lah style ni. Aku cop jari gerenti best giler punya.
Plan-plan aku sodok burit Az..mula² tu tak boleh nak masok so aku angkat skit peha kanan biar lubang puki tu terbukak skit. Lepas tu aku sondol sekuat kederat batang aku. Barulah masok…. “Uuhhhhhhh…!!! arhhhhhh….!!!” menggerang Az bila batang aku dah penuh ke dalam. Aku cakap kat Az yg style ni paling aku suka. Dia cakap dia jugak rasa paling sedap main style nih.
Aku pon sorong tarik batang aku. Ngilu kepala butuh aku jangan cakap lah. “Zal..make it harder plz…Laju lagi..laju lagi” pinta Az. Aku pun terjah dengan lebih ganas. Sampai ke pangkal konek aku masokkan. Kalau lah boleh dengan batu² pelir sekali aku nak masokkan. Punya lah sedapnya…. Semakin lama semakin laju aku sondol puki Az.. Peha² aku dah basah dengan air puki…… Rasa melekit lekit….
Lebih kurang 8 minit aku menyondol puki Az. Aku dengar Az mintak lebih laju dan kuat sebab dia dah nak keluar air. Aku pon tambahkan power sondolan aku. “Cuppp cupppp cupppp….!!!! Arghhhh arghhhhh…!!! I’m coming… I’m coming Izalll” teriak Az lagi “aaahhhhhhhhhh…..!!!!!!” Aku rasa dalam pantat Az penuh berair….. macam perigi. Separuh darinya meleleh keluar bila aku tarik batang aku. Aku dah naik menggila…
Aku tarik keluar batang aku. Aku jolok dua jari aku dalam lubang puki Az. Aku pusing²kan jari tu. Bila aku rasa kedua dua jari dah basah, aku tarik keluar dan terus masokkan dalam mulut aku. Dan aku isap jilat sampai licin air yg dekat jari aku tuh. Butuh aku masokkan semula dalam lubang puki Az..
Kali ni aku betol² henjut dengan laju dan ganas. Aku dah tak tahan lagi geram. Aku dah sampai climax… Aku rangkul tengkok Az sampai membongkok dia. Aku cium mulut… Aku kulum lidah dia. Sambil itu bontot aku semakin ligat mengepam puki Az. “Urghhhhhhhhhh…..!!!! uurghhhhhhhhh…….!!!!! “. Kaki aku kejang… Bontot aku kaku. Aku pantak padat ke pantat Az. Lidah Az aku gigit ….
“Aarrghhhhhhhhhh……!!!”. Maka terpancutlah air sulbi aku dalam telaga pantat Az. Tiga empat kali pancut… bukan main banyak lagi. Rupanya jika berahi meningkat ke tahap tinggi, air yg keluar cukup banyak. Aku terkulai seketika atas badan Az. Dah lama aku tak rasa pancutan dan kenikmatan yg macam nih. Dengan bini aku maklumlah dah selalu sangat. Jadi kick dia tentulah kurang sikit kan… Seskali dapat barang yg lain memang kawwwww… Ko orang pun patut try gak…… Kalo tak rugi beso le……..
“Az…… Macam mana u rasa main dengan I?” tanya aku. “You are soooo good…I’ve never having sex like this before…… even with my husband” jawab Az.. “Why…… husband u tak pandai main ke?” aku mengusik. “Pandai main apa… asik meniarap atas I jek. Satu style sampai keluar air. Tak lama pulak tu……… 10 minit tak sampai” balas Az… “Izal… Can we make it again ?” tanya Az. “Well…… Bergantung pada keadaan”jawab aku. “Pleaase Izallll…….. I rasa cukup puas main dengan u. I tak pernah rasa macam ni sebelumnya. Izal plzzzz……… boleh kannn kannnn” pujuk Az dengan nada yg teramat manja sambil mencium pipi aku. “Macam I cakap tadi lah, bergantung pada keadaan. U kan tau I ni dah ada isteri. So I kena jaga jugak tu. Kalau pecah lubang nanti…….. lintang pukang pulak rumah tangga I” terang aku pada Az.
“O.K… tapi u cuba²lah cari masa utk I yerr. Tentang husband I tu u jangan risau. Pandai²lah I adjust nanti……… just if have time, give me a call” pinta Az. “Ok I’ll try. But don’t forget……… i need your asshole next time” kata aku. Az hanya menggangukkan kepala jek tanda setuju.
Sebelum aku balik..aku berkucup dulu puas² dengan Az. Kami tak tau berapa lama kami main, tapi aku agak dalam 1jam lebih sikit. Sebab aku tengok jam dekat dinding dah menunjukkan pukul 11.30 malam. Aku beredar dari rumah Az dengan TV tak siap dibaiki. Sampai rumah, aku tengok bini dengan anak aku dah tidur. Aku pon apa lagi terus bedebum atas katil pasal keletihan sangat.
Itulah pengalaman aku main dengan bini orang. Isteri yg tak puas dengan suami dan keimanan yg gugur oleh kecantikan dan pujukkan manusia yg bernama wanita. Memang power wanita nih. Tak kira apa status pon wanita tersebut. Nafsu sering mengatasi segala-galanya…. Aku tewasssssssssssssssss.
Saperti yg aku janji, kini aku paparkan mainan aku dengan Az dalam adegan seks bontot. Tapi kali nie aku gunekan ejaan bahase mengikut bunyi sebutan harian sebab aku rase lebih seronok. Lagipon sebutan harian org² melayu kebanyakannye tidak mengikut ejaan kecuali 80% bagi org² utare. So tak jadik masalah kannn.. Selepas malam yang penuh dengan kelazatan bersame Az, hampir seminggu aku tak bersua muke dengan dia. Bukannye apeee, cume aku kene outstation ke J.B pade lusenye. So memang tak sempat bejumpe. Kini selepas seminggu kat JB, aku balik semule ke Pahang psal ade skit hal keluarge yg perlu aku selesaikan.
Aku belepas dari JB kol 2 pagi Sabtu tu dan sampai umah kol 8.15 pagi. Aku taklah bawak kete laju sangat sebab sensorang. Takde teman ngantok kang susah pulak. Umah aku biase laaa bekunci sebab bini aku gi keje dan anak aku plak sekolah tadika. Aku terus naik atas rest kejap kemudian gi mandi. Mase tengah mandi aku terdengar bunyi deringan telepon. “Iskhhh bini aku gaknye” pk otak aku sebab dia tau aku nak balik ari nie. Aku biarkan ajek deringan tu sebab aku nak sudahkan mandi. Telepon senyap, tak sampai seminit bunyi lagi. “Ahhhh…!! kacau tol laaa” bentak ati aku
Tapi aku te pk plak kot² ade mustahak dari bini aku. So begegas aku kuar dengan betelanjang bogel aku gi angkat telepon. “Hai Izalll….. how r u?… Wahh! sampai ati tak phone I yg u nak balik yeee… Takpe lahhhh” bunyi suare Datin Hazlina dengan penuh manje seperti org merajuk. Huhhh!!! teperanjat jugak aku. Mane taknye. Yang telepon tuh bukannye bini aku tapi Datin Hazlina. Macam mane dia tau aku balik nih ? Oooo.. agaknye dia perasan kete aku ade kat luar tuh.
“Oh Azzz… I m fine Az” balas aku. Aku katekan Az yg telepon aku sebab aku tau takde org lain yg panggil aku Izal melainkan Datin Hazlina jek. “Bukannye ape Az.. I balik nie pon emergency jek nie sebab ade urusan skit nak diselesaikan kat sini. And tomorrow I’ve to be back to JB” kate aku.
“Eh! cepatnye u nak balik ke JB” Az bertanya. “I sebenanye kene two weeks kat sane” jawab aku pulak. “Az! call me back around five minute boleh? Sebetulnye I tengah mandi nie. Kelam kabut I angkat phone bile bunyi secound time, with nothing wrap up my body” kate aku. “O yaaaa… ehehehe” tegelak Az bile dengar ape aku cakap tadik “Ok ok.. go aheah.. I’ll call u later” sambung Az sambil terus ketawe dan meletakkan telepon. Aku terus masok ke bilik air semule. Mood aku nak berendam lame skit dah ilang. So aku just besiram ngan air pancut dua tige minit jek pastu aku lap. Hampir nak selesai aku pakai baju… telepon bunyi lagi. Aku pon angkat. “Hellooo…dah selesai keeee?” tanya Az. “Dahhhh” jawab aku. “Rugilah I takde kat situ tadi” jelas Az. “Nape pulak?” balas aku. “Takde laa… Kalau I ade kan bagusss” jawab Az lagi. “Iskhh u nie.. Nikan rumah I, tak pasal² naya jek kang” kate aku sambil mendengar Az ketawe terkekel-kekel dalam telepon.
“How about tonight?” Az memberi cadangan.. “I rase tak bolehlah Az” jawab ku. “Ialahhhh.. u mesti nak main dengan wife u kan.. Dah seminggu tak keneee” balas Az. Aku hanye ketawe kecil. Sebeno nye dalam ati memang aku nak sangat main dengan Az malam nih tapi ape boleh buat… bini ade.
“Izal…kalau I nak ikut u ke JB boleh tak?.. Itu pon kalau u sudi nak bawak I laaa” tanye Az. Aku termanggu sekejap. Sangke aku Az memain jek. “No problem” jawab aku. “I serious nie u tauuu”. Iskhhh sudahhh… Macam mane niee..? pk aku. ” Husban ngan anak u macam mane?” tanye aku lagi. “Husban I pegi oversea , urusan business dia laa.. Next month baru balik dan anak I antar rumah nenek dia utk beberape ari. Takde masalah semua”
“Leave me your phone number. Nanti I contact u balik” kate aku. Memang benar² tak tau no telepon Az sebab aku memang tak penah amik tau. Kami brenti di situ jek selepas Az memberikan no telepon dia. Aku terus selesaikan pakaian aku dan terus kuar utk ke pejabat tanah. Dalam kete aku terus ber pk mengenai tawaran Az nak ikut aku ke JB. Sebab kat JB tu aku numpang umah kawan aku. So kalo Az ikut kat mane plak aku nak letak. Takkan nak dok sekali. Kang amende plak bini kawan aku cakap sebab dia pon dah tau yg aku ni dah ade bini ngan anak. Nak tido kat hotel… silap² gaye kene tangkap. Mamposss aku… Iskhhh susah gak niee.
Setelah selesai semua urusan di pejabat tanah, aku terus ke kedai makan. Hampir tengahari jugak aaa. Sambil makan aku call Az. Kami berbual panjang mengenai rancangan Az nak ke JB dan tempat tinggal nanti. Az menyatekan yg tempat tinggal tak jadi masalah sebab dia ade kawan kat sane. Kawan mase same belajo kat ITM Shah Alam dulu.
Dari cerite Az… aku dapat tau yg kawan dia tu sorang jande. Kawin 3 taun becerai. Sebab² becerai pasal laki dia nikah lain… Laki dia nakkan zuriat tapi si Shasha nie tak dapat bagi anak sebab mandol. So bile dia tau laki dia nikah lain, dia pon mintak cerai. Taknak bermadu laaa katekannnn. Sejak becerai sampai sekarang dia tak kawin²… Dah dua taun. Aku jugak pesan kat Az supaye dia jangan bagi tau kat bini aku yg dia nak ke JB dan aku mintak Az tunggu aku kat depan kedai gambo kol 10 pagi esok.
Setelah minum pagi keesokannye, kami pon berlepas ke JB lingkungan jam kol 10.45 camtuh. Ari tu Az pakai suar panjang yg kain nye lembut dan ketat. Ntah ape name jenis suar tu pon tak tau ler aku. Warne itam dikenekan dengan T-shirt warne biru mude dan bertali pinggang kecil…. Perghhh ngancam oiiii…. Agaknye dia memang nak naikkan nafsu syawat aku kot.
“Izal…how’s your sleep?” tetibe Az betanye. “Eh.. sleep ape pulak nih” Aku pulak bertanya. “Alaaa dengan wife u laaa” tanya Az lagi. “Oooo biase laaa. Pasal lak u tanye nie”aku bertanya lagi “Sajek jeeee nak tau… Tapi which’s the best between me n your wife.. Emmm I mean fucking”..
“Iskhhh u nie… Dua² best tapi dengan u lagi best I rase……. U know why ? Because dengan u I boleh buat banyak style” sambung aku lagi. “Nape.. dengan wife u tak boleh ke?” tanye Az. “Dia tak brape nak laaa” jawab aku. Aku tengok Az tersenyum jek kemudian melentangkan skit tempat sandar sit. Aku prati jek dua gunung mengkal menonjol naik ke atas. Tundun puki Az juge macam membengkak. Memang tembam pantat dia nih.
“U nengok ape Izal?” tanye Az. Cessss… rupe²nye dia prasan aku nengok mende² tuh. “I nengok kecantikan semule jadi u laaa” kate aku. “So?” aku diam jek. “So what?” ulang Az lagi. “So I dah naik geram nih” balas aku. “Kalau geram…… park jek laaa tepi kete. We both do it” kate Az sambil ketawe.
“Eh! u nie… Dah gile ke, u ingat takde orang lain ke yg lalu kat sini” balas aku. “Alaaaa u nie, ambik serious pulakkkk… I gurau jek laaa… U ingat I nie dah tak waras lagi keee?” terang Az yg ketawe kecilnye masih lom rede lagi. Aku pon ikut ketawe jugak. “Ok Az….. kalau u ngantuk..u tido dulu. Kang kalo I plak yg ngantuk…… I kejut u…. U pulak drive dan I tido okey” kate aku. “Okeyyyyyyyy” balas Az.
Hari tu kami sampai ke JB lebih kurang kol 5 lebih. Memang lambat sebab Az bawak separuh. Org pompuan bawak jarang jumpe yg kaki pecut… Terhegeh hegeh adelah. Kami singgah makan dulu di restoran kemudian baru ke umah kawan Az di Taman Uda. Jalan kat Jb nie tak jadik masalah bagi aku sebab mase kecik² dulu memang aku tinggal kat JB sampai beso. Ikut abah aku yg keje Merine Police.
Sampai umah Shasha kebetulan dia ade. Rupenye Az dah telepon dulu so dia tunggu jek kat umah. Aku diperkenalkan kat Shasha… manis gak orgnye. Berkulit kuning langsat dan tinggi lampai. Pade agakan aku dalam 5 kaki 6 inci sebab mase aku besalam dengan dia aku rase hampir same tinggi ngan aku. Aku nie tinggi 5kaki 7inci. “Tido sinilah malam nie En.Rizal yerr” pelawe Shasha dengan peramah.
“Jangan berencik enciklah Shasha. Janggal plak rasenye. Panggil Izal jek ok” terang aku. Shasha hanye tersenyum. “I kat sini tumpang umah kawan jek kat Kg.Melayu. “Alaaa takkan tak sudi kot” pelawanya lagi. “Takpelah Shasha…. Maybe next time I tido kat sini ok” balas aku balik. “Okeyyyy” jawab Shasha sambil membimbit beg Az dan berlalu masok ke dalam. “Az!.. I pick u around nine ok” Az hanye mengangguk. Dalam perjalanan balik ke umah kawan aku… aku singgah di kedai SingSeh. Aku beli 6 keping kondom. Dalam perkiraan aku malam nie aku pasti dapat main bontot Az. Kate org kalo main bontot nie mesti pakai kondom takut kene AID plak nanti… Maner ler tauuuu.
Aku sampai umah Rosli (kawan aku) kol 6 lebih. Dua org anaknye tengah bemain kat depan umah. Aku bagi salam n terus masok. Aku hempaskan badan ke sofa. Dalam pade tuh, aku dengar curahan air dari bilik mandi. Emm! Icha tengah mandiii. Bisik ati aku. Icha nie name timangan Shamsiah,bini Rosli.
“Hai Ri… Baru sampai ke?” tanye Icha. Tekejut gak aku. Mane taknye. Aku tengah menggelamun program malam karang nih. “A’ah Icha.. Baru jek…… Li mane?” tanye aku balik. “Kejap lagi balik le tuu. Biase la kol 7 lebih kang” jawab Icha lalu terus bejalan masok bilik. Aku pon amik kesempatan prati dari belakang. Sejak tadi aku becakap tak nengok muke Icha pon. Sajek aku malas nak bangun. Nie kebetulan aku nak masok mandi plak.
Aku nengok Icha bekemban ngan tuala jek. Teselior jugak aaa bile nengok bontot Icha yg masih bulat lagi walaupon dah punye dua org anak. Bini Rosli nie rendah jek org nye tapi potongan badan memang kemas dan bekulit sawo matang. Kalo lah aku tak kenangkan Rosli tu kawan baik aku, dah tentu aku ayat aje si Icha nih. Sambil² bejalan masok ke bilik aku…aku jengok² jugak ke bilik Icha. Mane ler tau kot² ade rezeki mate petang nie. Tapi hampe….. ape pon tak nampak walaupon pintu bilik tebukak skit.
Aku ke umah Shasha kol 9. Kami betige bebual seketike. Kol 9.30 aku ngan Az keluar tanpa Shasha. Sebab kete Shasha dia nak tido awal skit malam nih. Shasha nie memang sporting org nye. Kami ke pantai Lido dulu utk makan². Selesai makan terus aku bawak Az ke hotel yg bertaraf 4 bintang sebab aku rase kat sini lebih selamat dari serangan pihak pencegah maksiat. Kami menyewe di bilik no B304 yg siap dengan TV dan pemain VCD.
Utk seketike kami hanye bebual bual kosong jek. Aku kemudiannye memasang cite blue yg aku pinjam dari Rosli. Az hanye meniarap di atas katil. “Az……u bangun jap” pinte aku. Az menurut jek tanpa bantahan atau pertanyaan. Aku kemudian nye menarik tilam ke lantai berhampiran dengan TV dan kami bedua meniarap sambil menonton film blue. Baru 20 minit menonton… aku nengok Az dah mule tak senang diri. Dia mengesel gesel kakinye pade kaki aku.
“Nape Az…… u tak boleh control ke?” tanye aku. Tanpa banyak cakap dia terus memelok dan meromen aku dengan rakus. Dalam otak aku ter pk yg adegan dah bermule. Aku perlu melayari bahtere dengan sebaik baiknye. Aku pon merangkol tubuh Az. Kami becium dengan begitu ghairah dan begilir gilir mengulum lidah. Tangan kiri Az mengurut butuh aku dari luar yg sememangnye dah naik menegang keras sejak menonton film blue tadik. Tangan kanan aku meramas tetek kiri Az yg masih bercoli lagi
Az nie memang cukup pandai bemain lidah. Cukup seronok aku rase. Ape taknye, keliling lidah aku dia jilat, dia nyonyot. Kemudian dibukaknye zip dan kutang seluar aku dan butuh aku tesenbol kuar memacak sebab aku tak pakai suar dalam malam tuh. Az melepaskan bibir aku dari mulut dia lalu turun ke bawah dan menjilat jilat keliling kepale takok aku. Uuhhh….!! Ngilu dia jangan cakap aaa. Beberape saat kemudian dia mule mengulum batang aku yg ade menggeluarkan sedikit airmazi.
Hanye dalam 5 minit mengulum, kami bedua bangun dan membukak semua pakaian kami. Aku lihat pantat Az licin tanpa sehelai bulu pon macam pantat bebudak kecik lagaknye, Tapi tundun dia memang tembam macam kete woltswagen. Tetek dia jangan cakap aaa…mengkal menggunung. Aku bediri dan Az melutut sambil menyonyot dan menggulum batang aku. Batu pelir aku pon dikulumnye jugak. Aku membongkok dan meramas kedua dua buah dade yg mengkal tuh. Aku gentel² puting dia… Ahhh….!! Cukup geli aku rase bile Az menjilat jilat lubang kencing aku. Aku angkat Az dan baringkan atas katil yg tinggal selapis lagi tilam. Az mengangkang kedua dua kakinye yg membuat lurah puki dia membuke sedikit. Fuhhhh!! bibir puki macam kaler pink… Lidah aku dah cukup gatal nak menjilat puki Az dan tanpa buang mase aku terus junamkan lidah aku. Aku jilat bibir² pantat… Upenye dah ade lendir licin yg kuar dari lobang puki tuh. Aku jilat lendir tu walaupon ade rase payau² skit tapi aku syok. Aku masokkan lidah dalam lobang pantat dan aku jilat kiri kanan dinding dia.
“Arghh…..!! uuhhh…..!!!” tedengar suare dari Az mengerang sambil rambut aku dicekak kemas. Aku jilat² merate rate kemudian aku masokkan jari antu dalam lobang puki dan aku pusiang²kan. “Oohhhh….!! oohhhhhh sedap zallllll” merengek lagi dia. Pastu aku masokkan dua skali ngan jari telunjuk dan aku jolok, tarik, jolok, tarik, sampai jari² aku penuh lendir berair. Aku kuarkan jari dan masokkan dalam mulot aku dan kulom… Perghhhh…..!! enak air pantat pompuan nih ….
kemudian aku pimpin Az ke tilam atas lantai. Kami buat style 69. Az nyonyot butuh aku dann aku jilat pantat Az. Terangkat jubo Az bile aku gigit biji kelentit dia. “Aauuww… U jangan gigit kuat sangat laa Izal”. Aku buat tak peduli jek dan aku terus mainkan lidah aku kat puki yg tengah lembab tuh. Aku isap air² yg ade… ” Uhhh….!!” dengus aku sambil kedua dua lutut aku terangkat ke atas bile Az menyonyot kepale butuh aku dengan kuat. Hampir 10 minit kami melayan jilat dan kulom. Aku kemudiannye baringkan Az melentang. Kedua kakinye aku letakkan atas bahu aku. Kepale butuh yg dah kembang tu aku letakkan bebetol kat lobang puki Az. Lepas tu aku gesel geselkan pade biji kelentit dia.
“Eemmmmm… Masokkan Izal….. I dah tak tahan niii…….. plzzzzzz” pinte Az. Aku urut tige empat kali kat batang aku supaye kering skit sebab pantat Az pon dah basah banyak… kang rase loose plak. Memule aku masokkan skit jek kepale butuh aku. Aku mainkan kuar masok kuar masok, kemudian dengan sekali terjah yg kuat abis seme butuh aku tenggelam dalam lobang puki Az. Menggedar ke kanan skit punggung Az bile kene tekan dengan kuat seperti org tekejut.
“Uuhhhhh…. aahhhhh…..!!” tu jek yg tedengar dari mulot Az. Aku pam kuar masok dgn laju dan kuat. Dah memang perangai aku kalo aku main mesti ganas skit. Lebih kurang 5 minit aku mengasak pantat Az. Kedua dua kaki Az aku turunkan dan Az menariknye berhampiran dengan kedua dua telinge dia. Dengan care begitu, punggung Az terangkat lebih tinggi lagi. Aku cume pekapkan tangan aku kat peha Az dan menghenjut semule dengan kelajuan pelahan jek sebab style nie melengguhkan skit pinggang aku. Aku nengok bibir pantat Az temasok tekuar temasok tekuar. Aku jadi geram. Aku cabut butuh aku dan jilat semule pantat Az dengan lobang jubo dia skali. “Aahhhhhhhhhh……!!” keloh Az kegelian. Kemudian lobang pintu jubo Az aku tebok dengan jari telunjuk. Aku jolok setakat satu ruas jari jek…. Perghhhhh…..!!! dia punye kemut…… mak aaiiii… Dah puas jilat, aku pusing belaawanan dengan kedudukan Az. Macam huruf ” S” aku hentak lagi puki. Kali nie laju skit. Sambil aku melihat babak main jubo kat TV, aku terus korek lobang jubo Az dnegan ibu jari. Hampir 4 minit rase nye aku main macam tuh.
Kemudian aku baring dan suruh Az naik atas aku yg kedudukan nye mengadap sesame muke. Az pegang batang aku dan masokkan dalam lobang pantat dia. Ditekan nye jubo dia sampai santak ke bawah dalam keadaan melutut dan terus memainkan peranan henjutan turun naik. Aku rase bulu² aku abis basah dan melekit dek air puki Az yg banyak kuar. Sambil Az pulak menonton citer blue kat TV sambil tu dia terus menghenjut.
Semakin lame semakin laju pulak. Sampai satu mase tu digelek gelekkan punggung dia setelah membenamkan seluruh batang aku dalam pantat dia. Aku rase macam nak terpancut jek disebabkan tersangat geli. Aku pegang punggung Az sambil bekate “make it slow honey……. Kang tepancut awal kang rugi plak” Az hanye tesenyum sambil membuat satu ciuman di angin terhadap aku.
Lame jugak Az naik atas aku. Kemudian kami betukar posis lagi. Sebelom tu aku amik tuala kecik untuk lap batang aku ngan puki Az yg banyak kuar air. Pastu aku usap² pantat Az dengan 4 batang jari aku yg dirapatkan. Rupenye bile pantat dah banyak kuarkan air, dia menjadik lebih tembam dan lembut. Itu rase aku lah… tak tau plak org lain.
Kami kemudiannye membuat style doggy.Az mengadap muke ke TV begitu jugak dengan aku. Ialah…… sambil memantat, sambil menonton. Ikut jugak style yg dia org buat. Mat Saleh nie lebih gile daripade kite kan tapi dia org selalu enjoy dalam memantat nih. Memacam style dia org buat yg tak terbuat oleh org² kite.
“Az…… u rendahkan skit dade u tuh…… baru cantik” kate aku pade Az yg terus dituruti Az. Aku terus masokkan batang aku. Kali ni rase ketat skit sebab air dah kering. Uuuhhhh…..!!! Terase macam bergigi jek lobang puki Az bile dah dilap yg menambahkan lagi keseronokan memantat. Aku terus menghayun batang aku kuar masok kuar masok. “Izal….. make it harder plzz. Laju lagi.. laju lagi”. Aku pon pelajukan lagi sodokkan aku ke puki Az sampai sekuruh badan Az begegar. Aku membongkok dan meramas tetek kedua dua tetek Az.. Aku gentel puting² tu dan aku rase keliling puting tetek Az dah bebintat dan keras menegang. Stim giler gak nye.
Bile aku rase puas care tu, aku pon tanye Az. Kebetulan kat screen TV tu adegan fucking bontot yg Az jugak turut nengok same. “Az..how about your ass… can I fuck it now ?”pinta aku. “Tak sakit ke ?” tanye Az balik . “But u promis me nak bagi dulukan” ungkit aku. “Iyelahhh……” jawab Az. “OK lets try dulu… I’ll make it slowly okeyyy” kate aku. “Kayyy” Az setuju.
Tanpa buang mase aku pon cabut butuh aku dari lobang pantat dan letak kepale tu bebetol kat pintu jubo Az. Az menaikkan badan menjadik saperti sudut 90 darjah. Aku menekan pelahan…. Tapi tak masok… Tekan kuat skit lagi.. Pon tak masok jugak. Iskhhhh….!! Susah jugak nak masok lobang bontot nih…..pk aku. Aku pon cube sekali lagi dengan sekuat tenage aku. Kali nie batang aku pegang dengan tangan.
“Aduhhh! Zal” jerit Az bile kepale butuh aku melepasi takoknye ke dalam. Aku pon brenti menekan.”Nape Az?” tanye aku. “Rase sakit laa zal” Az memberi tahu. “Ok ok… U ade bawak lotion tangan tak?” aku bertanya. “Takde zal” jawab Az. Iskhhhh….!! Camne nak buat nih..
Aku pon dapat satu idea. Aku masokkan semula butuh aku dalam lobang puki. Sorong tarik 6 hingga 7 kali. Pastu aku kuarkan. Aku urut² batang tuh dengan muncung kepale aku halekan pade lobang jubo Az. Urutan aku berhasil. Ade 3 – 4 titik air mazi yg kuar. Aku rase nie boleh melicinkan batang aku menjelos ke dalam jubo Az. Air mazi tu aku sapukan keliling pintu jubo dan aku jolok jari aku masok skit ke dalam. Aku kire batang aku ok. Masih basah ngan air pantat Az lagi
Aku mule tekan butuh aku skit demi skit masok. Kali nie aku rase macam lawas jugak psal dibantu kelicinan air mazi tadik. “Az kalo sakit u cakap aaa… I masokkan plan² nih”aku terangkan. “Kayyy” balas Az. Cukup berhati hati aku tekan batang aku. Aku takut kalo kuat kang boleh menyakitkan Az pulak. Semakin lame semakin dalam… Semakin lame semakin dalam…. Bile setengah badan dah masok, aku tarik kuar skit and then masok balik. Aku buat beberape kali sampailah hampir seluruh kepanjangan batang aku masok ke dalam jubo Az.
“How u feel Az?” tanye aku. “Its okeyyy… u boleh teruskan… I pon dah rase sedap nih” kate Az. Aku pon ape lagi….. start menyondol leee. Memule tu plan² jek pastu makin lame makin laju. Menggigil sekejap badan aku. Gilerr… lobang jubo ni. Kemut keliling. Patut ler mat saleh suke ngat main lobang jubo nih. Dia nye kick ngancam abisss…..… Ko orang try lah style ni. Kalo tak …… rugi beso tu…..
Aku kemudian baringkan Az. Bawah punggung Az aku letak bantal biar tinggi skit. Aku masokkan semule batang aku dalam jubo Az. Aku tengok mate Az dah separuh tertutup. Agaknye dia merasai satu kesedapan yg berlainan dari yg dia rase selame nie. Yang terdengar hanye dengusan kesedapan jek… “Ahhhh ahhh ahhhh….!!” mendayu dayu dengusan Az. “Macam mane Az… Sedap tak ?” tanye aku. “Sedap Izal.. Selame nie I tak penah rase macam ni”Az mengakui. “I pon same jugak Az” balas aku.
Geli aku semakin menjadi jadik. Tapi aku masih dapat betahan lagi. Aku terus menyorong tarik batang aku. Dalam pade tu aku teringat satu bende… KONDOM… Mak aiiii… Aku dah telupe nak pakai dek kerane terlampau ghairah sangat. Aku pon cakap ngan Az yg aku nak pakai kondom kejap. Tapi Az kate tak payah sebab dia taknak aku pancut dalam lobang jubo. Dia nak aku pancut dalam mulut dia kali nie. Aku ok jek…..
Dalam aku sorong tarik sorong tarik batang aku…jejari aku memain bijik kelentit Az. “Oohhhh uuhhhh uuhhhh…..!!!” kedengaran dari suare Az mengeluh. Lobang puki Az aku jolok dengan dua jari aku. Pastuh aku kulum jari tuh. Emmm……. kan main sedap lagi. Aku kongkek lobang jubo Az dengan laju. Menjerit jugak Az. Agaknye pedih bibir jubo dia pasal laju sangat kot. Tapi aku dah tak kire. Geram aku dah tak dapat ditahan lagi. Aku kangkangkan kaki Az dengan lebo bile dia mule nak rapatkan kaki sebab menahan perit hasil dari sondolan aku yg kuat sangat. Aku sorong tarik beberape kali. Aku kuarkan konek aku. Urut dua tige kali pastu masokkan balik dan mengepam dengan semakin ghairah lagi.
Bile aku rase geli yang amat, aku kuarkan batang aku dari lobang jubo Az dan masokkan dalam lobang puki pulak. “Aauuww……!!” teriak Az bile butuh aku membuat terjahan yg kuat tapi terkene biji kelentit Az. Sakit jugak mulut budak aku tuh… “Sorry” kate aku. Aku kemudian meletak semule kepale butuh aku tepat ke lobang puki Az dan terus menekan sampai padat ke dalam. Aku gelek-gelekkan butuh…
“Aahhh…..!! Sedap.. Sedapnye Izallll… laju skit.. laju skit”. Dalam pade tu aku nengok punggung Az terangkat rangkat mengemut batang aku. Aku turunkan badan, mendakap tubuh Az dengan kemas, meromen bibir Az dengan rakus. Kami saling mengulum lidah sementare di bahagian bawah, butuh aku terus mengepam dengan hebat. Puki Az dibasahi dengan air lendir yg banyak. Aku rase sedikit licin. Aku rapatkan kedua dua kaki Az. Emmm baru rase sendat skit…
Hentakkan batang aku semakin lame semakin laju. Az mengepit aku dengan kedua dua kakinye sambil tangannye pule memeluk tengkok aku dengan erat. Tubuhnye saperti menggeletar. Aku rase dia dah nak capai climax. Selang dua minit kemudian aku dapati lobang puki Az cukup licin dan berlendir. Dah kuar air lagi dia. “Eemmmm…..!!ahhhhhh……!!!” giat Az dengan manje sambil rangkulan di lehir aku dilonggarkan dan kepitkan kaki di peha juge dileraikan… Memang sah dia dah pancut…
Kegelian yg aku rase seperti dah tak dapat ditahan. Aku terus menghentak dengan ganas pantat Az… laju dan semakin lajuuu “Open your mouth Az… I am coming.. I am cominggg”. Serentak dengan tu aku cabut bantang aku dari lobang pantat dan terus masokkan dalam mulut Az. Dia mengangge dengan luas. Aku lancapkan butuh beberape kali. Kepale aku dah naik bedengung seperti satu bom jangke yg akan meletup pade bile² mase jek… “Aarghhhhhhh……….!!!!!!!!!!!!”. Serentak dengan tu make terpancutlah air sulbi yg pekat dalam mulut Az. “Uuhhh…..!! uuhhhhh…..!!!” menggeletar abis tubuh aku bile Az pulak amik alih melancapkan batang aku. Aku rase lime kali aku buat pancutan dalam mulut Az. Aku nengok Az telan abisss air sulbi tuh sambil tangan kanannye terus melancap butuh aku. Jubo aku jadik terkemut kemut menahan kesedapan dan kegelian yg teramat sangat. Aku kemudian rebah atas dade Az. Kami berpelokkan dan bercium utk seketike yang kemudiannye masing² terlentang keletihan. Blue film yg aku pasang entah bile abis pon kami tak tau…. lantak laaaa… Yang penting praktiknye yg utame……..
Pade malam tu jek kami bersetubuh sebanyak empat kali. Kami benar² melepaskan ghairah masing² sampai air konek aku dah tak banyak lagi. Lutut aku pon dah rase longar semacam jek dek kerane banyak sangat air yg kuar. Tapi aku rase cukup seronok pade malam tuh. Style membontot jangan cite laaa… Memacam style kami buat. Macam mane mat saleh buat, macam tu lah kami ikut. Kepuasan yg kami rase pade malam tu memang berlainan sekali. Lain dari yg penah kami alami selame nie. Kami puas dan sepuas puasnyeeee.
Aku menghantar Az balik ke umah Shasha bih kurang kol 6 pagi dan aku pulak terus balik ke umah kawan aku di Kg.Melayu. Untuk dua ari beturut turut aku ngan Az melakukan mende yg same di tempat yg berlainan.
Puaskan Nafsu
MAR 27
Posted by mrselampit
Rate This
Malam semalam,aku memang gersang….tak tahan,laki aku takde dah 3 hari…aku biasa dikerjakan setiap 2 hari…daripada malam, bangun pagi tadi,lepas lunch… aku duk melancap je atas katil…sambil mata tengok cd blue…nasib ada vibrator Osim laki aku belikan bulan lepas..boleh lah aku melayan puki aku ni…sampai terketar-ketar suara aku dikerjakan mesin vibrator ni…
letih je tidur..tak boleh melancap kat toilet sebab takde elektrik kat toilet…laki aku ni degil,aku suruh beli vibrator yang pakai bateri rechargeable,dia tak mau….macam ne kalau takde elektrik? kan dah susah aku nak kerjakan puki aku…adoi..
Sedang aku sedap melancap…ada call masuk plak…kacau stim lah….adoi,adik ipar dengan makbapak mertua nak datang umah nak tido….laki aku ni tak cakap pun…kena mandi ni,diaorang dah dekat…shhhh……aku layan je puki aku sampai cum…huh basah cadar aku….dengan air puki…breast aku,tok sah tanyalah,memang dah keras aku kerjakan sendiri…lepas mandi,aku sarung je seluar legging aku dengan bra dan tshirt..aku memang tak pakai seluar dalam…senang nak sambung kang…hehehe….
habis je aku ke dapur,masak air,tetiba bunyi bell pintu dan terdengar suara sayup memberi salam…aku dah tahu siapa,sambil menjawab salam, dengan senyum manja,aku buka pintu menjemput mak dan bapak mertuaku masuk…aku jengah ke luar,tengok adik ipar aku yang macho tengah amik beg dalam kereta…..sedang dia membongkok..sempat aku curi melihat bontotnya yang seksi….uigh….tetiba aku stim ….lantaklah…bukan dapat pun,tengok je!!!!
Aku pun macam biasa ke dapur,buat air minum dan sediakan makanan,sedang aku sibuk didapur, timun yang aku potong terjatuh,sedang aku tunduk,adik ipar aku ni (Hadi namanya) pun singgah ke dapur,meletakkan barang yang dibawa mertua atas meja dapur dan menegur aku, “hai kak,ni barang mak bawak dari rumah,buat tambah-tambah” sambil mata duk perhatikan bontot aku yang dah pastinya bulat sebab tidak berseluar dalam…
matanya terhenti di situ bila aku bangun dan terpandang mukanya…dia terus pandang ke arah lain…aku buat tak nampak je…terus masak dan tak lama lepas tu,mak mertua aku pun singgah ke dapur..berborak dengan ku sambil memotong buah-buahan..
Dalam aku memotong timun ni,fikiran kau melayang..sedapnya lau dapat melancap guna timun ni…macam kisah aku dengan ex bf aku dulu,dia masukkan timun dalam puki aku..ada lah saiz timun kecik sikit..sedapnya….lepas tu,dia kerjakan puki aku..adoi…asyik betul…siap je masak,kami pun makan…tengah makan,adik ipar aku asyik duk perhatikan gunung aku yang sepan ni..tak dinafikan saiz tetek aku memang besar…36 D…mana taknya,puas dikerjakan ex-ex dan lelaki yang dating dengan aku…hahaha….
aku buat tak perasan je…habis makan,aku pun seperti biasa mengemas dan basuh pinggan…mak dan bapak mertua aku seperti baisa,mereka akan melepak di laman sambil berborak,tinggal aku dengan Hadi je …Hadi tolong lap-lap pinggan..tetiba dia bersuara,”seluar akak cantik lah”…aku pun diam je,tersenyum. dia tambah lagi “seksi,Hadi suka tengok, untung abang Lan…dapat yang mantap”…suara dia terketar-ketar dihujung ayat…aku pandang dia..dan berikan jelingan manja..sambil berkata “amboi..ada makna lain ke tu?”kataku menyindir…Hadi menjawab “dah suka tengok akak daripada dulu,nak buat macam mana,abg Lan lebih bertuah”dia tergelak kecil….
Aku pun buat tak faham je…sambil memandang adik dia yang terbonjol daripada tadi…aku dah terbayangkan batang keras yang pejal masuk dalam puki aku kejap lagi…fikiran aku dah melayang-layang…terbayangkan dia kerjakan aku….tetiba,”kak,kenapa termenung?”Hadi menyampuk,aku tersenyum melihat dia…
Setelah siap aku hidangkan air tuk mak bapak mertua,aku minta izin berehat,padahal,aku nak melancap lagi…hehehe…dvd blue yang aku beli semalam tak habis lagi aku tengok…aku terus meluru naik ke bilik dan pasang dvd Jepun tu…masuk ke toilet,kencing siap-siap…keluar je,aku tengok adik ipar aku masuk ke bilik,minta bantal untuk dia tidur..
Tetiba matanya terpandang tv aku yang terpasang dvd blue..dan terpandang aku…aku lak tengah pakai t shirt dan bra je…aku terkejut dia masuk,katanya “kak,saya dah ketuk pintu tadi,akak tak jawab,saya nak bantal,maaf ya” dia palingkan muka…apa lagi,aku terus berlari tutup pintu bilik…sebab risau lak jika mak dan bapak mertua aku lalu depan pintu…”eh,Hadi,awak amik bantal dalam almari atas tu…jangan pandang akak” tegas ku…dia terus berjalan dan mengambil bantal…
Sedang dia mengambil bantal..perempuan Jepun dalam blue filem tu dah mengerang sakit sebab main…aku pun dah naik stim…aku terus pausekan video tu…Hadi pandang ke belakang dan bersuara “kenapa kak pause,biar jela” Hadi tergelak kecil, “ah,entah kenapa terpasang video ni” aku mengelak…”takpe,Hadi faham,abg Lan takdekan,tapi, Hadi kan ada…”..sambil dia pegang bantal ke arah aku…aku tergamam,macam nak dapat batang je malam ni…”erm,takpelah,akak pandai lah uruskan,lagipun akak ada dah barang nak digunakan”jawabku mengelak…sambil memandang vibrator Osim aku…huh…besar dan panjang…
Hadi pun pandang vibrator tu sambil tergelak “ala…yang tak ori,akak boleh guna anytime,yang ori mcm Hadi punya,akak boleh dapat bila Hadi ada je..takkan tak mau…” Hadi mengacau…aku jawab “ala…setakat tak tahan lama,tak pelah,akak sanggup guna yang tak ori”….”jangan cabar..belum cuba belum tahu..” jawab Hadi mendekati aku…aku melangkah ke belakang…tersandar di pintu bilik…Hadi terus menampar dan mencium aku….adoi sakitnya….entah kenapa,aku membalas ciuman Hadi…
Kami rancak berbalas ciuman “dah lama Hadi nak cium akak”Hadi mencelah…aku terus kulum lidah Hadi…sepuas hati…dah terlupa semuanya..sedap sangat…tangan Hadi mula merayap ke breast aku…sambil dia mencium leher aku…sedapnya…dia rampas remote control tv dan terus tekan play…sambil berdiri dia teruskan aktiviti…dia gentel2 puting tetek aku…menggunakan kedua-dua tangan…aku dah tak tahan….layan je… dari leher, turun ke dada…dia singkap baju aku…
Aku cuba menepis tangannya,dia terus koyakkan baju tshirt aku…hanya tinggal bra..seluar dalam dah la takde…dia dengan rakus menghisap breast aku kiri dan kanan…daripada melawan,aku berubah menjadi syok..aku merayu padanya agar berhenti (didalam hati seronok …mungkin merasa batang malam ni..seperti yang aku impikan), Hadi seperti kemaruk …dia turun ke bawah…menjenguk puki aku yang dah banjir…dia jilat daripada breast ke pusat…terus ke biji kelentit aku…sambil jarinya menekan biji kelentit aku ….terkangkang-kangkang aku menyerah….aku mengangkat kaki kiri aku ke atas bahunya…
Muka Hadi sedang fokus kepada puki aku..dilancapnya…bermula dengan satu jari…masuk dua jari..aku mengerang nikmat…berlawan-lawan dengan suara perempuan Jepun kat tv tu..hahahaa kemudian,Hadi makin berani…dia mainkan lidah di puki aku..arghhh…sedapnya…aku terketar- ketar menahan sedap…tetiba…Hadi masukkan lidah ke dalam puki aku,sehingga aku cum…oh.Hadi hisap dan jilat …”banyaknya air akak” Hadi tergelak setelah selesai….aku pun jadi letih seketika…Hadi terus angkat aku dan dibaringkan atas katil..”sayang…Hadi nak pula…tengok ni…dah tegang…please sayang…Hadi nak sayang blow job”….
Aku pun terus bangun…buka butang seluar Hadi yang sedang berdiri di penjuru katil…tanpa paksaan,terus je kulum batang Hadi..besarnya…tak muat mulut aku…panjang pulak tu…aku blow job sampai kerongkong….crap crup…crap crup bunyi batang masuk mulut aku..naik loya juga…aku layan je..nak bagi puas…Hadi pun membantu aku dengan menolak kepala aku terus mengulum batangnya…
Hadi mendesah sedap,dan terus cum didalam mulut aku…uwek…aku telan terus…”jilat sayang…abang suka sayang macam tu…bloody bitch..”nak termuntah aku…..Hadi terus terbaring atas katil…tetiba pintu bilik di ketuk…bapak mertua ku bertanyakan sekiranya aku nampak Hadi,aku menjawab, Hadi keluar rumah berjumpa dengan kawan…kacau je orang tua ni…
Hadi tergelak melihat aku menipu bapanya..aku pun berpura-pura merayu pada Hadi “Hadi,akak tak mau dah,Hadi dah puaskan …Hadi pergilah tidur..”…Hadi menjawab… “ala akak ni..biar Hadi tido sini,kan abg Lan takde…lagipun mak dengan bapak pun mesti buat projek dalam bilik nanti,takkan ada orang tau,lagipun, Hadi boleh tolong akak dengan barang akak tu..kan best,amacam batang Hadi,besar ke???” aku tak menjawab… hanya pandang je batangnya..memang besar pun… dalam hati ku..uh mudah je…seperti yang aku impikan…
Aku terus terbaring sambil menonton video lucah tadi..dah bertukar pelakon lak…main di taman awam pula..sedapnya….dalam 10 minit tu, Hadi bangun dan mencapai vibrator aku…dan dia terus baring diatas aku…memberikan aku ciuman…mataku terus beralih kepada Hadi..dan tumpuan 100% padanya..dia mengerjakan tetek aku macam orang gila ..aku suruh dia bersabar..kuat dia hisap sampai aku cum…dah 2 kali…tak lama lepas tu, dua mainkan vibrator ke biji kelentit aku…alur puki aku semuanya dikerjakan…
Aku mengerang nikmat…sedap tak terkata…terangkat-angkat punggung aku menikmati kesedapan… sambil dia menghisap tetak aku,dikerjakan puki aku menggunakan vibrator…terketar2 aku kekejangan puas….entah ke berapa kali aku puas hari ni…adoi…
Dalam aku merayu dan merengek tu,Hadi terus memainkan batangnya dialuar puki aku….dimasukkan kepala konek sedikit demi sedikit, dikeluarkan dan dimasukkan… aku merayu-rayu untuk dia memasukkan batangnya…dia tergelak… “sayang nak apa??” …dengan terketar-ketar dan suara separuh kecewa, aku menjawab “nak batang Hadi”..Hadi menjawab “batang siapa sayang???”….argh…aku jawab lagi “batang Hadi..batang abang…batang yang besar dan panjang tu…” hadi terus memasukkan batangnya..ke dalam puki berair aku….
Adoi….nikmat dunia!!!!! kami terus main..selama 10 minit…memula dia je atas…round kedua,aku mula dari atas ….round ketiga..kami mulakan dengan 69 dan berakhir dengan posisi sudu…argh….round keempat,dia mainkan vibrator dalam bontot ku….kemudian diselangkan dengan batang besarnya….teruk aku dikerjakan Hadi…round keenam untuk malam itu…opsss…subuh itu,aku tengok jam dah kul 6.45am….
Kami main selama 30 minit…..non stop…lepas tu terkulai layu…sedar-sedar, mak mertua aku ketuk pintu… ‘Alia,mak dah sediakan sarapan,mak nak keluar dengan abah,kalau Hadi balik nanti,suruh dia makan ya”….urgh..aku tengok jam dah pukul 11am…Hadi masih terlelap…aku menjawab ibu mertua ku “ya mak,terima kasih,maaf terlewat bangun,Alia sakit kepala,okey nanti Alia bagitau Hadi suruh makan..”…
Aku pusing je tangan Hadi terus meramas buah dadaku yang dah lebam-lebam ni…Hadi dah bangun….batangnya tegak 45 darjah….”sayang patut jawab,kami makan atas katil je mak…sedap dan kenyang..”gurau Hadi kepada aku…hehehee…aku terus panjat Hadi dan masukkan batangnya ke dalam puki aku…huh,,,,arghhh…..sedapnya Hadi…..