Sesungguhnya bulan ramadhan itu bulan yang sangat suci, kami seharusnya beribadah dengan rajin sebab dilipat ganda pahalanya, tapi kedatangan ramadhan adalah kegembiraan yang di artikan berbeda oleh anak-anak kecil seperti kami dulu, Ramadhan selalu diibuat bercanda, puasa seadanya, sholat penuh dengan salah, mercon jadi barang wajib dipunya dan sarung selalu melingkar dengan rapi dipinggang, setelah itu siapkan tenaga buat tarawih padahal beberapa rakaat sudah tak sholat.
Dan kedatangan ramdadhan tahun ini mengingatkan saya akan kejadian dulu, kenakalan serta kegembiraan kami dulu dalam memaknai ramadhan yang penuh cerita, dimulai dengan setiap sholat saya dan kawan-kawan selalu ada di shaf paling belakang dikarenakan selalu saja bercanda bila di shaf depan, jadi musti di belakang, dulu ada kakek bernama bernama amin dan masyarakat sekitar sering memanggilnya dengan sebutan "BAH AMIN" Tapi sekarang sudah meninggal, dulu ini mah, si medot kawan saya setiap kali imam baca ayat akhir Al-fathihah dia sudah siap untuk mengatakan kata "BAH" diawal amiin dengan cepatnya.
"Ghoiril maghdubi alaihim walab dolin"
"Bahhhhhhhhhh"
Amiiiiiinnnnnnnnn
Kebiasan itu hampir selalu terjadi sampai pada akhirnya kami dimarahi untuk tidak lagi bercanda seperti itu setiap sholat.
Ada juga bila waktunya sholat tarawih kami yang sudah mulai pegal dan tidak kuat untuk melanjutkan sholat sampai selesai memulai gerak-gerik dengan kode-kode menganggukan kepala. Bila itu terjadi kami pasti sudah hafal bahwa harus keluar dari mushola, jadi biar tidak ketahuan kita keluar dari mushola kami sering melakukan trik sepert ini, jadi saat posisi ruku kami sudah siap siap untuk lari, sehingga pada saat posisi sudah sujud, saya dan kawan kawan langsung keluar lari dengan cepat tak ada yang melihat, hanya saja suara kaki kami lari sangat bising bikin orang pusing siapa yang lari saat sujud bukannya lanjutkan tarawih malah pergi tak permisi.
Dulu juga bila ramadhan anak sekolah seperti kami yang dulu masih sekolah dasar (SD) pasti dibekali buku ramadhan, buku yang mencatat kegiatan kami selama bulan ramadhan, pernah dikelas saya pada saat dibagikan buku ramadhan dan guru menjelaskan.
"Buku ramadhan ini musti diisi kegiatan kalian selama bulan ramadhan, puasa kalian tarawih kalian dan juga tadarus kalian, "
kawan saya langsung saja mengatakan begini
"bu nanti riya dong amalan kita dicatat-catat, kan sudah ada yang catat malaikat"
Satu kelas pun tertawa dan saya juga, walaupun sesudah itu guru menjelaskan bawha bukan itu maksud dari buku ramadhan sebenarnya, dan anak-anak pun mengerti.
Jadi sesudah tarawih buku ramadhan itu harus diisi dengan tanda tangan pa ustadz selaku imam yang menjalankan shalat tarawih sudah pasti saya dan kawan-kawan tak akan sepenuhnya 30 hari dapat melaksanakan shalat tarawih jadi kami pasti meminta pa ustadz untuk tanda tangani 15 pertemuan langsung sekaligus, alasan kami males bawa buku tarawih padahal memang jelas bukan itu masalahnya, 15 lembar ditandatangani sisanya ya nanti 15 lembar lagi kita minta di sholat tarawih selanjutnya.
Setelah selesai sholat tarawih bukanya tadarus kita malah asik main sarung, sarung kami ikat ujungnya sampai terlihat runcing bentuknya, jadi setiap kami pantulkan ke dinding bakal berbunyi "ceprett" membuat bising didalam mushola mengganggu yg lain sehingga akhirnya kamipun disuruh untuk pergi karena menggangu orang yang sedang tadarus quran.
Biasanya setelah mushola kosong sekitar jam 11 malam, kami pergi lagi ke mushola untuk tidur didalamnya menunggu waktu sahur dan kebanyakan pun kawan-kawan saya tak tidur ada yang tidur pun ada yang tidak, biasanya mereka bergadang membahas apapun didalam mushola sampai waktu sahur tiba, selalu ada saja ide kenakalan kami jadi jam menunjukan pukul 12 malam si medot pun menyalakan mikrofon mushola dan langsung saja memberitahukan.
"sahur sahur sahur, cek sound aja ini mah, ngecek ini berfungsi atau nggak"
Setelah itu dimatikan lagi mikrofon nya, dan itu berulang setiap jam nya sampai jam 2 tiba kami keluar dari mushola menuju rumah mang katma mengambil roda untuk alat membawa bedug yang kami naikan ke atas rodanya, berkeliling hingga jam 3 pagi pulang untuk sahur subuh berkumpul lagi dimushola untuk sholat selepas sholat subuh kami biasanya tak langsung pulang kami jalan-jalan dulu ke taman ibu sebuah taman yang terletak di depan smk bascar tak jauh dari tempat kami tinggal, biasanya pagi selepas subuh pasti banyak anak berkumpul disana untuk saling menyalakan mercon dan kami pun sudah siap dengan mercon kepunyaan kami, tiba disana langsung disambut letusan letusan mercon kecil yang lumayan keras kami pun saling lempar, setelah habis kamj beranjak pulang dan tidur hingga siang dan dzuhur pasti sudah berkumpul lagi di mushola.
Begitulah kira-kira kegiatan saya ketika semasa kecil dalam menyikapi bulan ramadhan walaupun tak melulu kenakalan yang kami sajikan selalu ada dimana kami akan fokus beribadah, dan dengan datangnya ramadhan tahun ini melihat bocah-bocah kecil yang memadati mushola dengan beragam tingkahnya menjadikan saya teringat hari-hati itu. Selamat ramadhan semoga kita terus membuat pahala-pahala yang berkah dan indah, sehingga mendapatkan ramadhan yang menabjubkan untuk pribadi kita sendiri.