Bolang Nekat: Japan EndSummer Travel 2018
Hari itu, tepat 1 Februari 2018, teman kantorku mengrimkan sebuah direct message via WhatsApp adanya promo tiket pesawat ke Jepang yang murah sangat!. Langsung tancap gas mulai kepo kebenaran informasinya. Tentu saja kabar bahagia ini mulai ku sebar kepada salah satu temanku yang memang kami memimpikan pergi ke Jepang bersama sejak 10 tahun lalu. Dengan tanpa ragu dia langsung bilang “Yuk!”. Otomatis dalam beberapa hari setelah itu kami buru buru membali tiket untuk keberangkatan pada 3-8 Oktober 2018. Kenapa pilih oktober?, pertama bulan oktober merupakan bulan adem ayemnya dimana sudah masuk endsummer dan awal autumn. Jadi suhunya sama kaya Indonesia di musim pancaroba (?). Karena periode keberangkatan hanya dari Mei hingga akhir Oktober, jadi lah kami pilih oktober saja, karena waktu spring sudah habis dan gak mau banget pergi waktu summer haha. FYI, kita naik ALALA (saya samarkan maskapainya demi kepentingan umat manusia) yang direct dari CGK ke Narita. Promo ini diadakan oleh ALALA karena baru pembukaan rute baru direct ke Jepang. Biasanya untuk rute ke Jepang harus transit Denpasar atau Kuala Lumpur, dan tergantung dari maskapainya sendiri.
Kalau boleh sedikit curhat ini pertama kalinya aku traveling abroad dan bahkan harus mengahabiskan 7 jam di dalam pesawat. Bisa dibayangkan betapa pegalnya harus duduk selama itu. Terlebih lagi temanku yang sama sekali belum pernah naik pesawat dan keberangkatan ini akan menjadi hal pertama baginya. Ada sedikit rasa khawatir dan takut juga menempuh jarak yang cukup jauh menurut kami untuk pergi kali ini, dan karena hanya berdua kita bisa saling menguatkan dan menghibur satu sama lain. Hal penuh drama kami rasakan selama perjalanan ini. Tidak hanya itu, karena baru pertama kali traveling abroad tentunya belum punya paspor! Ya setelah membeli tiket barulah kami buat paspor dan itu pun ada banyak kendala(?). Pertanda apakah ini?. Baik akan aku mulai dramanya.
Scene 1. Beli tiket dan Buat Paspor
Periode pembelian tiket hanya berlangsung sekitar 10 hari yang kuingat, yakni dari tanggal 1-11 Februari 2019. Karena aku pribadi belum pernah beli tiket ke Luar negeri, otomatis langsung tanya-tanya orang kantor, “eh kalo beli tiket ke LN harus wajib punya paspor dulu gak sih?”. YAP!! Aku belum punya paspor saat itu, karena emang gak pernah kepikiran mau ke LN, dan ini malah dadakan HAHA. Tapi teman-teman kantor ada yang bilang perlu tapi juga ada yang bilang tidak. Oke, akhirnya dengan gercep langsung daftar online bikin paspor dulu, dan singkat cerita dapatlah nomor antrian di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Kenapa Jakarta Timur padahal aku di Jakarta Selatan. Tentunya sejak proses pembuatan paspor harus daftar online jadinya sekarang cepet-cepetan daftar karena ada batasan kuota setiap harinya. Berhubung waktu itu ternyata ada banyak orang yang bikin paspor untuk keperluan umroh jadi kelemparlah aku ke kantor imigrasi Jaktim. Tapi tak apa lah yang penting jadi kan yeee. Disisi lain temanku berusaha untuk daftar online di kantor imigrasi sukabumi setelah hampir seminggu coba tapi gak dapet kuota terus. Singkat cerita intinya kita dapat paspor juga. Uyeah~
Oke kembali ke tiket, karena sempat merasa galau dan ragu, “jadi…. Engga… jadi aja kali ya? Tapi gimana nanti??” ini yang menuhin pikiran aku kurang lebih seminggu itu. Dan akhirnya temanku meyakini “Yaudah lah fath, beli aja kan kapan lagi dapat tiket segitu”. Oke kalau begitu, dan kita putuskan untuk beli tiket ditanggal 10 Februari, dengan limit 1 hari lagi tutup ptomo. Anaknya tuh ya suka dadakan emang. Itu pun pembayarannya bingung kan ya, mau lewat alfamart, mayan jauh dari rumah, eh ujung-ujungnya pakai debit punya temennya temenku. Oh ya sampe lupa temenku namanya Cilla dan aku sendiri Fathya, semoga informasi ini berfaedah buat kalian HAHA. Ya ya ya jadi beli tiketnya lewat temannya Cilla, untungnya dia mau berbaik hati ya Allah… direpotin sama para newby traveller ini HAHA terima kasih banyak wahai temennya Cilla –siapapun itu dimana pun anda berada-. Dan bahagia dong kita pasti, tiket udah ditangan, tinggal ngumpulin duit buat bekal hidup selama disana. Ambil perjanlanan 10 hari karena gak Cuma Tokyo yang mau kita singgahi tapi juga Kyoto dan Osaka. udah kebayang ya malem-malem main sekitaran Dotonbori, terus main ke Castle-castle di Jepang gitu, makan ramen asli sana, pokonya bayangan kita dalam 8 bulan kedepan adalah mimpi-mimpi selama di Jepang yang 10 tahun lalu udah terpatri.
Tapi, 6 bulan setelah mimpi-mimpi itu kami rangkai, Negara api menyerang (?). Sore itu, tepat 9 Agustus 2018, Hp yang sedang ku charge akhirnya ku oprek kembali setelah istirahat sore hari. Ada WA dari Cilla. Dalam hati ku berkata “Napa nih anak, tumben WA di jam kantor”, ya biasanya kalo ada hal macam curhat atau apalah gitu biasanya dia WA after hour. Dan ternyata begini isi WA nya…..
Pertama, maafkan font capslock Chat Cilla yang ngegas guys karena memang waktu yang tepat untuk ngegas. Kedua, OMG APA APAAN INI? PENERBANGAN DI CANCEL? INI BUKAN APRIL MOP HEY KAU!. Ketiga mohon maaf juga karena aku ngegas karena waktu itu juga aku sedikit gak percaya. Akhirnya ya Cilla mem-forwardkan email dari maskapai penerbangan. Dan Uwalaaaaaaaaaa~~ benar guys, penerbangan di cancel, padahal 2 bulan lagi harus berangkat dong. Stres? IYALAH.
Setalah ini kami mencoba menghubungi service center ALALA menurut arahan dari email tersebut, kami diberi 3 opsi:
1. Mengubah tanggal keberangkatan dan kedatangan kembali ke Jakarta sebelum 29 September 2018, selama persediaan masih ada
2. Mengubah tanggal keberangkatan dan kedatangan kembali ke Jakarta sebelum 29 September 2018, dengan transit dahulu ke Bangkok atau Denpasar, selama persediaan masih ada à jadi opsi yang ini gak direct jepang-jakarta
3. Cancel penerbangan dan nanti akan dikembalikan uang pembelian tiket
WHAT???? Opsi 3? Engga lah engga, lagian visa udh keluar, dan kita udah rugi hotel yang kita udah bayar di Ueno, Tokyo. Opsi 1? “selama persediaan masih ada” apa apaan ini? Jadi ada kemungkinan gak dapet tiket ganti gitu? Opsi 2? aku udah keburu pusing sampe udah gak bisa mikir lagi. Udah kirim email, gak dibales. Nelpon CS nya sibuk mulu. Cobain segala cara sampe teror timeline twitter-nya ALALA dan kita DM juga. Baik aku dan cilla udah sampe pegel ini tangan, pulsa hampir habis, mantengin hp selama beberapa hari nunggu jawaban CS ALALA, belum kepala ini udah susahlah buat berfikir jernih, sampe aku mau relain aja gak usah jadi pergi, tapi untungnya Cilla bisa menguatkan biar tetep kudu berangkat gimana pun caranya. Akhirnya penantian kami terbayar, CS ALALA membalas DM kami!!!! Yeah Alhamdulillah Ya Allah, dikasih petunjuk juga kejelasan dari kasus penerbangan cancel ini. Akhirnya kami perlahan me-arrange tanggal keberangkatan dan jadi lah jadwal penerbangan baru kami di tangal 13-21 September 2018.
Namun kebahagiaan dan keleagaan ini tak bertahan lama, perjalanan kami yang direncanakan selama hampir 8 hari di Jepang nyaris kandas oleh izin cuti Cilla yang terhambat. Permasalahan cuti Cilla membuat awan gelap mengahampiri keberangkatan kami untuk kesekian kalinya. Singkat cerita (ada drama nangis2an sebenernya disini, tapi sudahlah kita lewatkan saja ya Haha) akhirnya berselang 2 minggu setelah itu, kami sepakat untuk mengubah kembali jadwal penerbangan kami untuk kedua kalinya. Jadilah perjalanan 5D 4N kami di Jepang akan dimulai!!.