Empat tahun berlalu, namun aku masih kesulitan mencerna ingatanku akan pesta pernikahan. aku berdandan sendiri, aku menyiapkan makanan untuk para penghulu sendiri. aku tak minta banyak, bahkan memilih seserahanku sendiri saja aku tak diizinkan. aku membuang semua seserahan itu kini karena aku pedih melihatnya.
Pasca pesta berakhir, suami ‘baru’ ku hampir pingsan lemas, tak ada ibu-bapaknya yang menyuapkan nasi untuknya, membantu mengelap keringatnya, atau mengingatkannya untuk beristirahat dari satu perjalanan panjang menuju perjalanan panjang lainnya. mereka berhenti sebentar, beramah tamah, membungkus makanan, lalu meninggalkan pesta pernikahan, dan berpindah makan dirumah seseorang yang hanya berjarak 5 kilometer jauhnya dari rumah orang tuaku. teganya mereka meninggalkan pernikahanku dan berpindah makan di desa tetangga.
entah suamiku tak dianggap anak, atau aku yang tak dianggap menantu.
setelahnya keluarga berbisik, perihal barang seserahan bra, dan celana dalam yang kekecilan dan tak muat. seolah membelikan untuk anak SMP. kawat branya mecuat keluar dan menyakiti payudaraku yang baru mencobanya. sudah jadi tradisi bahwa keluarga akan saling membagi makanan hantaran. tapi tak ada yang dapat dibagikan selain kripik tempe yang hanya sedikit.
aku menangis malu, dan meminta maaf, aku masih belum dewasa. aku mengutuki diriku sendiri sampai pagi, andai saja aku beli saja seserahan itu sendiri, aku tak akan menahan malu berkalang tahun.
Pesta pernikahanku hanya terpaut dua hari dari ulang tahunku, tapi sanggup merubah duniaku memandang bulan januari. semuanya terasa menakukan kini, suamiku, orang tuanya saudaranya, yang kuingat hanya luka luka dan peminggiran yang menyakitkan.
berharap sekali dapat pulih. tapi aku tak tau apa fungsinya pulih. mana yang harus aku lakukan, meminum pil lupa, atau kabur dari rumah. atau bolehkah aku kembali dan menunda menikah. agar semuanya jauh lebih mudah hari ini. setidaknya tak ada pilihan yang benar-benar nyata selain melanjutkan pengobatan. menyembuhkan duka, yang datang timbul tenggelam.