Bismillah, Petualangan Hari Ini Mencari Harta Karun di Sumatra Utara Dimulai. Semoga semuanya dilancarkan ! :") with Shirine and Amy at Danau Toba International Hotel – View on Path.

Game Changer & Make Some Noise
No title available
Color Me Curious
One Nice Bug Per Day
No title available
ojovivo
official daine visual archive

titsay

if i look back, i am lost
Show & Tell

Jar Jar Binks Fan Club

roma★
No title available
untitled
Phantogram Three
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
EXPECTATIONS
YOU ARE THE REASON
macklin celebrini has autism
Claire Keane
seen from United States

seen from Pakistan
seen from India

seen from United States

seen from Canada
seen from Dominican Republic
seen from Germany

seen from South Korea
seen from United States

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from T1

seen from Ukraine
seen from Canada

seen from Colombia
@gerobaksampah-blog
Bismillah, Petualangan Hari Ini Mencari Harta Karun di Sumatra Utara Dimulai. Semoga semuanya dilancarkan ! :") with Shirine and Amy at Danau Toba International Hotel – View on Path.
Tarawih Super Short in the Mosque Soekarno
In this year the month of Ramadan in the city of Saint Petersburg Russia to coincide with the phenomena of the white night where the afternoon such a long time and the night was very short because of where geographically the city Saint Petersburg which is very in the north. With conditions such than do fast-food a very long, muslims in the city of Saint Petersburg have to rotate the brain how to run a prayer-a prayer night in the month of Ramadhan especially tarawih prayers.
In the city of St. Petersburg when the last white night, the sun just sinking new when show time is almost at 24:00 and it will rise again around 02:30 in the morning.
In a very narrow area, muslims in the city of St. Petersburg actually menyiasati to get to berbuka fast - prayers maghrib - isya prayers - prayers tarawih - sahur - and prayers at dawn. So you can imagine how limited time can be used to worship the can run.
During the month of Ramadhan, the Council of Mufti the city of St. Petersburg concentrated on the activities keislaman in the Blue Mosque located in the city centre of Saint Petersburg. Mosque Blue this is a historic mosque and is often also called the Mosque Soekarno because over services beliaulah Blue Mosque reopened for worship in the time of the Soviet Union where before magnificent building that was built in the 19th century it had taken the warehouse. Therefore muslims in the city of St. Petersburg very grateful to him and then to honor him this mosque is often referred to as the Mosque of Soekarno.
Although the night was short, the Council of Mufti the city of St. Petersburg still perform the tarawih prayers berjamaah in the Mosque Soekarno. Prayers tarawih usually scheduled around 01:00 in the morning, directly after prayers isya’.
Keep reading
Will I feel the same thing like one of my friends in here ? I AM SO EXCITED !
(via https://www.youtube.com/watch?v=mw3Ga-aSs_k)
Video tentang kawan-kawan terbaik saya, yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri, meskipun terkadang mereka kurang ajar dan ngeselin, but...still... I do really love these two girls. Ini kelompok kecil kita, namanya Green Hornet. Sudah bersama sejak dipertemukan di kepanitiaan Semnas dan melalui Dema Justicia, kita jadi semakin akrab. Kompetisi Debat TV One adalah momen pertama dan terakhir kita, dalam mengikuti lomba bersama-sama secara grup. Sekarang, kita semua sudah lulus dari FH UGM dan memiliki jalan hidup sendiri-sendiri. Nabiyla melanjutkan S2 di Leiden, Belanda, Mandira menjadi salah satu tim Ahli untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibawah Kordinasi langsung Mas Anies Baswedan dan Saya sendiri sedang menuntaskan studi S2 di Saint Petersburg, Russia. Semoga Allah memberkahi jalan kita semua. Deep down-inside in my HEART, I do really proud of you guys. Keep Inspire Me !
(via https://www.youtube.com/watch?v=JGE7BZkKU5I)
(via https://www.youtube.com/watch?v=mvXk-mayX-o)
(via https://www.youtube.com/watch?v=jzvz-laMOyk)
Have I Met You ?
I think, I just met a girl.
and That’s all the things that I want to write.
(via https://www.youtube.com/watch?v=uVoAuPSkXs0) SELAMAT ULANGTAHUN MAMAKU !!
T - Puisi
Tuduh Aku Maling,
Aku selamatkan hartamu
Tuduh Aku Acuh
Aku biayai hidupmu
Tuduh Aku .. Tuduh Aku..
Tuhan Tahu Tuduhan Tak Tahu Tentang Tuannya
(via https://www.youtube.com/watch?v=hXvfAjnQMEQ) Enjoy and Have some FUN !!
Jam Fossil Part 1 - Setengah Gelas Untuk Senja
Nafas baru selalu ada untuk jiwa yang baru bangun dari tidurnya. Tapi sayangnya, tak semua dari mereka mampu bangun dari mimpinya. Beberapa orang masih berpikir bahwa kehidupan yang mereka jalani adalah sebuah imajinasi yang mereka bisa atur dengan sendirinya dan bahkan katanya menjadi sutradara untuk masa depannya.
Sambil meminum segelas Teh mint hangan dengan sapaan matahari yang lembut dan hampir tak terasa dampaknya pada pori-pori kulit, aku masih memikirkan Andani dan semua kenangan yang pernah kita ciptakan pada saat kita masih bersama.
Kulit putih dan bersih yang dengan lembut mengusap keringat kecil yang ada di sekitar pelipis mata kerap membangunkanku dari tidur yang lelap saat masih di Jakarta bersamanya. Pelukan pagi dan harum wangi Andani adalah serum kebahagiaan paling utama yang aku butuhkan. Jika sudah mendapatkan ini, produktivitas kerja dan senyum merekah sehari penuh adalah suatu kepastian. Namun sudah setahun sejak semuanya berakhir, setiap matahari pagi yang kulihat, memori itu masih tertanam begitu dalam hingga kaki sudah menginjak benua yang berbeda.
“..kring..kring...”, bunyi suara handphone yang sedari malam tergeletak di lantai kamar.
Masih dengan suara serau, aku berusaha mendengarkan dan menjawab apa yang dikatakan oleh sang penelpon pagi ini, yang ternyata dia adalah salah satu dosen di kampus yang saat ini menjadi tempat belajar untukku. Dia adalah Svetlana Nikolaevna, seorang guru perempuan berbadan bongsor namun berparas cantik. Belum lama sebenarnya aku mengenal sosok Ibu Svetlana, karena beliau bukanlah dosen yang tiap hari mengajarku bahasa Rusia di kampus. Hanya sekali kita bertemu sebelum beliau menelpon pagi ini, yaitu saat ujian semester 1.
Pada dasarnya, hari ini kelas dimulai jam 1 siang namun karena Ibu Svetlana membutuhkan aku untuk bertemu pagi ini sebelum jam 11, maka sekarang juga aku harus menuju ke kampus yang berjarak sekitar 45 menit dari asrama. Tradisi pagi pun dimulai dengan seksama dan hikmat. Menikmati setiap detik dalam menjaga aroma dan semangat pagi adalah suatu keyakinan yang kupegang sejak dulu. Lelaki sejati tak boleh malas mandi. Dari semua tradisi pagi yang aku lakukan, seperti mandi, sikat gigi hingga berpakaian rapi, menggunakan jam tangan adalah kewajiban yang aku lakukan dalam urutan paling terakhir. Hal itu dikarenakan, pertama memakai jam tidak mungkin dilakukan sebelum aku mandi atau selama aku melakukan kegiatan di dalam kamar mandi dan yang kedua,
“I always feel sexy when I wear my fossil watch”. ucapku didepan kaca.
Tak perlu waktu lama ketika sudah sampai dikampus, Ibu Svetlana ternyata sudah menunggu di main hall kampus. Beliau memelukku erat, mencium kedua pipiku dan berkata
“здравствуйте, моя дорогая”, yang artinya halo kesayanganku.
Tak lama dari sana, kita menuju ke ruang kelas nomor 211 dan membicarakan beberapa hal penting yang ternyata berkaitan dengan kesempatan untuk tampil dalam acara malam puisi di Gumanitarni Universitet, Dari situ, Ibu Svetlana mengatakan bahwa ia jatuh cinta dengan gayaku dalam membacakan puisi saat ujian kemarin. Ia memintaku untuk tampil dalam acara tersebut dan berharap dapat membawa pulang penghargaan dari acara tersebut. Perbincangan kita tak terlalu lama, karena entah mengapa aku dengan mudah mengiyakan tawaran tersebut dan langsung sekejap beliau memelukku kembali sangat erat. Disini aku merasa sangat rindu dengan Ibuku. Iya, Ibu yang selalu memelukku disaat aku sangat membutuhkannya.
Tapi sepertinya ada yang menganggu Ibu Svetlana, setelah melepaskan pelukannya, ia masih memegang erat tanganku dan menajamkan pandangannya pada pergelangan kiri tanganku. Sambil mengedipkan mata setiap detik nya, Ia memperhatikan dengan seksama warna coklat jam tua bermerek fossil yang terikat selaras dengan telapak tangan kiri.
Sacrifice is not a Love ! - RDP Poet -
Because love knows pressure
Therefore, It should be pure
Not a Love, if you consider it as a sacrifice
Like playing a gamble and throwing your dice
Once you did for love
Everything was a laugh
Where you only enjoy the moment
Like water you have to deal with, as an Embankment.
Rame Rame (Вместе) - International Culture Festival Люди Мира, Saint Pet...
Kamu
Aku ingin bertemu kamu,
Kamu yang mampu membuat aku berkata “ayo terus maju”
Bukan kamu yang hanya menyilaukan pandanganku
Aku ingin bersama kamu,
Kamu yang setiap harinya menjadikan mulutku
kerap berkata “aku ingin terus bersamamu”
-RDP-
This is one of my original work that I finally have a courage to publish it. This song is a soundtrack for the short story that I am writing. It is a preface for the ending of the story. I hope you can enjoy it :)
Kenapa RDP pakai nama Ruslan dan Andani? #FYI #QuestionTag1 #SGUS
Mereka adalah dua nama tokoh yang ada dalam serial fiksiku yang pertama berjudul Setengah Gelas Untuk Senja. Saya sangat mencintai kedua tokoh ini. Tak ayal saya sering beranggapan Ruslan dan Andani ada di samping saya menemani sambil berjalan ketika berangkat pagi menuju kampus.
Nama Ruslan sendiri saya pilih karena saya jatuh hati dengan nama ini sejak mengenalnya dari lagu Ruslan dan Ludmilla karya komposer Rusia, Glinka. Ruslan, bagi saya, mewakili kepribadian seorang lelaki yang ingin terlihat tangguh didepan semua orang, namun sejatinya tak lebih rapuh dari batang pohon yang sudah lama tak terisi air. Ruslan adalah anak yang baik dan sangat maskulin. Tapi karena jiwanya yang rapuh, seringkali ia mampu merasakan rasa feminin lebih mendominasi kehidupannya. Ruslan merupakan manifestasi dari sebagian jiwa dan sosok yang saya pikirkan sebagai bentuk alter-ego. Semoga penggambaran Ruslan tetap menjadi alami dan kamu mampu menikmatinya.
Sedangkan Andani adalah nama salah seorang mantan Ruslan yang memiliki kisah cukup rumit. Mereka hampir telah melewati semua fase dalam pola hubungan remaja masa kini dalam sistem perpacaran di Indonesia, atau mungkin beberapa bagian yang terjadi di Dunia. Jika Ruslan adalah penggambaran dari bentuk alter-ego saya, maka Andani adalah bentuk imajinasi saya sesungguhnya. Andani, saya ambil dari salah satu nama penyanyi Indonesia yang sosoknya begitu eksotis di mata saya, yaitu Andien. Tiga huruf awal pada namanya saya jadikan patokan untuk menentukan huruf selanjutnya. Lalu tiga huruf setelahnya diambil dari kata subjek mereka dalam bahasa rusia "Они" yang dibaca ani. Kenapa saya ambil subjek "mereka", karena subjek "mereka" mewakili sosok yang menginspirasi kisah SETENGAH GELAS UNTUK SENJA.
Setengah Gelas Untuk Senja - Pintu Kamar (Serial Kisah Cinta Tak Biasa - Fiksi Bagian ke - 2 #RDP)
Jam di tangan sudahmenunjukkan pukul 1 siang, namun kawan yang kutunggu tak kunjung datang.Akhirnya aku putuskan untuk keluar dari tempat janjian dan mulai sendirian berjalan di sekitar pusat kota. Dari kejauhan, ada seperti teriakan seorang wanita yang memanggil namaku.
“Ruslaaaan...Ruslaaaann....” teriak sosok wanita itu.
Sebentar kucuri pandanganku dan mencoba memperhatikan siapa gerangan wanita yang meneriakkan namaku sekeras itu di tengah jalan. Gara – gara itu, jadi teringat masa dimana dulu ketika aku dan Andani masih bersama dan sudah saatnya kita berpisah di stasiun kereta. Dia meneriakkan namaku dengan sangat kencang sambil menitikkan air mata lalu disisipkan dalam teriakannya kata-kata khas pasangan muda masa kini, bahwa dia mencintaiku. Namun ada kejadian menarik saat Andani mengantarkanku ke Kereta, selain itu.
Beberapa saat setelah kereta berjalan perlahan meninggalkan stasiun, Andani berusaha lari mengejar kereta dan tanpa sadar di hadapannya ada sebuah tangga turun. Akhirnya, dia tersungkur terperosok jatuh kebawah tanpa menginjakkan kakinya di tangga lalu tergeletak badannya di lantai. Bagian kepalanya berada dalam jarak sekitar 5 cm dengan rel kereta api. Mendadak suara gemuruh orang-orang di sekitar Andani teriak histeris dan bergerak menarik Andani agar kepalanya tidak terlindas kereta. Aku sendiri baru mengetahui kisah ini dari temannya yang memberitahukan kepadaku ketika telah sampai di Jakarta. Andani begitu sedih dan hampir mati setelah ia mengantarkanku di stasiun pada hari itu.
“Ruslaaan....maafin aku datang terlambat yaa. Tadi salah naik metro, jadinya harus cari-cari dulu mana jalur yang benar dank arena itu aku terlambat. Maafkan aku ya, yuk sekarang kita cari makan..aku yang traktir deh”, Ucap Vira dengan tersenyum dan berharap aku tidak marah padanya karena sudah menunggu terlalu lama sendiri seperti lagu Kunto Aji yang sedang sering terputar di kepala ini.
“Yaa, yasudah taka pa. Kita cari makan yuk, kasian kan kamu belum makan apa-apa dan pakai tersesat juga ceritanya. Pintar sekali cari alasan”, jawabku dengan nada satir dan langsung menarik tanganya untuk segera mencari makan siang.
Beberapa hal kita bicarakan saat Vira dan aku berjalan-jalan disekitar jalan Nevsky. Kita memulainya dari membahas betapa dalamnya stasiun Metro di kota Saint Petersburg ini, yang konon katanya ini adalah stasiun metro terdalam di dunia. Vira begitu takjub mendengar fakta ini, karena dia tanpa sadar memang menyadari bahwa tempat yang tadi ia gunakan begitu dalam dan tak menyangka bahwa itu adalah stasiun metro terdalam di dunia. Sempat juga kita membahas sikap orang-orang di Rusia yang cukup mengejutkan dalam beberapa hal. Contohnya seperti sikap para penjaga toko atau penjual barang kebutuhan sehari-hari. Bagi orang Indonesia yang pertamakali melihat sikap dan gaya mereka berjualan, kita pasti sangat kesal dan bahkan bisa membencinya. Bagaimana tidak, kita yang biasanya di Indonesia dihadapkan dengan keramahan dan senyum oleh setiap orang yang bahkan kita tidak mengenalnya, khususnya para penjaga toko atau orang yang berjualan dan menawarkan dagangannya, di Rusia ini semuanya berbeda.
Saat itu aku memasuki toko di dekat asrama untuk membeli susu. Adalah hal yang wajar jika masuk kedalam toko dan bertanya kepada penjual apakah ada susu yang bisa kubeli hari ini. Namun bukan pelayanan dan senyuman yang didapat, malah bentakan khas penjaga toko di Rusia sambil disisipkan pertanyaan diakhirnya.
“INI NAMANYA TOKO, JELAS ADALAH SUSU YANG KITA JUAL ! KAMU MAU SUSU YANG SEPERTI APA !!”.
“hmm... susu yang biasa saja ada tidak pak ?”, tanyaku sambil gemetaran dan kaget karena ia membentak begitu kencang.
“SUSU DISINI BANYAK JENISNYA, MAU YANG SEPERTI APA ! YANG JELAS DONG !!”, bentak sang penjaga toko semakin kencang.
“eh...eh...yang mana saja deh pokoknya susu, eh.....”, jawabku dengan pelan dan semakin deg-deg an karena sangat bingung harus menyebutkan susu yang bagaimana jenisnya dengan bahasa rusia yang saat itu masih belum mahir. Akhirnya tanpa harus berbicara lebih panjang dan sang penjaga toko sudah beberapa kali sepertinya menghardikku dengan kata-kata yang belum diketahui maknanya oleh telinga saat itu, diriku langsung menggerakan telunjuk dan mengarahkan ke produk susu yang kuinginkan, masalahpun selesai. Meskipun, tidak selesai dengan mulus karena masih ada masalah lagi dengan membahas kembalian uang yang bodohnya aku tak punya uang pas.
Rusia ini memang menarik sekali, banyak perbedaan budaya yang terjadi sejak hari pertama kedatanganku disini. Bahkan sampai hari ini, dari semua perbedaan budaya tersebut, masih tak kutemukan faedah dan hikmah dari gaya berjualan dengan membentak atau memarahi sang calon pembeli. Jika gaya seperti ini diterapkan di Indonesia, pasti tak akan laku barang dagangannya dan sang penjaga toko sudah jadi bahan gosipan satu kampung, seperti Haji Muhidin dalam film Tukang Bubur Naik Haji yang terkadang ia melayani pembelinya dengan garang.
Setelah sekian lama berjalan, kita akhirnya memutuskan untuk duduk dan bertukar cerita di salah satu kafe ternama di dekat Stasiun Metro Mayakovskaya, Freedom Anti-Kafe namanya. Ini adalah kafe favoritku selama disini, karena menurutku kafe ini memiliki konsep yang unik dan luar biasa. Namanya saja sudah Anti-Kafe, berarti dapat kita bayangkan tempat ini adalah bentuk perlawanan dari konsep cafe yang lain. Dalam pandanganku, tempat ini begitu fresh dan sering kupikirkan bahwa kelak nama Ruslan akan menjadi pendiri Anti-Kafe pertama di Indonesia.
Mimpi menjadi seorang pengusaha cafe, bar atau restoran memang sudah menjadi impian lama seorang anak bernama Ruslan sejak ia duduk di bangku SMA. Mimpi itu ia tulis dalam catatan kecilnya dulu yang hari ini sepertinya sudah hilang dimakan waktu. Masih jelas betul teringat, aku pernah mendiskusikan masalah mimpiku satu ini bersama Andani. Saat itu kita sedang berada dalam satu kota dan memutuskan untuk berjalan-jalan bersama. Tanpa ragu diriku yang gemar makan ini mengajaknya untuk mencoba makanan yang lagi hits di kotaku berada, yaitu Ayam Kobis dan Ayam Geprek. Sungguh nikmat dua ayam tersebut, sangat kurindukan rasa pedas olahan sambalnya, renya kulit ayamnya dan rasa asin yang pas di lidah. Makanan itu berada di pinggir jalan dan selalu ramai oleh mahasiswa, terutama saat jam makan siang. Dua warung ayam tersebut berbeda lokasinya dan pemiliknya, meski konsep ayamnya hampir sama. Namun ada perbedaan mencolok diantara kedua produk tersebut. Ayam kobis mengandalkan ayam goring tanpa tepung dan berwarna kuning, sebagai hasil dari proses “ungkep” terlebih dahulu. Kobis goreng menjadi salah satu sajian yang unik dari warung ini. Lalapan dan menu makanan yang ingin kita santap tersaji di meja depan sang penjual berdekatan dengan kompor dan minyaknya yang sudah menghitam, serta nasi putih yang begitu hangat dan wangi. Memang minim sekali sayuran berkuah yang begizi, tapi memang disini letak fokus produk Mas Kobis, panggilanku untuk sang penjual.
Sementara ayam geprek lebih memiliki konsep seperti prasmanan dimana tersedia berbagai lauk pauk dengan sayurannya, seperti tumis sayur yang kamu bebas mengambilnya. Bukan hanya sayur yang kamu bebas ambil, tapi juga nasi dan bahkan ayamnya. Semuanya kamu ambil sendiri tanpa perlu dihitung dengan takaran yang tepat terkait harga yang harus kamu bayar. Satu-satunya ukuran yang jelas untuk kamu bayar ketika semakin banyak kamu ambil adalah ayamnya saja. Tentu harga satu ayam berbeda dengan dua atau tiga ayam yang kamu ambil, seperti contohnya yang kulakukan ketika disini. Sang ibu penjual selalu paham dan kerap bertanya ketika aku berkunjung kesana.
“Ruslan, hari ini mau dua atau tiga ayamnya?”.
Rindu sekali sepertinya jiwa ini dari menikmati kelezatan dua ayam tersebut. Salah satu hal yang kurindukan disana adalah memesan tingkat kepedasan olahan ayamnya sesuai keinginan. Itu adalah salah satu persamaan diantara dua warung tersebut. Kamu dapat memesan ayammu akan digeprek atau di ulek dengan cabai yang kamu inginkan. Biasanya aku selalu memesan dalam kisaran 7-10 cabai. Lumayan, setelah itu bisa membersihkan isi perut agar lebih ringan dan tak terlalu bulat kedepan.
Seperti biasa, saat itu kita makan dan Andani mendengarkan mimpiku untuk membuat tempat nongkrong yang asik untuk para pelajar di Indonesia. Mungkin jika Andani masih ingat, ia pasti tau aku ingin membuat suatu kafe dengan internet super cepat dan banyak kumpulan film serta lagu ter-update di cloud memory yang dimiliki secara private oleh tempatku dan ada satu zona khusus di kafe itu yang bernama “skripsi room”. Ini adalah impian luar biasa yang sangat kudambakan keberadaannya. Bayangkan ada satu zona khusus yang akan menjaga privasimu dengan berbagai fasilitas teknologinya, tempat duduk yang nyaman dan ergonomis, udara yang sejuk, makanan yang selalu tersedia dan semangat para pelayan ruangan yang mengkondusifkan seseorang menyelesaikan skripsinya. Ini bagaikan perpustakaan yang nyaman tapi kamu bisa makan sepuasnya dan nongkrong sebebas kamu 24 jam. Salah satu mimpi unik ini adalah yang kuceritakan didepan Andani. Mungkin dia sekarang sudah lupa. Sangat bisa dimaklumi jika ia memang melupakannya, hari ini sudah dengan nyata kulihat ia tak lagi menyimpan nama Ruslan didalam hatinya. Sudah ada sosok lain.
“tidak, aku bukannya masih mencintai dia, tapi hanya.. ingin cerita saja kok vira”. Kataku membela diri didepan tuduhan Vira yang mendengarkan sedari tadi kisah tentang Andani.
“gak mungkin kamu sudah move on, tapi masih cerita begitu semangatnya tentang dia, udahlah lan. Kamu tuh kesini buat terapi biar gak ingat dia lagi. Kamu sudah pergi sangat jauh kesini, harusnya itu sudah kamu buang dan tak perlu dipikirkan kembali”, tegas Vira sambil mengerutkan dahi dan menatapku sangat tajam, seraya matanya berkata bahwa aku sudah tertangkap basah masih belum bisa selesai dengan masa lalu.
“haha, jangan menuduh sembarangan. Aku sudah selesai sama dia, tapi aku tak bisa begitu saja melupakan semua kisah yang kita punya. Hampir setiap aku melihat sesuatu, selalu teringat akan momen dimana dulu kita ada saat itu. Aku sudah tak ada perasaan, hanya ingin sekedar membagi kisah bahwa dulu aku juga pernah ada dim omen tertentu bersama Andani, salah ?”, ucapku panjang lebar membangun argumentasi untuk tak dianggap seperti apa yang dituduhkan.
Dalam hati aku berpikir, apa memang benar sejak tadi aku bersama Vira di anti-kafe ini, hal yang dibicarakan dari awal adalah tentang Andani. Dalam usaha untuk mengingat kembali apa yang telah dibicarakan sedari awal, Vira menyadarkanku bahwa itu salah. Tidak sejak dari anti-kafe, pikiran ini terus didominasi oleh Andani, tapi dimulai dari saat aku menunggu Vira di tempat pertama. Isi kepala bagaikan massa demonstrasi menolak harga minyak dinaikkan oleh Jokowi saat awal masa pemerintahan. Begitu ramai dan penuh dengan teriakan. Mungkin jika tak ada Vira disini, mulutku tak mampu menahan berisiknya suara didalam kepala yang kerap terus membicarakan Andani Samareta.
“AAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHH....”, Teriakku.
Untungnya, memang tak ada Vira disini sekarang. Pikiran yang berisik ini sungguh memuakkan kepala dan hati saat aku berusaha untuk istirahat di atas kasur tipis yang ada di kamar. Teriakan tanpa sadar yang kulakukan tadi tak sengaja membuat kawan didepan kamar terbangun. Ia pun lalu mengetuk pintuk kamarku dan bertanya.
“Ruslan, are you okay? Is everything alright ?”, ucap Katya dengan suara khasnya yang dengan cepat aku kenali karena begitu lembut dan cantik. Ternyata yang bertanya tentang kondisiku dari balik pintu, bukan hanya Katya, tapi juga Khan mahasiswa dari Arab.
“...........................................................”, Tanya Khan, dari nadanya tergambar ia bertanya meski aku tak tahu ia berbicara apa dengan bahasa Arabnya.
Pintu kamar kubuka perlahan dan dengan tenang aku mencoba menjelaskan kepada Khan dan Katya bahwa kondisiku baik-baik saja, hanya tadi sekedar jatuh dari kasur. Dalam hal ini memang aku harus berbohong sedikit untuk menghindari pertanyaan lebih jauh tentang teriakanku malam itu.
Selepas itu, sebuah lagu dari Dmitri Sostakovich kuputar dari laptop untuk meredam penatnya kepala selepas cerita panjang seharian bersama Vira. Entah mengapa, hari ini begitu lelah. Padahal kita tak berjalan kemana-mana dan hanya sekedar duduk manis dalam nikmatnya kopi susu dan teh hijau. Sajian jajanan manis ikut menemani panjangnya bertukar cerita sore tadi. Namun, sekali yang namanya lelah pikiran, akan selalu menjadi lelah pikiran. Meskipun kita berusaha melepaskan itu semua dan menolak kehadiran sang lelah pikiran.
.BERSAMBUNG.