Tumblr oke ga buat jualan?
tumblr dot com
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
styofa doing anything

titsay
will byers stan first human second

blake kathryn
Cosmic Funnies

JBB: An Artblog!

No title available

shark vs the universe

⁂

No title available

roma★
he wasn't even looking at me and he found me
NASA
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available

if i look back, i am lost
Show & Tell
Acquired Stardust

seen from T1

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from China

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
seen from Japan
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@ghaitsagena
Tumblr oke ga buat jualan?
Aku iri. Orang bulak-balik ke tanah suci. Aku belum pernah sama sekali.
Semenjak punya anak rasanya makin banyak luka yang didapat dari orang tua
Atau mungkin semakin terungkap luka pengasuhan kala itu?
Rasanya gak tau meski gimana menghadapi ini. Bagaimana sebetulnya penyikapan yang baiknya?
Cara buatnya beda-beda, saat hamil pun perbawa nya pun beda-beda, lanjut cara lahirnya ke dunia juga beda-beda, tentunya akan mempengaruhi cara merawatnya dan hasil tumbuh kembangnya ke depan.
As a newmom satu hal yang aku pelajari adalah saling memahami antar moms kondisi apa yang mereka hadapi dari anaknya. No judge and no gossip karena setiap kondisi anak beda-beda.
Di detik sekarang aku udah punya anak. Aku sadar luka pengasuhan dan apa sebab luka itu pada akhirnya ada pada diriku.
Rasa tahu itu ternyata ga cukup menyembuhkan jika aku belum mau menerima sepenuhnya dan menghadapi proses sembuh itu dengan lapang.
Aku berkomitmen agar anak ku ga mendapatkan luka pengasuhan yang sama, juga luka lainnya. Meskipun baik secara sadar atau ngga bisa saja dia tetap mendapatkan luka. Bisa jadi karena ibu nya yang belum sembuh ini, berbenturan dengan cara tumbuh kembang yang akan dihadapi kelak oleh sang buah hati.
Seharusnya, aku sembuh dulu. Baru punya anak. Sungguh kalimat itu hanya akan membuatku frustasi tanpa tahu dan mau untuk berusaha menyembuhkannya.
Detik ini, aku menyadari luka itu menghambat pergerakan sebagai ibu dan proses tumbuh kembang anakku. Aku gak tau harus bagaimana cara menyembuhkannya, selain aku sebisa mungkin memberi pengasuhan terbaik untuk anakku.
Hari ini adalah hari ke delapan belas hari anak ku lahir. Anak yang Allah titipkan dengan kebesaran-Nya kepadaku dan suamiku.
Kemarin saat anak ini masih di dalam perut aku bertekad akan membuat jurnal setiap harinya, sejak dia lahir. Melihat bagaimana perkembangan baik pada dirinya dan juga diriku. Tapi, sayangnya memang itu hanya jadi rencana. Saat ini hari ke delapan belas aku baru bisa menulisnya disini.
Satu hal yang aku sadari, ternyata masa menyusui sama sulitnya dengan masa saat mengandung. Bahkan, mungkin agak berat karena banyak hal yang perlu dipantau langsung kepada anaknya. Kalau saat hamil, kita cukup memberikan asupan baik untuk janin dan menjaganya. Sekarang, saat menyusui lebih banyak yang harus dipantau.
Apakah susu nya cukup, apakah berat badannya naik, apakah badannya sehat, apakah bayi nya nyaman, bagaimana cara menggendongnya, bagaimana cara memandikannya, apakah busui boleh makan ini, apakah busui boleh makan itu, bagaimana kualitas tidur bayi, stimulasi apa yang harus diberikan, apa saja perkembangan yang harus ada saat usia tertentu, dan masih banyak lagi.
Hari demi hari adalah belajar hal baru dan waktu berlalu begitu cepat, bahkan sebelum mahir dalam pembelajarannya.
Saat diri mulai lelah, disitu letak ujiannya. Bagaimana cara kita yang jadi orang tua baru mampu merawat dan memberikan yang terbaik untuk anak. Sungguh sulit dan banyak takutnya. Kalau bukan Allah yang mampukan, kita bisa apa.
Mulut orang lain emang ga bisa kita kendalikan. Kata apa yang keluar selalu ada peluang buat nyakitin lawan bicaranya. Kalau sadar, iya kita bisa mengendalikan diri, kalau gasadar, bisa kena mental berhari-hari.
Di saat kondisi lagi butuh dikuatkan, didukung, dan dipercaya, aku yang hamil 35w masih aja dapat komentar-komentar (yang menurutku) gausah deh disampein. Dari awal hamil sampai sekarang mendekati hpl ada aja pendapat orang yang receh, gausah dibilangin sebenernya, tapi ya kita ga bisa kontrol kan.
Sehat-sehat diriku, dibalik mental yang dar der dor karena fluktuasi hormon. Dengan keadaan saat ini Allah percayakan aku hamil, sudah jadi anugerah yang baik buat aku, janin, dan keluargaku. InshaaAllah, aamiin.
Allah sudah menjamin semuanya.
.
Refleksi Hari ke-2
Anak laki-laki tumbuh dengan berbagai rasa sakit.
Itu kesimpulanku, saat menangani anak-anak yang terluka karena jatuh. Saat aku obati dia hanya diam, meski aku tahu pasti rasanya sakit. Sesekali ia meringis, bilang bahwa yang aku lakukan agak menyakiti dirinya. Aku tidak mengucapkan kalimat simpati atau empati apapun, apalagi nasihat, aku hanya mengucapkan 'iya' memvalidasi perasaannya.
Luka itu ada di anggota tubuhnya yang harus terkena air wudhu. Saat tiba waktunya ia lagi-lagi mengeluh, bahkan sampai berpikiran nanti mandi gimana. Aku menemaninya, sedikit memberi saran bahwa sakitnya yang ia rasakan sekarang hanya sebentar, agar cepat sembuh harus segera diatasi.
Tiba jam waktu pulang, dia sudah terbiasa dengan luka tersebut, memutuskan untuk tetap mengikuti jam tambahan kelas tahsin, meskipun bisa untuk izin sebentar.
Menemukan kejadian ini membuatku menyadari bahwa anak laki-laki harus akif dan banyak mengalami banyak hal. Berapapun luka yang ia peroleh adalah bagian dari hidupnya, luka bagi laki-laki adalah temannya karena itu yang akan membuatnya tumbuh kuat dan tenang. Setidaknya dalam kasus anak-anak ini aku melihat jangka panjangnya sampai ia dewasa bahwa hidup bahkan lebih berat dan rumit ujiannya dari sekarang.
Refleksi Hari ke-1
Tiba-tiba terpikirkan untuk menulis refleksi setiap selesai pembelajaran. Mungkin lebih bermanfaat karena melatih kemampuan menulis, meskipun kemarin lupa mau nulis apa. Kita coba sekarang sambil menunggu setoran hapalan do'a anak-anak.
Ternyata bukan hanya aku yang sudah lelah merespon perilaku anak itu, beliau sebagai wakasek kesiswaan pun sama. Aku agak sedikit tertawa saat respon yang diucapkannya saat anak itu mengadu tentang perlakuan anak lain.
Kadang aku bingung kenapa saat melihat wajah anak itu suka tiba-tiba kesal dan tidak suka. Padahal, aku adalah wali kelasnya, masa iya tanpa alasan aku tidak suka pada seorang anak kecil. Setiap melihatnya atau tiba-tiba kepikiran tentangnya aku banyak-banyak beristighfar, dengan kondisi sekarang yang lagi hamil aku benar-benar harus hati-hati. Banyak khawatir, banyak takut, banyak kesalnya, tapi aku harus bisa sadar dan bisa mengendalikan diri.
Saat ini aku belum tahu bagaimana menyikapi dan menemukan solusi dari masalah ini. Mendidik anak tidak mudah dan tidak sebentar, harus selalu mencari cara setiap harinya, berani mengakui dan mengevaluasi atas kekurangan cara sebelumnya.
Halo, aku ingin menuliskan beberapa hal yang mengganjal dalam diriku beberapa bulan ini. Sebetulnya aku gatau mulai dari mana, tapi karena semakin kesini aku semakin gajelas dan gakaruan perasaannya jadi kita coba tuliskan saja ya. Let's upload the post-post of tumblr.
Lebih lengkap 30 resep menu sahur bisa download langsung: https://lynk.id/ghaitsagen/1GbExD3
Dan yang paling aku syukuri sampai sekarang adalah saat keluar rumah dan tinggal bareng suami, Allah kasih aku tetangga yang baik dan pengertian. Ini rezeki banget ya Allah, apalagi buat aku yang menyebalkan ini 🫠
Maha Besar Allah yang hari ini memberikanku kesempatan merasa optimis, berani, lapang, tenang, dan bahagia menjalani hari. Alhamdulillah bini'matitstimusholihat..
Kesedihan yang mendalam membuat ibadahku berantakan, kepekaanku hilang, fokusku buyar, dan kesadaranku tidak terkendali.
Suck.
"Oh baik-baik seperti itu, inget ya inget, yang penting baik, nurut sama orang tua," kata dia sambil tepuk-tepuk kepala dan telinga.
Salah satu murid merespon cukup baik apa yang disampaikan gurunya.
Heartwarming sekali. Ketika anak bisa paham apa yang kita sampaikan. Setelah ini, mungkin akan lebih banyak anak-anak yang lebih enjoy ketika nilainya kecil, bukan karena tidak peduli tetapi tahu bahwa prioritasnya sekarang adalah membuat orang tua bahagia dengan akhlak baik, bukan nilai semata.
Masya Allah Alhamdulillah..
Betapa kerasanya kasih sayang Allah..
Berdoa supaya setelah menikah ngga ada utang karena biaya nikah. Allah kabulkan persis seperti yang diinginkan. Allahumma barik
Betapa pentingnya jelas dan lugas dalam berdoa..
Harap, takut, permohonan, tawakal, berserah, percaya cuma sama Allah..