Dalam satu pertemuan tatap muka, terdapat banyak hal yang mungkin terungkap. Beberapa orang dapat datang membawa masa lalu, masa sekarang, dan masa depannya. Beberapa orang membawa luka dan duka. Beberapa orang membawa presentasi garis besar mimpinya. Beberapa orang membawa suka dan tawa. Satu pertemuan yang bisa sampai ke dalam hati seseorang.
Siapa yang sangka pertemuan kita hari ini membawa banyak jawab dan tanya baru? Siapa yang sangka dalam pertemuan ini kita menyusun keping demi keping puzzle kenangan kita? Siapa yang sangka pertemuan ini menjadi pengakuan dosa dan luapan emosi?
Semua andai saja yang akhirnya sampai pada tuannya.
Semua batas yang akhirnya runtuh bata demi bata.
Semua tanya yang akhirnya berjejak jawab.
Namun tidak semua harap yang akhirnya nyata.
Kita belajar, menjadi dewasa, menjadi mengerti, menjadi menerima, dan menjadi pasrah. Pada takdir, pada waktu.
Tapi meski semua andai saja sudah tidak berakhir sesal, aku tau, pun kau tau, semua perasaan dan kenangan dan mimpi takkan hilang dalam semalam. Entah kapan dan berapa lama waktu akhirnya dapat mengampuni aku, mengampuni kita. Namun, kisah yang selesai demi menjadi awal kisah yang lain. Dimana kita beriringan meski tanpa bergandengan menjadi suatu hal yang mungkin menjadi masa depan.
Suatu batas yang runtuh dan digantikan oleh garis lain yang semoga menjadi pedoman bukan penghalang.