Pernah ngga kamu merasa , kalau pertolongan Allah ituuuu adaaa aja cara dan jalannya..
Sekecil apapun, pasti ada aja kemudahan dari Allah
Contohnya kemarin. Tiba-tiba anakku , malam hari mendadak panas tinggi dan keluar bentol-bentol di area wajah dan badannya. Panik banget rasanya. Untung bapak suami, orangnya tenang. Malam hari itu akhirnya kami memutuskan memberinya obat anti alergi yg biasanya kami berikan ketika ada tanda-tanda alergi muncul. Sambil terus memantau suhu badannya.
Keesokan harinya , suhu badan tidak kunjung turun, ditambah dia mengalami diare ringan, tanda dehidrasi ringan mulai muncul, anakku semakin lemas. Firasat Ibu, memang tidak main-main ya. Akhirnya aku iseng mencoba buka aplikasi salah satu RS langganan kami, untuk mencoba peruntungan, siapa tahu dokter anak kesayangan kami masih ada jadwal periksa yg available. Sayangnya, full booked :(
Entah kenapa, tiba-tiba aku iseng lagi mencoba whatsapp Suster yg menjadi asisten dokter tersebut. Awalnya aku pesimis dan tidak berharap apapun. Karena biasanya suster slow respon (karena pasti sibuk sekali dengan pasien-pasiennya), dan apabila di aplikasi sudah full booked, antrian di suster pun akan sama.
Tapi ternyata, Allah memang Maha Baik. Tanpa disangka, Suster lah yang akhirnya menelponku. Beliau langsung menanyakan keluhan anakku, seberapa urgent kondisi anakku. Alhamdulillah , suster langsung menempatkan anakku di nomor urut pertama antrian. Bisa kebayang ga , perasaanku seperti apa. Rasanya pertolongan Allah nyata.
Alhamdulillah, anakku berangsur membaik. Semua dengan ijin Allah. Allah beri kemudahan menggerakan hati suster, dokter anakku yg sangat sigap dan pelayanannya sangat baik, dan sekarang anakku berangsur membaik.
Rasanya kebaikan suster dan orang-orang yg membantuku, masih sangat terasa nyata. Oh ini ya rasanya menerima kebaikan orang dengan cara yg sangat tidak terduga. Semoga kebaikan orang-orang ini berbalik dan dibalas berkali lipat sama Allah.
Dan aku pun jadi sadar. Bahwa tidak akan ada kebaikan yang sia-sia. Seringnya kita ragu melakukan sebuah kebaikan. Seringnya kita menimbang dulu apakah orang ini pantas menerima kebaikan dari kita. Padahal sebenarnya, tidak ada satu pun kebaikan yang sia-sia. Bila kita lakukan pada org yg tidak sepatutnya menerimanya, mungkin saja suatu saat kebaikan kita menyentuh hatinya dan menyadarkannya. Mungkin kebaikan kita tidak akan langsung berbalas dari orang yang sama. Mungkin saja Allah simpan kebaikan kita sebagai sebuah tabungan yang sewaktu-waktu akan Allah kembalikan dengan cara yang lebih indah..
Iya, tidak dipungkiri akhir-akhir ini rasanya lelah bersikap baik. Rasanya percuma, karna ternyata aku masih belum ikhlas melakukannya. Masih berharap segala sesuatu yg dilakukan dibalas pula dengan baik. Padahal ada Sang Pengatur yang merancang segalanya dengan sangat baik.
Jangan pernah lelah berbuat baik Git, kepada siapapun, dan kapanpun. Karena hidup hanya sementara. Kita butuh banyak tabungan untuk mendapat surga di akhirat kelak. Aamiin aamiin ya Rabb :’)