Waktu ngopi ada yang bawa ini. Eh jadi ingat pernah punya peliharaan ini. Namanya cece coco
Mike Driver

roma★

⁂
RMH
𓃗

Product Placement
🩵 avery cochrane 🩵
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
almost home

@theartofmadeline
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Three Goblin Art

if i look back, i am lost
macklin celebrini has autism
noise dept.

#extradirty

ellievsbear
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

seen from United Kingdom
seen from Pakistan
seen from Brazil
seen from South Africa

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Spain

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@grahatengku
Waktu ngopi ada yang bawa ini. Eh jadi ingat pernah punya peliharaan ini. Namanya cece coco
The Foods and Flavors of Singapore with @stylohotmilo
To learn more about Jasmine, follow @stylohotmilo on Instagram.
Twenty-four-year-old Jasmine Tan (@stylohotmilo) is a Singaporean design researcher and self-described foodie. “I love our multiracial demographic because that means there’s always so much to observe, listen and appreciate from the people and spaces around me,” she says. “And of course, we get such a crazy variety of food.”
Jasmine always loved going out to eat — Korean kimchi jjigae (kimchi stew), Japanese ramen and Singapore’s bak kut teh (pork rib soup) are some of her favorites — but she started cooking at home out of necessity. “My house is located in the extreme west of Singapore so I don’t get a lot of food choices, and as a foodie that really annoyed me,” she explains. She’s taken on lots of recipes in her kitchen, but still loves heading out for special meals. “Living in Singapore means that there’s always more food and more experiences waiting for you as long as you’re ready to try!”
– Watch on Path.
– View on Path.
with Mandy and Muamar – View on Path.
Thought via Path
Kita benar bener hidup karena memberi kepada orang lain. Winston Churchill mengatakan, kita memenuhi kebutuhan hidup dengan apa yang kita dapatkan, terapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan. – Read on Path.
– View on Path.
– View on Path.
– View on Path.
– View on Path.
– View on Path.
Thought via Path
Proses politik barsela lebih dewasa di bandingkan kabupaten pidie. – Read on Path.
with Maulana, jaka, Willy, and Muamar – View on Path.
At Ayah Nature Fajar Roasting Coffee Blangpidie
At Ayah Nature Fajar Roasting Coffee Blangpidie – See on Path.
– View on Path.
Thought via Path
Puisi Panglima jenderal Gatot tentang JAKA yang berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya' Sungguh Jaka tak mengerti_ Mengapa ia dipanggil polisi_ Ia datang sejak pagi_ Katanya akan diinterogasi_ Dilihatnya Garuda Pancasila_ Tertempel di dinding dengan gagah_ Terpana dan terdiam si Jaka_ Dari mata burung garuda_ Ia melihat dirinya_ Dari dada burung garuda_ Ia melihat desa_ Dari kaki burung garuda_ Ia melihat kota_ Dari kepala burung garuda_ Ia melihat Indonesia_ Lihatlah hidup di desa_ Sangat subur tanahnya_ Sangat luas sawahnya_ TAPI BUKAN KAMI PUNYA_ Lihat padi menguning_ Menghiasi bumi sekeliling_ Desa yang kaya raya_ TAPI BUKAN KAMI PUNYA_ Lihatlah hidup di kota_ Pasar swalayan tertata_ Ramai pasarnya_ TAPI BUKAN KAMI PUNYA_ Lihatlah aneka barang_ Dijual belikan orang_ Oh makmurnya_ TAPI BUKAN KAMI PUNYA_ Jaka terus terpana_ Entah mengapa_ Menetes air mata_ Air mata itu IA YANG PUNYA_ Masuklah petinggi polisi_ Siapkan lakukan interogasi_ Kok Jaka menangis?_ Padahal ia tidak bengis?_ Jaka pemimpin demonstran_ Aksinya picu kerusuhan_ Harus didalami lagi dan lagi_ Apakah ia bagian konspirasi?_ Apakah ini awal dari makar?_ Jangan sampai aksi membesar?_ Mengapa pula isu agama_ Dijadikan isu bersama?_ Mengapa pula ulama?_ Menjadi inspirasi mereka?_ Dua jam lamanya_ Jaka diwawancara_ Kini terpana pak polisi_ Direnungkannya lagi dan lagi_ Terngiang ucapan Jaka_ Kami tak punya sawah_ Hanya punya kata_ Kami tak punya senjata_ Hanya punya suara_ Kami tak tamat SMA_ Hanya mengerti agama_ Tak kenal kami penguasa_ Hanya kenal para ulama_ Kami tak mengerti_ Apa sesungguhnya terjadi_ Desa semakin kaya_ Tapi semakin banyak saja_ Yang BUKAN KAMI PUNYA_ Kami hanya kerja_ Tapi mengapa semakin susah?_ Kami tak boleh diam_ Kami harus melawan_ Bukan untuk kami_ Tapi untuk anak anak kami_ Pulanglah itu si Jaka_ Interogasi cukup sudah_ Kini petinggi polisi sendiri_ Di hatinya ada yang sepi_ Dilihatnya itu burung garuda_ Menempel di dinding dengan gagah_ Dilihatnya sila ke lima_ Keadian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia_ Kini menangis itu polisi_ Cegugukan tiada henti_ Dari mulut burung garuda_ Terdengar merdu suara_ Lagu Leo kristi yang indah_ Salam dari Desa_ Terdengar nada:_ Katakan padanya padi telah kembang_ Tapi BUKAN KAMI PUNYA"_ Mei 2017 – Read on Path.
– View on Path.