Ribut besar. Di depan anak-anak. Nangis? Iya. Kali ini giliran si kecil yang elus-elus. Besok kalian sama nenek kakek kalian dulu ya, ibumu perlu pergi sejenak. Karena kali ini, sakitnya sangat menyesakkan.

oozey mess
Not today Justin
trying on a metaphor
ojovivo
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

祝日 / Permanent Vacation
NASA
taylor price

No title available

tannertan36

Origami Around

No title available

if i look back, i am lost
occasionally subtle
Sweet Seals For You, Always
hello vonnie
Lint Roller? I Barely Know Her
we're not kids anymore.
Sade Olutola
AnasAbdin

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Brazil

seen from South Korea
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from India
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Greece
seen from United States
@halokalo
Ribut besar. Di depan anak-anak. Nangis? Iya. Kali ini giliran si kecil yang elus-elus. Besok kalian sama nenek kakek kalian dulu ya, ibumu perlu pergi sejenak. Karena kali ini, sakitnya sangat menyesakkan.
Dear kakak adek, maafin ibu ya yang malah marah-marah ke kalian padahal ibu dongkol ke bapak.
Pamit berburu, pergi semaleman, pulang bukannya nemuin anak istri malah abis mandi langsung pergi lagi. Emosiku malah aku luapin ke anak-anak yang kebetulan bikin ulah. Sekarang akunya yg nangis nyesel udah bentak kakak dan adek.
Bocah-bocah pulang sekolah. Tau pintu kamar dikunci dan akunya di kamar, tetep aja dipanggilin dan pintu kamar berusaha dibuka. Padahal masih ada yang perlu diselesaikan. Randomnya, mas kabur lewat jendela gegara belum apa-apa udah males duluan kalo diributin bocahan karena pernah ditanyain 'ibu sama bapak ngapain, ko pintunya dikunci'. Dan terjadi, begitu pintu kamar dibuka, keluar pertanyaan, 'ibu ngapain ko pintu kamar dikunci'
Berkutat dengan kata seandainya, lagi dan sebuah pertanyaan mempertanyakan diri sendiri, benarkah cinta itu masih ada?
Lagi nangis, sesenggukan, kakak masuk kamar. Otomatis kran air matanya berhenti. Pura-pura baik-baik saja di depan anak-anak.
Halo, saya sedang tidak baik-baik saja maka saya menulis disini.
Perempuan itu harus mandiri. Terlena sama omong kosong sekarang menyesal. Mau lamar kerja inget umur sudah tidak muda lagi.
Hahahaha si bangs*t emang, anak istri dikunci diluar ga boleh masuk rumah
Kenapa keinginan untuk menyakiti diri sendiri seringkali muncul? Padahal lagi ga ada masalah lho. Hah? Ga ada masalah? Penipu!
Sakit ya rasanya. Iya.
Suddenly crying while listening A Thousand Years by Christina Perri.
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Am I? Can I? Meanwhile Im struggling for loving myself
Kalau punya uang banyak-banyak, mungkin, anak-anak dan aku sudah lama pergi. Untuk apa tinggal bersama orang yang lebih suka di luar rumah daripada menghabiskan waktunya untuk keluarga. Toh, sama aja, baginya anak-anak dan aku tidak sepenting kehidupan sosialnya.
Hampir seminggu mood bener-bener kacau. Hampir tiap malam kalau anak-anak udah pada tidur dan aku sendiri pasti nangis. Kayak barusan, nangis sampai sesenggukan. Penyebabnya? Seperti biasa, ngerasa sendiri. Apalagi sekarang gada mbak (yah walopun tiap minggu manggil art harian lewat penyalur) tetep aja rasanya cape. Liat June jam segini pasti keluar, main, nongkrong, rasanya kesel, insecure, iya, iri, hampir benci, dan pasti kecewa.
Luka lama, kebuka lagi. Ternyata aku ga baik-baik aja. Ternyata memang kepercayaanku ke June udah ga bisa kayak dulu lagi. Chat kala kakak awal-awal lahir, lokasi yang ga sengaja muncul dari aplikasi belanja, dan kwitansi yang aku temuin didompetnya. Maaf, sejak saat itu aku jadi terombang-ambing. Bukan mungkin lagi, tapi hal itu emang belum selse buat aku. Apalagi dengan sikap June yang seperti ini, keluar tiap malam.
Seperti chatku dua hari yang lalu ke June, apakah akan ada penyesalan kalo terjadi sesuatu sama anak-anak dan aku saat dia main? Seberapa besar arti kami untuk June?
ketika ada satu waktu kami berbicara, serius, dari hati.
saat itulah aku tau, kami sama-sama terluka.
bukan aku yang tidak di dengar olehmu
bukan kamu yang merasa aku selalu marah
ternyata, hanya pemahaman kami berbeda.
terima kasih kamu dan terima kasih aku karena sudah bertahan.
bertumbuh lebih baik ya. aku sayang kamu dan aku sayang diriku.
Maju mundur mau konsul psikolog. Tapi, makin kesini makin merasa tidak baik-baik saja. Makin sering nangis sampe sesenggukan, ada marah yang tidak bisa dilampiaskan.
Ragu. Padahal anaknya udah dua.
Eh ragu apa capek ya. Capek karena ngerasa ngurus anak sendiri. Anak sakit ganti-gantian. Kurang tidur, kurang refreshing. Suami? Ga jagain.
Teruntuk lelaki yang kucintai, bapak dari anak-anakku.
Tolong terus berjuang, bersama.