CUKUP JARAK YANG BERPISAH, JANGAN HATI.
Entah sejak kapan, saat diriku mendapat masalah dan jarang muncul disampingmu untuk menemani, aku mengira semua baik baik saja.
Dengan sikap dirimu yg seperti biasa, tata caramu, segala perhatianmu, tapi tidak dengan matamu. Yg merasa pertama kali cuma bisa berfikir ah itu hanya perasaanku saja.
Setiap hari makin kesini, secara perlahan mulai berubah dari seberapa jarang atau bahkan lambat dalam membalas pesanku, dari sudah seberapa jarang kita bertukar cerita dengan bahasa tubuh yg lepas, dari seberapa jarang kita bertemu untuk saling menemani, bahkan dari seberapa jarang kita bersikap konyol dihadapan orang lain tetapi bahagia untuk kami. Aku mulai merasakan perubahaan itu. tetapi aku tidak tahu apa penyebabnya, apa karena dari diriku sendiri yg dulu pernah mengabaikanmu dan kamu sudah terbiasa tanpa diriku? atau dikehidupan mu sudah menemukan orang yg bisa menggantikan posisiku?
Tidak diantara salah satu tebakanku benar aku hanya bisa berkata maaf untuk amsusiku yg pertama dan berterima kasih pada orang yg sudah menggantikan ku untuk membuat kamu kembali seperti dulu.
Walau itu bukan dihadapanku, lagi.











