Salah satu kesalahan yang sering orang lakukan adalah menganggap bahwa dunia ini harus adil.

#extradirty
đ
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
art blog(derogatory)
Keni

No title available
I'd rather be in outer space đž
occasionally subtle
Cosmic Funnies

No title available

romaâ
cherry valley forever
$LAYYYTER
Fai_Ryy
tumblr dot com

Love Begins
taylor price

ellievsbear
The Bowery Presents
đ©” avery cochrane đ©”
seen from Greece
seen from United States

seen from Germany

seen from Greece
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Canada
seen from Colombia
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from Germany
seen from Venezuela

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@hasnaswirah
Salah satu kesalahan yang sering orang lakukan adalah menganggap bahwa dunia ini harus adil.
Dua hari paling penting dalam hidupmu adalah hari pada saat kamu dilahirkan dan hari di saat kamu menemukan jawaban mengapa kamu dilahirkan. Poin pertama pasti sudah terlewati, namun poin kedua? Sudahkah? Jika belum, sudahkah kita mengikhtiarkan untuk mencari jawabannya?
HAK MERDEKA, HAK BAHAGIA . Kita kerap kali hanya bisa menuntut orang lain agar hak-hak kita dipenuhi. Kita marah kalau hak-hak kita disepelekan. Kita ingin dilayani. Kita ingin dihargai. Kita ingin diperlakukan sebaik mungkin⊠. Tetapi, jarang sekali kita menetapkan standard yang sama ketika kita menempatkan semua itu pada orang lain. Ketika tiba giliran kita untuk memenuhi hak-hak orang lain, menghormatinya, tidak menyepelekan apalagi merendahkannya. . Kita sering berlaku tidak adil. Barangkali itulah yang membuat kita selama ini tidak bahagia. Kita menganggap diri kita adalah pusat dunia dan karenanya dunia harus mengikuti dan mengerti kitaâsemua yang membuat diri kita selalu merasa kurang, merasa belum, merasa tidak bahagia. . Mulai hari ini, bagaimana jika kita membuat sebuah resolusi baru: Untuk menjadi individu yang lebih adil, lebih bijak, dan lebih berkomitmen untuk menghargai dan menjamin kebebasan orang lain, hak-hak orang lain. . Mulai hari ini, mari belajar menjadi individu yang lebih adil, lebih merdeka, lebih berbahagia. . Simak video #Quotalk saya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=ooxtF7bzPlM . Salam baik. . . FAHD PAHDEPIE
Raising A Mindful Family #1
Tulisan ini ditulis sebagai review dari International Islamic Parenting Seminar dengan judul âRaising A Mindful Familyâ yang dilaksanakan di Bandung, 3 Februari 2018. Seluruh materi yang dituliskan kembali disini disampaikan oleh Dr. Mohamed Rida Beshir, seorang Islamic Marriage and Parenting Expert yang berasal dari Canada yang juga merupakan co-author dari buku best seller berjudul âParenting Skills: Based on The Qurâan and Sunnahâ. Sebagai penghubung antara materi satu ke materi yang lainnya, hadir juga Ustadz Adriano Rusfi, seorang Psikolog yang juga founder dari Majelis Luqmanul Hakim.
Sebelumnya, mohon maaf untuk kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang saya pertahankan sebagaimana materi diberikan, karena khawatir ada pemaknaan yang hilang atau kurang lengkap jika semua ditranslasi ke dalam bahasa Indonesia. Enjoy reading, happy learning!
Lecturing diawali dengan pertanyaan yang lucu dari Mr. Rida, âMarriage is a 3 ring circus: engagement, wedding, and .. whatâs the 3rd ring?â Saya kemudian menjawab, âThe 3rd is parenting.â karena saya berpikir bahwa parenting adalah hal esensial dalam keluarga, dan juga karena belakangnya -ing. Haha. Tapi ternyata jawaban saya salah! Beliau bilang, ring yang ketiga adalah suffering alias kesediaan untuk menderita. Wow, agak mengerikan ya mendengarnya. Tapi, banyak kasus di ring ketiga ini sehingga berujung pada perceraian.
Amerika Utara memiliki tingkat perceraian sebesar 31,4% sementara di negeri kita sendiri, 84% perceraian terjadi di 5 tahun pertama karena alasan-alasan sepele. Wow, angka ini cukup mencengangkan, ya! Lalu, bagaimana agar kita dapat menghindari hal tersebut? Semua berawal dari proses pemilihan pasangan. Kepada laki-laki, panduan memilih pasangan sudah jelas tersampaikan melalui sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu,
âA woman is sought for marriage for 4 reasons: her wealth, her beauty, her social status, and her Deen. So, select the one who is religious, otherwise, you are at loss.â
Meski terkesan hanya diperuntukkan bagi laki-laki, sebenarnya hadist ini juga menjadi petunjuk bagi perempuan, yaitu bahwa jika tanpa iman, maka kekayaan, kecantikan, dan sosial status menjadi tidak ada artinya.
Lalu, bagaimana dengan perempuan? Apakah hadist tadi tidak bisa menjadi patokan bagi perempuan dalam memilih pasangan? Tentu saja bisa, dan ada juga hadist lain yang menjelaskan bagaimana perempuan memilih pasangan, yaitu,
âIf there comes to you one with whose character and religious commitment you are pleased, then give (your daughter or female relative under your care) to him in marriage ..â
Yup, perempuan dianjurkan untuk melihat laki-laki dari agama dan akhlaknya.
Setelah menentukan pasangan, lalu apa yang menjadi kunci bagi pernikahan yang sukses dan bahagia? Berikut adalah 10 Keys to Blissfull and Successfull Marriage yang disampaikan oleh Mr. Rida.
Pertama, mutual commitment to marriage status. Mutual berarti bahwa komitmen yang kuat terhadap pernikahan ini tidak hanya dipegang oleh perempuan saja atau laki-laki saja, tapi keduanya. Pada siapa sebenarnya komitmen ini terjadi? Apakah isteri pada suami? Atau suami kepada isteri? Utamanya, komitmen itu, atau yang sering kita kenal sebagai mitsaqan ghaliza, adalah komitmen kepada Allah.
âFear Allah in your dealing with your wives. This relationship is a trust from Allah.â
âTake a good care of your wives. They are entrusted to you by Allah.â
Menariknya, kalimat yang diucapkan seorang laki-laki kepada wali nikah perempuan saat ijab qabul dalam aturan bahasa arab merupakan kalimat fiâil madi atau past tense. Mengapa? Karena dengan siapa kita menikah sudah Allah tetapkan jauh sebelum hari akad nikah terjadi, bahkan sebelum kita terlahir ke dunia, sehingga akad ini adalah bentuk pengesahan bagi ketentuan yang telah ada tersebut. Maa syaa Allah.
Kedua, trust and faithfullness, yang untuk menghadirkannya kita perlu memerhatikan dan menjalankan petunjuk Rasulullah, yaitu tentang bagaimana interaksi antarlawan jenis di dalam Islam. Selain itu, trust and faithfullness ini juga membutuhkan transparency and clarity, dimana masing-masing pasangan perlu membantu pasangannya untuk bisa memberikan kepercayaan terhadapnya.
Keempat, proper understanding of objective of marriage. Yup, tujuan pernikahan! Mr. Rida bertanya pada seluruh peserta seminar, âHow do you think most men define marriage?â Seluruh peserta terlihat berpikir, pun peserta-peserta laki-laki yang duduk di sayap kanan. Lalu, Mr. Rida menjawab, âMost men define marriage as a very expensive way to get laundry done!â Hahaha, beliau ini memang lawak sih ya, kocaque! Kemudian, tujuan-tujuan terbaik dari pernikahan pun disampaikan: realizing and fulfilling sunnah, peace and tranquility, comfort, serenity, satisfaction, protection, shelter, becoming your self, dan lain-lain. Tapi, diantara semuanya, ada satu yang menurut saya adalah the ultimate objective of marriage. Apakah itu?
Help each other to be closer to Allah by encouraging our spouse to do a right things.
Kunci pernikahan yang kelima adalah proper understanding of gender relation, yaitu relasi yang supporting, protecting, and cooperating with each other for righteousness. Nah, kalau kita pikir-pikir dari segi bahasa tentang ketiganya itu, rasa-rasanya ada bagian supperior (misalnya yang mensupport dan menjaga), tapi ternyata tidak demikian, karena supporting and protecting is not about top-down, but equal.
âAnd women have the same rights as the duties they have to fulfill in kindness and according to what is equitable.â
Keenam, proper understanding of spousal obligation. Disamping suami dan isteri memiliki kewajiban masing-masing yang harus dipenuhi, ternyata ada juga kewajiban bersama yang harus dipenuhi oleh keduanya, yaitu
treating one another with respect, love, and gentleness; providing companionship for each other, helping each other to be better Muslim, fulfilling each other emotional needs, and dealing with each other based on the proper understanding of qawwamah, obedience of wife to husband in Islam (the standard is according to syariah), and status of woman in Islam.
Selain itu, disebutkan pula dalam Al-Baqarah ayat 187 tentang relasi dan kewajiban pasangan, yaitu bahwa, âThey are your garment and you are their garment.â
Ketujuh, following the Quranic way of communication. Memang ya, Al-Qurâan ini maa syaa Allah, keren sekali! Sampai-sampai, untuk urusan komunikasi pun dibahas. Salah satunya adalah tentang Ahsan:Â we should only say words that are the best. Rasulullah pun mencontohkan sikap-sikap terbaik saat berkomunikasi, dimana beliau,
always used descent language and good words, never raised his voice, never got angry for personal reasons, did not blame or point fingers, never called other with bad names, always conveyed respect and consideration, faced the person talking to him, never cut a person off while talking, repeated himself to make sure that he was clear, confirmed what other person said, and illustrated what he was saying.
Kedelapan, paying special attention to the early stage of marriage. Hmm, awalnya saya heran, memangnya kenapa dengan tahun-tahun pertama pernikahan sampai dibilang perlu paying special attention? Bukankah itu masa-masa bahagia? Tapi ternyata, early stage of marriage ini ya memang sweet, but critical. Ustadz Adriano Rusfi pun menjelaskan tentang banyak sekali problematika di awal pernikahan, yang bisa menjadi pemicu pernikahan bahkan sebelum pernikahan itu memasuki usia 5 tahun pertama.
Ternyata, problematika yang seringkali terjadi di awal pernikahan ini adalah bagaimana menyatuka dua pribadi yang bereda, problematika finansial, perbedaan prinsip dalam pendidikan anak (biasanya masalahnya adalah suami dominan untuk mengambil keputusan tapi suami tidak lebih memahami parenting daripada isteri yang suka belajar), dan hadirnya pihak ketiga, baik itu orangtua atau mertua, yang merasa masih perlu melakukan intervensi tata kelola rumah tangga anaknya. Semua ini terkait juga dengan kunci kesembilan, yaitu learning and practicing Islamic way of addresing conflict.
âWhat is the last key thatâs not written in the presentation?â tanya Mr. Rida. Hmm, apa ya? Ternyata, setelah setengah menit diberikan waktu untuk berpikir, jawabannya adalah PRE MARITAL EDUCATION. Beliau mengatakan, sembilan kunci sebelumnya hanya akan dapat menjadi sempurna jika semuanya diawali dengan pendidikan pra-nikah. Beliau juga meyakinkan para peserta yang masih ada di stage pra-nikah bahwa pernikahan, mengasuh, dan mengelola rumah tangga perlu diawali dengan kesediaan untuk belajar dan menuntut ilmu, bahkan jauh sebelum menikah.
Bersambung ke tulisan berikutnya, ya! :)
_____
Picture Source: Pexels
Hidupmu adalah bukan tentang kamu saja. Tapi juga tentang orang di sekitarmu. Berhentilah sejenak dari "lari"mu itu, sapalah orang, dan dengarkan ia sejenak, barangkali kau bisa mendapat sesuatu.
Menuntut dunia sempurna itu semacam ketidakadilan bagi diri sendiri, bukankah begitu?
Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak
Dan lagi lagi aku dibuat percaya, bahwa kunci dari ketentraman hidup adalah tentang bersyukur. Allah selalu memberi yang kita butuhkan, tidak kurang tidak lebih.
Segala ujian itu hanya dimaksudkan Allah agar kita belajar bahwa tempat di hati manusia hanya diciptakan oleh-dan untuk- Allah
Yasmin Mogahed
and She is greedy for things that she doesn't have, how can it doesn't make her desperate?
Her beauty wonât raise your children.
Her education will.
Her character will.
Her emaan will.
mom = full time job, in dunya and akhirat
apa yang kita miliki = apa yang dititipkan kepada kita apa yang tidak kita miliki = memang bukan hal yang dititpkan kepada kita apa yang kita kehilangan = apa yang dittipkan kepada kita yang diambil lagi oleh empunya
JANGAN KECEWA DULU
Kemarin, saya menggunakan jasa sebuah travel untuk pergi dari sukabumi untuk pulang menuju Bandung. Sudah pukul 8, sudah saatnya berangkat. Namun, saya sebagai satu-satunya penumpang saat itu, tidak diminta untuk naik travel. Malahan, salah satu petugas datang mendekati saya. âKang, punten. Travelnya telat sedikit ya.â âKenapa memangnya teh?â âSupirnya ngerokok dulu sebentarâ Mendengar jawaban itu, timbul rasa kecewa dalam hati saya. Memang, fenomena travel terlambat itu sering terjadi. Tapi, kali ini alasannya sungguh tidak bisa diterima. Akhirnya, kita pergi terlambat 10 Menit dari jadwal semula. Setelah beberapa saat mobil berjalan, saya bertanya kepada beliau berapa lama perjalanan ini, karena saya harus mengabari orang yang menjemput saya nanti setibanya di Bandung âKang, berapa lama dari sini ke Bandung?â âkisaran 3 jam kang. Doain aja gak macetâ âOh, memangnya tadi macet?â âIya kang, tadi jam 8 saya baru banget nyampe ke travel. Langsung saya bersihin dulu mobilnya. Tadi juga ngerokok dulu, tapi baru beres setengah batang, takut akang lama nungguinnya kalau sampai selesai. Soalnya, kalau saya gak ngerokok, nyupirnya nanti gak benerâ Di situ saya terdiam sejenak. Mendengar alasan tadi kenapa bapak tersebut merokok dulu, membuat rasa kekecewaan di dalam hati saya hilang seketika. Seringkali kita berjumpa dengan situasi seperti ini, kita kecewa karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, kita kesal karena seseorang tidak mengerjakan sesuai dengan baik, tapi seringkali pula kita menutup diri untuk tidak bertanya kenapa hal tersebut tidak terjadi. Kadangkala, hati kita mengeras ketika melihat orang lain melakukan kesalahan, tapi kita selalu mengharap orang lain dapat melunakkan hatinya ketika kita yang melakukan kesalahan. Dan malam itu, Pak Jon sang supir, kembali mengingatkan saya tentang pentingnya bertanya dan bersabar. Beberapa waktu setelah itu, saya langsung tertidur di dalam mobil. Mungkin akumulasi kelelahan dari kegiatan di kota sukabumi. Tiba-tiba, tak terasa, saya sudah tiba di kota Bandung, pukul 11 malam. âKang, punten kang, bangun kangâ Ujar pak jon. âWah, udah sampe pak?â âIyah kang, udah daritadi sebenernya. Ini juga, saya sudah selesai nyuci mobil dan beres-beres mobilnya. Tadinya mau bangunin akang, cuman saya liat kayaknya capek banget, dan kan akang dijemputnya masih beberapa menit lagi, jadi yaudah saya biarin aja dulu tidurâ Sungguh, mendengar kata itu, saya semakin takjub dengan kebaikan bapak jon, apalagi dia sampai memikirkan hal tersebut. Dari Bapak jon, saya belajar banyak malam itu. Semoga perilaku beliau dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih bersabar dalam mengahadapi masalah, dan tidak langsung membenci sesuatu yang kita tidak mengetahui awal masalahnya. JANGAN KECEWA DULU Bandung, 9 Agustus 2017
di dunia ini masih banyak orang baik, masih banyak. kamu hanya belum menemukannya, itu saja,Â
Dan ketidakpastian selalu berhasil menjadisatu-satunya jawaban mengapa sesuatu terlihat sangat rumit.Â
Cinta harta
Aku ingin menjadi orang yang sangat mencintai harta. Saking cintanya, aku tidak ingin hartaku pergi dariku bahkan sampai akhirat. Aku akan menitipkan sebanyak-banyaknya harta ke orang-orang yang membutuhkannya di dunia, agar aku bisa mendapatkannya kembali di akhirat. hehe :)
Rezeki itu adalah apa yang betul-betul dinikmati oleh kita. Banyak orang yang mampu untuk membeli, tapi tidak bisa menikmati.
Tidak ada sesuatupun di bumi yang dapat membayar keikhlasan
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah