Setiap orang tentu berharap bisa saling bersama meski tidak lagi dengan rasa yang sama. Hanya saja, aku mengerti, tidak semudah itu melakukannya jika satu pihak masih sangat cinta sementara yang satu lagi tidak. Maka, aku ingin memahamimu sebagai manusia biasa, bukan sebagai sosok malaikat yang tidak mengenal luka. Jika kau merasa terluka karenaku. Tidak mengapa kini kau menjauh dariku. Kau boleh menenangkan dirimu dengan cara apa pun yang kau mau.
Kau sama sekali tidak perlu menjadi dewasa hanya untuk sebuah pengakuan dari orang lain. Lalu menyiksa dirimu lebih dalam dengan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa denganku. Sementara jauh di dalam dadamu, masih terasa sesak yang begitu ngilu. Tidak apa-apa dianggap sebagai bocah kecil dan cemen, hanya karena kau melarikan diri saat patah hati. Kau melarikan diri untuk mewaraskan dirimu kembali. Percaya atau tidak, tidak semua orang yang mengaku dewasa akan paham apa yang kau rasa. Kau sama sekali tidak butuh kata-kata bijak saat patah hati. Kau hanya butuh cara untuk menenangkan diri. Memulangkan tenang jiwamu kembali.
Semua butuh waktu. Termasuk bersikap biasa saja. Kau hanya perlu menenangkan diri dengan proses memulihkan segala yang terluka. Dan itu memang tidak bisa tergesa-gesa.
–boycandra






