Yaa aku memang keras, orang sekitarkubpasti merasakan sebetapa keras kepalanya aku. Tidak mudah untuk melunakkannya namun bisa. Sekali senggol langsung cut off.. gampangnya gitu.
Seperti contoh panggilan 'bu' yang diberikan orang orang padaku diusia yang harusnya masih dipanggil mbak atau dek. Sebuah frasa bagus yang menyebalkan bagiku. Frasa yang akan aku terima dengan bangga jika sudah berkeluarga kelak, besok aku akan senang dan suka dengan itu. Tapi tidak untuk sekarang.
Emang.. mereka ngga salah dengan melihat tampilan luar, tapi apakah keliatan segitu tuanya ???
Kenapa aku berbeda dengan teman temanku, mereka tampak baby face dan imut, mereka tampak muda, muka yang stagnan meski usia terus berlanjut. Apakah mereka perawatan, sejauh yang ku tau sama saja...
Yaa aku begini mungkin bukan tanpa alasan. Aku terpaksa menjadi pemikir sejak SD. Kondisi keluarga yang jauh dari kata layak membuatku banyak berpikir bagaimana mencapai inginku. Bahkan untuk membeli barang yang aku inginkan saja harus berpikir banyak kali menimang dab menimbang.
Bahkan tipe x kertas pun dulu belum sempat terbeli, karena pemakluma kondisi. Sekolah SMK pun sempat untuk tidak lanjut karena terkendala. Tapi Alhamdulillah bisa dapat sekolah gratis. Tidak menyangka juga untuk bisa kuliah.
Kini pas kerja, ingin sedikit menikmati jerih payah harus terbebani pikiran orang rumah. Memang ngga ada habisnya mikir .... Itulahh kenapa muka ku keliatan tua