Siapa yang tak tersindir dengan kalimat Abdullah bin Mas'ud ini?
"Aku benci melihat ada orang yang sama sekali tidak punya kesibukan apa-apa; baik kepentingan dunia ataupun akhiratnya..." (Hilyatul Auliya)
Kita biasanya ada di kondisi ini kalau sedang main gadget di waktu luang...
Itu mungkin adalah kita ketika sedang di 'waktu antara', antara rumah ke kantor, antara kos-kosan ke kampus, antara selesai dari kamar mandi ke waktu tidur. Ada kalanya kita membisu tanpa pikiran, diam tanpa ada yang direnungkan.
Jari kita menggeser layar, mata kita menyipit.
Salah satu waktu yang banyak dibuang adalah "Al Auqat Al bainiyyah" ini, waktu-waktu antara satu aktivitas ke aktivitas lain.
Seorang teman juga pernah bilang, "orang Jabodetabek mah umurnya habis di jalan bang", sebagai gambaran betapa lamanya kita terjebak di waktu antara ini.
Maka, ini saran sederhana: berikan diri kita satu daftar berisi apa yang bisa dilakukan ketika "waktu antara" ini. Bisa dengan dengar kajian di Spotify, menulis ide di notes, atau paling tidak menebak Katla. Hehe.
Akan lebih baik kalau punya manfaat buat dunia atau akhirat kita.
Dan mengapa menata waktu menjadi sangat penting?
Al Qur'an yang kita baca akan menyampaikan pada satu simpulan: berkali-kali kita baca firman Allah yang bersumpah menggunakan waktu; Wal Ashr, Wad Dhuha, Wal Lail.
Tandanya, waktu sangat penting. Allah bersumpah dengannya.













