Kadang kekayaan seseorang, keberuntungan yang tampak, kehidupan mereka di sosial media membuat kita silau--bahkan kadang nggak sekali-dua kali tanpa sengaja berujar dalam hati, "duh pengen deh..." Atau "gimana caranya ya biar bisa kaya gitu" Hahaha. Alhamdulillah aku terverifikasi manusia biasa, bukan bidadari. Pernah "ngerumput tetangga" juga jadi orang. Wadidaw alasan! Hahaha
Tapi tiap kali rasa iri tipis-tipis itu muncul, sebelum dia jadi julid atau dengki, atau mengakar berkepanjangan sampai aku hilang syukur dan self-love, aku selalu bilang sama diriku,
"Kamu iri sama dia, iri juga nggak sama hisabnya nanti? Siap nerima itu semua nggak?"
Karena belum tentu kalau kita jadi mereka, lalu kita bisa melewati pertanggungjawaban itu dengan baik.
Iri sama yang punya privilej: yakin siap? Yakin kalau di posisi dia kamu bisa melakukan hal-hal yang berdampak baik dengan privilej tersebut? Yakin nggak keblinger/gelap mata?
Iri sama yang punya duit banyak : yakin siap? Dimana-mana orang kaya hisabnya lebih banyak. Dari asal duitnya, cara megang duitnya, sampai digunakan untuk apa duitnya. Kadang lihat anak pejabat tuh ngiler juga sering jalan-jalan ke luar negeri, bisa kesini kesitu, punya channel ini itu. Tapi aku pikir lagi, ngeri juga kalau duitnya dari deal dealan proyek gelap, atau dari hasil nipu rakyat dikit-dikit. Hiiiii. Enak sih emang, tapi yakin nanti aku siap?
Iri sama yang punya keluarga (kelihatannya) asyik, samawa selalu: tanpa konflik berarti. Yakin? Yakin mereka nggak memendam sesuatu? Atau yakin nggak kita kalau iri dan diizinkan di posisi mereka bisa seberbakti itu sama orangtua? Bisa sesupport itu sama saudara?
Iri sama yang punya gaji banyak, karir mentereng luar biasa: Yakin? Iri juga nggak sama perjuangannya? Bisa jadi dia lebih jungkir balik. Lebih sengsara di awal menitinya. Belajar sampai berdarah-darah. Mengasah skill sampai nggak tidur. Jangan-jangan kita iri aja waktu dia di puncak, nggak iri sama prosesnya.
Iri sama yang selovable itu di sosmed atau aktif sekali di sosmed : Yakin iri? Yakin bisa menggunakan waktu di sosmed sebaik dia? Yakin bisa bikin konten kreatif kaya dia? Yakin bisa berdampak baik secara maya seperti dia? Yakin nanti malah nggak sombong? Yakin nggak tambah riya'?
Pokoknya sudah jadi prinsip, kalau lagi iri terima dulu kalau iri, lalu bunuh! Hahahahaha. Ashedap sadis juga~
Ga baik iri itu gaessss, iri yang baik sama orang kaya yang sedekahnya banyak sama iri kepada orang yang punya ilmu yang diamalkan dan bermanfaat. Udah itu aja. Embel-embel sisanya, hempas~
Jadi pas liat horang kayah, iri aja pas dia lagi sedekah. Hindari iri pas dia lagi pake barang branded sambil IG story staycation di hotel bintang tujuh, plus selfie muka glowingnya yang katanya bareface atau lagi bangun tidur HAHAHAHAHA.
Pas lihat orang pinter bangeeettt, iri aja sama ilmunya yang dipakai, diamalkan, diajarkan, dan bermanfaat. Gausah iri sama printilan yang lain kaya bisa jalan-jalan ke negara orang--keliling dunia dan fully funded. Dapet royalti atas karyanya yang sambil merem aja duitnya datang. Atau iri sama pasangannya yang support banget. Nooooo sama rasul nggak pernah diajarkan hal itu hehehehehehehe.
Ya sekian tips agar iri-mu tidak sampai ke sel-sel tubuh. Wkwkwkw