“Berserah itu menenangkan, sadar bahwa kita tak akan sanggup menggenggam apapun kecuali dengan ijin dan pertolongan Nya.”
—
almost home
occasionally subtle
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
Monterey Bay Aquarium
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear
YOU ARE THE REASON

Product Placement
Peter Solarz

if i look back, i am lost
NASA

#extradirty
I'd rather be in outer space 🛸

Janaina Medeiros
DEAR READER
Keni

pixel skylines
trying on a metaphor
i don't do bad sauce passes

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
@iceygnus
“Berserah itu menenangkan, sadar bahwa kita tak akan sanggup menggenggam apapun kecuali dengan ijin dan pertolongan Nya.”
—
Watch "A Rocket to the Moon - Somebody Out There (Lyrics)" on YouTube
Wish to have someone to share the comfortable silence.
Was having an urge to tell story to a friend, but the same thing happened, again.
And i lost it. I want someone who shows that I matter, as a friend, or more.
Someone who really wanna hear and is interested.
Not someone who always forget and act as if i don't matter.
And again.
I hope this will end.
Kadang rasanya ingin pergi sama teman, tapi sama sama menikmati kehadiran aja.
05/09/21
And it happened again. Why is it always the same thing? I thought that after some years passed u've changed, but u haven't.
And i hate that i actually still expect u to change.
And i hate that u always makes me wonder if u really mean the thing u said to me.
Will i ever be ready for that?
Celebrating your small achievement, small progress and any other small things in life that matters is veeeery much a mood booster, also way to make you feel more grateful and blessed :)
Alhamdulillah, happy Friday!
Bandung, 06 Aug 2021
I attached this during working on my skripsi back in uni. Until now, these 2 reminders still very useful for me because I sometimes getting sooo impatient of my own learning process.
(29/07/21)
There's no boat yet, and i wish to leave with submerge tank, soonest one if possible
17/07/21
I love to see another part of me from my old writings. I love to see traces of people i cherished from it and find the warmth of it.
Sometimes i wonder how did i write that or how was the exact feeling i felt at that moment or why didn't i go for it and any other thoughts popped up.
I love it and i miss a lot of things.
Stay safe and healthy dear all ♡
09/07/21
An affirmation of what's been on my mind lately; please let me have lasting happy and healthy partnership with someone who wanna go walk this life till jannah side by side..
Aamiin.
09/07/21
Assalamualaikum Mas Gun
Semoga Mas Gun sekeluarga selalu diberi kesehatan dan keselamatan.
Sebelumnya, mau ngingetin jawabnya jangan jutek-jutek ya. Biasanya kan kalau ditanya tentang kegundahan terhadap kekurangan pasangan suka mode jutek jawabnya hehehe.
Saya mau bertanya. Oiya btw saya perempuan. Jika sudah menemukan laki-laki baik yang insyaAllah juga mencintai saya. Secara emosional bahkan spiritual udah klik banget, tapi karena satu dan lain hal kami belum bisa bersatu. Sebenernya lebih ke karena keadaan ekonomi kami yang belum "cukup" untuk menghidupi satu sama lain. Apakah bijak jika kami tetap mempertahankan hubungan ini atau lebih baik berjuang sendiri-sendiri dulu? Terima kasih. Semoga dijawab.😊😊
Waalaykumsalam.
Jutek yang kamu rasakan itu adalah bentuk penafsiran yang kamu rasakan atas bahasa tulis yang saya pakai. Biasanya, buat teman-teman yang di lingkungannya tidak terbiasa dengan feedback, secara otomatis dalam dirinya akan ada mekanisme pertahanan diri yang aktif. Dan respon itu membentuk cara berpikir dan bertindakmu seperti apa.
Tapi kita ga akan bahas itu, saya akan bahas yang di pertanyaan. Saya pernah punya pengalaman soal ini. Sebuah pengalaman yang membuat saya akhirnya memilih sebuah sikap/keputusan yang menurut saya, sampai hari ini, itu adalah keputusan yang sangat keren.
Saya menemukan problematika serupa yang ditanyakan di atas terjadi di orang lain, diakibatkan oleh masalah yang sama, dan respon yang hampir sama, dan masalahnya gak selesai-selesai, muter-muteeeer terus disitu aja. Dan waktu itu, saya membuat respon yang berbeda.
Kalau teman-teman berkeinginan untuk menikah, maka calon adalah persiapan terakhir. Ya, diletakkan di paling akhir. Setelah semua persiapan yang lainnya, menurutmu, sudah cukup.
Apa akibatnya kalau "calon" itu dipersiapan di depan sebelum persiapan-persiapan lainnya? Akibatnya adalah seperti yang ditanyakan oleh penanya di atas, bingung sendiri harus ngapain. Itu terjadi dibanyak orang. Alih-alih mempersiapan pondasi-pondasi yang lebih urgent, justru fokus tersebut pecah karena harus memikirkan orang yang belum tentu juga jadi jodoh kita, menjadikannya bahan pertimbangan atas semua keputusan hidup kita; mau kerja apa, kerja dimana, sekolah lagi apa nggak, dll. Ya Allah, ribeeettt amat jadinyaa hidup kitaaa.
Itu adalah pengalaman yang berhasil kuambil pelajarannya. Akhirnya, alih-alih saya sibuk mencari orang yang akan saya nikahi saat itu. Berkali-kali berproses, jatuh cinta, gagal, ditolak, pusing, ngaruh ke akademik, ke pekerjaan, dll. Akhirnya saya mengubah algoritmanya, mengubah urutan proses menuju pernikahan. Saya meletakkan "proses mencari calon" di paling akhir.
Di depan saya belajar soal ilmu pernikahan, parenting, bekerja untuk beli kendaraan, mempersiapkan hunian, reconnecting hubungan dengan orang tua menjadi lebih hangat, networking, bangun pondasi karir, dll. Fokus di sana. Sampai pada waktu itu saya merasa semua itu sudah cukup, saya baru mencari calon.
Ingat banget saat itu, ketemu perempuan yang jadi istri saya sekarang hanya beberapa kali. Saya langsung bilang orang tua saya, ortu setuju. Langsung saya lamar ke orangtuanya. Ga sampai 3 bulan dari saya lamar, udah nikah. Less drama.
Saat fokus dengan hal-hal yang saya kerjaan di awal sebelum mencari calon pasangan hidup, saya jadi paham juga pasangan seperti apa yang FIT dengan goals yang saya miliki.
Buat kamu yang kebingungan soal keputusan masa depan karena "ada seseorang saat ini" padahal dia statusnya masih “orang lain” dan membuat pertimbangannya jadi berat. Coba diam, merem, terus delete orang tsb dari faktor pertimbangan, hilangkan dari pertimbanganmu. Kamu akan tahu, sebenarnya apa yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu :)
But I'm worried if what I call my best is not yet the best one. I'm scared if I am actually lying to myself by saying "I have done my best to be better self".
(17/11/2020)