our first home in jakarta
ojovivo
hello vonnie
Today's Document

roma★
noise dept.
official daine visual archive
Cosmic Funnies
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON
No title available
Phantogram Three
The Bowery Presents
Sweet Seals For You, Always
The Bright Sessions
h
🩵 avery cochrane 🩵
d e v o n
tumblr dot com
occasionally subtle
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United Kingdom
seen from Norway

seen from Hungary
seen from United States
seen from Venezuela

seen from United States

seen from Brazil

seen from Argentina

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Colombia

seen from Malaysia
seen from Pakistan

seen from United States
@in-hoc-signo
our first home in jakarta
Blessed July
Berkat Tuhan mengalir
Ini hanyalah sedikit dari berkatNya yang berlimpah dan luar biasa. Khususnya pada Bulan Juli tahun ini.
Tuhan mengizinkan aku menyelesaikan kuliah S2
Tuhan mengizinkan aku bertambah usia
Tuhan mengizinkan aku menikah dengan pria yang dianugerahkanNya menjadi pilihanku
Dibalik itu semua tentunya ada deretan doa, perjuangan, kekhawatiran, tangis, keringat, dan pengharapan.
Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang tak berkesudahan 🙏
Terima kasih atas kesetiaan Bunda Maria
Terima kasih atas terang dan bimbingan Roh Kudus
Sekarang harus memulai sebuah perjalanan yang benar-benar baru 😊
Semoga Tuhan memberkati langkah-langkah selanjutnya
Secuil Perjalanan
Berawal dari dua insan yang sedang mengadu nasib di daerah lain dan jauh dari rumah, sama-sama memiliki banyak kekhawatiran akan hari esok. Satu-satunya tempat terbaik untuk mengadu adalah Tuhan Yesus sendiri. Pada hari Minggu pagi, tanggal 9 September 2018 Petra dan Budi merayakan ekaristi di satu-satunya gereja katolik di daerah itu, yaitu Gereja Katolik St. Antonius Padua Pasuruan. Tidak sengaja duduk bersebelahan dan saat itu belum mengenal covid, jadi duduk lumayan berdekatan dan tanpa masker.
Saat misa telah usai, entah apa yang mendorong Petra untuk menyapa. Hanya pertanyaan basa-basi seputar kegiatan OMK gereja. Namanya juga pendatang, Budi tidak bisa menjawab pertanyaan Petra. Malah berlanjut perkenalan mengenai nama dan asal daerah masing-masing. Petra dari Jogja, dan Budi dari Semarang, tahu berasal dari daerah yang berdekatan, mereka merasa sama-sama senang karena merasa punya kawan seperjuangan. Setelah hening yang cukup lama, akhirnya Budi memberanikan diri untuk meminta nomor WA Petra.
Hari-hari berlalu dengan sekali-kali mereka bertukar pesan. Sempat janjian mau misa bersama lagi, namun Budi sudah dipindahtugaskan ke Bojonegoro. Maka pertemuan itu adalah pertemuan sekali yang sebenarnya sangat mungkin untuk diabaikan dan dilupakan. Ditambah lagi tidak sampai sebulan kemudian, pada hari Sabtu, 29 September 2018 Petra mendapat kabar duka bahwa ibunda telah berpulang ke hadirat Tuhan. Hanya kesedihan dan kerinduan yang memenuhi kepala, hati, dan hari-hari Petra saat itu.
Suatu hari, tanggal 26 Desember 2018, Budi mengirimkan pesan bahwa akan main ke Jogja naik motor. Petra hanya menganggap itu candaan saja jadi membuat janji dengan temannya yang lain, namun ternyata bukan. Budi benar-benar tiga jam menyusuri jalanan menuju Jogja. Pertemuan itu singkat dan diakhiri dengan tour motoran melihat kawasan UGM sekalian mengantar Petra pulang.
Pekerjaan menjadi fokus kegiatan mereka masing-masing. Dan pada bulan Februari 2019 Petra pindah tugas ke Sentul, Bogor. Sedangkan Budi memilih untuk resign dari Bojonegoro dan mencari pekerjaan baru di Semarang, kota kelahirannya.
Tidak akan ada pertemuan bila Budi tidak menyempatkan menemui Petra pada bulan September 2019 di Kebun Raya Bogor. Budi juga menyempatkan waktu untuk menemui Petra di Jogja saat bulan Oktober 2019 di Raminten Kota Baru. Semua pertemuan-pertemuan itu berlangsung singkat namun sungguh tidak akan terjadi tanpa adanya perjuangan. Mereka melanjutkan komunikasi dan saling mengenal dengan bantuan teknologi.
Suatu hari di bulan November 2019, Petra dan seorang teman mengikuti misa di Katedral Semarang, lalu Budi menyusul. Setelah misa, Petra berfoto di depan gereja karena itu pertama kalinya bagi Petra mengikuti misa di Katedral Semarang. Lucunya saat hendak pulang, ada seseorang wanita yang menyapa Petra. Ternyata yang menyapa adalah Ketua OMK Pasuruan, gereja tempat pertama Petra dan Budi bertemu. Butuh waktu lama bagi Petra untuk mengenalnya, karena baru sekali ikut kegiatan OMK di Pasuruan. Tiba-tiba teringat bahwa dahulu, obrolan pertama Petra dan Budi adalah mengenai kegiatan OMK gereja Pasuruan. Sesaat Petra merasa merinding tidak percaya, kenapa jauh-jauh pergi dari Pasuruan ke Bogor tetap saja dipertemukan orang Pasuruan, di kota asal Budi yaitu Semarang. Petra merasa itu merupakan kejadian yang tidak mudah terjadi, dan Petra merasa Tuhan ingin menyampaikan sesuatu kepada Petra tentang pertemuan hari itu.
Malamnya, Budi meminta waktu Petra untuk bertemu, dan ternyata baru bisa pukul 23.00. Akhirnya Petra dan Budi ngopi di pinggiran Simpang Lima dan ngobrol ngalor ngidul. Singkatnya pada hari itu, tgl 2 November 2019 Budi dan Petra bersepakat untuk memulai mengenal satu sama lain dengan lebih serius atau bisa dibilang pacaran. Petra awalnya tidak yakin karena jarak dan juga kesibukan masing-masing. Namun memang komitmen untuk saling memahamilah yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan selanjutnya. Sudah menjadi niatan mereka berdua dari awal bahwa hubungan ini akan diusahakan hingga depan altar.
Akhirnya setelah berbagai macam peristiwa dalam Long Distance Relationship (LDR), Budi membawa keluarganya ke rumah Petra di Jogja pada Januari 2022. Pada awal bulan Februari 2022 yang lalu, Petra baru tersadarkan sebuah fakta yang selama ini terlewat, bahwa Santo pelindung Gereja Pasuruan adalah Santo Antonius Padua, yang biasa menjadi perantara doa Novena disaat kita mencari sesuatu. Sungguh membuat merinding dan mendebarkan saat mengetahui bahwa jangan-jangan Santo Antonius sendirilah yang membantu mempertemukan kami berdua yang sama-sama mencari belahan jiwa dan teman hidup selamanya.
mengapa bersuka cita
Semalam aku teringat obrolan singkat kala itu dengan seorang teman
Dia: Pet, kenapa kamu kok bisa kelihatan hepi terus? Aku: Masa sih? Kayanya aku juga banyak sambat.. Dia: Iya kamu kelihatan seneng padahal banyak tugas dan kerjaan. Ga bosen & capek? Aku: Masa sih? Biasa aja lho..
Percakapan itu berlalu begitu saja. Mungkin hari ini sekitar 5 tahun kemudian, aku somehow baru menemukan jawabannya. Karena kala itu, setiap hari aku mulai dengan doa dan aku akhiri dengan doa. Tiap pagi selalu penuh pengharapan dan percaya bahwa apa yang terjadi hari itu adalah rencana Tuhan sendiri. Jadi ya meskipun semua berat dan capek aku ngerasa ringan dan happy2 aja.
Nah belakangan ini makin dewasa makin lupa buat bersyukur dan berpengharapan, makannya aku sering ngerasa berat dan ragu. Ayo kembali ke rutinitas di kala itu..
2022
Cepet banget ini udah mau april aja
Persembahan
Menulis untuk memenuhi sebuah halaman kosong dengan judul “persembahan”. Mengenang sebuah alasan semua ini dimulai sekaligus membayangkan akhir yang ingin ditemui.
un-sukses
I was employed since July 2017, back then I really did not have spare time to do anything beside doing my job.
But in early 2020, I tried to send some scholarship application without sufficient preparations.
Yup, and the result were what I expected to get.
Rejections... hahaha.
I realize that nothing comes easy for an average student and employee like me.
I just want to frame those pictures here, as parts of my journey.
By seeing these picture, I could recall how I managed to write the essays at 2 am. I remember how I solo traveled from Bogor to Rawamangun by bus, still wearing my project clothes to take the TOELF ITP test, and 2 weeks later should go back to get the printed result. Thankfully the result was above the minimum requirement hahaha. I took the test spontaneously, without preparation because of the very near deadline.
I could call my self reckless but those were exciting stories of mine.
hahaha
Sinau
Truthfully, since I was in high school I always wanted to study abroad. But I did not take it seriously and not well prepared. So here I am, sending my application to some UK well known university. I chose one year linier program with my previous degree and related to my job right now.
The result was what I hoped for. Yup, but because I have already received the alumni scholarship in my home university, I could not go any further. I also still have some contractual statements with my workplace hahaha
..
I am happy to finally know the feeling of being accepted as an international student, as simple as that. Just hope and pray, maybe one day I could go for it.
..
Being committed to something is not easy, whether it is about study, jobs, or relationship. This is getting real.. the adulthood wkwkwk.
So I try to enjoy my current state as a student by join some online program in this pandemic. This time is hard for many of us, please be safe and sound my friends..
For now, I am feeling so blessed.. I am learning how to be grateful every single day.
and lastly, do not take everything for granted :)
Mulih (lagi)
There are reasons for coming home.. I can call it some unfinished businesses. Or maybe those were just excuses. I do not know. But for these 6 months here, I feel fulfilled.
Now I really understand those feeling. Those feeling of happiness, just because my presence can light-up someone’s days.
Sebuah pilihan
Beberapa waktu yang lalu aku memberanikan diri untuk ambil cuti dari my current permanent job, ya for a while. Got a chance to call it temporary leaving.. to make it easier, just call it study-leave. But truthfully, I chose this path for the sake of my sanity wkwk. There were things in my mind that urge me to back home. And here I am, typing a short tumblr post on my lovely ex-projects borrowed laptop.
Pulang
mencari seribu satu cara untuk pulang
bertanya mana yang benar dan salah
mana yang benar dan lebih benar
mana yang tepat dari semua pilihan
mana yang paling bisa diterima risiko dan konsekuensinya
happy more than quarter life crisis
8 10 20
It has been almost two years in west java.
2020 almost ends
How fast the time is
konspirasi alam semesta
Pernahkah kau terjatuh secara sukarela? Sebab kau yakin seseorang akan menangkapmu Seseorang akan mengajarimu cara tertawa Cara percaya, cara mengeja rasa tak bernama Seketika itu pula, jagat raya berhenti bergerak Jiwamu terbakar, ragamu lebur Dan dirimu hanya bisa menyerah, karena kau tahu Kau menyerah pada orang yang tepat
Treasured
Just take your sweet sweet time Dont rush your sweet sweet mind Just take your sweet sweet time Coz its all fine
Tell me your stories ill tell you mind Sing me a song and ill follow line by line Draw me near and let me hear, all the things that you've treasured.. treasured We were born from the world unknown (to each other) Yet i've thought that we've been together Uuuu it will be fine, im sure it will be fun
m k k b . #colorrun #colorful #latepost (at Super Indo) https://www.instagram.com/p/B1bOi3HlX2XO0x0BImX0fn8TmzYyO2vRc5fuS00/?igshid=1j2w12uoosyb4
menjelang 17 an
a prayer
i hope you are doing fine