Introduksi Komoditas Hortikultura Bangka Belitung: Durian Klamunod dan Alpukat Roro
Durian Klamunod:
Durian super tembaga klamunod asal Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat memiliki potensi menjanjikan untuk dikembangkan. Durian ini memiliki beberapa keunggulan dibanding durian varietas lokal lainnya. Diantaranya seperti memiliki ketebalan daging di atas rata-rata, kemudian mempunyai ketahanan 3-4 hari setelah jatuh dari batang, sehingga bisa dikirim keluar daerah. Sedangkan dari segi rasa, durian ini memiliki rasa yang alkoholik dengan tingkat kemanisan yang cukup tinggi diimbangi dengan rasa pahit hingga menciptakan rasa yang kompleks di lidah pecinta durian. Harga durian dipasar berkisar Rp. 1.500.000/kg.
Alpukat Roro:
Alpukat ini berasal dari Desa Rajik, Bangka Selatan. Bobot buahnya mencapai 600-1.010 gram. Daging buah juga tebal, 4,20 cm berwarna kuning cerah. Pantas bagian buah yang bisa dikonsumsi (edible portion) mencapai 93%. Hasil penilaian menunjukkan bahwa alpukat roro istimewa lantaran memperoleh skor 92. Ketebalan buah dan rasa gurih meraih nilai sempurna yaitu 10. Bobot biji hanya 58 gram. Kelebihan lain roro yaitu mudah dikupas lantaran ketebalan kulit mencapai 1,6 mm. Warna kulit alpukat hijau dan berubah kuning kecokelatan saat matang serta berbentuk pyriform.















