Pak Bambang dan Bu Ita, pasangan suami istri
"Kerja kerasnya. Ita itu kalau punya cita-cita ya dikerjakan." "Bapak itu disiplin, baik hati, dan tidak memaksa. Namun Bapak itu terlalu detil."
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

#extradirty
h

PR's Tumblrdome
d e v o n
sheepfilms
todays bird

No title available
Game of Thrones Daily
NASA
Not today Justin

No title available

祝日 / Permanent Vacation

Love Begins
will byers stan first human second

Janaina Medeiros
Stranger Things
dirt enthusiast

Kaledo Art
TVSTRANGERTHINGS
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Philippines

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from Thailand

seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from Belarus

seen from Italy
@intip-org
Pak Bambang dan Bu Ita, pasangan suami istri
"Kerja kerasnya. Ita itu kalau punya cita-cita ya dikerjakan." "Bapak itu disiplin, baik hati, dan tidak memaksa. Namun Bapak itu terlalu detil."
Bambang, Guru Besar Unair
"Kalau Jadi dosen, kemudian mahasiswanya tidak menjadi dosen mata kuliah yang diajarkan, mereka akan lupa apa yang Bapak ajarkan. Yang mereka Ingat adalah perilaku Bapak."
Belawati, Guru Besar Fasilkom UI
"Saya lihat sekarang masalahnya etika. Mahasiswa sudah jarang punya etika yang baik. Naik motor suka ga sesuai aturan. Kalau ketemu dosen minimal menundukkan kepala, sekarang banyak yang cuek saja." "Bu Bela sudah melakukan apa untuk mengatasi masalah ini?" "(terdiam sebentar) belum, saya belum kasih apa-apa. Saya kasih contoh saja."
Ibnu SIna, Rektor UGM 2040, Mendiknas RI 2044.
Apa yang udah saya lakukan? Saya udah foto di depan rektoratnya langsung! Hehe, nggak ding. Saya udah bikin paspor buat lanjut S2 luar negeri. Maunya sih di Jepang. Dan… Saat ini lagi fokus ngebenerin nilai sih. Biar bisa apply beasiswa.
Intip ingin mendengar ceritamu!
Setelah kami mengintip cerita mereka tentang mimpinya. Kini, saatnya kamu bercerita. Masukkan ceritamu di Intip Kamu.
Sesederhanapun itu, kami yakin ceritamu tentang mimpimu dapat inspirasi yang bermakna dalam meraih mimpi.
Tanpa lilin, Intip
Alex, 28th, seniman
"Ngapain punya mimpi, itu akan merusak diri dia sendiri" "Merusak gimana?" "Karena mimpi itu kadang tak terjangkau oleh manusia jadi dia akan menghalalkan segala cara. Semua itu ada waktunya kalau saya ingin bahagia, ya jika waktunya saya bahagia" "Kalau berharap boleh?" "Manusia boleh berharap tapi jangan sama manusia tapi sama Allah" "Lalu harapan Mas Alex?" "Kalau saya sih buat apa harta kekayaan benda, jasad aja masih ngontrak."
Tim, 26th, backpacker
"My dream all people can live together, friendly, and peaceful. No matter your religion, political thinking" "What have you done to make peaceful world?" "When you travel and talk with some peole and show them you saw and saw" "You spread the hope?" "Yeah" "Have you felt peaceful now?" "Yeah" "How?" "When you go to people don't think bad but go there. Low thinking and talk to people. Before I was in Indonesia I have no idea what people are here. A lot of people told me not so safe and don't go there. But when you go here, you see and feel that people are nice"
Ubed, 28th, penjual aksesoris
"Kita cuman berharap kita bisa nyari nafkah dengan tenang dan damai" "Kalau sekarang sudah kerja dengan damai?" "Ya seperti ini. Harapan kita cuma malam minggu aja jualan di sini. Sekalinya malam minggu hujan, dateng pejabat mobilnya parkir di sini, ngalangin lapak. Kalau mereka peduli sama rakyat kecil, kan bisa parkir di tempat lain. Ga mengganggu orang kecil yang sedang cari nafkah" "Lalu, Mas Ubed ngapain agar bisa mencari nafkah?" "Ya punya usaha yang halal jangan sampai kaya pejabat itu. Kan sama aja mereka punya perut, kita orang kecil juga punya perut. Apakah kalau mereka datang lewat kita gausah makan? Katanya pejabat pro rakyat, slogannya gitu kalau kampanye, buktinya mana?" "Jokowi Prabowo mas?" "Saya netral. Dari pertama saya punya hak pilih, saya ga pilih. Kalau saya pilih, pejabat yang kita pilih ga amanah, jadi beban buat kitanya."
Dedi, 35th, pekerja seni/manusia patung
"Memperkenalkan kreativitas ke luar." "Dengan cara apa Mas Dedi melakukannya?" "Lewat festival DKI, pameran antar negara. Apalagi kan kita masuk pasar bebas Asia, jadi orang kaya kita gampang buat ke luar" "Apa seni menurut mas Dedi?" "Seni itu keindahan yang wajib dipertunjukkan biar orang ngerti kalau seni itu indah"
Prof. Ethor, 67th, Rektor UI 2034
"Saya mau UI 2034 bebas dari serangan domba Dolly" "Domba Dolly maksudnya gimana?" "UI 2034 dikepung oleh hasil penelitian kloning domba Dolly yang dilakukan oleh UI. Riset yang tidak berjalan baik membuat kekacauan ini. Saya datang dari masa depan untuk memperbaiki segalanya." "Bagaimana Bapak bisa datang dari masa depan?" "Saya melintasi perjalanan ruang dan waktu" "Apa yang sudah Prof lakukan untuk menyelamatkan masa depan UI?" "Saya datang dari masa depan untuk memastikan pemilihan rektor UI di tahun ini berjalan baik. Rektor UI yang terpilih tahun ini memegang peranan sangat penting dalam masa depan UI. Karena saya percaya membangun UI adalah membangun masa depan bangsa"
Agus, 57th, pensiunan dan Dwi, 49th, ibu rumah tangga
"Ke depannya ya bisa, nganu, bisa mengantar anak sampai ke jenjang perkawinan, punya cucu. Dengan itu sederhana tapi bahagia" "Sekarang Bapak dan Ibu sudah bahagia?" "Puji Tuhan, sudah" "Bahagia itu bagaimana?" "Di rumah kami tenteram, tidak pernah berantem. Bahagia bukan karena materi, tapi karena kedamaian daLam keluarga, keterbukaan antara satu sama lain, jujur apa adanya. Setiap ada masalah kita sharingkan bersama. Jadi saya selalu terbuka." "Apabila Bapak dan Ibu mempunyai kesempatan untuk memberikan nasihat ke keluarga baru, apa yang mau disampaikan?" "Terbuka, jangan ada satu masalah terpedam. Kita harus terbuka sama si suami. Dan harus saling percaya. Itu kuncinya."
Susan, 30th, ibu rumah tangga
"Anak jadi anak sholeh, pendidikannya bagus. Yang taat pada agamanya dan patuh sama orang tuanya" "Apa yang sudah Bu Susan lakukan agar Danis jadi anak sholeh?" "Mengerjakan sholat, mengajarkan ngaji" "Jika diberi kesempatan, apa yang mau Bu Susan sampaikan buat Danis sebagai pesan terakhir?" "Jadi anak yang berguna, bagi orang tua, agama, nusa, dan bangsa"
Danis, 5th, anak PAUD
"Mau jadi apa Danis?" "Gatau" "(Susan) Danis jangan malu-malu, katanya kemarin mau jadi orang kaya?" "Gamau" "Danis mau jadi orang kaya? "Iya" "Kenapa? "Ga kenapa-napa" "Kayanya mau jadi kaya apa?" "(Susan)Mau jadi kaya ayah?" "Gak" "(Susan)Kemarin katanya mau jadi kaya Ayah?" "Lupaaaaa"
Asep, 30th, teacher trainer, penulis, peneliti
"Saya ingin melahirkan anak-anak muda yang passionnya menjadi guru. Biasanya kan working for living diubah mindsetnya menjadi working for life, tipis tapi meaningnya sangat berbeda." "Apa yang sudah Pak Asep lakukan untuk mewujudkannya?" "Saya biasa datang ke pelosok-pelosok mendengarkan suara hati guru, melatih guru-guru tentang teaching strategy, memahami kehiduan dan jati diri. Saya datang ke daerah, saya sederhanakan bahasanya. Saya menyadari bahwa giving is the best communication." "Jika Pak Asep bisa mendidik satu hal untuk seluruh masyarakat Indonesia, apa yang ingin Pak Asep didik?" "Saya ingin orang-orang sadar dengan karakter. Adalah sebuah kebaikan ketika kita menjadi orang pintar, tapi sesungguhnya kepintaran sejati disematkan kepada orang-orang baik yang hobinya memberikan manfaat bagi dunia. Karena tadi bicara guru, saya ingin mereka kerjanya for life bukan for living. Dan menurut saya itu yang bisa mengubah Indonesia karena guru adalah satu-satunya profesi yang menyentuh kehidupan manusia. To teach to educate to touch life."
Diana Pratiwi, 21th, mahasiswa
"Semoga keluarga kami bisa sakinah mawaddah warrahmah dan bisa jadi salah satu keluarga surga" "Hal apa yang ingin Diana bangun pertama kali dalam keluarganya?" "Pertama itu adalah komunikasi visi misi. Intinya membangun plan apa yang akan dilakukan selanjutnya" "Apa yang sudah Diana lakukan agar bisa membentuk keluarga surga?" "Menikah" "Bagaimana perasaannya mau menikah?" "Nano nano. Ada ndredegnya, ada senengnya, ada khawatirnya, ada takutnya, ada... pasrah"
Iltizam Amrullah, 23th, guru
"Semoga kita bisa mendapat barokah dalam menjalani keluarga, baik ketika hari-H sampai kelak di surga" "Kenapa memilih dia?" "Dipertimbangkan bagaimana aktivitas, keluarga, dan juga kesibukannya, dan tentunya agamanya. Dan ditambahi hasil istikharoh juga" "Apa yang ingin pertama kali dibangun dalam keluarganya?" "Tujuan pernikahan ini adalah menyempurnakan agama dan pernikahan ini adalah pernikahan dakwah. Sehingga nanti dikomunikasikan dan saling mendukung kegiatannya"
Bu Nur, 42th, tukang sapu
"Saya mah ingin sehat aja biar bisa tetap kerja jadi mencukupi kebutuhan. Kalau ga sehat mah nanti ga kerja.” "Apa yang sudah Bu Nur lakukan agar tetap sehat?" "Tadi pagi sarapan biar ga masuk angin haha”
Bu Anita, 25th, tukang sapu
"Saya pengen punya momongan.” "Oh ya sudah ga usah kita tanya ya gimana caranya, haha."
Bu Nyai, 50th ada kali, tukang sapu
"Saya mah menjalani hidup saja, sudah.” "Apa mimpi atau cita-cita Ibu?" "Ya saya pengen gaji naik haha dan tetap sehat, sudah.”
Ollie, 30th, penulis, enterpreneur
"Pengen bukuku diterbitkan di UK karena di situlah penulis-penulis besar berasal" "Apa yang sudah Kak Ollie lakukan agar bisa menerbitkan buku di UK?" "Banyak menulis dalam bahasa Inggris dan membangun platform basis pembaca, sehingga ketika bisa menawarkan ke penerbit di UK bisa menunjukkan basis pembacaku yang besar" "Apabila Kak Ollie punya kesempatan untuk menghasilkan buku untuk dibaca seluruh dunia, buku apa yang Kak Ollie inginkan?" "Sebuah buku tentang cinta. cinta yang tak terbatas." "Kenapa cinta?" "Karena itu adalah dasar dari kehidupan. Intinya aku pengen buku yang spiritual yang menunjukkan bahwa kekuatan cinta itu besar, tak terbatas" "Cinta itu apa?" "Cinta itu ga bisa dijabarkan, itu abstrak banget soalnya. Cinta itu yang menggerakkan kita semua, cinta itu force, kekuatan yang menggerakkan kita, semuanya. Love transforms, love makes you move, grow"
Fahira Idris, 44th, pengusaha, aktivis sosial
"Saya ingin anak dan remaja Indonesia terlindungi dari bahaya miras. Saya ingin Indonesia 2025 bebas miras" "Sekarang masih banyak miras di Indonesia?" "Sangat banyak dan sangat tidak terkendali" "Apa yang sudah Bu Fahira lakukan agar Indonesia bebas miras?" "Saya sudah membentuk 48 kampung anti miras. Saya sudah mendirikan cabang-cabang gerakan anti miras di 16 kota dan membuat naskah untuk rancangan undang-undang dan perda miras di Jakarta" "Apa yang ingin Bu Fahira sampaikan ke seluruh anak muda Indonesia yang terkena miras?" "Jika ingin bangsa yang berbudaya kita harus mampu melindungi diri kita dari hal yang buruk. Kita harus sadar bahwa sebetulnya ada pihak-pihak yang ingin bangsa kita hancur dengan cara kita diberi kesenangan tanpa kita menyadari bahwa kita tidak berada daam koridor budaya bangsa. Jadi sudah waktunya kita membatasi mana budaya kita mana yang tidak"