Waktu di Hidupku, Hidup di Waktuku
Well, sebenarnya aku bingung mau kasih judul apa đ. Itu judul ngasal aja jadinya hehe. Pokoknya Iâm going to write about time and life.
Ceritanya tiba-tiba ada seserang yang ngasih aku hadiah. A woman that I can say close to me. Ni orang suka kasih wejangan, semangat, dan apresiasi. Orangnya bijaksana and bijaksini. Dulu sempet satu kosan, dan kadang sebelum tidur malam suka deep talk ngalor ngidul yang gatau ujungnya kemana. Nah, si sister ini tiba-tiba ngasih buku Time of Your Life-nya Pak Random Kim. Tentu aku sangatlah senang, dan mulai baca buku kuning versi Indonya ini. Thank you Sistur.
Basicaly, semua yang ditulis Pak Random Kim itu isinya nasihaattt semua, bisa dari pengalaman beliau sebagai dosen, maupun pengalaman orang lain yang beliau kenal. Bahasanya ringan, jelas, padat, tepat tujuan. Jadi lebih mudah dicerna namun langsung nembak, "Am I like that?". Dan jangan salah, meskipun ini buku ditulis 10 tahun yang lalu, sampai sekarang tuh masih relate banget.
Jadi, karena aku adalah orang yang gampang lupa, dan kalau udah jalan ke depan kadang out of track, suka tiba-tiba butuh asupan, gak ada salahnya aku tulis disini yang gunanya jelas untuk pengingat.
Keyy, beberapa poin yang harus diingat adalah:
1. Jika kita masih berusia 24 tahun, berarti jam kehidupan kita baru jam 7.12, masih pagi dan banyak waktu yang belum kita lalui. Tapi itu dengan asumsi usia kita 80 tahun. Aku jadi ingat sharingnya Kak Nyoman di TED talks tentang momento mori, bagaimana kematian atau garis finish di hidup kita ini menjadi pengingat. Beliau mengasumsikan usia kita mencapai 60, 70, atau 80 tahun, sehingga kita bisa set up target-target kita di masing-masing usia. Target di usia 30 dengan asumsi usia mencapai 60 tahun akan berbeda dengan target usia 30 di asumsi 80 tahun. Intinya, menyegerakan melakukan kebaikan, mana yang bisa dilakuin nanti dan mana yang harus segera dilakuin sebelum terlambat.
2. Yang kedua yaitu tentang bunga mekar pada musimnya. Kalau kamu sekarang masih belum mekar, ya berarti belum musimmu. Bunga sakura dan bunga krisan sama-sama indah namun tidak mekar di saat yang sama. Santai saja, jangan mau jadi yang bermekaran di awal musim semua.
3. Menambah kualitas diri lebih penting daripada berinvestasi yang hasilnya nanti juga belum tentu menguntungkan atau mendapat nilai investasi lebih. Dengan kualitas diri yang semakin naik, tentu akan meningkatkan jenjang karir kita yang bahkan akan memiliki nilai lebih daripada hasil investasi tersebut. Ya, kalo mau aman sih cari investasi dengan nilai yang stabil dan tetap meningkatkan kualitas diri dengan belajar, ketemu orang, tukar pengalaman, cari pengetahuan, ikut workshop, sertifikasi, kursus, dan lain-lain.
4. Tipe anak panah dan perahu kertas, atau diantara keduanya. Tipe anak panah adalah ia yang sangat tahu apa tujuannya, dan menyusun langkah-langkah atau tujuan sementara yang harus dicapai. Tipe ini sangat idealis dengan apa yang mau ia capai sehingga mengesampingkan tujuan-tujuan lain yang sebenarnya tidak buruk juga. Sedangkan, tipe perahu kertas adalah tipe orang yang tidak punya tujuan, tujuannya ya kemana air sungai itu membawa. Tipe ini sangat bergantung dengan situasi, tidak punya tekad dan percaya diri yang kuat. Sehingga bisa kita sebut tipe tanpa arah. Yang paling baik adalah menjadi diantara keduanya. Kita punya tujuan, tahu apa yang akan kita capai, bagaimana mencapainya, namun tidak menutup mata atas tujuan-tujuan lain sehingga lebih fleksibel jika ada sedikit atau beberapa perubahan tujuan karena keadaan.
5. Tentang tujuan, metode, dan tindakan. Kalau ini sama persis kayak lagi ngerjain skripsi atau penelitian hehe. Apa tujuan akhirnya? Pakai metode apa yang paling tepat biar sesuai sama tujuan yang kita capai? Terus tindakan atau langkah-langkah apa yang harus dilakukan? Tentukan tujuan yang benar-benar berasal dari apa yang kamu mau. Kamu punya andil besar atas tujuanmu sendiri. Bukan karena pengaruh orang-orang sekitarmu. Dan yang terpenting adalah teruslah bertindak, karena jika terlalu lama berhenti kita susah untuk memulainya lagi. Ini yang disebut hukum kelembaban seperti Hukum 1 Newton. Sigma F sama dengan 0.
6. Persiapan adalah segalanya. Mengetahui apa yang harus dipersiapkan adalah penting agar persiapan itu tidak untuk tujuan yang salah dan tidak dengan metode yang salah atau sia-sia. Cerita ini diumpamakan dengan si penebang pohon yang terus-menerus menebang batang pohon dengan mata kapak yang tumpul. Hal tersebut tentu membutuhkan waktu yang lama tanpa kepastian kapan pohon akan roboh. Penebang pohon seharusnya mengasah mata kapaknya dahulu sebelum mulai menebang. Ini juga disebut dengan persiapan yang matang adalah segalanya. âJika aku diberi waktu delapan jam untuk menebang sebuah pohon, aku akan menghabiskan enam jamnya untuk mengasah kapakku,â Abraham Lincoln.
7. Segala sesuatu yang menakutkan adalah ketika kita tidak mengetahuinya apa itu. Seperti saat berada di tengah tali dalam sumur namun kita sudah kelelahan untuk memanjatnya dan tidak tahu sedalam apa sumur tersebut. Daripada berusaha terus memanjat dengan ketidakberdayaan, lebih baik lepaskan tali tersebut. Jangan hanya bergantung pada seutas tali. Cari tali lain yang bisa membuatmu naik, toh dasar sumur pun yang kamu kira dalam ternyata tidak jauh dari ujung kakimu. Lepaskan genggaman tanganmu dari tali itu dengan penuh percaya diri. Lalu, kepakkan sayap-sayap kepercayaan dirimu.
8. Jangan gunakan kesibukanmu sebagai alasan untuk melakukan suatu hal baik. Atur waktu yang kita punya sebermanfaat mungkin, bahkan, hal yang ingin kita lakukan, justru akan terealisasi saat kita sibuk, karena saat kita bersantai-santai kita cenderung menunda untuk memulai melakukan kebiasaan baik tersebut.
9. Hilangkan hobi yang tidak berguna dan ganti dengan kebiasaan yang berarti, karena sejatinya perubahan adalah meninggalkan hal yang kurang berguna menuju hal yang lebih berguna.
10. Carpe Diem: Nikmati apa yang kamu miliki hari ini. Jangan biarkan hari ini dipenuhi penyesalan masa lalu. Jangan biarkan dirimu menderita hari ini karena rasa tanggung jawab akan suatu hal di luar jangkauanmu. Jangan izinkan dirimu digoyahkan oleh rasa takut akan masa depan yang belum jelas. Buat tujuan yang jelas, dan melangkahlah dengan pasti ke arah tujuanmu.
11. Buat seperangkat aturan yang kamu ikuti sendiri dalam rutinitas keseharianmu, seperti rima dan irama dalam sebuah syair lagu.
12. Yang lebih penting dari uang di usia 20-an adalah perkembangan karakter dan kemampuan kita, karena di rentang usia ini kita bisa mengeskplor berbagai hal yang ingin kita coba, sebelum memasuki usia 30-an yang mana kondisi perlahan berubah stagnan.
13. Naiki saja keretanya dulu, ambil kesempatan apapun yang ada di depan mata selagi kita belajar bertahan, bertanggung jawab, mengembangkan skill yang kita punya, dan lain-lain. Setelah itu, saat menjumpai persimpangan berpindahlah menuju kereta eksekutif dengan bekal yang sudah kamu punya.
14. Pertahankan keseimbangan, jangan condong ke satu sisi. Tali yang tergantung antara keberhasilan dalam bekerja dan kebahagiaan pribadi, maupun keheningan dan kesibukan.
Oke, jadi kurang lebih itu yang bisa kujadikan pengingat untuk diriku sendiri, maupun, kalau kamu mau, kamu bisa menjadikannya pengingat juga untukmu. Selain beberapa poin di atas, masih banyak nasihat-nasihat yang sangaatt berguna, seperti banyak-banyaklah membaca dan menulis, dan lain-lain. Semoga bermanfaat dan hari-hari kita menyenangkan ya! đ














