Come back kesekian
Kembali ingin menulis lagi. Setelah berbagai halang rintang mulai dari kuliah yang bikin males semuamuanya sampai urusan jantung patah yang sama aja bikin males juga. Mumpun lagi senggang marilah menulis. Tulisan kali ini kurang lebih tentang How to keep in touch with God in your best and worst episodes.
Khawatir dan juga bersyukur. Khawatir dengan diri sendiri yang tau kisah masa lalunya macam apa. Khawatir takut balik lagi seperti dulu. Khawatir takut lupa nikmatnya beribadah, masih suka lupa sih, tapi takutnya keterusan, putus sinapsnya dan susah buat sinaps baru lagi. Khawatir mati dalam keadaan yang buruk.
Bersyukur karena ada cahaya yang berhasil melunakkan hati yang dulunya kaku dan kasar. Bersyukur ditaruh di dalam lingkungan yang so much better than the old times. Bersyukur keadaan di rumah pun jadi so much better dibanding jaman jahiliah dulu. Saya bisa lebih berkespresi, berpendapat, dan beropini.
Sabda Rasul SAW
"Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat"
Bersyukur dan khawatir jadi satu baca hadist di atas. Saya manusia, anak adam. Dosa saya banyaaaaaak. Saya pernah bertaubat.. Tapi sering juga saya kembali berbuat dosa. Terus saja seperti itu. Akan sangat indah apabila kita dimatikan dalam keadaan telah bertaubat. Tapi sangat mengerikan apabila kita dimatikan dalam keadaan berdosa. How to make sure that we die in a good condition. Ga ada. Allah berhak menentukan untuk ambil keimanan seseorang, siapapun dan kapanpun.
Sabda Rasul SAW
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir”
Semoga kita mati dalam kondisi memenjarakan diri kita hawa nafsu. Because there’s nothing bigger than syahwat.
Semoga saat dibangkitkan nanti, saya, kamu tidak termasuk ke dalam kaum yang menyesal.
Semoga segera dipertemukan dengan yang selalu siap mengingatkan kapanpun dimanapun dan sayanya juga mau iingetin. hehe
tetep weh si taung doa akhirnya teh kesitu mele hahaha.
Aamin yaa robbal ‘alamin












