aku tak begitu suka keluar rumah, entah cuaca mendung, cerah hujan, aku merasa nyaman berada di dalam rumah, entah rasannya lebih aman saja... tak menjadi fitnah bagi siapapun , dan tak mengingkari fitrah dan kodrat wanita yang memang selayaknya berada di rumah rumah mereka, meskipun aku masih nunpang dirumah kedua orang tuaku htupun rumah ini titpan dari Allah , yuhuu pastinyaa semu yang kita milikin ini juga titipan Allah, dan qodarulloh hari ini saya keluar ke rumah salah seorang teman , dalam otakku cuman tersisa satu pikiran kapan pulang kapan pulang, yes, rumah memang tempat paling nyaman untuk wanita atau mungkin hanya aku saja yang merasakannya, rencana pulang sepertinya gagal nak, karena kita berencana untuk main dulu, dan qodarullohnya hujan mengguyur sebagian sisi bumi Allah ini saat perjalanan menuju tempat bermain tersebut dan aku tak membawa mantol di jok motor, iyess mantolku ketinggalan. berhenti mlipirlah kita di sebuah toko, hujan deras tak kunjung reda masih mengobrol dengan kedua teman lamaku, sambil menunggu sang ufuk mentari memunculkan mukanya menganti rintikan hujan yang begitu deras , yang percikan tetesannya mengenai tubuh dan muka, hmmm pasti kalau dirumah nyaman ya bisa bobok atau entas2 kumbahan yang tadi aku jemur buannyaak, hahaha yes qodarulloh mungkin dirsuruh Allah menikmati hujan sama kedua teman lamaku ini di emperan toko, hampir satujam kita meniunggu hujan mulai mengkurangi kapasitas airnya, kita memutuskan main lain kali saja dan pulang kerumah masing masing, alhamdulillah hurray batinku. berpisah dijalan akupun menelusuri jalan penuh dengan kebon sendirian . jalan yang sangat asing bagiku yang baru saja aku lewati . ikuti saja jalan ini sampai nanti ada pasar yang biasa kamu lewati, oke baiklah, aku telusuri jalannya masyaa Allah hujan tak kunjung henti bakhkan semakin deras, aku memutuskan untuk mlipir kedua kalinyaa karena melihat ada bapak bapak dan istri dan anaknya juga dsedang mlipir ditempat yang sama, mmh amanlah pikirku, setidaknyaa wanitanya bukan hanya aku saja, hujan deras semakin menjadi2 padahal posisiku saat itu di tengah kebon yang bahkan jalanannya terasan sangatlah asing, huuusepertinyaa wanita memang cocok dirumah saja kecuali maslahat di luarnya lebigh banyak,yaa saat itu hanya tersisa bayangan rumah dengan segala keadaanya yang kadang amburadul, kadang rapi dan segala kehangatannya apalagi di balik selimut hooaaamm , lalu aku melanjutkan setengah perrjalanan yang tersisa dengan melawan hujan yang tak kunjung reda bahkan semakin deras mengguryur seluruh tubuh dan muka, yeah , Allahaumma shayyiban naafi’an , Alhamdulillah alla kulli hal :) #RefleksiHujanKalaAhadSiang