Dongeng Nyata Milik Kakek
Aku selalu menyukai bagaimana kakek bercerita tentang masa lalu
Duduk disisinya dan bau lemari kayu memenuhi hidungku
“Bocah, sejarah yang kau baca itu dongeng belaka”
Katanya, suaranya terdengar pilu.
“Kita pikir kesengsaraan itu telah usai, tapi tangan masih terikat tali,
Perjanjian-perjanjian itu cuma nama indah untuk menjual diri.
Mereka bilang para pahlawan itu menang,
Padahal darah mereka cuma jadi bahan sorak kemenangan orang lain.”
Kakek bicara tentang mereka yang berjuang demi agama
Berdiri dengan iman yang gagah
Melawan bedil, mengangkat kitab
Berteriak atas nama Tuhannya.
“Tapi apa balasannya Nak?, pengkhianatan dari darah kandung sendiri,
Yang lupa pada darah suci yang mengalir demi negeri ini.”
Dia menyebut nama-nama yang tak pernah disebutkan
Wajah-wajah yang tak terpahat dalam patung kebanggaan
“Mereka hilang dalam kabut sejarah,
Digantikan nama besar yang bisa dikendalikan”
Suara kakek melemah, kakinya yang berayun menimbulkan derit kursi
“Siapa yang mau mendengarkan orang tua ini?”
Dia tertawa seolah-olah dia kembali ke masa muda
“Kamu, kamu beritahu mereka.”









