
JBB: An Artblog!
Sade Olutola

No title available

Discoholic 🪩
cherry valley forever

Andulka
todays bird
No title available
Three Goblin Art
trying on a metaphor

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
tumblr dot com
🪼
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from United States
seen from Romania

seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from Tunisia
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Netherlands
seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States
@justalittlenote
Something like.....a dumb personality
Setelah sekian lama, pada akhirnya harus kehilangan diri sendiri, karena amarah yang memuncak akhirnya keluar kembali.
Amarah yang membutakan jiwa dan raga, amarah yang menyebabkan luka.
Keresahan, ketakutan, dan lelah menjadi beban yang pada akhirnya membakar pada hati dan pikiran. Sandaran untuk menahan beban semakin rapuh.
Tangis pecah, ocehan demi ocehan mulai berdengung di telinga "akankah kau akan menjadi gila? ataukah kau akan mati dengan kehilangan kendali pada diri?"
Semakin sakit dan sangat sakit.
Tuhan aku terpuruk kembali di waktu ini.
Kehilanganmu
Saat itu aku senang dan disaat itu pula aku marah & terakhir aku menangis.
Saat itu kau penuh dengan canda dan tawa. Berbincang dalam hal yang bermakna, maupun tak ada makna. Gaya candamu benar-benar membuat kami tertawa dan saling melempar senyum dengan rasa bahagia.
Saat itu kau pernah membuat kami terluka dan marah. Tapi dia tetap menguatkan kami untuk tetap memaafkan dan merangkulmu kembali ke jalan yang lebih baik.
Dan terakhir, saat itu kau memberikan kami rasa takut. Iya rasa takut yang luar biasa. Kami takut dengan keadaanmu yang semakin di luar kendali. Kami hanya terus dan terus berdoa, agar kau bisa bertahan sedikit lagi untuk bisa tetap menjaga kami. Tapi larut dalam pengaharapan itu, Tuhan berkata lain untukmu dan untuk kami. Pecah tangis dan emosi yang tak terkendali karenamu benar-benar menyiksa jiwa dan raga kami.
Bapak kau menang, karena kini kau membuatku menangis tanpa ada rasa lelah.
Bapak kau menang, karena kini kau tak lagi merasakan rasa sakit itu dan kau telah sembuh total, walau kepulanganmu tidak disisi kami lagi.
Bapak kau menang, dan kami selalu merindukanmu dengan doa-doa yang terucap selalu disetiap sujud kami.
Bapak, kami merindukanmu.
Lelah Lagi...
Sampai kapan? Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku harus diam? Sampai kapan aku harus mengalah? Dan sampai kapan aku berpura-pura bodoh untukmu?
Berkali-kali di setiap tahun, selalu pengkhianatan demi pengkhianatan yang ku terima darimu. Diam dengan kesakitan lahir dan batin ini, seakan membunuhku secara perlahan.
Aku lelah... Dan lagi-lagi aku merasa sangat lelah dengan kepura-puraanku ini.
Maaf, selalu kata maaf di akhir yang kau ucap, tapi berulang kali kau buat kesalahan kembali yangg sama. Aku berpura-pura bodoh dengan memaafkanmu. Tapi aku merasakan lelah itu kembali.
Aku lelah... Dan sangat lelah...
Dan lagi, disaat rasa lelah ini datang, aku selalu berpikir apakah cukup kita sudahi saja?
Lelah...
Ada kelelahan yang tak biasa hari ini. Mata, hati, pikiran dan raga seakan terjatuh bertubi-tubi yang menjadikan seluruh terluka.
Detak jantung yang semakin tak biasa, dan rasa sakit yang tiba-tiba menghujam hati.
Lelah, kenapa harus dengan rasa lelah seperti ini. Kenapa aku harus menahan sekeras ini. Menahan dan menangis. Menangis dan marah.
Did you look at me? Did you know with this tiredness?
Satu Tempat Tujuan
Berulang kali, ya terus berulang-ulang rasa sakit itu menggertak jiwa dan raga dan tanpa ragu semakin menghujam diri. Siksa diri menggelapkan semua hati. Mengaburkan mata dengan air yang tak berhenti. Gumaman bibir yang terisak-isakpun membunuh diri sendiri.
Lelah yang menghujat diri untuk mencoba terus bertahan pada satu payung yang telah lusuh dan berlubang, sehingga rintikan-rintikan hujan dan petirpun menyambar tiada henti. Detak jantung berdebar seakan mengejar maut, dan tubuh yang semakin melemah tak berdaya tapi tetap mencoba berjalan hingga tak tahu arah untuk kemana.
Satu tujuan, hanya butuh satu tempat tujuan untuk diri ini bersandar dan berteduh. Hanya satu tempat itu yang diinginkan diri yang lelah ini. Tempat dimana tanpa ada rasa sakit maupun menyakiti diri lain. Tempat dimana hanya ada diri ini untuk menjadi tenang & tersenyum tanpa paksaan. Tempat dimana hanya untuk diri ini merasakan tulusnya cinta dan kasih sayang, bukan tempat yang penuh dengan kedustaan.
Tuhan, akankah diri ini menemukan tempat itu di dunia ini suatu saat nanti?
-RW-
Saat itu amarah, mencurahkan segala api yang membara dalam diri yang lelah. Menebar kata yang keras nan kesal kepadanya dan berbumbu oedas di setiap pepatahnya.
Merindu buta, menjadi kebencian yang larut dalam hati. Terpaan angin keras menghujam raga, membekukan diri dalam kepedihan yang bangkit kembali.
Lelah, amaran dan tangis, menghujam jiwa dan raga tanpa henti. Mencoba menahan diri, mencoba mengendalikan dengan segala cara, tapi semua tetap tak berarti.
Teriakan-teriakan dalam batin mengguncang diri. Meronta tanpa henti, bahkan bisikan manusiapun tak berarti.
Dia yang mencintaimu...
Dia yang mencintaimu, tidak akan mengkhianatimu
Dia yang mencintaimu, tidak akan menyakitimu
Dia yang mencintaimu, tidak akan pernah meminta sesuatu keburukan darimu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menghapus air matamu
Dia yang mencintaimu, akan selalu bersamamu disetiap waktu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menenangkan hatimu
Dia yang mencintaimu, akan selalu mengkhawatirkanmu
Dia yang mencintaimu, akan selalu menjagamu
Dia yang mencintaimu, akan selalu melakukan segalanya untukmu
Dia yang mencintaimu sepenuh hatinya, akan selalu memberikan cahaya disetiap gelapnya dunia kepadamu.
by:~RW~ 04 Des 2022
SENDIRI
Ketakutan...
Membisu, menatap dengan sendu, kekosongan hati nan beku. Membisunya bibir, dengan raut wajah suram yang tersungkur karena lelahnya emosi jiwa. Mengurung bak teraniaya di sudut ruangan dengan ketakutan yang membuatnya menangis. Menangis tersendu, dan semakin menyesakkan dada.
Mencoba menenang, mencoba menghapus air mata itu. Tapi batin semakin tersiksa karena rasa lelah itu. Bertahan dalam keputus asaan, adalah penyiksaan tersendiri serta kebodohan yang tak pernah ada habisnya. Dalam gelapnya selimut mata mencoba terpejam untuk sesaat. Terlihat bayang-bayang semu yang menakutkan, tapi sekilap cahaya bak sinar bulan datang dana membisikkan sesuatu "akhiri semua". Dan itu semakin menakutkan.
Lelah, kelelahan itu sangat menakutkan baginya. Karena emosi pada batinnya menjadi tangis penyiksaan.
Ketakutan...
Sesaat menyakitkan, dada terasa seperti tertusuk beberapa saat Takut, penuh dengan ketakutan saat hal itu datang, dan terus bergumam, "Tuhan jangan kau ambil nyawaku hari ini, aku belum siap, banyak dosa belum tertebus, ada cinta yang masih membutuhkan kasih sayang hingga mereka dewasa, Tuhan tolong, sembuhkan rasa sakit yang hadur secara tiba-tiba itu...."
Ketakutan pada diri manusia adalah kematian mereka sendiri. Ketakutan dengan rasa penyesalan yang sangat terlambat mungkin, tapi mereka manusia tak pernah menyadarinya saat masih dalam keadaan waras.
Keegoisan dalam diri manusia sangatlah mengerikan. Melupakan Tuhan disaat mereka di puncak, tapi menyebut Tuhan saat mereka terpuruk dalam kesakitan. Kenapa?
It's all about words. And the time is uncontrollable. I realize I was wrong to request your time for me. Maybe it's a stupid thing, but it's worth it to me.
Ada rasa yang tak bisa dikata
Ada asa yang tak berprasa
Mendetak derita
Mendiam terluka
Melangkah adalah cara
Mencapainya adalah duka
Tapi...
Lelah mendera hati terpatahkan
Menahan diri untuk bertahan dalam kesia-sian
Hingga tangis & darah mengguncang raga yang semakin tak terarah pada tujuan
~byRW~
Girl: actually, I am so depressed
Syah: Don't get depressed baby. It's ok Life can be hard sometimes We need to deal with it
Girl: Always try for it. But really when I lost control, I will be lost myself badly. Feel like life is so tiring.
Syah: It's ok angel, you will be fine, good days will come
Girl: I hope so, thanks.
Tell me one a song of depression
Rumput Liar
Terhempas angin, namun tak tumbang. Terinjak, namun berpura tak merasa sakit. Terbuang, namun tetap bertumbuh.
Dia bertumbuh di bumi, namun beberapa nyawa mengatakan dia adalah tumbuhan parasit, dan banyak yang membencinya. Tapi rumput tidak goyah dengan semua itu.
Rumput tetaplah rumput, menjadi lemah dan mati, rumput tetap bertahan dan bertumbuh. Di saat gersangnya tanah, di saat makhluk lain menginjaknya, dia tetap bisa bertahan, dan di saat dicabut sekalipun, dia akan bangkit lagi.
Rumput tetaplah rumput, bertumbuh sedikit, kemudian bertumbuh menjadi liar. Karea rumput tahu, bahwa Tuhan yang menciptakannya.
Seperti rumput yang tetap bertahan tumbuh. Bersikukuh berdiri walau manusia membenci tanpa alasan tepat kepadanya. Manusia memandangnya hanya sebagai bunga rumput kecil yang rapuh. Tapi mereka tak tahu, sesungguhnya rumput yang manusia injak tidak akan mati. Rumput yang manusia cabutpun tidak akan pernah menghilang. Tapi dilain waktu Tuhan menumbuhkan rumput itu kembali. Dan menjadi lebih liar. . . Rumput Liar 🌱 . . #byRW #RWcreation #RWnotes #justalittlenote #RWpictures #RumputLiar #07282022 https://www.instagram.com/p/CgjTZ6dPhaFxmNkimiB_GVk5rmurrs7trOEHbg0/?igshid=NGJjMDIxMWI=