Siklus Rankine yang Tidak Kalah Menarik
"Halo Sam, rajin sekali kau hari ini." Laki-laki tinggi itu tiba-tiba datang dan kebetulan lewat depan rumah Kakek Rudi.
"Loh, sejak kapan kau sampai sini?" Sam pun langsung menghampiri dan menyalami kawannya ini.
"Baru saja, kau tak lihat aku lewat sini tadi waktu subuh?"
"Hmm sepertinya aku masih di kamar, mau mampir?"
Mereka pun duduk bersama di satu-satunya tempat berkumpul di rumah kakek Rudi, tikar sederhana di teras.
Selain Kania, Sam memiliki teman dekat yang juga sering ia tanyai tentang banyak hal. Jika dengan Kania ia banyak bertanya soal fisika, dengan yang satu ini ia banyak bertanya soal segala jenis mesin. Pertanyaannya bisa seputar tentang perbedaan antara mesin motor dan truk. Hingga tentang bagaimana pesawat bisa terbang.
Sam berteman dengan orang yang tepat. Namanya Andi, usianya lebih tua 3 tahun dari mereka berdua. Lulusan teknik mesin ini bekerja di perusahaan kontraktor milik negara. Proyeknya kemana-mana, bahkan sampai ke luar negeri. Kebanyakan di luar pulau mengingat sebagian besar proyek baru berada di sana. Ia baru saja selesai mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga uap di salah satu provinsi.
"Kau tahu, pembangkit yang sedang dikerjakan oleh perusahaanku ini merupakan pembangkit baru terbesar di provinsi itu, 2 x 450 MW."
Sam hanya manggut-manggut, ia bahkan tak tahu seberapa besar listrik tersebut. Padahal dengan kapasitas sebesar itu, bisa digunakan untuk kebutuhan listrik setara dengan 3 Pulau Bali.
"Ah iya, aku pernah janji untuk memberitahumu kalau ada yang tidak kalah menarik dengan siklus Otto yang dulu kau pelajari, bukan."
"Baru saja aku mau tanya itu."
"Namanya siklus Rankine, diambil dari nama penemunya." Ucap Andi sambil menunjukkan gambarnya lewat smartphone.
Di layar smartphone terpampang bagan siklus Rankine yang sederhana. Ada 4 komponen di situ: pompa, boiler, turbin, dan kondensor. Keempatnya saling terhubung dengan pipa, membentuk satu siklus yang bisa berjalan terus menerus. Pipa ini diisi dengan air yang harus diubah ke dalam bentuk uap panas.
"Fungsi pompa adalah untuk memompa air agar siklus dapat terus berputar, layaknya aliran darah pada tubuh yang dipompa jantung agar selalu berputar. Air yang dipompa pertama-tama akan masuk ke dalam boiler. Sebuah kompor raksasa yang membuat air menjadi uap dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Boiler sendiri biasanya memakai batu bara untuk menyalakan api."
Sam hanya mengangguk tanda ia sudah menangkap apa yang dimaksud.
"Uap yang dipanaskan tadi digunakan untuk memutar turbin. Turbin ini terhubung dengan generator yang akan menghasilkan listrik jika berputar. Dari sinilah listrik untuk masyarakat diambil."
"Setelah uap mengenai turbin, suhu dan tekanan akan turun. Masuklah ia ke dalam kondensor. Di dalam kondensor uap akan didinginkan, biasanya kondensor menggunakan air laut untuk membantu pendinginan air. Maka PLTU pada umumnya terletak di tepi pantai."
"Air yang didinginkan akan berubah kembali menjadi fase cair, bukan uap lagi. Air ini akan kembali dipompa untuk masuk lagi ke dalam boiler. Begitulah siklusnya."
"Wow." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Sam. Penjelasan dari Andi makin menguatkan keinginannya untuk masuk kuliah. Andi belum tahu hal ini.
"Ngomong-ngomong di mana Kania? Aku belum melihatnya sejak tadi. Hubungan kalian berdua masih berlanjut?"
"Maksudmu? Sudah kubilang bukan kalau aku dan dia hanya berteman. Jangan bahas itu lagi."
Andi pun hanya tertawa lebar.
#30dwcjilid18 #day9 #engineering