
JBB: An Artblog!
taylor price

No title available
hello vonnie

ellievsbear

pixel skylines
No title available

Discoholic 🪩
h
Misplaced Lens Cap
Keni

blake kathryn

shark vs the universe
I'd rather be in outer space 🛸

titsay
NASA
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Xuebing Du

❣ Chile in a Photography ❣

Product Placement
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
@kankons
katanya dia ni ustazah, tapi gaya macam pelacur je lebih dengan baju ketat and posing bukan main 🤣🤤 kalau dapat ni memang aku fuck lubang bontot kau sampai kau meraung pastu pancut dalam mulut kau nak kasi kau senyap 🤤🤤
Ada geram meh. Kasi hantam satu kali liao
Cerita Sex Seks Dengan Tante Heni
Perkenalkan, Namaku Andre, umurku sudah 30 tahun dan belum menikah. Aku bekerja dijakarta dan sudah 1 tahun aku bekerja disebuah Bank Swasta, selama dijakarta sementara aku tinggal bersama Tante Heni dirumah kontarkannya. Apalagi Tante Heni orang yang sangat berjasa sekali bisa membawaku menjadi seorang karyawan pegawai Bank swasta dijakarta. Kebetulan Tante Heni dijakarta mempunyai jabatan sebagai seorang manajer disebuah bank swasta yang dipindahkan tugaskan dari cabang yang ada disurabaya.
Tante Heni sudah berkeluarga tapi suaminya bekerja disurabaya, semenjak Tante Heni dimutasi kejakarta mau tidak mau mereka harus berpisah dan mereka bisa bertemu seminggu sekali kadang bisa dua minggu sekali, tergantung kesibukan mereka masing-masing. Untungnya Tante Heni belum memiliki anak hingga sekarang jadi mereka masih bisa bekerja siang dan malam. Sejak aku bekerja dijakarta dan tinggal sementara dirumah kontrakan Tante Heni, hitung-hitung agar aku bisa nabung dari hasil kerjaku nanti.
Tak terasa sudah tiga bulan berjalan aku bekerja sebagai karyawan bank dijakarta dan aku terlihat semakin dekat dengan Tante Heni layaknya orang yang baru pacaran tapi Karena sudah terlalu dekatnya dan tinggal serumah akhirnya kami berdua jatuh kelimbah kenikmatan Bersama Tante Heni diatas ranjang.
Awal peselingkuhanku dengan Tante Heni Ketika kami sama-sama libur dihari sabtu dan minggu, kuhabiskan waktu dirumah Bersama Tante Heni untuk bersantai dan bercanda untuk melepas beban kerja yang selama ini kita jalani Dan yang buat aku semakin bernafsu melihat Tante Heni saat dirumah dia selalu memakai pakaian daster satin yang sangat seksi tanpa memakai Bra lagi jadi kedua putting susunya langsung terlihat jelas sekali menonjol menjeplak dikain satin dasternya itu.
Mungkin karena aku sudah terlalu dekat dengan Tante Heni dia terkadang tak sungkan-sungkan lagi memakai daster dihadapanku dengan menapilkan kemolekan tubuhnya itu. Sampai akhirnya karena seharian kami becanda dikamar dan tertidur berduaan diatas renjang dengan posisi Tante Heni membelakangiku, tampak kemolekan tubuhnya yang hanya terbalut pakaian daster satin yang terlihat licin itu membuatku aku sangat bernafsu dan kuberanikan aku untuk memeluk tubuhnya dari belakang.
Perlahan kupeluk tubuhnya dan bagian kepalaku kudekatkan kebagian lehernya dan kucium dengan lembut, tubuh Tante Heni sedikit mengeliat, Lalu perlahan tanganku kuremas-remas buah dadanya dan kulihat respon Tante Heni hanya diam tanpa ada penolakan sedikit pun, lalu kuremas-remas lagi buah dadanya dengan lembut beberapa saat kudengan suara desisan kecil membuatku semakin bernafsu. Kucoba kumainkan putting susunya yang menonjol itu diluar dikain satin dasternya. Kemudian tubuh Tante Heni langsung membalikan arah dan saling berhadapan denganku.
“Andre! Kamu ngapain? Kok beraninya remas-remas susuku?”, sambil kami saling berpandangan antara kedua mata yang tak berkedip.
“Maaf, Tante habis Andre sudah ngak tahan melihat Tante kalau dirumah pakai daster seperti itu tanpa pakai Bra lagi”.
“Dasar anak muda sekarang, baru lihat pakai daster seperti ini dan lihat putting susu sudah nafsuan”.
“Habis Tante yang bikin Andre jadi nafsuan”, kemudian melihat putting susunya yang kian menonjol dari balik dasternya itu aku sosor saja dengan lumatan dan sedotan bibirku.
“Anghhhh, Andreee jangan nakal gitu dong, unghhhhh” katanya sambil mendesah kecil.
“Tapi Tante suka kan dan Tante juga butuh seperti ini kan”, tanyaku dan terus menyedot putting susunya dari luar kain satin dasternya.
“Unghhh…Iyaaa…Andreee….anghh..aahhh Tantee…pingin sekali” terdengar desanya ditelingaku.
Kemudian kulepas sedotan diputing susunya dan kucium bagian Lehernya untuk memancingnya agar Tante Heni semakin terangsang, kemudian kutarik celana dalam hingga terlepas dari tubuhnya dan Tiba-tiba Tante Heni berbalik lalu memelukku dan naik keatas tubuhku tapi sebelum naik ketubuhku Tante Heni tanpa malu-malu lagi dia langsung menarik celana dan celana dalamku hingga batang penisku langsung berdiri tegak menjulang keatas. Tante Heni segera menidih batang penisku dengan mengesek-gesekan belahan vaginanya yang sudah terlihat basah.
Saat Tante Heni mengesek-gesekan vaginanya dibatang penisku, aku lumat bibirnya dan dia langsung melumat bibirku dengan penuh nafsu. Kedua matanya Terpejam menikamati setiap gesekan belahan vaginanya diatas batang penisku, namun kami cukup lama bermain dibagian bibir dan lidah dan kami saling beradu, dengan jilatan dan pangutan.
Tante Heni tiba-tiba bergerak mengemut bibirku dan lidahku sesekali memasukkan lidahnya ke mulutku.
“mmmhhh..….mmmhhh….mmmuachhh mmmhhhh,,,kaa…mmmmhhh..”, desahnya saat aku cium.
Batang penisku yang semakin kian menegang di belahan vaginanya yang digesek-gese maju mundur disela selangkagannya yang sempit dan hangat. Ciumannya semakin ganas dan memelukku erat, Aku semakin kuat menekan pantatku agar penisku menempel dibelahan vaginanya. Kemudian kedua tanganku melingkari lehernya dan kembali menciumku. Kedua tangan Tante Heni juga memeluk tubuhku, turun ke pantatnya, menekan pantanya agak vaginanya lebih erat menekan penisku.
“Anghhh.. Aahhckk…..anghhh….ahhhh”, desah Tante Heni saat aku menggesek penisku yang sudah tegang ke belahan vaginanya.
Aku semakin bersemangat menggesek dan menekan penisku dibelahan vaginanya. Suara Tante Heni semakin kian mendesah keras, “Aaanghhh..anghhh…ungghhhh..Eennakk….Andreee….unghhh”.
Lalu, aku menghentikan gesekanku. Tante yang merem melek dan mendesah lalu melihat kearah batang penisku dan memandangku sayu. Aku mulai menepelkan penisku lagi kebelahan vaginanya yang sudah becek itu dan mengeseknya, lalu aku selipkan penisku ke belahan vaginanya. Kumainkan klistorinya dengan jariku, “Sayang, gesek-gesek dong anghhh. tante udah pingin banget nih…”, desahan Tante Heni sambil meremas-remas kedua buah dadanya yang masih terhalang kain satin dasternya.
Melihat putting susunya yang tambah menonjol itu langsung saja kusedot dan kulum dengan bibirku dengan sedikit gigitandiujung putingnya dan kuaminkan dengan lidahku
“Andreee….sayangggg….anghhhh….sedot yang kuat sayangg…aahh…Eennakk…Ennak banget sayanggg….Jillatt dan sedot” rancaunya sambil tubuh Tante Heni dengan posisi masih diatas tubuhku Gerakan maju mundur pantatnya semakin kian cepat gerakanya menidih penisku.
Dengan posisi seperti itu aku semakin bergairah menyedot putingnya hingga kain satin yang menghalagi putting susunya basah oleh air liur mulutku.
“Andree…..Tannnteee Keeluuarr sayanngg…anghhh….ahhhh….aaahhhh”, Rancaunya dan desahanya yang Panjang dengan tubuhnya yang mengejang-ngejang seperti terkena tegangan 220 volt.
Kurasakan cairan lendirnya membasahi batang penisku yang mengesek-gesek kepala penisku yang dijepit oleh bibir vaginanya. “Aahhh…Sayang sshh aku gemeteran..enak bangett..udah seminggu aku tidak merasakan kenikmatan seperti ini” katanya sambil Gerakan pantanya yang maju mundur semakin melambat.
Kami saling memandang mukanya yang terlihat sangat puas tersenyum padaku disela merem meleknya. Akupun membalas senyum puas bisa menempelkan penisku dibelahan vaginanya.
“Enak Tante?”, kataku sambil memandang kedua matanya.
“Enak banget Andre”.
“Sekarang Andre, masukan kedalam ya Tan biar gentian keluarnya”.
Kemudian Tante Heni mengarahkan penisku untuk masuk kedalam vaginanya dan sekali ditekan Bless….batang penisku langsung masuk dengan mudahnya kedalam vagianya karena sudah sangat becek oleh cairan lendirnya. Kemudian Tante Heni Kembali mengesek-gesek vaginanya untuk megocok-kocok penisku dengan jepitan daging vaginanya. Otomatis batang penisku yang keluar masuk vaginanya menekan dan mengesek bagian klistorinya.
“Anghhh…Taantee, enak banget rasanya punya Tanteee…aahhh aaahhh, Rasanya Andre jadi ketagihan Tanteee….Unghhh…anghh”, desahku sambil meremas-remas pantatnya.
“Anghhh….enak….Andreee….anghhh….aaahhhh”.
“Ahh…unghhh….enakkk banget….Tanteeee…..ahhhh.. ahhhhhh ahhh…oohh goyang lebih cepet Tan”,dengan posisi masih diatas tubuhku Gerakan Tante Heni semakin dipercepat sambil memutar-putar pantatnya.
“Tanteee….anghhhh….anggghh….oohhh…oohhh….ahhhhhhh….” batang penisku terasa sangat nikmta sekali dijepit oleh daging vaginanya.
Tante Heni semakin bergerak seperti seorang penari india memutar-mutar penisku yang berada didalam vaginanya “Anghhh….Andreee….aaahhhh”.
Aku mengimbangi goyangan Tante Heni, “Goyang terus Tanteeee….vaginamu enak banget….aahhh…aaahhh…ahhh…”, Aku tahan pantatku sedikit menekan keatas, Gerakan dan goyangan semakin cepat mengenjot batang penisku keluar masuk vaginanya sampai mentok.
“Aahhkk..Andreee….aahhhhh….Andreeee”, Tante Heni meremas-remas buah dadanya dan aku terus memompa mengikuti Gerakan Tante Heni dengan kencang dan kuat sampai tubuhnya terlempar karena goyanganku.
“Aaaaahhh Andreee….sayang, Tantee bentar lagi mau kelluuarr…aahhh ahhh ahhh sayang ahhh…” Gerakan Tante Heni semakin dipercepat dan gesekan batang penisku didalam vaginanya semakin ditekan lebih dalam lagi dan tak lama lagi pertahananku juga akan jebol.
“Aaaahhh…Tanteee….Akuuu….mau…keluarrr…tantee…Aaaahhh…Aaahhhh Aahhh”, belum sempat aku mengatakan kalimat itu Tubuh Tante Heni Kembali Mengelinjang hebat dengan tubuhnya yang mengejang-ngejang sambil mengigit bibirnya menikmati orgasme.
“Andreee…Sayangg…anghhhh…..aaahhhh….enaaaaak…bangettt….sayanggg…aahhhhhh” sambil mengejang-ngejang tubuhnya Tante Heni mendesah sangat Panjang.
“Tanteee….Anghhh…..anghhhh……ahhhhh….akuuuu….keluarrr…..”, Crotttt….crottt…Crettt, tubuhku juga sedikit mengejang saat cairan spermaku mucrat didalam vaginanya.
“Ahhh…Andreee….sayang ahhh… Kamuu emang hebat bisa buat Tante Muncrat sampe dua kali gini”, katanya.
“Ahhhh….Tanteee…juga enak banget vagina Tanteee….bikin ketagihan nikmatnya….aaaaaarrrrgggggggghhhh”.
“Anghhh, Makasih yah Andree, Tante benar-benar puas sekali, kenapa nggak dari dulu kita lakukan seperti ini” kata Tante Heni.
“Andre…takut…Tan…ngak enak saja sama karena Tante yang sudah banyak bantu Andre”. Kuciuma bibirnya sambil kami berlumatan.
“Mulai sekarang penismu khusus punya Tante, bikin aku klojotan dua kali”.
“Passti dong…Tan….pokonya ini khusus buat Tante dan akan membuat Tante kenikmatan diatas ranjang sampai kapanpun Tante inginkan”.
Sejak kejadian itu hampir tiap malam kami lakukan hubungan seks dengan Tante Heni diatas ranjang dengan berbagai model dan gaya dengan bebas dan perselingkuhanku dengan Tante Heni masih berjalan hingga saat ini.
KEPUASAN SEKS DARI ADIK IPARKU SAMPAI SAAT INI
Walaupun malam hari tubuhku sudah dibikin puas oleh Andi diatas ranjang dengan jilatan, hisapan,ciuman dan batang penisnya yang mengobok-obok vaginaku, setiap pagi sebelum berangkat kuliah pasti Andi selalu meremas-remas kedua buah dadaku dan mencium bibirku seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah.
Sudah seminggu ini Andi menjadi penganti posisi suamiku dirumah dan jujur saja aku sangat menikmati permainan Andi diatas ranjang selama seminggu ini. Andi benar-benar anak muda yang sangat perkasa dan jantan dibandingkan suamiku. Dalam seminggu ini liang vaginaku selalu disirami oleh cairan sperma yang segar. Setiap malam aku selalu dibuat terbang kenikmatan oleh permainanya.
Seperti biasa setiap Malam sekitar jam 9 malam, setelah aku meniduri anaku dikamar, aku pasti langsung berganti pakaian dengan pakaian dinas malam. Andi meminta aku selalu menggenakan pakain daster berkain satin yang sangat licin dan berkilau tanpa memakai Bra dan Cd lagi didalamnya. Setelah selesai memakain pakaian dinas kesukaanya, aku lantas duduk dimeja rias untuk menunggu kehadiranya.
Tak lama kudengar suara ketuakan pintu kamarku, hatiku seperti riang gembira karena sudah tak sabar menanti permainanya diatas ranjang.
“Masuk sayang, nggak dikunci”, panggilku dengan suara yang sangat lembut dan romantic.
Lalu Andi masuk dengan kaos dan celana pendek yang didalamnya sudah tidak memkai Cd dan Begitu melihatku sudah memakai pakaian dinas malam berupa daster berkain satin, Andi pasti selalu memainkan daster licinku dengan cara diremas, dicium dan batang penisnya selalu digesek-gesekan dikain satin dasterku.
“Malam sayangku, sudah siap”, godanya sambil mendekati tubuhku.
“Sudah dong sayang siap kamu puasi tubuhku ini”, jawabanku sambil berdiri.
Dari belakang tubuhku pasti langsung dipeluknya dicium bagian leherku dan kedua tanganya langsung meremas-remas kedua buah dadaku sambil memainkan kedua putting susuku, batang penisnya yang sudah tegang itu pasti diselipan dibagian belahan pantatku dan digesek-geseknya hingga cairan bening yang keluar dari dalam penisnya membasahi kain satin dasterku.
“Enak sayang”, kataku
“Bikin ketagihan terus Tanteku sayang kalau gini terus”
Dengan posisi berdiri Andi memeluku dari belakang menghadap cermin meja rias terlihat Andi sedang menikmati gesekan batang penisnya dikain satin dasterku sambil meremas-remas buah dadaku dan mencium dan menjilat bagian leherku membuat bertambah terangsang olehnya.
“Tan, inilah yang membuat Aku selalu ketagihan dengan permainan Bersama Tante seperti ini”, bisaiknya dibagian telinga kananaku sambil terus meremas buah dadaku.
Lalu setelah puas mengesek-gesek penisnya dikain satin dasterku, perlahan dia memutar tubuhku dan kami berdua sudah saling berhadapan, kemudian tangan Andi menggapai bagian daguku dan segera menepelkan bibirnya ke bibirku dengan penuh kasih dan emosinya. Akupun tidak tinggal diam dan segera menyambut sapuan lidahnya dengan cara kusedot sangat kuat saat lidahhnya masuk kedalam mulutku dengan penuh getaran birahi. Kulititikan lidahku menyambut lidahnya sambil terus merlumatan. Kemudian dengan tubuhhnya yang sedikit kekar itu, Andi langsung mengangkat tubuhku dan membaringkan aku diatas ranjang kamar.
Untuk lebih membuat Andi lebih panas sebelum menindih tubuhku, aku selalu mengelus-elus buah dadaku yang bagian kiri dan satu tanganku membelai bagian vaginaku yang sudah tidak memakai CD. Dengan cara itu Andi terlihat sangat bertambah bergairah melihatku seperti itu, Lalu Andi menghampiri dan menyambar bibirku dan langsung melumatnya. Tangan kananya juga langsung mendarat dibagian buah dadaku sebelah kiri dan memainkan putting susuku yang menjeplak dikain satin dasterku.
Selepas tautan dengan bibirku, Andi lalu menjilat dagu, leherku dan berhenti dibagian putting susuku dengan cara dijilat dan disedotnya dibagian putting susuku seperti anak bayi dan sedang kehausan.
“Unggghhhh….anghhhh…Andii…sayangggg…sedot yang keras sayang”.
Tampak aku merasakan Andi mengulum puttingku dengan buas tanpa membuka penghalang kain satin dasterku yang menutupi putingku. Jilatanya dan sedotanya sesekali digigit lembut dan ditarik dengan giginya aku hanya bisa mengerang dan melenguh kenikmatan. Dengan giat penuh nafsu Andi terus menyedot putting susuku, tangan kirinya meraba kebagian bawah bagian belahan bibir vaginaku dengan cara digesek-gesekanya bagian ujung atas vaginaku. Rangsangan Andi semakin kuat dan hebat sehingga aku dibuatnya semakin mendesah sangat keras.
“Anghhh…Andiiii….sayangggg…terusss…sayanggg….bikin aku terbang ke dunia kenikmatan sayang”.
Andi segera melepas sedotanya diputing susuku dan segera membuka kedua kakiku melebar lalu mulutnya segera menjulur kebawah dan lidahnya menjulur masuk untuk menyentuh lebih dalam lagi mencari bagian kloritasku yang semakin membesar dan mengeras. Mulutnya menekan dengan penuh nafsu lidahnya begerak liar dari atas dan kebawah. Tubuhku dibuat menggelinjang dan aku berteriak tak tahan menahan saat orgasme yang akan semakin dekat menghapiri tubuhku bagaikan gugung Merapi yang siap memuntahkan isinya dari dalam.
Sambil aku terengah-engah saat kurasakan akan orgasme kudorong pantatku naik lalu kedua tanganku langsung memegang kepala Andi dan menekanya ke bagian vaginaku yang terus dijilat oleh lidahnya.
“Andiii…Anghh…ahhhh…ahhhh”, aku sudah tak kuasa menahan lagi datik-detik akan orgasme hingga menjerit kenikmatan saat orgasme dengan tubuhku yang sedikit mengejang-gejang.
Cairan orgasme meluap menyemprot keatas hidung Andi yang mancung itu.
“Andiii….sayang…unghhh….aku keluar…sayang”, vaginaku berdenyut kecang merasakan orgasme disertai tubuhku yang juga ikut mengejang saat itu.
“Andiii…sayang…kamu memang jago sekali memainkan lidahmu didalam vaginaku dan selalu membuat aku cepat orgasme, sayang…cium aku sayang”, Andi segera bangkit mendekap erat diatas dadaku yang dalam keadaan baru saja orgasme.
Andi mencium bibir dan mulutku dengan kuat dan menyambutnya dengan tautan garang, kusedot lidahnya dalam rongga mulutku. Tubuhku tergolek tak berdaya sesaat, Andi pun mencubuku dengan mesra sambil tanganya megelus-elus seluruh tubuhku yang masih memakai daster satin yang terasa licin. Seraya memberi kecupan hangat aku hanya terpejam dan membiarkan aku menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang baru saja kurasakan.
Setelah merasa aku cukup beristirahan, Andi mulai menyentuh dan membelaiku lagi, aku segera bangkit dan mendorong bagian tubuh Andi yang sudah berada diatasku. Kudekatkan kepalaku kewajahnya lalu kucium dan kujilat pipinya, kemudian menjalar kebagian kupingnya. Kumasukan lidahku kedalam lubang telinganya sehingga Andi meronta menahan gairahnya. Jilataku makin terus kebawah sampai kebagian putting susu kiri Andi. Kubelai dada Andi yang bidang berotot sedang tangan kananku memainkan puitng yang sebelah kiri.
Tubuh Andi menggelinjang mendapat sentuhan yang menyengat dititik bagian sensitivnya, Andi mengerang dan mendesah dan aku terus semakin memanas dengan menurunkan sapuan lidahku sambil tanganku merambat keperut lalu kumainkan lubang pusar Andi, kutekan kebawah dan kesamping terus kulepas dan kubelai bagian perut bawahnya sampai kebagian batang penisnya yang sudah terlihat Panjang dan mengeras keatas.
Kubelai lembut dengan jemari tanganku batang penisnya yang tegak menantang keatas, dan bentuk kepalanya yang besar itu ada benih air birahi terlihat dilubang penisnya. Melihat keadaan yang sudah menggairahkan itu aku menjadi tak sabar dan segera kutempelkan bibirku kebagian kepala penisnnya. Kusapu kepala penis Andi dan kuhisap lubang air seninya sehingga membuat Andi mendesah kenikmatan.
“Tanteee…..Unghhhh…Anghhh…nikmatii….bangeettt…Tann…rasanya aku pinggin memiliki Tantee…seutuhnya…Anghhhh”, Andi mengerang.
Aku tidak menjawabnya, hanya lirikan mataku sambil mengedipkannya satu arah kearah Andi yang sedang kelenjotan. Sukmanya sedang terbang malayang kedunia birahi. Kemudian tangganku mulai mengocok-kocok penisnya dengan pelan dan semakin kencang sementara lidahku tetap menghisap-hisap kepala penisnya. Kepala penisnya Andi termasuk bagian yang paling sensitive jadi kutarik kain satin dasterku yang masih kupakai langsung kukocok-kocok kain satin itu dibagian kepala penisnya.
“Anghhhh….anghhh…Tanteee…..Unghhh…Nikmat….baget ngocok pakai kain satin daster Tanteee…Anghhhh”, melihat keadaan Andi semakin mendekati pucak kenikmatan akupun sendiri juga sudah terangsang berat karena vaginaku sudah dangat denyut-denyur, kulepas kocokan kain satin dasterku dibagian penisnya lalu kuposisikan tubuhku diatas tubuh Andi menghadap ke kakinya.
Perlahan kumasukan batang penisnya yang sudah menegang seperti tiang listrik itu kedalam lubang vaginaku yang sudah becek dan Blesss…..batang penisnya dengan hitungan detik saja sudah masuk kedalam vaginaku, kemudian segera kupompa naik tutun sambil menekan dan memijat dengan otot vaginaku sekuat tenaga. Ritme Gerakan pun kutambah sampai kecepatan maksimal.
“Angghhh…Ahhhh…Ahhhhh….Anghhhh”, Andi berteriak tanpa henti menikmat setiap gesekan-gesekan bagian otot vaginaku.
Sementara aku tetap focus menikmati setiap gesekan-gesekan batang penisnya yang menggesek dinding vaginaku dan menyentuh bagian klistoriku hingga menimbulkan efek kenikmatan yang sudah tidak bisa diunggkapkan dengan kata-kata lagi. Tampak kedua tanggan Andi mulai meremas-remas pantatku yang bulat dan besar sambil dielus-elusnya bagian lubang anusku dan terus menikmati goyangan gesekan pada batang penisnya dan akhirnya kami bedua berteriak kenikmatan saat merasakan akan orgasme.
“Tanteee…..Anghhhh….Ahhhh….Unghhhh….Akuuu….sudah gak kuat lagi Tan….akuu…mau….keluarr….anghhhh”, biar sama-sama menikmati sensansi orgasme Andi meminta aku memuatarkan badanku dan menjatukan tubuhku terlentang diatas ranjang.
Sekarang posisiku sudah dibawah dengan menidih tubuhku dan melebaran kedua kakiku dan penisnya Kembali dimasukan kedalam vaginaku yang sudah becek itu lalu Andi mengayunkan dan mempompa penisnya dengan sangat cepat dan kuat. Kedua kakiku aku silangkan dibagian tubuhnya agar sensai orgasme biar sama-sama kunikmati. Sambil terus menggenjot penisnya kedalam vaginaku kami bisa saling melihat bagaimana wajah Andi yang sudah tidak tahan lagi akan mengeluarkan cairan spermanya dan juga kurasakan dentuyan penisnya diujungnya semakin terasa didalam dinding otot vaginaku.
“Tan…aku Mauuu….keluarrrr…..”, Andi mendesah saat detik-detik cairan spemanya akan keluar.
“Tunggu, Andii…sayang….aku juga terasa akan keluar seperti kamu sayang….anghhhh”
Akhirnya Crottt….crottt…crettt…crettt…kurasakan cairan sperma Andi keluar sangat banyak membasahi lubang vaginaku dan tubuhnya juga mengejang-ngejang sangat hebat disertai cairanya yang keluar dari dalam penisnya. Tak lama berselang akupun juga merasakan hal yang sama seperti Andi dan secara bersamaan akupun mendesah dan berteriak kenimatan merasakan orgasme yang kedua kalinya. Segera kusambar bibir Andi yang mendesah itu, kukulum dan kusodorkan lidahku kedalam rongga mulutku.
Kudepan tubuhnya Andi dengan jepitan kedua kakiku yang menyilang agar tidak terlapas saat-saat orgasme dan kita sama-sama mengejang merasakan pucak orgsame, tubuh kami sama-sama basah dengan peluh menyatu menjadi satu. Lalu Andi terkulai lemas diatas tubuhku sambil menikmati denyut vaginaku yang masih menyambut sisa-sisa orgasme yang baru aku rasakan.
Lalu Andi membelai rambutku dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup kening dan bibirku dan memandang kedua mataku.
“Andii…sayang…makasih ya kamu bikin aku benar-benar puas dan selama kamu disini berikan kenikmatan seperti ini saja hanya untuku jangan kasih yang lain ya sayang”, kubisikan ditelingaku.
“Ya Tanteku sayang…Andi bakal beri terbaik buat Tante dan akan membuat Tante puas setiap malam selama Andi disini”, kemudian kami saling berciuman dan berlumatan kecil.
Sejak Adik iparku menjadi temanku dirumah saat suamiku sering pergi keluar kota dan daerah, Adik iparku inilah setiap malam yang menggantikan posisi suamiku disaat aku kesepian dirumah. Kami sudah seperti layaknya sepasang suami istri bila suamiku tidak dirumah. Hampir setiap malam aku selalu dipuasi dengan adik iparku ini yang bernama Andi hingga saat ini. Berbagai gaya dan model bercinta kami sudah lakukan diatas ranjang dari lubang vaginaku sampai lubang anusku juga sudah kurasakan oleh kejantantanannya.
TAMAT
KENIKMATAN BERSAMA TANTE HENI (Bagian ke-1) - KENIKMATAN TANTE HENI-1 (on Wattpad) https://www.wattpad.com/1437244614-kenikmatan-bersama-tante-heni-bagian-ke-1?utm_source=web&utm_medium=tumblr&utm_content=share_reading&wp_uname=penikmatsatin Perkenalkan, Namaku Andre, umurku sudah 30 tahun dan belum menikah. Aku bekerja dijakarta dan sudah 1 tahun aku bekerja disebuah Bank Swasta, selama dijakarta sementara aku tinggal bersama Tante Heni dirumah kontarkannya. Apalagi Tante Heni orang yang sangat berjasa sekali bisa membawaku menjadi seorang karyawan pegawai Bank swasta dijakarta. Kebetulan Tante Heni dijakarta mempunyai jabatan sebagai seorang manajer disebuah bank swasta yang dipindahkan tugaskan dari cabang yang ada disurabaya. Tante Heni sudah berkeluarga tapi suaminya bekerja disurabaya, semenjak Tante Heni dimutasi kejakarta mau tidak mau mereka harus berpisah dan mereka bisa bertemu seminggu sekali kadang bisa dua minggu sekali, tergantung kesibukan mereka masing-masing. Untungnya Tante Heni belum memiliki anak hingga sekarang jadi mereka masih bisa bekerja siang dan malam. Sejak aku bekerja dijakarta dan tinggal sementara dirumah kontrakan Tante Heni, hitung-hitung agar aku bisa nabung dari hasil kerjaku nanti. Tak terasa sudah tiga bulan berjalan aku bekerja sebagai karyawan bank dijakarta dan aku terlihat semakin dekat dengan Tante Heni layaknya orang yang baru pacaran tapi Karena sudah terlalu dekatnya dan tinggal serumah akhirnya kami berdua jatuh kelimbah kenikmatan Bersama Tante Heni diatas ranjang. Awal peselingkuhanku dengan Tante Heni Ketika kami sama-sama libur dihari sabtu dan minggu, kuhabiskan waktu dirumah Bersama Tante Heni untuk bersantai dan bercanda untuk melepas beban kerja yang selama ini kita jalani Dan yang buat aku semakin bernafsu melihat Tante Heni saat dirumah dia selalu memakai pakaian daster satin yang sangat seksi tanpa memakai Bra lagi jadi kedua putting susunya langsung terlihat jelas sekali menonjol menjeplak dikain satin dasternya itu.