Perkenalkan Namaku Janu, aku lahir pada pertengahan januari tahun 1996, saat purnama begitu benderang, cahaya-cahaya menggelantung di sela-sela pohon beringin, kapuk, belimbing dan mangga; di depan halaman rumahku. Aku tumbuh sebagaimana anak normal, tanganku, kakiku, jemariku, mataku, telingaku, mukaku semua lengkap tak ada cacat sedikitpun. Aku lahir dengan nama Janu yang dalam bahasa sangsekerta berarti jiwa. Kakekku yang memberi nama itu. Seharian, saat pertama melihat air ketuban pecah keluar dari rahim ibuku, kakek mengamar diri, nyepi bersama gelap sunyi dan harum kemenyan Arab. Keluar-keluar kakek memberikan secarik kertas, lalu diserahkannya ke Bapak, tertulis ‘JANU’ dengan aksara jawa kuno. Oh iya aku lelaki, aku punya penis.
Aku hanya remaja biasa, Namaku tidak populer di sekolah, pendiam dan udik. Tetapi semuanya berubah sehari setelah ulang tahunku yang ke-17. Aku mendadak tidak normal, punya kekuatan super, bisa jadi keanehan atau malapetaka. Mereka bilang saat aku tertidur aku menjadi orang lain. Sungguh aku tidak mengerti. Seperti yang diceritakan beberapa temanku, sebut saja Luni, Mei, Amar dan yang paling aku tidak mengerti adalah yang diceritakan oleh Bulba. Katanya orang terkahir yang aku lihat sebelum aku tertidur, dia akan terseret dalam duniaku sebagai aku versi orang lain, dunia halusinasi, berbahaya, kejam.