Suara yang tak terdengar
Malam ini, kelopak mata belum bisa ku katupkan secara sempurna. lagu-lagu sendu yang mendayu, tak mampu membawaku bermimpi lebih awal, ada yang kacau, yang berantakan, isi otakku.
Wanita yang datang dari negeri timur nun jauh, berdiam dalam luka yang dalam, membiarkan hatinya tersayat, menyungkurkan diri dalam kebingungan-kebingungan. Berlinanglah airmatanya merembes pelan-pelan, membasahi segala yang dialirinya, pipinya, lehernya, tali Branya.
Semua menjadi sesunyi ini, tidak ada rengekan, apalagi kata-kata, Namun, Airmata seperti mengisahkan segala kekecewan-kekecewaan yang dari kapan menerpanya.
“Oh, malamku yang sebentar lagi habis.
Mengawali,
Menyaksikan orang-orang patah mengadu pada sang pemilik subuh.
ada yang bicara tentang kekalahan,
ada yang putus asa,
kekhawatiran,
ketidakberdayaan,
kekecewaan,
dan segala semua tentang luka dan rasa sakit. Merekalah orang-orang yang suaranya tak terdengar. Hanya kemudian basah pipinya.








