Dari Indra Menjadi Indri
Indra adalah cowok perjaka umur 30 tahun. Dan Diana ini muslim berhijab yang sampai umurnya 40 tahun belum menikah. Indra dan Diana adalah teman dekat satu kantor di Ibukota. Mereka tergabung di dalam satu team backoffice bagian accounting. Diana ini perempuan yang modis, pakaiannya selalu rapi, wangi dan up to date. Sedangkan Indra adalah seorang pria yang rapi dan dinamis. Mereka seringkali jalan bersama waktu pulang kerja ke cafe atau mall dekat kantor. Kadang - kadang waktu libur pun mereka jalan bersama keluar kota untuk sekedar refreshing. Seiring berjalannya waktu Indra suka dengan Diana. Diana pun demikian. Mereka seperti pasangan yang serasi, saling melengkapi dan berprestasi di kantor. Reaksi rekan - rekan di kantor pun ada yang mendukung sampai ada yang iri. Hari sabtu ini kantor masuk kerja sampai jam 12 karena ada pekerjaan yang harus diselesiakan untuk meeting hari senin. Sepulang kerja, Indra mengantarkan Diana ke rumahnya naik sepeda motor. Diana yang mengenakan rok span panjang di bonceng dengan duduk menyamping. Sesampainya di rumah Diana, Diana mengajak Indra untuk mampir dulu ke rumahnya. Kebetulan hari itu, orang tua Diana sedang keluar kota untuk menghadiri resepsi perhikanan. Indra pun di persilakan masuk dan duduk di ruang tengah. Diana membuatkan minum es jeruk untuk Indra, Diana menghempaskan badannya ke sofa dan duduk di sebelah Indra sambil menyalakan TV.
Diana : Akhirnya beres juga ya kerjaan kita, semoga di meeting nanti si bos akan suka.
Indra : Iya mudah - mudahan bos akan puas dengan kerja kita.
Sembari tersenyum dan meminum sedikit es jeruk buatan Diana. Indra sejak dari kantor memperhatikan gerak gerik Diana yang agak kesulitan berjalan dan naik tangga karena rok span nya yang agak ketat dan tanpa belahan. Indra pun bertanya ke Diana.
Indra : Di, apa ngga ribet pakai rok seperti itu? Kok susah banget jalannya?
Diana pun tersenyum sambil menjawab.
Diana : Eh enak tau pakai rok span, kayak ada yang melukin kaki aku.
Indra : Ah masa sih? Sini aku peluk kamu.
Diana pun pura - pura menghindari tapi dia membiarkan tubuhnya di peluk oleh Indra. Indra pun meraba tubuh Diana yang molek itu.
Diana : Iihh Ndra, ingat yaa.
Balas Diana sambil tersenyum.
Indra : Iya iya. Sahut Indra sambil melepaskan Diana.
Mereka telah berkomitmen untuk tidak berhubungan badan sebelum mereka menikah. Sore harinya telepon Diana berdering. Ternyata orang tuanya mengabari bahwa tidak bisa pulang hari ini karena ada keperluan di kota itu. orang tua Diana meminta Indra untuk menemani Diana malam itu karena khawatir terjadi apa - apa. Orang tua Diana percaya Indra tidak akan macam - macam terhadap putrinya. Mereka paham dan kenal betul karakter Indra. Indra pun yang di ibukota ini ngekost mengiyakan permintaan itu. Indra yang masih mengenakan kemeja kantoran mengajak Diana untuk ke kost an nya untuk mengambil pakaian ganti. Diana pun menyetujuinya.
Diana : Aku mandi dulu ya. Kata Diana.
Indra yang menunggu Diana mandi mendapati rok span yang tadi siang dipakai Diana tergeletak di ember cucian. Indra pun mengambil rok itu dan menyiumnya.
Indra : Hmm wangi sekali.
Indra membayangkan Diana yang tadi siang mengenakan rok ini. Indra pun diam - diam ingin mencoba rok itu. Di pakainya lah rok itu. Karena ukuran tubuh mereka sama, harusnya rok itu masuk di tubuh Indra, cuma gesper dan celana yang dikenakan oleh Indra membuat rok itu menjadi sempit. Indra pun membuka celananya dan mengenakan kembali rok itu. Kali ini Indra memakainya secara benar. Resleting nya pun di naikan dan di kaitkan dan diputarnya rok itu sehingga resletingnya berada di belakang. Mencoba melangkah dan kakinya tertahan oleh rok itu.
Indra : Hmm halus banget bahan dari rok menggesek kaki.
Tak terasa penisnya pun berdiri tegak karena rangsangan dari rok itu. Karena sudah di rasa cukup, Indra pun berniat melepaskan rok itu dan memakai celananya kembali. Tangannya meraih kaitan yang berada di belakang rok.
Diana : Indra apa yang kamu lakukan?
Tiba - tiba suara itu muncul dari belakang. Indra pun kaget setengah mati.
Indra : I ... ni aku anu ... mmmh. Diana pun tersenyum.
Diana : Mau coba pakai rok yaa?
Indra : I .. iya Di ... ini aku buka yaa. Diana pun tersenyum.
Diana : Bilang dong kalau mau. Sini aku pakein yang benar. Lagian rok itu sudah kotor seharian aku pakai. Sini aku bantuin buka.
Diana pun melepas rok yang di pakai Indra, agak kesulitan karena burungnya yang masih setengah berdiri.
Diana : Iih burungnya nakal yaa, goda Diana.
Andri pun berusaha meraih celananya.
Diana : Katanya kamu mau pakai rok?
Indra : I ... iya Di. Nanti saja.
Diana : Iih beneran gak mau? Kata Diana sambil tersenyum.
Indra : Maaa ... uu sih.
Diana : Yasudah mandi dulu sana.
Indra : Tapi Di aku ...
Diana : Udah mandi sana yang bersih dan jangan pakai baju yang itu lagi pakai handuk saja. Ujar Diana.
Indra pun mandi sambil membayangkan apa yang akan terjadi. Burungnya pun kembali hidup. Usai mandi, di lilitkannya handuk di pinggangnya dan keluar kamar mandi. Diana telah mempersiapkan cd, rok span panjang, bh, pembalut, blouse, dan hijab.
Diana : Nih pakai cd nya dan softexnya.
Indra : Supaya apa Di?
Diana : Supaya burung kamu kalo nakal lagi ngga kelihatan keluar. Sini aku pakaikan.
Indra : Handuknya buka Di?
Diana : Iya lah cepetan.
Dibuka lah handuk itu di depan Diana. Penis Indra yang tidak begitu besar disentuh oleh Diana.
Diana : Hai burung jangan nakal yaa.
Diana pun memakaikan cd ketat itu dan menyelipkan pembalut. Indra tersenyum. Diana pun melanjutkan ke bh.
Indra : Ini apa Di? Tanya Andri.
Diana : Udah diam saja. Ujar Diana sambil memakaikan bh ke tubuh Indra.
Indra : Oh ini toh rasanya pakai bh. Ujar Indra dalam hati.
Penisnya yang berusaha bangkit tertahan cd dan pembalut. Diana pun menyelipkan silikon di bh yang di kenakan Indra. Karena kaki Indra yang berbulu, Diana pun memakaikan Indra sebuah stocking warna kulit.
Indra : Ihh halus banget Di.
Diana : Yaa pakai saja. Ujar Diana.
Lanjut ke rok dan blouse. Lalu Diana memoleskan makeup ke muka Indra. Dan terakhir Diana memakaikan hijab.
Diana : Silakan melihat cermin.
Andri pun kaget.
Indra : Ini aku Di? Cantik banget.
Diana : Bukan, ini Indri. Sahut Diana kepada Indra. Aku sekarang akan memanggilmu Indri. Indri, kita keluar yuk cari makan.
Indri : Tapi aku ...
Sahut Indra yang sekarang telah berubah menajdi Indri gugup.
Diana : Sudah lah. Aman, sebentar aku ganti baju dulu.
Diana yang mengenakan daster, masuk kamar. Tak lama keluar Diana mengenakan dress sweater atau sweater terusan panjang dan berlengan panjang yang sedikit menonjolkan bentuk tubuhnya.
Indri : Wah cantik sekali kamu Di.
Diana : Kamu juga Indri.
Mereka berdua tertawa dan berpelukan.
Diana : Aku pesan grabcar dulu yaa.
Karena sudah tidak memungkinkan bagi Indra eh Indri untuk mengendarai motor, karena roknya yang panjang dan ketat. Naik mobil grab pun Indri yang belum biasa pakai rok merasa kesulitan. Diana dengan sigap mengarahkan pantat Indri untuk duduk dan kemudian menaikkan kakinya ke dalam mobil. Sesampainya di mall, Indri takut ada yang mengenalinya. Tapi Diana menenangkannya.
Diana : Ngga apa - apa, aman kok.
Terasa udara mengalir ke selangkangan Indri dan gesekan antar kaki, stocking dan rok yang sensasinya itu luar biasa. Sesampainya di foodcourt, mereka pun memesan makanan. Diana yang berbicara ke pelayannya dan berjalan ke kasir. Sementara Indri duduk di meja makan. Memperhatikan sekeliling dan semua orang tidak ada yang curiga, sibuk dengan urusannya masing - masing.
Indri : Enak yaa pakai rok. Kata Indri kepada Diana.
Diana : Nah kan. Mau pakai terus kan? Yaa udah makan dulu nanti aku atur kalo kamu mau.
Sehabis makan, Diana memberikan 2 buah pil ke Indri.
Diana : Nih minum ini, supaya sehat. Ingat ya sehari 3x.
Indri pun meminumnya. Mereka lanjut mengobrol sebentar. Indri pun bertanya.
Indri : Di apa kamu masih mau sama aku yang suka pakai rok?
Diana pun tertawa.
Diana : Indri Indri. Kalau aku ngga mau, dari awal aku lihat kamu pakai rok aku tadi sore mungkin kamu sudah aku putusin. Yang penting kamu tetep sayang sama aku. Aku ngga peduli kamu mau pakai apa juga. Malah aku suka kalo kamu mau pakai rok dan baju cewek. Supaya kamu ngga lirik - lirik cewek lain. Tapi awas kalo sampe kamu suka sama cowok.
Indri : Iya Di, aku sayang kamu kok.
Akhirnya mereka pulang ke rumah Diana, berganti pakaian, pakai daster. Tapi bh dan cd plus pembalut tetap dikenakan oleh Indri.
Diana : Kamu tidur pakai ini yaa.
Indri : Iya Di.
Mulai saat itu Indra seringkali berubah menjadi Indri. Payudaranya pun tumbuh menjadi ukuran B. Ternyara obat yg diberikan oleh Diana itu mempunyai efek menumbuhkan payudara. Sekarang Indri harus selalu pakai BH walaupun ketika pakai baju cowok. Rambut Indri pun kini telah sebahu. Sengaja tidak dipotong. Indri pun berlatih untuk berjalan, berbicara, duduk, berdiri, dan memakai sepatu hak tinggi layaknya seorang wanita. Orang tua Diana pun sangat open minded. Jadi dia menerima melihat Indra yang berubah menjadi Indri. Dan tetap setuju kalau anak satu - satunya Diana, menikah dengan Indri. Mereka pun akhirnya menikah. Di akad nikah, Indri berpakaian cowok sebagai Indra. Di resepsi Indri masih berpakaian cowok karena takut ada anggota keluarga jauh yang tidak support. Namun itulah pakaian cowok dan celana cowok terakhir yang dipakai oleh Indri. Karena semua pakaian cowok sudah di sumbangkan dan yang sudah jelek dibuang oleh Diana. Indri cuma bisa pakai rok sebagai bawahan. Dia sudah tidak punya celana lagi. Paling celana yang boleh dipakai hanya celana jeans ketat (jegging) khas cewek dan legging selebihnya rok. Begitu juga atasannya. Blouse, kemeja cewek, tanktop, dan bh sudah wajib dipakai, karena payudara Indri sudah hampir menjadi ukuran C. Tak lupa Diana pun menindik kedua telinga Indri dan memakaikan anting - anting. Asesoris lainnya yaitu gelang kaki emas berlonceng kecil yang di pasangkan di kaki kiri Indri. Jadi kalau jalan ada krincing - krincingnya. Sempat hampir lepas, untung masih ketahuan, akhirnya di partri paten oleh tukang emasnya di kaki Indri. Jadi gelang kaki itu tidak bisa dilepas kecuali dengan merusaknya. Indri pun mulai akrab dengan kutex, makeup, mascara, dll. Mungkin sekarang Indri sudah lupa cara jadi cowok, karena sekarang Indri hanya bisa pakai pakaian cewek dan rok. Di kantor pun ternyata diam - diam Diana meminta pesetujuan atasan dan rekan rekan kerjanya kalau Indra itu sekarang beruhah menjadi Indri. Karena prestasi dan kinerja Indra yang baik, mereka pun tidak mempermasalahkannya. Diana memohon untuk tidak membully Indri. Mereka pun kompak untuk mendukung Indri. Diana pun menceritakan semuanya kepada Indri dan meminta Indri ke kantor sebagai wanita dan pakai rok. Indri pun mulai ke kantor dengan memakai rok, blazer dan tanktop putih sebagai dalemannya. Ketika absen finger print, terlihat nama Indri Widyaningsih di layar mesin absen tersebut.
Rekan Kerja : Selamat pagi Bu Indri. Sahut salah satu rekan kerjanya.
Terlihat suasana kantor seperti biasanya. Akhir cerita Indri dan Diana tidak bisa punya anak, karena sperma Indri yang sudah rusak karena obat - obatan yang diberikan oleh Diana. Tapi Diana menikmatinya. Diana melewati hari - hari bahagia bersama Indri. Saling bertukar pikiran tentang pakaian dan saling bertukar pakaiannya juga. Tamat.












