Perkenalkan namaku Shelvy. Aku seorang ibu rumah tangga yang sudah memiliki satu orang anak umur lima tahun. Keseharian aku menjaga warung kecil - kecilan di rumahku yang sederhana. Dulu sebelum menikah aku bekerja sebagai pegawai kantoran. Aku memiliki rambut panjang sepinggang, kesehariannya rambut aku urai kadang aku ikat kuda dan kadang aku cepol karena gerah. Kalau keluar rumah aku selalu menggunakan hijab. Aku tidak pernah memiliki rambut pendek, terakhir kalau tidak salah waktu mengerjakan skripsi sekitar 5 tahun yang lalu itu pun cuma sebatas tali bra. Bulan ini bulan istimewa buatku bukan hanya bulan penuh kasih sayang karena ada hari Valentine tapi juga hari jadi kelahiranku. Tahun ini aku mulai menginjak usia kepala tiga, aku pun ingin sebuah perubahan untuk hidupku yaitu potong rambut pendek. Aku pun mengutarakn pada suamiku bahwa pas ulang tahunku, aku ingin potong pendek. Setelah mengutarakan keinginanku, suamiku pun kaget apa yang aku ucapkan. Rambut yang selama ini aku rawat dan aku sayangi akan terpotong. Awalnya suamiku tidak setuju.
Papa : Mama serius mau potong pendek?
Mama: Iya pah, mama pengen aja rambut pendek dan cuaca akhir - akhir ini panas pah.
Papa: Hmm ya sudah mah, papa ikut mama aja gimana.
Hari ini tanggal 10 Februari tepat aku sudah berumur 30 tahun campur aduk rasanya, pagi - pagi sudah di kasih kejutan berupa kue tart yang diatasnya di kasih lilin angka 30 oleh suami dan anakku. Aku sangat bersyukur memiliki keluaga kecil ini. Aku pun juga deg - degan gimana rasanya berambut pendek. Lilinpun aku tiup sambil berdoa.
Papa : Mamah hari ini jadi potongnya? Tapi papa tidak bisa antar ma soalnya kerjaan banyak.
Mama: Insya Allah jadi pah, tidak apa - apa pah, kalau papa sibuk nanti mama berangkat sekalian jemput kakak pulang sekolah. Didekat sekolah kakak ada salon pah nanti mama potong disitu aja.
Aku pun kemudian melanjutkan pekerjaanku menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 09.30 wib aku pun kemudian bersiap menjeput kaka jam 10.00 wib. Sebelum mengenakan jilbab aku berpose dengan rambut panjangku untuk terakhir kalinya. Setelah puas aku langsung memakai hijab, motor aku keluarkan dan langsung menuju sekolah kakak, sekitar 10 menit aku sampai di sekolah kakak dalam perjalanan hatiku dag dig dug. Kakak keluar dan menghampiriku.
Kakak : Ayo mah kita pulang, tapi sebelum pulang belikan eskrim ya mah.
Mama : Ayo kak, tapi mama potong rambut dulu ya nanti mama belikan eskrim.
Kakak mengangguk. Kupacu motor menuju salon tidak sampai 5 menit aku sampai di salon, salon tampak baru buka. Aku langsung masuk kesalon kecil tersebut.
Capster : Pagi bu, bisa dibantu?
Shelvy : Iya mbak saya mau potong.
Capster : Silahkan bu di cuci dulu.
Aku pun membuka hijab dan berkata,
Shelvy : Mbak rambutnya tidak usah di cuci ya takut anak saya rewel.
Capster : Baik bu, silahkan duduk kalau begitu.
Mbak capster mengeluarkan peralatannya dan memasangkan cape ke tubuhku, aku kemudian membuka sanggul rambutku. Percakapan aku dengan capster pun terjadi.
Capster : Di potong semna bu?
Capster : Serius bu, rambut ibu panjang tidak sayang bu?
Shelvy : Iya mbak, sebenarnya sayang tapi ini sudah jadi nazarku.
Mbak capster pun mengangguk dan mengikat di ujung rambut.
Aku mengamgguk pelan. Capster langsung memotong rambutku di atas tali bra, aku sedikit shock melihat rambutku di potong pendek. Akhirnya rambutku terpotong juga dan menyerahkannya kepadaku, raut muka aku berubah dari tegang sedikit rileks dan merasa ringan dikepala. Capster kemudian melanjutkan pekerjaannya dan di potongnya model long bob. Kemudian capster mencatok rambutku. Aku merasa senang dengan potongan rambutku, suamiku dari tadi di whatsapp menanyakan di potong semana? Aku pun cuma mengirimkan potongan rambut dan aku bilang “surprise”, kakak pun juga memuji penampilanku sekarang. Aku bergegas memakai hijab kembali dan balik ke rumah tak lupa mampir beli eskrim kakak. Sesampainya di rumah aku berdiri di kaca seakan tidak percaya aku berani potong pendek. Sampai lupa aku belum menyiapkan makan untuk kakak dan papa. Papa tampak kaget melihat penampilan baruku dan memujinya. Baru dua hari dengan rambut sebahu, aku merasa lebih gerah di banding sebelumnya dengan rambut nanggung gini aku berniat memotongnya lagi tanpa memberitahu papa. Aku langsung mengendarai motorku menuju salon di ujung jalan dekat rumah. Sesampainya di sana aku menunggu sebentar karena capster lg memotong pelanggan lain. Akhirnya tiba giliranku, aku langsung duduk di kursi dan melepaskan hijab.
Shelvy : Potong sedagu ya mbak.
Capster : Belakangnya biasa atau dibuat lebih pendek bu?
Tak berapa lama sudah selesai dengan potongan rambut sedagu, tampak senang aku dengan potongannya dan kelihatan gemuk. Aku bergegas membayar lalu memakai kembali hijab dan langsung pulang takut kakak sudah bangun. Dua hari lalu rambut masih sepinggang sekarang tinggal sedagu rekor selama hidupku berambut sangat pendek. Sesampainya di rumah ternyata suamiku sudah pulang dan sangat kaget samapi tidak bisa bicara melihat rambut istrinya yang semakin pendek.