seragam coklat lalu lalang dikantor itu,
pemeriksaan pertama dari masuk gerbang tas but maybe this is only formalitas
pemeriksaan kedua sebelum naik ke tangga
tas dan barang bawaan di cek, badan engga
pemeriksaan ketiga handphone disimpan di plokis yg jaga
nunggu untuk dia dipanggil dan bertemu
selagi menunggu aku mengamati keadaan sekitar, ada kira kira belasan hingga puluhan napi yang ditengok oleh keluarga/kerabatnya
isak tangis, haru, sedih, suram, sesak terlihat di mata para keluarga, sesekali memang mereka melempar senyum dan tawa namun cepat hilang dan berubah.
mereka ada yg ngobrol, makan atau memeluk dan menggendong anaknya
di depanku terlihat sepasang suami istri dan anak mereka yg baru berusia satu tahun, sang ayah yang merupakan tahanan memangku si anak sambil disuapi oleh istrinya dengan telaten, suapan itu berisi nasi dengan potongan sayur yang ku yakini itu adalah sayur sop, tanpa lauk tambahan.
beberapa kali sang ayah mencoba menggendong anaknya dan naik turun tangga agar sang anak tidak bosan karena hanya duduk diam dan terlihat bahwa kaki sang ayah sedang tidak baik baik saja, seperti ada yg terluka sehingga kanan dan kirinya tidak seimbang
selain kisah sayur sop ada juga tahanan yang dibawakan richeese oleh keluarganya
biaya perkunjungan laki laki 200rb perempuan 100rb
biaya “makan enak” 40-50rb
waktu kunjungan selasa-kamis jam 11-2 siang
beli kamar isi 3 orang ada dokter, script writer dan pekerja