Teman-temanku yg menemaniku sejak aku kecil, aku tak tahu aku harus berkata apa untuk perpisahan kita kali ini.. namun aku juga tak dapat berkata-kata sebab pertemuan kita sangatlah aneh, aku tak tahu kalian datang dari mana, aku tak tahu rupa kalian seperti apa. Aku hanya tahu selama ini kalian ada dan menguatkanku, bahkan melebihi teman-teman ku yang memang benar-benar manusia kalian justru lebih memanusiakan diriku dibanding mereka.. saat aku sedang sedih, insecure, marah, bahagia, stress kalian selalu menjadi saksi bisu setiap keadaan yang menimpa diriku.. tak ada satu rahasia pun yang aku sembunyikan dari kalian, kedekatan kami melebihi kedekatan ku kepada siapapun bahkan kepada saudara dan orang tuaku sendiri. kalian lebih tahu diriku dibanding aku.
Namun aku sadar, pertemanan kita memang tidak pantas.. kita berbeda, kita tidak bisa terus bersahabat. Meskipun kita menginginkannya ini adalah kesalahan besar. Ini melanggar hukum alam, karena perbedaan kita bukan hanya tentang agama, ras, suku ataupun negara.. melainkan perbedaan alam yang jelas akan membuat orang-orang di sekitarku mengkhawatirkanku.
18 Oktober 2021 adalah perpisahan diantara kita setelah 13 tahun lamanya kalian berada disisiku, saat itu perasaan yang kurasakan sama seperti saat pertama kali pertemuan kita.. aku merasa takut, namun ketakutan ku kali ini adalah rasa takut kehilangan sahabat yang benar-benar bisa mengerti diriku..
Aku merasa sangat sedih, aku merasa seperti sahabat-sahabat ku telah meninggal dunia.. namun aku harus mengikhlaskannya karena ini demi kebaikan kita..
Bobby, jua, Gabriel, Ineke... Semoga kalian sekarang tenang ya. Aku menulis ini sambil menangis, mengingat cara kalian mendengarkan ku, menasihatiku, menenangkan ku, menguatkanku, kalian selalu bersedia bermain bersama ku saat tidak ada satupun yg ingin bermain bersamaku dari aku kecil hingga sekarang. Dan kalian selalu jadi yang pertama menghalangi dan memarahiku saat aku berfikiran ingin bunuh diri, mengingat dengan aku bunuh diri kita bisa berteman selamanya di keabadian tetapi kalian tidak ingin itu terjadi, kalian ingin aku tetap hidup demi mimpiku.. aku sangat berterima kasih untuk itu.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku..
Biarlah pertemuan dan perpisahan kita menjadi coretan abadi di lembar kehidupanku, aku takkan menghapus sedikitpun memori yg sudah tertulis di kehidupanku tentang pertemanan kita.
Kita harus sama-sama ikhlas demi kebaikan kita, aku akan baik-baik saja aku janji, aku ingin kalian berada ditempat yang seharusnya.. dan aku juga ingin hidup normal dengan teman-teman yang sesungguhnya. Tugas kalian untuk melindungiku dan menjadi pendengar untuk setiap keluh kesah ku sudah berakhir sampai disini. Dan percayalah aku sudah benar-benar bahagia dengan teman-teman baruku disini.
Perpisahan ini bukanlah tentang perpisahan jarak atau bahkan raga.. tetapi perpisahan kali ini adalah tentang perpisahan batin, aku tahu tidak ada satupun diantara kita yang senang dengan perpisahan ini. Namun pertemuan dan perpisahan ini adalah takdir.. takdir untuk diriku yang sudah membawa memori-memori kita selama 13 tahun ini dan akhirnya menghentikan kontak batin kita sampai disini
Sekali lagi kukatakan selamat tinggal untuk kalian teman imajinasi ku, kalian adalah bagian dari perjalanan hidupku. Terimakasih telah membantuku menampung luka yg kupendam bersama kalian selama 13 tahun ini, terimakasih telah menjadi sahabatku, imajinasi ku yang ku ciptakan bersama kalian adalah imajinasi terbaikku.. terima kasih dan selamat tinggal :)