Sebelum ada kamu
HAI
Semoga kamu membaca ini dengan keadaan senang seperti biasanya ya. ILY
Mataram, 9 Januari 2015
Hari ini tepat 3 bulan aku berada di Pulau indah ini. Hey aku sudah pernah cerita kan aku sudah pernah mengunjungi salah satu pulau kebanggaan Indonesia. Lombok , Iya Lombok. Pulau yang mendapat penghargaan sebagai tujuan wisata ter HALAL di Indonesia dan 1 hal lagi pulau ini juga diberi penghargaan karena karangnya yang paling INDAH se Dunia .begitu kata mereka.
Tapi bukan itu ceritaku sayang. Kali ini pun tema cerita ku adalah aku ingin membagikan cerita-cerita yang patut diceritakan sebelum aku bertemu denganmu. Kaptenku yang sebenarnya.. jangan lupa untuk tersenyum dua jari sebelum membaca ini agar tidak ada rasa cemburu setelahnya karena ini hanyalah masa lalu ku sayang. Kita sama2 paham kan :D
Inisial nya ARAP. Iya. untuk saat ini dia satu2nya yang memiliki inisial nama lebih panjang dari kapten-kapten yang sempat membersamai perjalananku. Dia memang tidak sespesial RO sayang, dia juga tidak se-perfect RA. tapi aku dulu sempat begitu menginginkannya. Aku rasa setiap hal bersamanya adalah dunia baru yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku sangat penasaran mengenai bagaimana rasaku dengannya. Banyak sekali daftar pertanyaan ku saat itu .Siapa orang ini. Kenapa tatapannya begitu menghanyutkan. Sebelum bertemu dengan mu Dia satu2nya laki2 yang mampu membuatku kikuk hanya dengan satu tatapan. Walaupun saat itu aku sekuat mungkin berpura-pura tidak tersihir tapi harus ku akui aku sangat tenggelam dalam pesona matanya.
Seperti yang sayang tau. Aku berada di kota ini untuk urusan pekerjaan. Pada awalnya aku luar biasa happy ketika mendapat kabar akan menjalankan project di kota yang terkenal indah ini. Itu artinya aku akan punya waktu menikmati indahnya tempat2 eksotis disana. Begitu pikirku . memang yang terjadi adalah demikian. Tapi beratnya tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang menyita hari-hariku membuat ruang gerakku sedikit terbatas. Hingga hari hari awal ku disana adalah hari2 yang berat. Harus memulai lagi menawarkan senyuman dengan calon teman2 baruku. Entah bagaimana senyumku waktu itu tapi yang jelas ada banyak laki-laki yang mencoba menarikku yang mungkin karena senyum itu ataupun karena posisiku. Dan ini sempat sedikit membuatku jenuh. Karena diantara sekian itu aku tidak menemukanmu juga. Ini kota yang aneh pikirku waktu itu. Sombong dikit ya sayang tapi di kota ini jumlah penggemarku melebihi rata-rata biasanya :D..
Dua minggu awal aku ada di kota ini. Rasanya sangat menyiksa. Perjalanan ku dari homestay ke kantor adalah hal yang sangat buruk bagiku. Rasa was-was, khawatir, dan tidak tenang selalu berusaha melawan irama kedua langkah kaki ku yang semakin mendekati sebuah gedung yang mereka namakan “kantor”. Langkah pulangku juga begitu, meskipun hari ini sudah berhasil ku lalui tapi batinku tetap merisaukan bagaimana aku menjalani hari esok. Terus begitu hingga 2 minggu ku lewati. Hingga aku kedatangan tetangga baru.
Iya sayang. Dia tetangga homestayku sewaktu aku kerja di Lombok. Cara kami berkenalan sangat unik. Aku menyapa mereka yang baru saja pindah ke tempatku. Aku menyapa mereka dari lantai atas depan kamarku. Mereka bertiga dan ARAP ini adalah satu2nya diantara mereka bertiga yang aku lupa namanya saat kenalan pertama. Sayang tau lah ya aku sangat sulit menghapal nama orang. Tapi saat kami terlibat percakapan dan saling pandang tiba2 saja dia menjadi sosok yang saat itu aku pikirkan rutin sebelum tidur. Aku ulangi lagi ya sayang. Pesona matanya itu menghanyutkan ku. Akupun gak ngerti bagaimana kejelasan awalnya, tiba-tiba saja kami menjadi dekat. Berawal dari tatapan, memasak bersama, seduhan teh di pagi hari, bercerita dan bermain kartu hingga larut malam. Begitu saja hingga saat itu aku menjadi sangat bersemangat menjalani pekerjaanku. Setidaknya saat itu langkah kaki ku saat pulang ke homestay menjadi seirama dengan batinku yang bergejolak riang. Bersamanya aku mengenal kehangatan yang menenangkan. Aroma teh yang dibuatkan nya untukku mampu membuatku bersemangat hingga sore. Pujiannya untukku membuat senyumku awet dari pagi hingga malam. entahlah dengannya aku sangat menikmati setiap detiknya. Begitu terus hingga kami dihadapkan pada sebuah keputusan yang cukup sulit. Dia harus pulang ke JAWA. Hari-hariku pun kembali seperti sebelumnya. Menyesakkan. Kota ini kembali lagi menjadi kota yang menyesakkan. Dan aku harus kembali lagi melanjutkan perjalananku untuk manggapai mimpi dan menemukanmu..
lalu dimana cerita tentangmu?
tunggu saja
(A.R)










