👀: “Karakter anak itu turunan dari orangtua…”
Mungkin sekian persen benar dan sekian persen lagi enggak benar, sekitar 75% benar sisanya enggak benar. Cuma hasil analisa saja, jadi sejatinya seorang anak secara naluri yang ia miliki jika memiliki pedoman tauhid yang benar, pasti ia ingin menyelisihi perbuatan buruk yang ada pada orangtunya. Misal kata ayahnya seorang perokok, anak yang sudah terbangun tauhid di dalam dirinya pasti akan menasihati sang ayah untuk berhenti, naluri seorang anak ia tidak ingin ayahnya mati sia-sia hanya karena rokok, karena sama saja dengan membunuh dirinya secara sengaja bukan? Tapi apa boleh di kata, jika 2 tahun setelah ia memperingati ayahnya tentang rokok malah ia menjadi pengikut “the smoker”. Kalau ia ditanya mengapa? Maka jawabannya, hanya ingin mencoba saja wal akhir menjadi sebuah candu bukan?
Kemudian sikap kasar orangtua terhadap anaknya, akal yang di bawah alam sadar anak akan berkata, “besar nanti aku gak mau seperti ayah/ibu yang suka bentak bentak aku!”. Jelas siapa yang mau jadi pengikut orang yang seperti itu, tapi apa yang terjadi? Setelah anaknya beranjak dewasa tanpa ia sadari ia melakukan kesalahan yang pernah orangtuanya lakukan di masa lampau, entah itu ia lampiaskan kepada adiknya, atau anaknya atau bahkan pasangan hidupnya.
Betapa miris nya, ayah bunda yang semoga selalu dalam lindungan rahmat Allah. Pikirkan generasi seperti apa yang kelak akan menjadi penerus kita, pikirkan secara matang jika nanti kalian memiliki anak, apa yang akan ayah dan bunda suguhkan untuk anak, apa yang akan ayah dan bunda ajarkan untuk anak. Karakter anak tanpa ayah dan bunda sadari tumbuh dari karakter ayah dan bundanya.