selamat lulus dan hidup dengan baik, temanku sayang <3
31 Mei 2025. Teman-teman perempuanku cantik sekali hari ini! Wajah cerah yang berbalut toga merah tampak berseri merekah. Polesan gincu dan rias anggun mengiringi senyum-senyum lebar yang tersungging indah. Menyambut hari penutupan lembaran sekolah menengah yang dinanti sejak lama, hari berakhirnya enam tahun berkelana mencari pelita jiwa dan raga; enam tahun pengembaraan sebagai gadis remaja penuh haru-huru-hara; enam tahun beranjak dewasa dan tumbuh bersahaja.
Berhasil, kawanku sayang! Kita berhasil melaluinya, sebab hari itu (yang kini menjadi hari ini) benar-benar terjadi di hadapan mata. Delapan bulan yang lalu kita masih membayangkan akan jadi seperti apa, menghitungnya mundur setiap hari di sudut atas papan tulis depan kelas.
H-92 UTBK H-135 Sporto SEMANGAT!
Kelas? Rasanya masih kemarin duduk di bangku tengah kelas, berangkat membawa semangkuk sarapan sepuluh menit sebelum bel pagi, dan pulangnya menjelang petang sembari berburu jajanan sore di sepanjang Suronatan. Teman sebangkuku rutin menyiapkan secangkir kopi pengusir rasa kantuk untuk diminum berdua sepanjang pelajaran. Teman sebangkuku juga selalu membuat hari-hari sekolah dengan tekanan akademik itu terasa lebih baik karena lelucon spontannya yang menjadikanku harus susah-payah menahan tawa. Teman sebangkuku membangunkanku dari tidur pulas saat jam kosong. Teman sebangkuku juga berbagi alat tulis yang kadangkala tertinggal di kamar atau raib entah di mana karena kecerobohanku.
Aku suka hari-hari sekolah yang terasa lebih menyenangkan karena seluruh teman kelasku. Teman kelasku menertawakan pantun-pantun garing yang jadi penutup presentasi setiap kerja kelompok. Teman kelasku merespons cerita guru dengan celetuk random yang membuat seisi ruangan terbahak-bahak karenanya. Teman kelasku senantiasa mengingatkan akan tugas-tugas mendatang dan ujian pekan depan. Teman kelasku menghindarkan dari rasa bosan dengan meminta guru memutar daftar putar musik ketika mengerjakan soal. Teman kelasku berbagi potongan kue ulang tahun dan makanan-makanan enak pada hari istimewanya. Teman kelasku mewakili emosi setiap personel kelas akibat terusik beragam suara dari luar ketika kami bimbel sore hari. Teman kelasku mewarnai setiap detik di sudut kelas hingga aku selalu ingin kembali padanya, belajar di ruang kelas.
Pulang sekolah, kita menyusuri jalan kecil Suronatan dan gang-gang sempit di baliknya hingga sampai ke asrama masing-masing yang punya hiruk-pikuk tersendiri. Lauk sore yang masih hangat terhidang di tempat makan. Teman asramaku berbaik hati mengambilkan lauk dengan ukuran paling baik di piringnya agar makan malam lebih nikmat. Oh iya, kalau soal hidup sehari-hari dan menjalani aktivitas di antara bangun dan tidur, makan dan mandi, teman asramakulah pahlawannya. Teman asramaku, terutama teman kamar membangunkanku dari tidur dan ketiduran yang seringkali terjadi kapan saja, terutama di malam-malam kantuk namun harus bergulat dengan lembaran kertas materi sebab esok harinya ujian. Teman asramaku mengajakku makan sembari saling berbagi sebotol saos atau sebungkus Boncabe yang kami punya. Teman asramaku memintakan dan membawakan surat izin ketika aku sakit. Teman asramaku sukarela meminjamkan apa saja yang mereka punya, dari setrika hingga baju miliknya ketika aku bingung soal outfit. Teman asramaku memberi semangat untuk setoran hafalan kepada ustadzah yang belum kutuntaskan. Teman asramaku mengunduh dan memutar film untuk ditonton ramai-ramai di televisi asrama pada malam Jumat. Teman asramaku berdialog ringan soal cerita hari itu di penghujung malam sebelum tidur yang makin lama makin tidak jelas karena ketidaksadaran menyerang raga setelah rasa kantuk. Teman asramaku, dengan riuh tawa dan senda guraunya, ialah alasanku merasa bahwa hidup di antara ranjang-ranjang berdekatan dan bilik-bilik bersebelahan tidak seburuk itu.
Enam tahun berjalan dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Di tempat yang sama; asrama, gang Suronatan, dan bangunan sekolah. Dengan orang-orang yang sama, teman-teman yang sama, saksi perjuangan yang sama, teman-teman angkatanku. Rekanku dalam bertahan dan berusaha ialah mereka. Rekanku dalam belajar dan bertumbuh ialah mereka. Hingga kusadari, mereka bukanlah rekan. Mereka ialah kawan yang dengannya waktu-waktu di masa muda terasa lebih berharga dan tak ingin dilupa selamanya. Kawan seperjuangan yang saling menopang.
Teman-teman angkatanku saling mendukung untuk cita-cita masing-masing yang dipunya. Teman-teman angkatanku memberi selamat dan pelukan hangat untuk sekecil-kecilnya pencapaian. Teman-teman angkatanku berteriak paling kencang menyerukan semangat ketika berkompetisi di tengah lapangan saat festival sekolah. Teman-teman angkatanku mengulurkan tangan untuk saling berpegangan erat kala badai datang dan angin menggoyahkan. Teman-teman angkatanku merangkul pundak yang ingin runtuh dan menahannya tetap tegak menghadapi berbagai rintangan. Teman-teman angkatanku menjadi alasan bahwa berproses selama enam tahun di sini tidak seburuk itu, sebab semua terasa lebih baik karena dihadapi bersama-sama.
Teman-teman angkatanku hari ini sudah lulus! Sabtu, 31 Mei 2025, perjuanganku dan teman-teman angkatanku tuntas mengarungi peliknya suka-duka di usia labil gadis belia. Enam tahun terlampaui sudah, dengan hal-hal baik yang tergenggam dalam jemari masing-masing. Teman-teman perempuanku, teman-teman angkatanku, teman-teman seperjuanganku, kita semua hebat sekali! Kita telah berkelana, bersama-sama. Sebab di awal meniti masa perjuangan, telah bersama-sama pulalah kita mengeratkan pelana.
Sedikit sedih tidak sempat berfoto bersama satu angkatan di acara pelepasan hari ini. Tapi, enam tahun yang kita lalui sudah cukup menjadi saksi untuk segala hal. Lagipula, hari ini bukan yang terakhir! Besok dan besok-besoknya lagi, kita akan bertemu dan bersama kembali. Selamat melanjutkan hidup di medan pengembaraan selanjutnya, temanku. Selamat bertumbuh dan bersahabat dengan lika-liku perjalanan baru yang akan menantimu, kawanku. Sampai bertemu kembali denganmu yang baru, yang lebih baik, namun menyimpan erat perjuangan dahulu. Selamat merayakan kelulusan, sayang. Teman perempuanku, teman angkatanku sayang. Hidup dengan baik selalu, ya.
















