It's my dream, Mas, not her!
Cuplikan scene dari serial ini lagi hangat-hangatnya berkeliaran di lini masa. Sejujurnya tidak mengikuti secara utuh, hanya sedikit cuplikan-cuplikan yang seliweran di social media. Dan lebih tertarik dgn aktingnya putri marino yang feelnya dapet banget.
Emang sakit banget kalau kisah itu terjadi secara realita, dan kita ada di posisi kinan.
Ketika orang yang kita cintai berbagi memori spesial kita dengan orang lain, sudah pasti memori tersebut tidak lagi menjadi spesial. Apalagi mimpi yang belum terlaksana dan mimpi itu justru dibagi kepada orang lain. It hurts, it really does. Kita akan merasa nothing. Kita akan feel betrayed.
Wajar jika kinan dalam scene tersebut marah semarah-marahnya. Sedih, marah, dan kalut. Belum lagi kinan sedang kondisi hamil. Semua emak-emak yang nonton pasti gregetan.
Oke, sekarang yuk bahas sedikit tentang perselingkuhan.
Cerita-cerita perselingkuhan selalu goes viral, selalu seru untuk diikuti, publik selalu antusias dengan ke-kepoannya sehingga laku keras dikomersialkan. Apalagi jika yang main sekelas RR dan PM. Coba kalau ceritanya tentang pasangan yang rukun dan damai, tidak ada konflik, tentu tidak laku di pasaran. Viewers dan ratingnya rendah dan sudah pasti cuannya juga sedikit.
Jangan sampai kita terpedaya dengan mindset yang salah karena terpengaruh dari serial-serial viral tersebut. Mindset apa saja yang sangat mungkin timbul dari kisah-kisah semacam ini?
Mindset bahwa semua laki-laki adalah laki-laki bejat
Mindset bahwa semua permasalahan terutama perselingkuhan yang terjadi di rt sumbernya adalah suami. Wanita selalu sengsara. Wanita selalu menderita.
Sehingga mindset tersebut menimbulkan ketakutan untuk menjalani pernikahan, "Bagaimana jika kelak pernikahan saya bernasib sama?" Atau "Jadi takut mau lanjut ke jenjang pernikahan."
Ketakutan yang dapat membawa mindset bahwa wanita tidak butuh laki-laki, mindset yang menafikan keberadaan suami sbg qowwam. "Daripada dikhianati, lebih baik tidak melakukan sama sekali, lebih damai hidup sendiri, lebih bebas hidup sendiri."
Inilah mindset-mindset yang berbahaya untuk berada dalam fikiran kita, khususnya muslimah.
Girls, ingat ya, tidak semua laki-laki itu bejat, tidak juga semua suami pandai ngeles kaya bajaj seperti aris yang kalau kepergok kinan selalu puwinterrr ngarang cerita, yakin banget pelajaran mengarangnya pasti 100. Banyak lho, laki-laki sholeh yang pandai menjaga pandangan, suami yang bertanggung jawab menjadi qowwam, suami yang pandai bersyukur dengan kondisi rumah tangganya. Laki-laki yang kaya Aris (ingat juga cerita itu fiktif ya) memang ada dalam kehidupan nyata, tapi jangan sama ratakan semua laki-laki seperti itu. Be rational !
Peran suami dalam nahkoda pernikahan yang diajarkan oleh Our Prophet Rasulullah Peace Be Upon Him, sudah sangat jelas.
Suami adalah qowwam, pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Qowwam yang dilandasi dengan kasih sayang, cinta, bijaksana, keterbukaan, bukan qowwam yang dipenuhi oleh ego dan otoriter.
Bagaimana jika suami tertarik dengan wanita lain? Bahasan ini emang panjang banget kalau mau dijabarin. Banyak variable dan faktor yang bisa dikaji. Tapi inget ya guys, tertarik/suka itu normal, yang perlu diperhatikan adalah sikap/perbuatan setelahnya.
Ingat saat ada seorang laki-laki datang kepada Nabi mengatakan bahwa dia ingin berzina, apa yang dikatakan Nabi kepadanya? "Apakah kamu mau jika itu terjadi pada Ibumu?", "Apakah kamu mau jika itu terjadi pada anak perempuanmu, pada saudara perempuanmu, pada bibimu?" Laki-laki itu kemudian mengurungkan niatnya dan tidak jadi melakukan perbuatan keji tersebut.
Kira² apa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah tadi? Laki-laki memang dibekali oleh Allah gharizah yang lebih besar dari wanita, tetapi laki-laki mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk berhenti dari perbuatan keji tersebut. Kontrolnya ada pada laki-laki. Ingat juga kisah Nabi Yusuf AS yang mengatakan "Sesungguhnya penjara lebih aku sukai."
Anyway, hati-hati dalam memfilter informasi yang sampai kepada kita. Terpana sama aktingnya putri marino boleh, tapi jangan sampai masuk dalam alam bawah sadar kita sebagai muslimah.
Masih banyak laki-laki baik kok !