Sociopath : “Sebuah Analisa Tindak Perilaku Tidak Menyenangkan dengan Merusak Psikis Pasangan”
Baik. Ini bukanlah perkara mudah bagi saya untuk berbagi pengalaman yang kurang menyenangkan. Namun, perlu diketahui bahwa hal ini sangat penting saya sampaikan terutama untuk wanita-wanita di luar sana yang sejatinya berhak atas hidup yang berbahagia dan tenang.
Menjalani hubungan yang tidak bahagia dan seperti terkurung di dalam ketidak-pastian lambat laun akan merusak mental atau psikis diri sendiri. Setelah bertahun-tahun menjalani hubungan yang bisa saya kategorikan tidak sehat dan tidak baik pada akhirnya saya berhasil keluar dari hubungan itu.
Mengutip dari artikel id.wikihow.com bahwa seorang sociopath, dapat didefinisikan sebagai orang yang mengidap Antisocial Personality Disorder (Kelainan Kepribadian Antisosial). Kelainan ini dicirikan oleh sikap acuh tak acuh akan perasaan orang lain, tidak adanya penyesalan atau rasa malu, perilaku manipulatif, egosentrisme yang tak terkendali, dan kemampuan untuk berbohong demi mencapai tujuan.
Sebelumnya, saya tidak bermaksud menyinggung siapapun dengan tulisan ini. Tulisan ini berdasarkan analisa saya pribadi (noted: selama beberapa tahun belakangan).
Berikut merupakan hasil analisa saya terhadap sociopath dalam hubungan dengan pasangan;
Seorang sociopath membuat pasangannya takjub dan menggiring opini bahwa dirinya bernilai sempurna.
Seringkali menunjukkan (dibaca: pamer) kebendaan yang dimiliki, sehingga terkesan bahwa dirinya hebat, mewah, dan berkelas. Menurut pendapat saya secara pribadi, ini terjadi karena adanya keinginan untuk diakui keberadaannya. Namun yang terjadi ialah ketika pasangannya memiliki prestasi (segala sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian yang dimiliki) seketika ia merasa insecure karena ia tidak ingin pasangannya lebih baik atau lebih mampu darinya. Seringkali terjadi intimidasi secara halus sehingga membuat pasangannya tidak memiliki progress baik dari segi prestasi, kegiatan, dan lain sebagainya. Sepertinya ada kepuasan tersendiri melihat pasangannya tidak memiliki kehidupan yang lebih baik dan tetap terus berfokus padanya saja.
Dia tidak akan pernah mau meminta maaf.
Manusia sejatinya adalah tempatnya segala kesalahan. Tidak terkecuali bagi seorang sociopath. Biasanya jika ia melakukan kesalahan hal pertama yang dilakukan adalah dengan tidak merespon atau tidak memberi reaksi untuk kesalahan yang sudah dibuatnya. Ia akan menunjukkan sikap bahwa tidak terjadi apa-apa dan tidak melakukan kesalahan. Bahkan lari dari masalah yang dibuatnya. Lagi-lagi, ia tidak akan segan-segan mengintimidasi pasangannya agar segera ‘menghilangkan’ permasalahan yang dibuat olehnya. Efek yang jauh lebih besar dari hal tersebut adalah merusak psikis dari pasangannya bahwa segala sesuatu yang salah dan tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada adalah hal yang wajar dan biasa. Ia cenderung tidak bisa menerima nilai kebaikan dan kebenaran bahkan terbiasa mengatas-namakan perilaku tidak terpuji sebagai hal-hal yang bersifat manusiawi. Menurut saya hal ini terjadi karena kurangnya teladan yang baik atau panutan untuk menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai luhur sebagai manusia. Kembali lagi, kita tentunya tidak bisa menolerir perbuatan yang tidak pantas dan tidak terpuji apapun alasannya, karena seluruh manusia diberikan akal pikiran yang dapat digunakan sebelum bertindak.
Ketidakmampuan untuk membentuk hubungan yang bermakna
Seorang sociopath biasanya tidak tulus dalam memiliki hubungan. Bisa dipastikan pola hubungan yang lebih menonjolkan kesenangan (have fun) semata dan bahkan jika hanya menguntungkan baginya saja. Komitmen adalah hal yang paling dihindari dari seorang sociopath, dan ketidak-setiaan itu adalah hal yang biasa. Jika ada keinginan, ia bisa menjadi orang yang paling baik dan manis kepada orang lain dan apabila keinginannya sudah tercapai dia bisa saja berubah drastis. Hubungan yang stabil dan datar tanpa tujuan dan arah yang jelas adalah salah satu indikasi bahwa sociopath sudah berhasil mengendalikan pasangannya.
Sociopath akan tidak akan pernah bisa melepaskan (pasangan)- pasangannya.
Perasaan putus asa dan tidak bahagia seringkali dirasakan oleh pasangan dari sociopath. Ketika dirasa akan kehilangan pasangannya ia akan segera memperlakukan pasangannya dengan baik dan mempertahankan hubungan. Segala cara akan dilakukan agar ia tetap ‘aman’. Namun setelah hal tersebut berhasil dilakukan ia akan mengulang kesalahan secara terus menerus tanpa ada rasa menyesal.
Senang berfantasi dan berkhayal yang tidak wajar.
Seorang sociopath memiliki kemampuan berfantasi secara liar dan bahkan melakukan tindakan yang amat sangat tidak pantas. Ia tidak segan-segan menginjak-injak harga diri pasangannya dengan melakukan pelecehan atau lain sebagainya. Hal seperti ini amat sangat berdampak traumatis bagi psikis pasangannya. Ingat bahwasanya nafsu bukanlah cinta (#lustisnotlove)
Sociopath lupa bahwa Tuhan itu ada.
Jangan pernah takut kehilangan pasangan yang terindikasi memiliki tanda-tanda sociopath. Orang baik hanya untuk orang baik. Kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu yang tidak benar adalah murni kehendak pribadi. Karena yang terlihat sempurna itu pasti ada yang tidak beres dibelakangnya.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua. Terimakasih.