Love is not what you say. Love it what you do!! 🌸🌸 Dalam diam kami berbuat, tanpa riak2 untk meminta belas kasihan. No talk, do more. Lngsung sj, buat sj, kalo toh ada yg care, we will say "welcome" 😁😁 || bagi sy keterbatasan ini bkan untk dibelas kasihani tp d wujudkan dlm power in action. Ini bkan hx ttg fasilitas sekolah yg terbatas, gedung sekolah yg cm smpai setingkat SD, buku2 yg sangat kurang, melainkan wujud nyata turun tangan menanggulangix. Dgn menggulung lengan baju, turun lngsung, menyimak, hidup, dan menikmati atmosferx. Maka kalian akan turut merasakan benturan2 kompleksitas persoalanx, dan bahkan bisa ikut turun tngan menyelesaikan sdkit persoalanx. Bkn hx ttg, dtg berkunjung, meninjau dan menulis serta menyebarkan k medsos ttg keterbatas mereka, kemudian menyediakan bbrpa bantuan, lantas kemudian mengaanggap diri Pahlawan bagi mereka. Pdhl tak pernah ikut dan turut merasakan dentuman2 dan riak2 ketidakadilan itu!! Bagi sy tak ada batas belajar dan mengajar, entah dlm bentuk apapun itu. Bermodalkan ruangan kerja sy (tempat periksa pasien) di kala pasien sepi, bermodalkan lampu minyak tanah (Poindo bhs mereka) dan laporan sy tdk menumpuk. Menyisihkan sdkit waktu belajar brsama mereka, mncoba membantu menyelesaikan tgs rmh mrka, mencoba berbagai metode yg lebih mudah mreka serap di banding d sekolah, dan mencoba membantu bbrpa dr mereka yg sdkit terlambat memahami materi d skolahx (bkan berarti bodoh, hx sj stiap anak px daya serap berbeda2 dan dgn metode yg berbeda2 pula) dan kamipun menikmatix. Membantu ibu bidan membunuh waktux setiap hari d tanah tak berlistrik dan bersignal itu. #midwifejourney #me #myjob – View on Path.













