ternyata aku adalah seseorang dengan tata kelola emosi yang buruk yah?
sebelumnya, aku bisa dibilang tidak pernah benar benar marah dengan seseorang. kalapun aku marah, aku akan diam. kalaupun aku sedang berperan antagonis, yaa aku akan bertindak tegas sesuai peran, dan ketika ada yang membuatku marah aku akan menindaknya sesuai dengan seberapa besar dia membuatku emosi, seberapa banyak yg harus kutindak, dan dimana kejadiannya. Itupun akan selesai selepas acara, bahkan selepas sesi bina mental itu. (Ada sih yg bikin geregetan beneran sampe muaales berurusan lagi sama yg bersangkutan, tapi yaudah sih. sampe situ aja)
Pun ketika dihadapkan dengan situasi yang sulit, baru bisa menangis di celah celah sepi, jarang bisa emosi yang meluap lupa, dan bersenang senang secukupnya.
Nyatanya, 3tahun++ aku menjadi ibu yang tidak sabar. ambis dan ingin Ken bisa ini itu, marah ketika tidak didengarkan, nangis dan turun berat badan ketika memikirkan Ken yang mandek makan, terkadang bahkan sulit tersenyum setelah berselisih dengan Ken (meskipun Ken berusaha bertingkah lucu).
Sebenarnya aku itu yang mana sih? Yang bisa menekan emosi sampai di tempat dan waktu yang diinginkan, atau yang meletuo letup tidak bisa dikontrol?
Aku kehilangan diriku? Atau aku menemukan diriku? Atau aku ada dua? Atau apa ya aku ini?
Ok juga nih hidup dengan keseharian yang berbeda sekali. dari yang selalu didengar, jadi yang setiap hari harus rela menghela nafas panjang: karena tidak didengar.
Pekalongan 2025,
di tengah Ken (toddler 27mo) yang sedang sibuk mencari perhatianku, saat aku sedang sibuk mengelola sebal-kesal-marahku













