KabarJakarta.com - Dari Alcatraz sampai Old Melbourne Gaol di mana Ned Kelly digantung, dari Robben Island di Cape Town di mana Nelson Mandela dipenjara ke Kilmainham Gaol di Dublin di mana para pemimpin Pemberontakan Paskah dieksekusi. Penjara-penjara ini sebelumnya dinonaktifkan. Namun sekarang telah menjadi tujuan menarik untuk wisatawan, lengkap dengan kisah gelap dibaliknya.
Penjelajah Spanyol Juan Manuel de Ayala menamai pulau ini Isla de los Alcatraces atau Pulau Pelikan, yang terdengar seperti tempat untuk bersantai. Namun, pada kenyataannya, pulau ini merupakan penjara dengan pengamanan tertinggi untuk para penghuninya agar tak bisa melarikan diri.
Para narapidana itu, sebut saja Al Capone, perampok bank George "Machine Gun" Kelly dan Robert Stroud, "The Birdman" dari film Hollywood terkenal.
Pengunjung dapat mendengarkan tur audio sambil mengunjungi sel-sel atau di halaman latihan sepi serta belajar tentang pendudukan Indian pada 1969-71, yang dilakukan dalam upaya untuk merebut tanah yang diklaim sebagai milik mereka.
Di Alcatraz para narapidana tidak dipanggil dengan nama mereka, melainkan dengan angka. "Anda dipanggil dengan angka, bukan dengan nama. Saya adalah Jim Quillen. Namun saya dipanggil Number 586. Tidak ada yang menginginkan ini," ujar Quillen, mantan narapidana yang dijebloskan ke Alcatraz.
2. Old Melbourne Gaol, Australia
Dibangun pada pertengahan 1800 saat emas Victoria menciptakan gelombang kejahatan, Old Melbourne Gaol diperuntukkan bagi para pelanggar kecil, tunawisma, orang berpenyakit jiwa serta beberapa penjahat berbahaya lainnya.
Di tempat ini terjadi sekitar 133 eksekusi. Salah satu yang terkenal adalah eksekusi buronan Ned Kelly yang digantung pada 1880 atas pembunuhan tiga perwira polisi. Salah satu topeng kematiannya dipajang di sini.
Meski ditutup sebagai penjara pada 1929, tidak sampai 1972 situs ini diambil alih oleh National Trust. Pengunjung sekarang dapat memandu dirinya sendiri untuk melihat seperti apa penjara ini dulunya, atau bisa juga dengan mengorganisir sebuah tur hantu untuk melihat penjara ini dengan perspektif berbeda.
3. Pulau Setan, Guyana Perancis
Pulau setan termasuk dalam wilayah Guyana Perancis. Pulau ini terkenal karena menjadi tempat hukuman oleh Perancis pada tahun 1852-1953.
Kunjungan hanya akan diperolehkan di Île Royale, tempat tinggal para sipir dan staf, yang memiliki sel-sel penjara dan sekarang menjadi sebuah hotel dan restoran.
Namun tur perjalanan Amerika Latin juga termasuk kunjungan ke Île Saint-Joseph untuk melihat sel-sel kurungan. Daerah ini kini dirambah oleh hutan.
lalu pulau ketiga adalah yang sebenarnya disebut sebagai Île du Diable atau Pulau Setan. Narapidana politik, Kapten Alfred Dreyfus, disekap di sini dan menjadi subyek dalam kisah pelarian Papillon.
Pulau Setan ini dikelilingi oleh Hiu perairan dan arus laut yang cukup kuat. Mendarat di pulau ini tak lagi diizinkan, meski pulau ini sebenarnya hanya berjarak 200 meter dari Île Royale.
4. Oxford Castle, Inggris
Dibangun pada tahun 1071 oleh Norman Baron, Oxford Castle digunakan oleh raja Charles sebagai penjara untuk pemberontak parlemen dalam perang sipil Inggris. Pada tahun 1996 ditutup setelah digunakan sebagai penjara selama ratusan tahun.
Pada tahun 2004 bangunan ini dibagun kembali untuk wisatawan lengkap dengan restaurant, gallery seni dan tempat menginap. Namun bagian penting dari penjara tetap dipertahankan.
5. Horsen State Prison, Denmark
Setelah 153 tahun gerbang Horsens State Prison tertutup, pada 2006 akhirnya gerbang ini dibuka. Yayasan FÆNGSLET saat ini melaksanakan berbagai aktivitas untuk melestarikan sejarah yang ada pada bangunan ini dengan menjadikannya museum penjara dan mengubahnya menjadi berbagai tempat konferensi dan fasilitas bisnis. Bahkan konser akbar pun dilaksanakan di bangunan bersejarah ini.
Dalam tur penjara, pengunjung akan mendengarkan sejarah awal para narapidana seperti Jens Nielsen, yang sangat dibenci dan perna mencoba membunuh seorang sipir tiga kali, hingga akhirnya ia menerima hukuman mati. Eksekusinya pada 1892 merupakan yang terakhir bagi Denmark. Nielsen dipenggal menggunakan kapak. Kapak yang digunakan untuk memenggal masih tersimpan di sini dan dipamerkan.
6. Eastern State Penitentiary, Amerika
Sejak dibuka pada 1829, Eastern State Penitentiary menuai kontroversi untuk sistem isolasi totalnya. Setelah kunjungannya pada 1842, Charles Dickens menulis, "Sistem ini kaku, ketat dan sia-sia… dan saya yakin sistem ini (akan mengubah orang menjadi) kejam dan salah."
Penjara ini ditutup pada 1970 dan menjadi daya tarik wisata. Berbeda dengan wisata pertama pada 1994 sekarang ada audio wisata yang memperdengarkan suara aktor Steve Buscemi yang memungkinkan rasa penasaran pengunjung untuk mengeksplorasi dinding kastil yang suram. Pada malam hari? Tur hantu pun menjadi daya tarik tersendiri.
7. Kilmainham Gaol, Irlandia
Sejak dibuka pada 1796, Kilmainhaim Gaol di Dublin ini berfungsi sebagai penjara daerah dan sebagai tempat tahanan umum, termasuk 4000 orang yang kemudian dipindahkan ke Australia.
Seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi simbol dari nasionalisme orang-orang Irlandia, karena banyak yang memberontak melawan aturan Inggris ditangkap dan dieksekusi di sini, termasuk mereka yang terlibat pemberontakan dan perang pada 1916, 1919-1921 serta 192201924. Orang terakhir yang bisa menghirup kebebasan setelah penjara ini dinonaktifkan pada 1924 adalah Eamon de Valera, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Irlandia.
Tur ke bekas penjara ini akan dipandu dan dilengkapi dengan pertunjukan audio visual. Pameran utama adalah detil-detil politik dan sejarah dari penjara dan restorasinya.
8. Port Arthur, Australia
Port Arthur didaftarkan pada warisan dunia oleh UNESCO. Situs ini merupakan tempat dimana penyelesaian penjara kolonial dioperasikan di Pulau Tasmania sejak 1830-1877. Bangunan yang hancur adalah pengingat dari kerasnya hidup para narapidana.
Di tempat ini, orang mati merupakan pusat wisata. Perahu akan menuju ke Isle of the Dead, dimana hanya 180 dari 1646 kuburan yang diketahui catatan identitasnya. Dari 180 ini diantaranya staf penjara dan personil militer.
Wisata hantu pun kerap dilakukan di sini. Kelompok paranormal yang dilengkapi perlengakapan profesional menguji kebenaran keberadaan hantu di sini.
Perbaikan telah mengubah penampilan menakutkan dari beberapa penjara. Kemudian dibuatlah pilihan akomodasi yang unik, yaitu menghabiskan malam di dalam sel. Mantan penjara militer di Ljubljana, Slovenia, misalnya, telah berubah menjadi Hostel Celica yang berwarna-warni, di mana 20 sel telah dirubah oleh seniman menjadi unik bagi wisatawan.
Penjara ini direnovasi untuk memungkinkan para tamu menjelajahi sejarah bangunan dan juga merasakan tinggal di sel.
10. Pulau Robben, Afrika Selatan
Pulau Robben adalah penjara dengan keamanan maksimal. Tahanan politik yang mengkampanyekan anti-apartheid banyak dikirim ke Pulau Robben. Salah satunya Nelson Mandela, yang menghabiskan 18 dari 27 tahun masa penjara di sana. Mandela menyebutkan penjara ini sebagai tempat yang paling keras dari sistem tangan besi Afrika Selatan. Mandela kemudian menjadi presiden Afrika Selatan.
Pulau Robben terdaftar sebagai warisan dunia karena menjadi saksi kemenangan demokrasi dan kebebasan atas penindasan dan rasisme. Tur standar untuk Pulau Robben mmbutuhkan waktu tiga setengah jam, termasuk perjalanan feri, dan dipandu oleh mantan tahanan politik.