MEDAN-M24 | Gencar memberangus teroris di muka bumi. Apalagi peristiwa pilu menimpa negeri ini dua hari lalu. Jakarta, tepatnya Sarinah Thamrin dibom.
Nah, cerita bom juga terjadi di Bandara Kualanamu Internasional Airport. Seorang penumpang diamankan. Ngakunya bawa bom dalam tasnya. Pria tersebut diketahui bernama Syahrul Tanjung (41), warga Jl Asoka, Kompleks Karang Sari Permai, Blok C 3 No 3, Desa Tambun Nabolon, Pematangsiantar.
Sedianya, laki lobe putih ini terdaftar sebagai penumpang Air Asia Nomor penerbangan QZ 122 tujuan Kuala Lumpur, kemarin (16/1).
Kejadian ini terlacak setelah Syahrul Tanjung baru saja siap chek in di counter chek in Air Asia lantai III Bandara Kualanamu.
Komandan Posko III Bandara Kualanamu Harven yang ditemui di Mapolsek Beringin menerangkan, jika Syahrul melakukan chek in bersama ketiga temannya dan seharusnya berangkat pukul 12.30 WIB.
“Petugas chek in pun berkoordinasi dengan petugas keamanan. Agar tidak membuat heboh para calon penumpang lainnya, selanjutnya Syahrul pun diamankan ke pos security lantai III Bandara Kualanamu,” ujarnya kepada wartawan.
Namun, kata dia, saat dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan bom seperti pengakuan Syahrul.
“Dia membawa dua tas, warna merah dan hitam, setelah diperiksa ternyata tidak ada ditemukan bom. Kepada petugas dia mengaku latah,” jelasnya.
Terpisah, menurut pengakuan beberapa warga saat disambangi kru M24 di komplek Karang Sari Permai mengatakan, keseharian Syahrul berbicara normal atau tidak latah.
“Biasa ngomong macam orang normal. Dia lagi pergi itu, udah dua hari tak di rumah, tapi tak tahu pergi ke mana,” kata Muchlis, warga komplek Perumahan Karang Sari Permai.
Ditambahkan Muchlis, kehidupan Syahrul Tanjung dalam bertetangga dikenal baik.
“Dia bertetangga baik. Kerjanya jualan aksesoris di Pasar Horas,” tambah Mukhlis.
Dari Medan, guna mencegah masuknya kawanan teroris di daerah, Sat Lantas Polresta Medan melakukan razia besar-besaran bagi pengguna jalan roda dua, empat, truk dan sejenisnya di lintasan Medan-Binjai-Aceh.
Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Rudi Silaen mengatakan, razia ini digelar untuk memeriksa kenderaan yang keluar masuk. Bagi orang (pengendara) yang dicurigai akan dimintai keterangannya.
“Jika pengendara tidak membawa surat-surat kenderaan atau identitas lain, orang tersebut kita bawa ke kantor polisi, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rudi kepada wartawan.
Sistem pengamanan sepanjang lintasan ini, menurut Rudi, Sat Lantas Polsek Medan Baru turun ke jalan membantu Sat Lantas Polresta Medan untuk merazia suluruh kenderaan, termasuk barang bawaannya.
“Hal ini terkait kasus bom di Mall Sarinah, Jl HM Thamrin, Jakarta
Pusat, beberapa hari waktu lalu. Makanya jalan-jalan lintasan Sumut maupun protokol, petugas siaga satu untuk mengamankan daerah ini,” ucapnya.
Apalagi, sambung Rudi, dengan adanya atensi dari Kapolda Sumut dan Kapolresta Medan, ribuan petugas dikerahkan untuk menjaga ekstra ketat di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.
“Pasca kejadian di Sarinah, seluruh petugas mempertebal keamanan, untuk mencegah ancaman atau aksi teror bom, maupun serangan lanjutan teroris. Sedangkan razia ini rutin kita lakukan,” pungkas Rudi.
Selain itu, jelas Rudi, razia ini juga untuk meminimalisir dan menekan angka kejahatan. Termasuk peredaran narkoba. Sedangkan bagi pengendara menyalahi aturan akan ditilang. Razia ini tidak ada batasannya. (adi barus/wandi-mag)
The post Heboh!! Panumpang KNIA Bawa Bom appeared first on Metro24.